
Braaak..
Seung-Yoon menggebrak meja karena terkejut, So-Hee yang duduk di hadapannya kaget dengan reaksi Seung-Yoon.
"Apa?? Yujin mau menikah? Dia sudah hamil? Waaaaah.. daebak!! Aku benar-benar merinding mendengarnya. Nih.. kau lihat kan?" Seung-Yoon menunjukan tangannya ke Yumi.
"Yaa.. begitulah kejadiannya. Aku sampai tidak ada waktu untuk terkejut karena sangat mendadak dan banyak kejadian beruntun, huft.. rasanya seperti mau jadi seorang nenek, haha.." So-Hee sedang berada di ruang kerja Seung-Yoon.
"Haha.. iya benar juga. Emm.. kalau begitu kau butuh seorang kakek untuk mendampingimu menjadi nenek?"
So-Hee tahu kemana arah pembicaraan Seung-Yoon.
"Tidak juga, aku lebih suka menjadi nenek yang keren dan kuat sendirian. Nenek cantik, modis, kaya raya dengan usahanya sendiri, keren kan?"
Seung-Yoon tersenyum.
"Setelah proyek ini selesai lebih baik kau istirahat dulu beri jeda untuk tubuhmu sendiri. Kau sudah berusaha keras selama bertahun-tahun sekarang usahamu sudah terlihat hasilnya. Beri reward untuk dirimu sendiri, pergilah berlibur dan tidak usah memikirkan pekerjaan." Seung-Yoon adalah orang yang tahu bagaimana perjuangan So-Hee dari awal hingga sekarang.
"Kau tahu kan sunbae kalau tujuan utamaku belum tercapai? Jadi aku rasa belum saatnya memberi self reward."
"Hahh.. ya sudah. Padahal aku berencana mengajakmu berlibur ke Malibu atau manapun yang kau mau."
"Gratis?"
"Gratis saja kau tidak bakal mau kan? Apalagi bayar, hahaha.."
So-Hee ikut tertawa bersama Seung-Yoon.
"Jadi sunbae bagaimana menurutmu tentang website penjualan ini?" Tanya So-Hee.
"Emm.. tunggu So-Hee aku sedang berpikir mau memberikan hadiah pernikahan apa pada Yujin. Kau mau memberinya apa? Uang? Furniture? Baramg elektronik? Atau tiket bulan madu?" Seung-Yoon bersemangat mendengar Yujin akan menikah dia tidak bisa fokus pada website penjualan yang So-Hee tunjukan.
"Sunbae tolong fokus ke website ini dulu."
"Aku kan sudah bilang bahwa aku percaya seribu persen denganmu. Jadi aku tidak ada komentar. Kau adalah ahlinya dalam bidang ini. Pengacara sepertiku mana tahu soal bisnis, iya kan?" Seung-Yoon adalah orang yang selalu memberi dukungan moril pada So-Hee.
"Terimakasih sunbae, kau memang orang yang berjasa penting di hidupku."
Drrrt..
Sebuah pesan masuk ke ponsel Seung-Yoon.
"Aku harus menemui klien." Seung-Yoon berdiri, dia memakai jas lalu bercermin.
__ADS_1
"Mau bertemu klien atau bertemu gebetan sih? Haha.." So-Hee berkemas bersiap untuk pulang.
"Tanyakan pada Yujin apa yang paling dia butuhkan, nanti beri tahu aku ya, akan aku siapkan kado spesial untuk pernikahannya."
"Siap bos, aku pergi dulu ya, selamat bertemu klien, semoga orangnya cantik." So-Hee keluar dari ruangan Seung-Yoon.
"Huft.. aku rasa sunbae masih menaruh hati padaku." So-Hee sebenarnya tahu bahwa Seung-Yoon masih menyukainya.
So-Hee pernah berusaha untuk menyukai Seung-Yoon sebagai seorang pria namun gagal, dia menganggap Seung-Yoon sebagai kakaknya dan itu sulit untuk dirubah.
...----------------...
"Young-Joo kau baik-baik saja?" Kang-Joon menengok Young-Joo yang sedang sibuk mendata karyanya di gudang.
"Iya seniman Song. Apa ada yang perlu aku bantu?" Young-Joo berjalan mendekat ke Kang-Joon.
"Tidak.. tidak.. teruskan saja pekerjaanmu aku hanya ingin menengok saja."
"Seniman Song jangan sungkan-sungkan menyuruh saya."
"Menyenangkan punya anak buah. Oiya.. panggil aku hyeong saja biar lebih akrab." Kang-Joon ingin lebih akrab lagi dengan Young-Joo.
"Baik hyeong." Young-Joo merasa senang bertemu Kang-Joon, dia menganggap Kang-Joon adalah malaikat baginya.
Kang-Joon pergi begitu saja.
...----------------...
"Hahh.. panasnyaa.." So-Hee duduk di kursi dekat meja kasir.
"Mau aku buatkan es amerikano?" Tanya Yujin.
"Hmmm.. mau." So-Hee baru saja sampai di kafe.
Yujin kembali ke meja kasir sambil membawa satu gelas es amerikano.
"Tadi sunbae titip pertanyaan untukmu." So-Hee menyeruput kopinya.
"Pertanyaan apa?"
"Kau mau hadian apa untuk pernikahanmu?"
Yujin tertawa, "Apa saja, aku tidak ingin merepotkan orang lain."
__ADS_1
"Jadi sudah ditentuka tanggal pernikahannya?"
"Sepuluh hari lagi, benar kan?"
So-Hee kaget saat mendengar suara Kang-Joon dari arah belakang.
"Yaak! Memgagetkan saja." So-Hee menengok.
"Maaf.. es amerikano dua." Kang-Joon memesan pada Yujin. Yujin langsung membuatkan pesanan.
"Kau baru datang? Dari mana?" Tanya Kang-Joon.
"Dari kantor Seung-Yoon sunbaenim, aku melaporkan perkembangan proyek." Jelas Soo-Hee singkat.
"Emm.. jadi kau sering bertemu lelaki itu ya dengan kedok melapor pekerjaan." Kang-Joon tidak suka So-Hee terlalu dekat dengan Seung-Yoon.
"Hmm?? Ya memang begitu, memang membicarakan pekerjaan kok."
"Cemburu ya?" Yujin datang membawa pesanan Kang-Joon.
"Ihh.. apa-apaan sih, bukanlah." So-Hee mengelak.
"Aku tidak ada hak cemburu, tapi sudah terlanjur, jadi bagaimana dong?"
Deg!
So-Hee terdiam, makin lama Kang-Joon semakin berani menunjukan perasaannya.
"Aku harus masuk dulu, ada yang harus aku kerjakan, bye." So-Hee melarikan diri, dia meninggalkan Kang-Joon dan Yujin, masuk ke ruaangannya.
"Kau lihat wajahnya?" Tanya Kang-Joon.
"Hmm.. wajahnya memerah, hihi.."
"Lucu sekali bosmu itu." Kang-Joon mengeluarkan kartu untuk membayar pesanannya.
"Apa satunya untuk Young-Joo?"
"Iya."
"Apa dia bekerja dengan baik?"
"Jangan khawatir, lelakimu itu diluar perkiraan, dia bekerja sangat baik. Terimakasih, bye." Kang-Joon membawa pesanannya kemudian kembali ke studio.
__ADS_1
Bersambung..