Why Should Get MARRIED?!

Why Should Get MARRIED?!
Chapter. 28


__ADS_3

So-Hee dan Yujin datang ke pameran pukul dua siang.


"Maaf baru datang, selamat Kang-Joon. Kau hebat." So-Hee memberikan satu buket bunga.


"Terima Kasih."


"Kang-Joon!" Kebetulan sekali Ji-Hye datang.


Ji-Hye memeluk sang anak erat.


"Terima Kasih ibu sudah menyempatkan datang." Kata Kang-Joon.


"Tentu saja, sebenarnya ibu berencana datang saat pembukaan tadi, tapi entah mengapa ibu malas mandi. Ternyata memang ditakdirkan bertemu So-Hee." Ji-Hye mengelus rambut So-Hee.


Pipi So-Hee memerah.


"Kang-Joon ayo makan bersama. Kalian pasti lapar kan?" Tanya Ji-Hye.


"Baiklah, ayo kita ajak Young-Joo dan Yujin." Kang-Joon menyetujui ajakan sang ibu.


So-Hee hanya menurut saja.


Dari jauh Seul-Gi memlerhatikan, "Syukurlah ibunya masih sehat dan cantik."

__ADS_1



Kelima orang itu makan di kedai masakan klasik Korea tidak jauh dari tempat pameran.


"Senangnya melihat pasangan muda. Yujin pasti senang punya suami yang bertanggung jawab seperti Young-Joo." Kata Ji-Hye.


"Saya senang karena bisa tinggal bersama Young-Joo. Saya senang setiap tidur bisa mencium baunya." Jawab Yujin sambil tersipu.


"Aigooo.. manisnya, Young-Joo kamu seharusnya merasa bahagia punya istri semanis Yujin." Kata Ji-Hye.


"Saya bahagia sekali." Young-Joo menjawab sambil terpsipu.


"Jadi kalian kpaan akan menyusul Yujin dan Young-Joo?" Ji-Hye menatap Kang-Joon dan So-Hee yang sejak tadi diam saja.


"Kenapa memangnya? Apa ibu salah menanyakan hal itu pada kalian? Di umur kalian ini tentu saja menjalin hubungan pasti memiliki tujuan menikah kan?" Ji-Hye menatap So-Hee.


So-Hee menunduk tidak berani melihat Ji-Hye.


Pelayan datang membawa makanan pesanan mereka.


"Ayo.. ayo.. lekas dimakan keburu dingin." Ajak Ji-Hye.


Lalu semuanya menikmati makanan, namun So-Hee merasa hilang selera akibat omongan ibu Kang-Joon.

__ADS_1


Dia ingat tadi pagi di cafe dua orang teman kuliahnya datang. Salah satunya bersama anaknya, mereka berdua sudah menikah lalu bertanya kapan So-Hee akan menikah. So-Hee bisa menjawab dengan tegas bahwa dia tidak butuh ikatan seperti itu, dia bisa bahagia bahkan tanpa menikah dan dia juga bilang untuk tidak mencampuri urusan orang lain.


Namun, So-Hee tidak bisa menjawab seperti itu pada ibu Kang-Joon.


'Sepertinya ibu Kang-Joon menginginkan dia menikah. Hmm.. sebenarnya kedengaran bagus karena dia tidak menentang hubungan kami, tapi…. kenapa orang-orang selalu menghubungkan cinta dengan menikah? Memang sepenting itu kah menikah?' So-Hee sibuk di dalam pikirannya sendiri.


Selesai makan Ji-Hye langsung pamit, sedangkan yang lainnya kembali ke tempat pameran.


"Emm.. maafkan ibuku. Aku harap kau tidak tersinggung." Kata Kang-Joon sambil menggenggam tangan So-Hee.


"Tidak, ada benarnya juga apa yang ibumu katakan. Tapi aku juga punya pendirian sendiri." Kata So-Hee.


"Hmm.. aku tahu itu. Aku tidak keberatan, aku akan terus menunggumu sampai kau siap."


So-Hee menghentikan langkahnya.


"Kau juga berharap aku mengubah pendirianku?" Tanya So-Hee sambil menatap mata Kang-Joon dengan tatapan serius.


"Emm.. sejujurnya iya, tapi kau jangan terbebani, kita lalui saja seadanya, aku sudah senang dengan perkembangan hubungan kita." Kang-Joon membelai rambut So-Hee.


"Jangan terlalu berharap padaku soal itu Song Kang-Joon. Aku harap kau bisa menghargai pendirianku." So-Hee melepas genggaman tangan Kang-Joon.


" Maaf Kang-Joon sepertinya aku harus pulang." Mood So-Hee benar-benar hancur, dia berharap kekasihnya mendukung pilihannya, nyatanya Kang-Joon tetap ingin menikah.

__ADS_1


__ADS_2