What Makes You Strong??

What Makes You Strong??
#0006


__ADS_3

WEEKEND ALA ANGAN LANGIT ADVAYA


Kalian baru tahu kan? Kalau nama Angan sebenarnya ada embel embel Advaya 'nya.


Yup. Advaya adalah nama keluarga Angan yang jarang ia gunakan dalam memperkenalkan diri, karena walaupun sifatnya sedikit angkuh, galak, judes, dan kadang campur aduk. Angan tidak suka menyombongkan statusnya sebagai seorang putra dari keluarga Advaya, karena itu bisa memperngaruhi masa depannya.


Bukan karena dia nggak mau punya cewek matre, tapi itu ancaman dari kedua orangtuanya yang takut jika Angan dimanfaatkan.


Angan adalah salah satu spesies cowok tampan (di novel) yang memiliki kekayaan yang melimpah, dan juga..


"BI INAH!!!?BIK?!!!!" Teriakannya yang mampu membuat mata yang tadi terpejam langsung melebar seketika.


"ANGAN!!!!!" Teriak Wening dan juga Rindu secara bersamaan syarat akan kemarahan, dari masing masing kamar.


Bagaimana tidak, itu alarm hidup yang tidak tahu diri karena sudah menganggu tidur berkepanjangan yang selalu dinanti nantikan dikala weekend.


Angan terkejut karena mendapat reaksi yang tak terduga itu,


"Buatin gue susu coklat, terus anterin keatas bik! DI TEMPAT GYM!" seru Angan yang langsung ngacir keatas menuju ke tempat Gym.


Biasanya dikala weekend Angan akan melatih otot-otot dengan menggunakan beberapa alat di gym pribadinya agar otot otot yang dimiliknya lebih elastis dan tidak kaku. Kegiatannya ini selalu ditemani oleh musik musik kesukaannya selama 1 jam kedepan dari jam 7 pagi.


"Ngebosenin banget sih, weekend lo. Pagi-pagi udah apel di tempat gym" celetuk Rindu yang membawakan susu coklat pesanan Angan.


"Otot gue butuh latihan, bukan omelan" saut Angan tak acuh


"Ck. maksud gue, ya jangan cuman dirumah aja dong! Anak pungut!!! Jalan jalan kek .. lari kek.."


"Nih, gue lagi jalan, lari juga bisa" tuturnya santai sambil berjalan diatas treadmill


Rindu menghela nafasnya jengah "heeee... ehhh... Nggak pengen apa lo liat pemandangan?"


"Ini pemandangan" tujuk Angan dengan dagunya keluar jendela yang memamerkan keindahan kota dikala pagi hari.


"Auk. Ah. Gelap!" Seru Rindu kesal


"Nggak tuh, terang" saut Angan yang membuat Rindu semakin jengkel.


"IIIIIIIIISH!!! Sejak kapan sih lo bisa jawab omongan gue?"


"Sejak nada bicara lo, seperti orang yang mengunakan tanda tanya" jawab Angan santai yang membuat Rindu benar benar jengkel.


"BODO! AH! BODO!!!" Teriak Rindu frustasi yang membuat Angan tertawa kecil.


Biasanya Rindu akan menyerukan hal seperti itu, jika dia sudah kesal dengan Angan yang tidak kunjung menanggapinya. Tapi ternyata dia salah, mau tidak ditanggapi ataupun ditanggapi sama sama membuat dia kesal.


1 jam yang melelahkan sudah Angan lewati. Sekarang dia sedang duduk di sofa panjang yang tersedia sambil menikmati susu coklat pesanannya.


Angan pernah membaca sebuah artikel di internet kalau meminum susu coklat setelah berolahraga dapat membantu pemulihan otot yang lelah karena berolahraga.


Setelah menghabiskan segelas susu coklatnya. Angan langsung bersiap untuk membersihkan diri, karena dia tidak suka jika tubuhnya berkeringat ataupun mengeluarkan bau yang menyengat.


Setelah membersihkan diri Angan turun kebawah menuju keruang makan, menikmati sarapan paginya.


"Bi..."


"Ambil sendiri!" Tegur Wening geram, dia masih kesal dengan putranya yang selalu teriak teriak tak tau waktu dan juga tempat itu.


Angan mengembungkan kedua pipinya, membuatnya terlihat mengemaskan.

__ADS_1


Wening yang tahu hal itu selalu meleleh karena tingkah lucu putranya yang jarang diperlihatkannya.


"Mamah tuh nggak mau, kalau istri kamu nanti cemburu sama Bik Inah gara gara kamu pagi pagi buta yang di cari selalu aja Bik Inah, mamah aja sampek bosen"


"Papah juga"


"Rindu juga" celetuk Yudha dan Rindu ikut nimbrung.


"Ck. Apaan sih mah, kok udah ngomongin Istri"


"Iya" bela Rindu "orang dia aja jomblo" lanjutnya yang langsung tergelak


"Maka dari itu, mumpung dia masih jomblo jadi dia harus belajar" celetuk Yudha


"Papah sama mamah mau kemana?" Tanya Angan berusaha mengalihkan topik pembicaraan yang tak disukainya itu


"Mau main golf, Mamah yang nemenin. Mau ikut?" Tawar Yudha yang dijawab gelengan kepala dari kedua anaknya


"Ya udah kita pergi dulu," pamit Wening yang langsung mencium pipi kedua anaknya secara bergantian.


"Rencana kalian mau kemana?" Tanya Yudha


Angan mengedikan bahunya, sedangkan Rindu mengetuk getuk dagunya dengan satu jari mecoba berpikir.


Wening dan juga Yudha hanya mengeleng geleng melihat tingkah keduanya.


"Ya udah kita pergi dulu ya, dadah" ucap Wening dan juga Yudha berpamitan


"Hati hati Pah, Mah!" Seru Rindu yang menghantar kedua orangtuanya kedepan pintu.


"Rencana lo hari mau ngapain?" Tanya Rindu yang sudah kembali kedapur


Rindu mengetuk ngetuk dagunya membuat Angan mendengus malas, senyum Rindu mengembang saat sebuah pikiran terlintas di kepalanya "gue mau jalan sama tunangan gue ahh... " seru Rindu antusias


"Terse.. tunggu dulu! Gue jaga rumah?" Tanya Angan keberatan


"Tenang, ada bik Inah kok yang nemenin" tutur Rindu terkekeh geli yang langsung melesat kekamarnya menganti baju.


"Dasar bucin stadium akhir!" Seru Angan kesal


"Makanya lepas tuh status jomblo lo!" Saut Rindu dari lantai atas.


Setelah menghabiskan sarapannya Angan naik keatas menuju kekamarnya, mencari Handphonenya dia mencoba mengingat ingat dimana terakhir menaruh handponenya.


Satu klebatan ingatan menusuk dikepalanya, membuat Angan mencari kebenarannya.


"Loh? Kok mati" gumamnya melihat handponenya yang sedang di charger 'nya, dia menelusuri kabel charger itu yang ternyata belum di colokan di stop kontak.


"sial! Kenapa gue harus lupa" rutuknya yang langsung menyolokan chargernya ke stopkontak.


Biasanya, kalau weekend Angan tidak ada kegiatan yang menyibukkan. Dia memilih melanjutkan menonton film action ber series nya yang ditemani makanan ringan.


Kalaupun Angan mulai bosan dia pasti akan main game PS nya yang juga menghabiskan waktu berjam jam.


Satu hal yang jarang Angan perlihatkan bila dia dirumah, memasak.


Yup, Angan bisa memasak, walau hanya masakan sederhana tapi rasanya lumayan enak, menurutnya...


Seperti sekarang, keadaan rumah sedang kosong karena Bik Inah pergi kepasar untuk berbelanja, kesempatan itu Angan gunakan untuk memasak makan siangnya. Dia melihat di kulkas bahan bahan yang masih tersedia. Angan mengambil mengambil bahan bahan untuk membuat martabak, sepeti tepung, telur, daun bawang, daging cincang dan kawan kawannya.

__ADS_1


Ini sering dilakukan Angan saat dia masih kuliah di Amsterdam. Berbekal video YouTube yang Angan praktekkan..


Lumayan, daripada harus keluar cari makan mending buat sendiri itu pemikiran Angan.


Setelah martabak telur 'nya jadi, Angan membawanya kekamarnya untuk dinikmati bersama dengan film actionnya yang tertunda.


Dret! Drett!


Handpone Angan bergetar, menandakan ada panggilan masuk. Refleks dia mengangkat teleponnya tanpa melihat siapa yang menelpon


"Hallo? Angan! Aku mau ngomong sama kamu! Please jangan matiin... "


"Telponnya" sambung Angan tak acuh yang langsung melempar Handponenya kekasurnya.


KLIK!


"Argh!!! Ganggu aja!" Grutu Angan mengambil handphonenya yang tadi berbunyi, dia melihat pesan yang baru saja masuk.


Pak Panji : Angan boleh saya minta tolong?


Angan Langit : Tolong apa ya, pak?


Pak Panji : Tolong kamu besok gantikan jam saya. Kebetulan besok ada Ulangan Harian jadi saya minta ke kamu, tolong awasi anak anak.


Pak Panji : Tenang , soal soalnya sudah saya buatkan. Kamu tinggal menyerahkan dan juga mengawasi mereka.


Pak Panji : Jadwal saya hanya di Jam ke Pertama dan kedua


Angan Langit : Baik, Pak.


Angan Langit : Dikelas?


"Gue mohon.... Tolong.. gue mohon..please" tuntut Angan tanpa sadar


Pak Panji : Jam Pertama di kelas X IPS 1, dan Jam kedua di kelas XII IPA 3


Seketika Angan menghembuskan nafas kecewa, dan itu dia lakukan tanpa sadar.


Angan Langit : Baik pak,


Pak Panji : Untuk soal soalnya saya sudah kirimkan kekamu lewat email.


Pak Panji : Terimakasih ya atas bantuannya πŸ˜„


Pak Panji : Kalau boleh saya jujur, besok hari Rabu sepertinya saya juga berhalangan untuk mengajar di kelas XI IPS 1 dan XII BAHASA, tolong minta bantuannya ya?


Senyum Angan mengembang sempurna bahkan dia tanpa sadar sampai mengigit gulingnya gemas, agar tidak berteriak kegirangan.


Angan Langit : Dengan senang hati , Pak πŸ˜„. Saya siap membantu.


Angan melempar handponenya kekasur, dan berjoget joget ria seperti orang gila.


Dia menyambar handuknya dan masuk kekamar mandi untuk mandi karna waktu sudah senja, jadi dia harus segera membersihkan diri.


Hah.. senja... Angan mengigit bibir bawahnya setiap mengingat kejadian dua hari belakangan ini.


Senja yang mampu membuatnya tertawa, Senja yang.. Tunggu!


"Gue 'kan belum punya nomor HP Senja" gumam Angan baru ingat

__ADS_1


"EHHH!!!! TUNGGU DULU!!! kok gue mikirin dia sih? ARGH!! Gila kalik ya gue? Oh.. gue tau.. pasti gue lagi konslet. Pasti,,"


__ADS_2