Why Should Get MARRIED?!

Why Should Get MARRIED?!
Chapter. 24


__ADS_3

Pagi-pagi Kang-Joon sudah rapih, perjalanan dari rumah sang ibu ke rumah So-Hee membutuhkan waktu satu jam, lebih jauh dari jarak rumahnya.


Kang-Joon membuat kopi lalu memanggang roti.


"Sudah rapih jam segini?" Tanya sang ibu.


"Hmm.. aku harus menjemput So-Hee." 


"Uwww.. kau manis sekali sih kalau baru kasmaran." Memeluk Kang-Joon.


"Aku sangat bersemangat bu, sudah lama jantungku tidak merasakan hal seperti ini." 


"Benar sekali, nikmatilah. Ibu senang mendengarnya."


Kang-Joon meneguk kopinya.


"Oiya.. ibu titip lauk pauk ini untuk So-Hee." Ibu Kang-Joon mengeluarkan beberapa kotak makanan berisi lauk pauk.


"Sebanyak itu??" Kang-Joon kaget sang ibu mengeluarkan delapan kotak makanan.


"Empat kotak untukmu, empat kotak untuk So-Hee."


"So-Hee pasti akan menyukainya."


"Tentu saja, masakan ibu kan enak, hehe.." Ibu Kang-Joon mengemas kotak-kotak makanan.


Kang-Joon menghabiskan roti panggang dan kopinya lalu bergegas untuk pergi.


Sang ibu mengantar sampai depan rumah.


"Sampaikan salam ibu untuk So-Hee."


"Pasti."

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak sabar bertemu dengannya." Kata sang ibu.


"Sabar ya nyonya besar." Kang-Joon memeluk sang ibu sebelum pergi.


Kang-Joon membawa mobilnya melaju untuk menjemput So-Hee.


...----------------...


So-Hee baru selesai mandi, dia sedang memilih baju, hal yang sebelumnya tidak pernah dia lakukan. Sekarang So-Hee lebih memperhatikan penampilannya.


"Sepertinya aku harus membeli beberapa baju. Bajuku itu-itu saja, sepertinya Kang-Joon sudah pernah melihat semua bajuku, huft.." So-Hee merasa kesal sendiri dengan dirinya.


Tok.. tok..


"Siapa itu? Jangan-jangan Kang-Joon??" So-Hee melijat jam masih pukul 06:30.


"Tapi masa sepagi ini?" So-Hee berlari membukakan pintu.


"Kenapa kau sudah datang? Masih terlalu pagi, aku belum menyatok rambutku belum berganti pakaian, belum memakai lipstik." So-Hee menyambut Kang-Joon dengan omelan.


"Taraaaa.."


"Apa itu masakan ibumu? Apa kau mengajakku sarapan dengan itu?" So-Hee terlihat bersemangat.


"Tidak, ini untukmu, jatahku masih di dalam mobil. Kau simpan saja, kita makan yang lain." Kang-Joon memyerahkan kotak makanan ke So-Hee.


"Benarkah ini untukku? Aku terharu ibumu memberikanku lauk pauk hasil masakannya sendiri." So-Hee dan Kang-Joon masuk ke rumah.


"Dia titip salan untukmu."


"Kau cerita pada ibumu soal aku?"


Kang-Joon mengangguk. Jantung So-Hee berdebar kencang, dia merasa senang sang kekasih menceritakan tentang dirinya pada ibunya.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong kenapa makan yang lain? Aku ingin makan masakan ibumu saja. Aku ada nasi, mari kita makan." Ajak So-Hee.


"Aku bosan masakan ibuku."


"Haissh.. dasar anak durhaka." So-Hee mengetuk pelan kepala Kang-Joon.


"Ayo makan diluar saja, sana ganti baju."


"Hmm.. baiklah, aku akan masukan makanan ini di lemari pendingin."


"Aku saja, kau celat ganti baju sana."


"Oke."


So-Hee masuk ke kamar, dia masih berkutat dengan baju-bajunya. Akhirnya dia memilih acak lalu cepat-cepat mencatok rambutnya, menyelesaikan riasan lalu pergi bersama Kang-Joon.


"Emm.. aku ingin kita memakai cincin pasangan." Tiba-tiba Kang-Joon mengutarakan keinginannya itu, meski dia sedikit ragu So-Hee akan setuju.


"Emm.. bukankah terlalu cepat untuk itu?" So-Hee merasa cincin pasangan adalah benda yang sakral yang mengikat satu sama lain, sedangkan So-Hee masih belum siap untuk itu.


"Jika kau tidak ingin tidak masalah, aku hanya memberikan usul."


So-Hee tidak mennawab, dia melemoarkan pandangan ke arah luar jendela mobil.


Sampai di tempat makan mereka tidak saling bicara.


Sesampainya di tempat makan mereka segera memilih makanan lalu menunggu makanan datang.


"Apa kau begitu menginginkan kita memakai cincin pasangan?" Tanya So-Hee ragu.


"Tidak kok, aku hanya bicara random, tidak usah dipikirkan." 


"Emm.. aku merasa cincin pasangan…." Belum selesai So-Hee bicara Kang-Joon menahannya, dia memegang lembut tangan So-Hee.

__ADS_1


"Aku tahu, maaf aku terlalu buru-buru. Lupakan soal itu." Kang-Joon mengelus rambut So-Hee dia paham wanitanya adalah orang yang awalnya tidak percaya cinta, tidak ingin menjalin hubungan. Kang-Joon harus mengajari So-Hee banyak hal agar hubungan mereka bisa ke tahap yang lebih serius.


Bersambung...


__ADS_2