
Genap satu bulan Angan mengajar Senja. Selama itu juga Angan tau kalau Senja itu sebenarnya pandai, namun sayangnya Senja tak pandai membagi waktu, jadilah sekolah Senja berceceran. Bahkan Pak Yoga yang awalnya selalu menegur Senja karena nilai Senja yang tidak memuaskan, Sekarang tidak lagi.
Pasalnya Angan juga pernah mengertak Pak Yoga, dengan kata kata pedasnya
"Anda hanya bisa menuntut. Tanpa bisa membantu dia memecahkan masalahnya" kata kata itu keluar saat kesabaran Angan sudah diujung batas, dia tidak tega melihat Senja yang selalu disudutkan oleh Pak Yoga yang hanya menjadi Wali Senja di sekolah saja.
Selama satu bulan itu juga Angan sadar kalau Senja itu cewek. paling. Tidak. Peka. Yang pernah Angan jumpai.
Bagaimana tidak? Berjibun kode sudah Angan keluar tapi tidak ada yang membuat Senja peka kalau dia menaruh perasaan untuknya.
Seperti contohnya saat sedang belajar seperti biasanya.
Entah angin apa yang menerpa Angan, tapi itu yang ingin katakan.
"Ngil?" Panggil Angan seperti biasa,
"Hmm?" Gumam Senja yang masih fokus dengan sejumlah soal dihadapannya.
"Lo nggak punya cowok ya?" Tanya Angan to the point.
"Ada " saut Senja singkat, mata Angan terbelalak mendengar jawaban dari Senja
"Si... Siapa?" Tanyanya hati hati
"Paduka Tawang lah, dia 'kan cowok gue" saut Senja polos yang langsung membuat raut muka Angan datar sedatar datarnya,
eh! Tapi itu tandanya dia... "Lo Jomblo?" Tanyanya lagi
"Kenapa sih? Tanya soal gitu? Buat di materi pelajaran apa emangnya?" Tanya Senja yang berhasil membuat Angan benar benar kesal.
"Tinggal dijawab. iya apa enggak!?"
"Yeah.. begitulah" saut Senja yang membuat Angan senang luar biasa,
yes! Kesempatan Batin Angan "oh... kalau gitu sama gue juga" gumam Angan mengkode
"Ya nyari 'lah, terus di perjuangin!" Saran Senja
"Lo mau di perjuanganin?"
"Cuma orang gila yang nggak mau."
"Tapi lo juga harus berjuang"
"Lah.. ini gue lagi berjuang.." ucap Senja yang mampu membuat mata Angan Terbelalak
Ngil ..... Batin Angan yang jantungnya sudah tidak taruhan "ma... Mak.. sud lo, Ngil?"
"Ck. Gue 'kan lagi berjuang Ker, sedari tadi. Berjuang buat dapetin jawaban nih soal yang bikin kepala gue puyeng!"
GUBRAK
Ingin ku teriak!!!!!!! AAAARRRRGGHHHHH...... Batin Angan kesal tingkat dewa,
Ck. Pantes cowok idaman lo yang punya kesabaran pangkat triliunan.. Sifat lo aja udah bikin orang pengen bunuh diri dumel Angan kesal.
Ngomong ngomong cowok Idaman, Tengil udah punya mantan belum ya..
"Lo punya mantan?" Tanya Angan penasaran, Senja mengangguk mengiyakan.
"Serius?!" Tanya Angan tak percaya
"Tujuh rius." Saut Senja
__ADS_1
Beneran ada? Batin Angan tak percaya Beneran ada yang tahan sama sifat tengil, Tengil?? Impossible
"Berapa?"
"Tiga kalau nggak salah itung" jawab Senja jujur, Angan mengangga mendengar pengakuan Senja.
"Yakin?" Tanya Angan memastikan
"Ya Allah. Nggak percayaan amat sama gue, Yakin Angker, suer deh. Yang pertama itu pas gue masih SMP, pas kelas 3, terus yang ke kedua pas kelas 1 SMA ini, dan yang terakhir pas gue Kelas 11, itu putus awal semester pertama gue masuk kelas 12" akunya
"Alasan lo putus apa?" Tanya Angan
Senja tersenyum sebelum menjawab "dia pengen dapet perhatian gue sepenuhnya, padahal waktu itu gue lagi sibuk sibuknya ngurus Paduka Tawang. Jadi gue bilang 'gue nggak bisa bagi perhatian gue, jadi kalau lo minat kita putus, ya udah. Kita putus aja' gitu, dan yeah.. kita putus"
"Lo pasti sedih?"
"Hem.. awalnya gue sedih. Tapi nggak lama karna saat gue sedih. Tawang nyadarin gue kalau ada yang masih membutuhkan gue, dan cara nyadarin Tawang itu lo tau apa..?"
"Apa?"
"Dia jatuh sakit selama 3 hari. Gimana gue nggak langsung lupa sama kejadian putus cinta gue, kalau waktu gue langsung terkuras habis buat cemasin paduka, bukan nangisin si mantan"
"Karna Tawang tau mana yang baik buat lo dan mana yang enggak" tutur Angan yang malah membuat dahi Senja mengernyit tidak faham
"Cara Tawang tau gimana?"
"Mungkin dari air mata lo yang menetes, kalau lo netesin air mata lo buat dia itu tandanya lo bener bener cinta sama dia, dan kalau lo 'nya cuma murung itu tandanya lo cuma nggak mau ditinggal dia"
"Lo tau banget tentang kayak gituan... Udah pernah ngalamin ya???" Tuding Senja dengan nada menggoda
"Udahlah, mantan gue malah lebih banyak dari lo"
"Emang berapa?" Tanya Senja penasaran, dia sekarang malah menyangga tangannya untuk memandangi Angan. Membuat Angan dibuat gerogi olehnya
"Wish! Banyak juga. Terus, mantan terakhir putus kapan, dan karna apa?"
"Kalau mantan terakhir putus waktu gue mau ke Indonesia" aku Angan jujur
"Mantan lo bule?" Tanya Senja kaget
"Yang terakhir bukan, tapi ada yang bule" saut Angan.
Angan meneliti wajah Senja melihat reaksi yang akan keluar dari Senja
Gue pengen tahu lo naruh hati apa enggak sama gue Batin Angan bertanya tanya
"Oh... Nggak heran sih, lo 'kan kuliahnya di luar negeri. " Komentar Senja manggut-manggut
"kenapa nggak di pertahanin aja? Kan lumayan buat memperbaiki keturunan" ucapnya yang langsung tertawa
"Gue lebih memilih yang dekat, dan yang selalu bikin gue nyaman" kayak lo..
"Kasur dong!" Ucap Senja yang langsung tertawa terbahak-bahak
Sumpah nih, bocah nggak romantis banget Batin Angan kesal.
*****
"Bang?" Panggilnya membuat Angan tersentak dari lamunannya, Angan kenal dengan anak yang baru saja mengagetkannya, karna status yang dijabatnya, Ke. tos. dan juga ikatan darah yang ada diantara mereka. Dia Galaksi sepupu Angan yang masih duduk dikelas 11.
Gala terkekeh geli melihat wajah Angan yang baru saja tersadar dari lamunannya,
"Kebiasaan" protes Angan
__ADS_1
"Bang Angan lagi lihatin fenomena langit lain, yang lagi berjalan ya? " Goda Gala terkekeh geli
"Bukan, tapi seorang bidadari" gumam Angan memperhatikan Senja
"Bidadari kok pakek baju olahraga, keringetan pula" komentar Gala
"Oh.. ralat. Ratu bidadari ketegaran" Gala mendesah lelah, dia mengeleng gelengkan kepalanya heran mendengar setiap ucapan Angan yang ngelantur itu.
"Dasar pemikiran orang yang lagi dimabuk cinta. Ck. Udahlah mending langsung ditembak aja, kalau cuma kode kodean nggak jelas kasian lo 'nya Bang, kak Senja itu merupakan salah satu spesies cewek paling nggak peka yang bikin para cowok gugur sebelum perang"
"Gue akui, ucapan lo 1 Miliar % bener" tutur Angan manggut-manggut
"Yaeh, kejadian kemarin itu merupakan salah satu faktanya, Bang. Gue nggak merem dan gue juga nggak pakek handset"
"Dan lo juga nggak berhenti ketawa" protes Angan kesal,
*****
~Flashback~
"Ada gunanya juga lo sekolah disini" ujar Angan tertawa kecil
"Ada sialnya iya" sungut Gala kesal.
Bagaimana tidak? Ada angin sepoi nggak ada badai hujan tiba tiba sepupunya ini menghubunginya lewat via chat,
bilang 'gue butuh bantuan lo! Penting' .
Gala yang mendapat pesan seperti itu, ditambah sifatnya yang teramat khawatiran langsung saja melesat ketempat Angan yang langsung dia sesali keputusannya tersebut.
Gala kesal bukan main dengan sepupunya itu, ternyata Angan hanya ingin meminta Gala untuk membantunya membawa berkas berkas tahun lalu yang akan disimpan di gudang sekolah.
"Lo 'kan Ketos, wajar dong bantuin gue, yang menjabat sebagai guru lo" itu adalah alasan Angan saat Gala memprotes permintaan sepupunya itu.
Angan masih terkekeh geli melihat wajah sepupunya yang masam karena ulahnya, tapi tawanya terhenti karena sosok yang dijumpainya saat akan masuk kedalam lift, siapa lagi kalau bukan Senja.
Gala yang awalnya tidak tau apa-apa hanya menganggap kalau Angan adalah salah satu korban mata elang Senja yang menusuk itu. Gala saja sampai bergidik ngeri setiap menatap mata elang Senja.
"Pada mau ngungsi ya?" Tanya Senja heran yang melihat Angan dan Gala yang membawa kotak kardus yang entah isinya apa Senja tidak tau.
"Emang banjir, ngungsi?" Celetuk Angan yang membuat Gala mengeryit heran,
Iya. Dia heran. Pasalnya Angan itu tipe orang yang sulit akrab dengan seseorang kecuali orang tersebut istimewa..
Ouw.... Baru sadar Gala, kalau Angan ternyata ada sesuatu dengan kakak kelasnya ini.
"Ya, siapa tau mau ngungsi, kan di tv tv banyak berita banjir"
"Nggak ada hubungannya Tengil" sungut Angan yang malah membuat Senja tertawa,
"Di sambungin lah Angker, biar berhubungan" ujar Senja disela tertawanya
"Yang bener itu, Jadian biar jelas hubungannya" saut Angan tersenyum lebar
Ck. Ck. Ck. Keras juga peka lo bang batin Gala mengeleng-geleng
"Ya kali, mau jadian sama berita" saut Senja yang langsung tertawa terbahak-bahak yang menular ke Gala.
*****
"Hahahah... Ngakak gue setiap keinget kejadian itu.. hahahaha" ucap Gala disela tawanya yang menggelegar.
"Gue sumpahin lo dapet cewek yang nggak peka an juga" pungkas Angan yang langsung berlalu dari sama meninggalkan Gala yang masih tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Ya emang udah langka cewek yang gampang peka" celetuk Gala menjawab penuturan Angan.