What Makes You Strong??

What Makes You Strong??
#0004


__ADS_3

"Untuk hari ini sepertinya kamu tidak perlu mengajar, karena tidak ada Jam kosong yang tersedia" Jelas Ben (asisten pribadi Angan) dari seberang telepon


"Baguslah kalau gitu, jadi gue bisa santai" jawab Angan yang langsung menjatuhkan dirinya di kursi panjang dekat kolam,


"Baik kalau gitu, nanti saya akan hubungi kamu lagi kalau ada sesuatu yang harus dibicarakan" ucapnya yang langsung memutus sambungan telpon.


"Baru satu hari kerja udah bolos" celetuk Rindu yang sudah berjemur di kursi panjang dekat Angan.


"Gue nggak bolos. Orang gue nggak ada kelas" saut Angan jujur


"Halah... Nggak asik. Yang asik itu, lo ke sekolah terus gantiin guru BK"


"Maksud lo?"


"Ck. Lemot banget sih lo jadi orang. Kapan sih lo punya kesempatan ngukum anak orang seenaknya"


Angan tersenyum lebar mendengar ide yang terlontar dari sang Kakak. Benar kata Rindu, kapan sih Angan bisa bahagia di atas penderita seseorang yang tak sengaja atau memang sengaja melakukan kesalahan?


"Gue suka pemikiran lo, numben tu otak nggak konslet" tutur Angan yang langsung mendapat tabokan dari Rindu.


"Lo bisa nggak sih? Muji orang tanpa ada embel embel nyelekitnya?" Dumel Rindu kesal


"Enggak, gue 'kan terlahir untuk jujur"


"Lo tuh lahir buat jadi netizen tau nggak"


"Cukup. Anak Pancingan diam" tutur Angan datar syarat akan bercanda


"Alah! Anak pungut aja belagu!" Sungut Rindu, yang tak digubris oleh Angan yang sudah berjalan memasuki rumah.


Biar Rindu tebak kalau Angan sedang bersiap siap untuk pergi ke Sekolah.


"BIK!!! SIAPIN KEMEJA BIRU GUE!!!"


Tuh kan,,, bener Batin Rindu mengelengkan kepalanya


*****


"Huh.. huh.. huh..... Akhirnya.. huh.. huh..nyampek juga" ucapnya lega dengan nafas yang ngos ngosan, dia lega karena berhasil datang tepat waktu kesekolah, menurutnya..


" Tujuh lewat tujuh menit, numben lo cuma telat tujuh menit?" Celetuk Laras yang membuat mata Senja membulat


"hah?"


"Rekor untuk minggu ini" celetuk Pika antusias


"Iya, biasanya Senja datangnya 'kan jam 7.55, 45, 35, 30, 20 .."


"Yup. Dan rekor paling cepat kemarin adalah 7.15" seru Laras menyela ucapan Nala.


Senja mengangga mendengar ocehan teman temannya "Hah?? " pekiknya kaget


"Kalian nyatat waktu datang gue? Teliti amat" gumam Senja menggeleng gelengkan kepalanya.


"Hehehehe.. lumayan lah, Nja. Bisa ngisi waktu luang" canda Pika terkekeh geli


"Penting nggak dibuat taruhan" gumam Senja menginggatkan


"Lo nasehatinnya telat, anak anak udah pada bikin taruhan" ucap Pika menujuk ke kaum adam yang sedang bergerombol mendiskusikan tentang kedatangan Senja.


Senja mengeleng geleng tak percaya "kambing" umpatnya pelan


"Hehehe.. ya mangap! Ngomong ngomong lo kapan datang tepat waktunya?" Tanya Rama yang berada dalam gerombolan tersebut.


"Nanti. Kalau Pika udah buka hati buat lo!" Ucap Senja sekenanya yang langsung tertawa yang menular ke teman temannya,


"Ish! Kok gue sih" dumel Pika

__ADS_1


"Hahaha.. setidaknya hari ini, Senja datangnya sebelum Bu Azumi"


Deg!


Senja menatap Nala horor "hari ini ada jam 'nya Bu Azumi?" Tanya Senja hati hati yang dibalas anggukan oleh ketiga sahabatnya


"Jangan bilang lo belum ngerjain PR dari Bu Azumi" tebak Pika


"Gue ragu kalau dia udah" celetuk Laras


Senja hanya bisa nyengir kuda, karna tebakan teman temannya memang benar.


"Tuh, Kan" celetuk Laras


"Sukurin, kena karma kan lo" ejek Rama yang menimbulkan gelak tawa.


*****


"Kak Angan sudah telat 20 menit dari jam waktu yang ditentukan" tegur Bu Tara yang menjabat menjadi guru BK.


"Loh, Saya 'kan disini sebagai guru, bu." Ucapnya tidak terima


"Memang benar Kak Angan disini sebagai guru pembantu"


"Iya.."


"Tapi sekolah ini sudah menetapkan kalau murid maupun guru yang telat tanpa memberi ijin terlebih dahulu kepihak sekolah harus mendapatkan Sangsi, baik itu berupa hukuman maupun kerja tambahan" Jelas Bu Tara membuat Angan mengangga tak percaya.


Ck. Pantes bokap nyuruh gue jadi guru disini. Jadi guru maupun murid sama aja batin Angan kesal.


"Tapi.. saya hari ini tidak ada kelas bu, jadi bebas dong saya?" Kilah Angan


"Bagus kalau gitu, jadi Kak Angan bisa mengerjakan beberapa tugas tanpa terganggu"


Sial!


Dengan berat hati Angan menuruti juga ucapan guru senior itu, dan melangkahkan kakinya menuju ke perpustakaan yang berada dilantai 3


*****


"Iya sih gue gantiin guru Bk, tapi bukannya hukum murid tapi menghukum diri gue sendiri" dumel Angan yang menyalin data diri siswa yang melakukan pelanggaran minggu minggu ini.


Angan mengeryit saat nama yang dikenalnya termasuk kedalam salah satu murid yang bermasalah.


"Buset. Langganan banget nih bocah sama guru BK" gumamnya membaca pelanggaran yang dilakukan Senja.


"Loh, Senja? Diseret setan apa kamu bisa datang kesini?" Suara Bu Salwa membuyarkan konsentrasi Angan, terutama nama yang baru saja dia ucapkan.


Panjang umur Batin Angan yang memperhatikan Bu Salwa dan juga Senja yang baru melewati pintu perpustakaan.


"Setan yang matinya karena ketimpuk buku" jawab Senja sekenanya


"Kamu ini ada ada aja, emang ada orang yang meninggal gara gara ketimpuk buku?"


"Kalau buku yang buat nimpuk ada pisaunya, bukannya mati ya bu?" saut Senja


"Ck. Kebanyakan nonton film kamu. Masalah apa lagi yang kamu buat? Hemm? Nggak ada praktek nggak ada ujian datang ke perpustakaan"


"Bu Salwa teliti aja," gumam Senja yang langsung menghela nafasnya sebelum bercerita


"Saya di hukum bu sama Bu Azumi.."


"Karena nggak mengerjakan PR? Wahahahahha... Salah sendiri siapa suruh nggak ngerjain.. haha.." ucap bu Salwa yang masih tergelak.


Senja menatap datar keguru penjaga perpustakaan itu, yang memang terkenal cukup akrab dengan murid murid, terlampau akrab malah.


"Ya udah, sana dikerjakan tugasnya, dari pada kamu diberi tugas tambahan" saran Bu Salwa yang diberi anggukan oleh Senja.

__ADS_1


Senja berjalan menuju ke salah satu meja yang kosong, tapi niat itu diurungkan saat melihat orang yang dikenalnya.


"Bapak ngapain senyam senyum sendiri?" Celetuk Senja yang berjalan mendekati Angan.


"Enggak, nggak papa" tutur Angan yang langsung mengulum senyumnya rapat rapat agar tawanya tak meledak.


"Oh, ada apa apa" gumam Senja


"Hey! Emang saya cewek? Ngomong nggak papa padahal ada apa apa" sentaknya


"Kata siapa?" Tantang Senja


"Kata orang yang selalu menggunakan topengnya"


"Berarti bapak salah satu diantara mereka?"


"Nggak, saya nggak termasuk" tegasnya yang mencoba berkonsentrasi lagi kepada pekerjaannya.


"Bapak dihukum ya?" Tebak Senja yang membuat Angan mendongak kearahnya


"Enggak" kilah Angan "nggak salah" lanjutnya, "eh.. tunggu. kok kamu tau?"


"Ya tau lah pak, kalau bapak nggak dihukum pasti sekarang bapak sedang mengajar di kelas entah kelas berapa dan apa, atau kalau enggak bapak pasti melakukan aktivitas lainnya selain mengurung diri diperpus"


Angan mengangguk membenarkan "Saya baru tahu, kalau peraturan di sekolah ini begitu tertib"


"Siapa dulu dong yang usul" ucap Senja Bangga


"Hah? Kamu yang ngusulin" Senja mengangguk membenarkan


"Really?" Tanya Angan tak yakin


"Yes" jawab Senja mantap


"Terus kenapa kamu sendiri tidak tertib?" Tanya Angan tersenyum miring


"selalu bolos saat jam kosong, datang terlambat, ketiduran di kelas, nggak ngerjain PR.."


"Karena saya sedang menunggu contoh yang benar" jawab Senja menghilangkan senyum Angan


"Maksud kamu?"


"Ya saya sedang menunggu contoh yang benar, kalau guru datangnya tepat waktu saya juga akan datang tepat waktu. Kalau guru mengajar saya pasti akan belajar"


"Ck. Dasar bocah tengil" sungut Angan yang mengalihkan pandangannya menatap ke Bu Salwa yang sedang terkikik geli karena melihat perdebatan antaranya dengan Senja.


25 menit berlalu dalam keheningan,


Senja sibuk dengan tugas Bahasa Jepang 'nya, Angan sibuk dengan tugas dadakannya sedangkan Bu Salwa sibuk dengan dunia mimpinya.


Bener juga alesan si tengil, batin Angan yang melihat Bu Salwa yang tengah tertidur.


Dia mengalihkan pandangannya memandang Senja yang sibuk dengan tulisan kanjinya, raut wajah yang sedang serius, namun menyimpan keceriaan dan juga... keletihan?


Angan tersentak saat Senja bergerak dan membereskan peralatan tulisnya "dah siap" pekiknya girang, yang entah kenapa membuat Angan tersenyum.


Sekelebat ingatan mampir dikepalanya membuatnya tersadar "eh.." serunya menahan Senja yang hendak berdiri pergi dari sana.


Senja memandang Angan dengan dahi mengkerut meminta penjelasan


"Makasih yang kemarin" ucap Angan tulus,


Senja tersenyum "karena udah bikin bapak tertawa?" Tanya Senja yang membuat pipi Angan memanas "bukan itu!" Jawabnya ketus tapi itu juga deh batin Angan


"Soal kamu yang mau bantuin saya ganti ban mobil" Jelas Angan


"ohh.. saya kira soal bikin bapak ketawa, habisnya bapak seharian kemarin nggak pernah ketawa ataupun tersenyum dengan tulus" tutur Senja yang langsung pergi meninggalkan Angan yang diam mematung.

__ADS_1


Emang gue nggak pernah ketawa lepas ataupun tersenyum tulus. Tapi kok..?


__ADS_2