
WEEKEND ALA LANGIT SENJA.
Kalian pasti mengira kalau weekend Senja akan berakhir pada mimpi yang panjang hingga lelah. Menginggat Senja yang suka telat datang kesekolah. Tapi kalian salah, yang kalian kira itu sebenarnya mimpi Senja dikala weekend bukan realita Senja dikala weekend yang dimulai dari..
Allahu Akbar, Allahu Akbar
Mata Senja terbuka mendengar adzan subuh yang sudah berkumandang, segera saja dia bangkit dari kasurnya yang empuk menuju ke kamar mandinya untuk membasuh muka, menyikat giginya dan mengambil air wudhu. Setelah itu Senja turun kebawah gabung bersama Mbak Ola (sebenarnya dia pembantu, tapi Senja lebih menganggap dia sebagai seorang kakak)
Untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah.
Selesai shalat subuh berjamaah Senja menggunakan waktunya untuk segera memasak, sebelum si jagoan bangun. Sedangkan mbak Ola memasak untuk dirinya dan juga Senja.
"Masak apa non hari ini?"
"Masak buat gue? Atau buat Tawang?"
"Yah, elo non. Kalau buat Abang Paduka Tawang mah udah jelas bubur. Yang gue tanya tuh buat kita, non"
Mbak Ola memang begitu, gaya bicara menggunakan lo-gue bukan aku-kamu atau saya-kamu karna itu permintaan dari Senja, tapi Mbak Ola sadar diri jika dia harus sopan dengan putri majikannya jadilah dia selalu memberi embel embel non saat memanggil Senja, walau Senja sempat protes tapi dia tetap nekat.
Senja tertawa kecil menanggapi ucapan Mbak Ola
"apa adanya aja deh, eh.. gue tadi lihat ikan lele di kulkas. Kayaknya enak kalau hari ini kita makannya pecel lele bumbu kacang"
"Wish!! Mantep tuh non, Ck. Terus di tambahi sayuran yang udah direbus, bumbu kacang yang pedes.. waish!!"
"Aduh mbak! Udah ngiler gue, mending segera buat deh"
"Berangkat non!" Pekik Mbak Ola yang langsung menyiapkan semua bahan masakan untuk hari ini.
Wuahhhh.. oek.. Wuaaaaaa oekkk..
Sesuai perkiraan Senja, masakan yang dibuat jadi saat Tawang sudah terbangun dari tidur nyenyaknya.
"Tuh, non. Abang Paduka Tawang udah bangun" tutur Mbak Ola yang sibuk dengan ikan lele yang digorengnya.
Senja tertawa kecil "gue layani dulu ya, paduka gue" pamit Senja yang langsung menaiki tangga menuju kekamar Tawang.
"Kasian lo non, di masa remaja lo malah kaya emak emak" gumam Mbak Ola yang kembali sibuk dengan wajannya.
Wuahh!! Haaaa oekkk.. aaaaaa
"Aaaaa.. morning paduka Tawang. Paduka udah bangun ya? Iya?" Ucap Senja yang langsung membawa Tawang kedalam pelukannya.
"Cup. Cup. CupCup. Cup. Masa pagi pagi udah nangis? Paduka mau ngalahin suara ayam jantan yang berkokok? hem.." ucap Senja menenangkan adiknya dia menepuk nempuk pelan punggung Tawang, mencoba menenangkan.
Saat Senja merasa Tawang sudah tenang dia menatap adik laki lakinya itu lembut,
"aaa... Kecayangannya kakak" serunya yang langsung mencium kedua pipi tembam Tawang yang membuat Tawang tertawa geli, yang menular ke Senja.
__ADS_1
"Hehehe.. yuk buka popoknya, pasti udah beyat banget gegala kebanyakan nampung ompol Tawang" ucapnya menjatuhkan Tawang dengan lembut di kasur dan dengan cekatan, namun telaten Senja membuka popok yang dikenakan Tawang, dan menggantinya dengan yang baru.
Setelah selesai Senja membiarkan Tawang yang bermain sendirian sambil mengoceh tidak jelas.
"Nyam-Nyam"
"Hemm..? Nyam-Nyam. Paduka laper ya?" Seru Senja yang langsung mengendong Tawang dan membawanya kebawah untuk mengambil makanan yang tadi dibuatnya, tak lupa Senja memakaikan Tawang celemek agar tak belepotan lebih parah.
Senja mulai menyuapi Tawang yang berada digendongnya, tenaga Senja masih Full jadi dia belum menggunakan kereta bayi.
"Mbak Ola, siapin air anget buat Paduka ya mbak. Bentar lagi udah selesai nih makannya" pinta Senja yang langsung disanggupi oleh Mbak Ola.
"Yeyyy! Udah abis. Minum yuk minum" ucapnya menyodorkan cangkir plastik kecil, kedepan mulut Tawang "ah,.. cegel (seger)?"
"Udah siap, non"
"Na,,,, sekarang Paduka mandi " seru Senja yang langsung membawa Tawang menuju kekamar Tawang lagi, tak lupa dia melepas semua baju Tawang setelahnya dia memandikan Tawang yang tampak gembira di ajak main air.
Setelah selesai mandi, Senja memakaikan baju untuk Tawang. Dan memberikan susu formula yang sudah dibuatkan oleh Mbak Ola.
Senja mengelus elus rambut Tawang, yang berefek kantuk yang lama lama membuat Tawang tertidur.
Senja tersenyum gemas melihat adiknya yang sudah tertidur itu, padahal waktu baru menunjukan jam 9.
"Maafin kakak ya dek, yang selalu jarang ada buat adek " tutur Senja lembut dia mencium kening Tawang dan membisikan doa sebelum tidur didekat telinga Tawang.
TING TONG
"Cari siapa ya?!" Tanyanya galak setelah membuka pintu.
"Em.. anu Bik. Saya mau cari Senja ada?"
Wah! Sembarang nih brondong! Orang majikan gue manggil gue 'mbak' dia manggil gue 'Bik' sungguh itu menjatuhkan harga sembako!
"Disini kalau lo mau berurusan sama non Senja, lewat gue." Ucapnya ketus
"Tapi, Bik.."
"Itu titah." Tegasnya Mbak Ola plus kuah yang menciutkan nyali calon tamunya.
"Saya mau ngajak Senja menikmati malam Minggu.."
"Non Senja 'nya nggak bisa. Karna dia ada kesibukan yang lebih mendesak daripada harus menemani orang yang nggak punya kesibukan sama sekali" cerocos mbak Ola yang langsung menutup pintu rumah. Itu sudah menjadi kebiasaannya setiap weekend, menolak ajakan orang yang ingin mengajak Senja keluar.
Senja terkekeh geli melihat wajah cowok yang mengajaknya keluar tadi, dan juga gaya Mbak Ola yang menolaknya. Senja memang sudah mewanti wanti Mbak Ola untuk menolak setiap orang yang mengajak Senja keluar malam atau menikmati malam minggu, karna dia lebih memilih menggunakan waktu itu untuk menjenguk sang Bunda karena siangnya sudah terkuras habis untuk Tawang Gemintang, dan rumahnya.
"Nggak mbak ajak jalan aja, tu tadi berondong" canda Senja di sela sela tertawanya
"Haduh non. Mbak masih setia sama Abang Paduka Tawang" jawab Mbak Ola berdrama.
__ADS_1
"Oh,,, benarkah?"
"Heeh"
"Terus Akang Tosa siapa yang nemenin?" Goda Senja yang membuat pipi Mbak Ola merona
"Ah.. elo Non! Tau aja gebetan gue" dumel Mbak Ola yang membuat Senja tertawa,
"Tau dong, soalnya kemarin ada yang nitip salam"
"Kok nggak disampekin?" Seru Mbak Ola cemberut
"Nanti Abang Paduka Tawang patah hati dong Mbak" tutur Senja dengan nada sendu yang langsung tergelak bersama dengan mbak Ola
"Hahahaha.. udah keriput gue non, nunggu Abang Paduka. Haha.. eh.. makan yuk non, udah hampir siang loh"
"Loh, mbak belum makan?"
"Nunggu elo non"
"Ya elah, mbak. Gue kan udah pernah bilang.."
"Makan duluan, nanti gue nyusul" ucap Senja dan Mbak Ola serempak
"Tapikan non ada dirumah dari pagi sampek pagi itu 'kan langka non, makannya gue gunain waktu ini dengan sebaik baiknya"
"Aaa... Terharu gue mbak. Ya udah yok! Makan" ajak Senja yang langsung mengiring Mbak Ola kedapur. Untuk sarapan dan makan siang karena waktu yang sudah menunjukan jam setengah 10.
Cling!
"Siapa non?"
"Fans dong" jawab Senja bangga yang membuat Mbak Ola memutar bola matanya malas.
Senja melihat pesan pesan dari nomor yang selalu mengajaknya keluar malam minggu. Seperti biasa Senja membuat Siaran baru dengan memasukan nomor nomor tersebut dan mengetik hal yang sama yang akan terkirim kepada mereka.
Langit Senja : Sorry,, gue nggak bisa π, Gue harus nyuri resep krabby patty,terus gue jual di warung uncle mutu, buat bantu bedah rumah Patrick Starπ₯Ί
"Dah beres, lanjut makan"
Setelah selesai makan Senja dan Mbak Ola membagi tugas membersihkan rumah,
Setelah pekerjaan mereka beres, baru mereka membersihkan diri dan segera siap siap untuk shalat Dzuhur berjamaah mereka.
Kurang lebih 4 Jam Tawang menikmati tidurnya, yang langsung Senja sambut dengan semangku bubur dan sebotol susu hangat.
Senja biasanya akan menemani Tawang bermain walau dia sendiri kebingungan dengan bahasa yang Tawang gunakan, namanya juga bayi.
Senja memilih jam 4 untuk memandikan Tawang agar dia tidak kedinginan. Biasanya untuk shalat Ashar karna Tawang jarang bobok sore, maka shalat jamaah tidak mereka laksanakan begitu juga shalat Magrib nanti, karna walaupun Tawang tertidur lelap tapi dia harus dipangku sampai batas magrib usai. Katanya sih gitu...
__ADS_1