Why Should Get MARRIED?!

Why Should Get MARRIED?!
Chapter. 26


__ADS_3

Siang hari di The S 3.


"Bukankah itu ibu pemilik gedung?" Tanya Yujin pada So-Hee ketika melihat seorang wanita masuk ke cafe.


"Kau benar."


"Hai…. lama tidak bertemu." Sapa wanita berusia enam puluh tahun itu.


"Selamat ibu Kim Ji-Hye." Sapa So-Hee.


"Ramai ya cafemu."


"Hmm.. iya bu." 


Ji-Hye melepaskan kacamatanya lalu duduk di kursi dekat kasir.


"Aku mau es amerikano satu." Pinta Ji-Hye.


"Baik nyonya." Yujin membuatkan pesanan Ji-Hye.


"Emm.. dari sikapmu tampaknya kau belum tahu aku ini siapa?" Sindir Ji-Hye.


So-Hee mengerutkan dahi, jelas saja dia tahu siapa wanita ini.


"Silahkan nyonya." Yujin menyajikan pesanan.


"Terima kasih." Ji-Hye melirik nametag Yujin.


"Aa.. jadi kamu ini Yujin, bagaimana kandunganmu? Sehat-sehat saja kan?" Tanya Ji-Hye.


"Ya? Bagaimana anda tahu saya sedang mengandung?" Yujin bingung.


"Oh.. ya tahu saja." Jj-Hye menyeruput kopinya.


So-Hee dan Yujin saling menatap, mereka sama-sama bingung.


"Ibu kenapa tidak bilang dulu kalau mau datang?" Kang-Joon tiba-tiba datang ke cafe.


"Ibu??" So-Hee dan Yujin kaget.


"Hehe.. iya aku ini ibunya Kang-Joon, senang bertemu kalian. Akhirnya aku bisa melihat orang-orang yang belakangan sering Kang-Joon ceritakan padaku." Ji-Hye tersenyum.


'Jadi ibu pemilik gedung ini adalah ibu Kang-Joon? Gila apa yang harus aku lakukan sekarang?' So-Hee membatin, dia mulai panik.

__ADS_1


"Saya permisi dulu." Yujin pergi ke dapur.


Kang-Joob menarik tangan So-Hee lalu merangkul bahunya.


"Ibu, perkenalkan ini adalah kekasihku. Jang So-Hee  pemilik cafe ini." Kang-Joon dengan bangga mengenalkan So-Hee pada sang ibu.


Ji-Hye memeluk So-Hee.


"Terima kasih So-Hee aku terharu, aku pikir Kang-Joon sudah tidak normal. Dia selalu bilang kalau sudah tidak bisa menyukai wanita lagi, tapi ternyata tidak." Ji-Hye memeluk So-Hee lebih erat


So-Hee pasrah tubuhnya dipeluk erat sekali oleh Ji-Hye.


"Datanglah ke rumah, aku akan masakan makanan yang enak. Terima kasih kopinya, biar Kang-Joon yang membayar. Ibu pergi dulu, aku ada pertemuan dengan teman-teman sosialitaku. Semkga hari kalian menyenangkan." Ji-Hye berjalan menuju pintu.


"Sana antar ibumu." So-Hee mendorong Kang-Joon.


"Ibu mari aku antar."


"Tidak perlu, sudah sana. Aku bisa naik taksi, masuk saja sana." Ji-Hye memanggil taksi lalu pergi.


So-Hee berlari keluar taksi mendekati Kang-Joon.


"Yak! Song Kang-Joon bagaimana kau bisa merahasiakan hal ini sampai sekarang?? Dasar kau!!" 


So-Hee memukul lengan Kang-Joon karena kesal.


"Maaf.. maaf."


"Hah.. bagaimana ini karena gugup aku tidak bisa berkata apa-apa tadi." So-Heee memegang jidatnya.


"Tenang saja ibuku bukan tipe ibu mertua yang galak kok." 


"Hah.. entahlah, sudah sana kerja. Aku juga mau kerja." So-Hee hendak masuk ke cafe tapi Kang-Joon menarik tangannya lalu mengecup bibir So-Hee.


"Yak!! Banyak orang melihat!" So-Hee mendorong tubuh Kang-Joon.


"Hehe.. tiga hari kedepan aku akan sangat sibuk karena mempersiapkan pameran, jangan rindu aku ya." Kang-Joon mengelus rambut So-Hee.


"Jahat! Masa aku tidak boleh merindukan pacarku sih?" So-Hee memeluk Kang-Joon.


Beberapa saat mereka habiskan untuk bercengkrama.


"Ckckck.. sajangnim benar-benar seperti anak SMP saat kasmaran, mengejutkan." Yujin sejak tadi mengamati So-Hee dan Kang-Joon dari dalam cafe.

__ADS_1


...----------------...


Selama tiga hari berturut-turut So-Hee tidak bertemu dengan Kang-Joon.


Kang-Joon sangat sibuk mengurus pameran.


Malam hari saat cafe sudah tutup So-Hee masih sibuk dengan laporannya.


"Hahh.. aku merindukan Kang-Joon, tiga hari rasanya seperti tiga bulan." So-Hee menempelkan pipi ke meja.


"Emm.. apa aku temui saja di tempat pameran? Ah.. tidak.. aku tidak boleh mengganggu." So-Hee kembali mengerjakan laporannya.


Tok.. tok..


So-Hee menoleh saat seseorang mengetuk pintu.


Ternyata Seung-Yoon datang.


"Sunbae?"


Seung-Yoon masuk ke cafe, dia mengenakan pakaian rapih.


"Tumben sunbae kesini?" 


"Aku hanya lewat dan melihat lampu cafe masih menyala. Aku ingin pamit." 


"Secepat ini??" So-Hee kaget.


"Hmm.. aku ingin segera melupakanmu, aku tidak ingin larut dalam kekecewaan ini. Maaf kalau sikapku seperti ini."


So-Hee tidak menjawab, dia menatap wajah Seung-Yoon.


Seung-Yoon mengulurkan tangan, "Sampai jumpa Jang So-Hee." 


So-Hee menyambut uluran tangan Seung-Yoon.


So-Hee merasa sedih, dia bahkan tidak bisa menahan air matanya.


"Hmm.. sudah jangan menangis, aku pasti kembali ke Seoul. Aku pamit ya." Seung-Yoon pergi meninggalkan So-Hee.


So-Hee hanya bisa menatap dengan sedih.


"Maaf sunbaenim."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2