
Siang hari di The S 3.
"Bukankah itu ibu pemilik gedung?" Tanya Yujin pada So-Hee ketika melihat seorang wanita masuk ke cafe.
"Kau benar."
"Hai…. lama tidak bertemu." Sapa wanita berusia enam puluh tahun itu.
"Selamat ibu Kim Ji-Hye." Sapa So-Hee.
"Ramai ya cafemu."
"Hmm.. iya bu."
Ji-Hye melepaskan kacamatanya lalu duduk di kursi dekat kasir.
"Aku mau es amerikano satu." Pinta Ji-Hye.
"Baik nyonya." Yujin membuatkan pesanan Ji-Hye.
"Emm.. dari sikapmu tampaknya kau belum tahu aku ini siapa?" Sindir Ji-Hye.
So-Hee mengerutkan dahi, jelas saja dia tahu siapa wanita ini.
"Silahkan nyonya." Yujin menyajikan pesanan.
"Terima kasih." Ji-Hye melirik nametag Yujin.
"Aa.. jadi kamu ini Yujin, bagaimana kandunganmu? Sehat-sehat saja kan?" Tanya Ji-Hye.
"Ya? Bagaimana anda tahu saya sedang mengandung?" Yujin bingung.
"Oh.. ya tahu saja." Jj-Hye menyeruput kopinya.
So-Hee dan Yujin saling menatap, mereka sama-sama bingung.
"Ibu kenapa tidak bilang dulu kalau mau datang?" Kang-Joon tiba-tiba datang ke cafe.
"Ibu??" So-Hee dan Yujin kaget.
"Hehe.. iya aku ini ibunya Kang-Joon, senang bertemu kalian. Akhirnya aku bisa melihat orang-orang yang belakangan sering Kang-Joon ceritakan padaku." Ji-Hye tersenyum.
'Jadi ibu pemilik gedung ini adalah ibu Kang-Joon? Gila apa yang harus aku lakukan sekarang?' So-Hee membatin, dia mulai panik.
__ADS_1
"Saya permisi dulu." Yujin pergi ke dapur.
Kang-Joob menarik tangan So-Hee lalu merangkul bahunya.
"Ibu, perkenalkan ini adalah kekasihku. Jang So-Hee pemilik cafe ini." Kang-Joon dengan bangga mengenalkan So-Hee pada sang ibu.
Ji-Hye memeluk So-Hee.
"Terima kasih So-Hee aku terharu, aku pikir Kang-Joon sudah tidak normal. Dia selalu bilang kalau sudah tidak bisa menyukai wanita lagi, tapi ternyata tidak." Ji-Hye memeluk So-Hee lebih erat
So-Hee pasrah tubuhnya dipeluk erat sekali oleh Ji-Hye.
"Datanglah ke rumah, aku akan masakan makanan yang enak. Terima kasih kopinya, biar Kang-Joon yang membayar. Ibu pergi dulu, aku ada pertemuan dengan teman-teman sosialitaku. Semkga hari kalian menyenangkan." Ji-Hye berjalan menuju pintu.
"Sana antar ibumu." So-Hee mendorong Kang-Joon.
"Ibu mari aku antar."
"Tidak perlu, sudah sana. Aku bisa naik taksi, masuk saja sana." Ji-Hye memanggil taksi lalu pergi.
So-Hee berlari keluar taksi mendekati Kang-Joon.
"Yak! Song Kang-Joon bagaimana kau bisa merahasiakan hal ini sampai sekarang?? Dasar kau!!"
So-Hee memukul lengan Kang-Joon karena kesal.
"Maaf.. maaf."
"Hah.. bagaimana ini karena gugup aku tidak bisa berkata apa-apa tadi." So-Heee memegang jidatnya.
"Tenang saja ibuku bukan tipe ibu mertua yang galak kok."
"Hah.. entahlah, sudah sana kerja. Aku juga mau kerja." So-Hee hendak masuk ke cafe tapi Kang-Joon menarik tangannya lalu mengecup bibir So-Hee.
"Yak!! Banyak orang melihat!" So-Hee mendorong tubuh Kang-Joon.
"Hehe.. tiga hari kedepan aku akan sangat sibuk karena mempersiapkan pameran, jangan rindu aku ya." Kang-Joon mengelus rambut So-Hee.
"Jahat! Masa aku tidak boleh merindukan pacarku sih?" So-Hee memeluk Kang-Joon.
Beberapa saat mereka habiskan untuk bercengkrama.
"Ckckck.. sajangnim benar-benar seperti anak SMP saat kasmaran, mengejutkan." Yujin sejak tadi mengamati So-Hee dan Kang-Joon dari dalam cafe.
__ADS_1
...----------------...
Selama tiga hari berturut-turut So-Hee tidak bertemu dengan Kang-Joon.
Kang-Joon sangat sibuk mengurus pameran.
Malam hari saat cafe sudah tutup So-Hee masih sibuk dengan laporannya.
"Hahh.. aku merindukan Kang-Joon, tiga hari rasanya seperti tiga bulan." So-Hee menempelkan pipi ke meja.
"Emm.. apa aku temui saja di tempat pameran? Ah.. tidak.. aku tidak boleh mengganggu." So-Hee kembali mengerjakan laporannya.
Tok.. tok..
So-Hee menoleh saat seseorang mengetuk pintu.
Ternyata Seung-Yoon datang.
"Sunbae?"
Seung-Yoon masuk ke cafe, dia mengenakan pakaian rapih.
"Tumben sunbae kesini?"
"Aku hanya lewat dan melihat lampu cafe masih menyala. Aku ingin pamit."
"Secepat ini??" So-Hee kaget.
"Hmm.. aku ingin segera melupakanmu, aku tidak ingin larut dalam kekecewaan ini. Maaf kalau sikapku seperti ini."
So-Hee tidak menjawab, dia menatap wajah Seung-Yoon.
Seung-Yoon mengulurkan tangan, "Sampai jumpa Jang So-Hee."
So-Hee menyambut uluran tangan Seung-Yoon.
So-Hee merasa sedih, dia bahkan tidak bisa menahan air matanya.
"Hmm.. sudah jangan menangis, aku pasti kembali ke Seoul. Aku pamit ya." Seung-Yoon pergi meninggalkan So-Hee.
So-Hee hanya bisa menatap dengan sedih.
"Maaf sunbaenim."
__ADS_1
Bersambung...