
Kang-Joon merasa kepalanya pusing, dia menggeliatkan tubuhnya di atas ranjang.
Kang-Joon duduk sebentar lalu dia baru sadar bahwa tubuhnya hanya terbalut selimut.
Sesaat Kang-Joon teringat kejadian semalam. Kang-Joon dan Seul-Gi tidur bersama, di apartemen Seul-Gi.
"Hah.." Kang-Joon mengacak-acak rambutnya. Dia mulai memakai bajunya lalu keluar dari kamar Seul-Gi.
Kang-Joon mencari sang empunya tempat tapi tidak ada.
Di meja makan tersedia sup penghilang pengar dan sebuah surat tulisan tangan Seul-Gi.
'Maaf aku ada pekerjaan pagi ini, aku tidak membangunkanmu karena kau tampak lelah. Makanlah dulu sebelum pulang.'
Kang-Joon tidak berminat memakannya, dia langsung pergi meninggalkan apartemen Seul-Gi.
...----------------...
So-Hee berpakaian rapih dan cantik hari ini. Setidaknya dia harus terlihat profesional saat bertemu BTS.
"Mereka pasti kelelahan, syutingnya lama sekali." Gumam So-Hee saat memperhatikan proses syuting dari jauh.
"Hmm.. semuanya tampan pantas saja kalau fans-nya banyak." So-Hee masih menikmati pemandangan indah itu.
"Mau saya kenalkan pada mereka?" Tanya manajer produksi.
"Tidak usah, saya hanya ingin melihat bagaimana proses syuting berlangsung. Saya juga tidak akan lama disini, masih banyak pekerjaan lain."
"Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu."
"Silahkan."
Ddrrt..
Sebuah pesan dari Kang-Joon masuk.
__ADS_1
'Aku merindukamu, semoga persiapan launching proyek barumu lancar.'
So-Hee keluar dari gedung, dia menghubungi Kang-Joon.
"Selamat siang." Sapa So-Hee dengan nada riang.
"Hmm.. siang, sepertinya kau senang sekali. Pasti sudah bertemu BTS, iya kan?"
"Tentu saja, semuanya tampan, bahkan lebih tampan saat melihat langsung."
"Ckck.. ingat, kau sudah punya kekasih."
"Iya.. iya.. emm.. Kang-Joon sebelumnya aku mau minta maaf karena mungkin sampai lauching Cofa.K aku akan sulit ditemui."
"Iya aku tahu, tidak usah minta maaf. Semangat ya Jang So-Hee."
"Terima kasih."
"Kalau begitu selamat menonton BTS lagi, hehe.."
"Tidak aku sudah mau pergi, aku mau melihat marchendise dulu."
"Iya, kamu juga."
So-Hee memutus pembicaraan jarak jauhnya dengan Kang-Joon.
"Kenapa aku merasa ada yang aneh dari Kang-Joon? Hemm.. semoga hanya perasaanku saja." So-Hee pergi dari tempat syuting menuju ke tempat pembuatan marchendise.
Selama satu minggu kedepan So-Hee akan sangat sibuk mempersiapkan lauching Cofa.K.
Cofa.K adalah merk kopi instan yang dijual secara daring. Untuk memikat pembeli internasional So-Hee memilih BTS sebagai brand ambasador mereka.
So-Hee berharap dengan nama besar BTS dapat membuka jalan Cofa.K ke seluruh penjuru dunia.
...----------------...
__ADS_1
Sudah satu minggu berlalu, So-Hee dan Kang-Joon masih sibuk urusan masing-masing.
So-Hee sibuk dengan persiapan lauching Cofa.K, sedangkan Kang-Joon sibuk mengatur pengiriman karya seninya yang terjual saat pameran.
Kang-Joon duduk di kursi sebuah bar sambil menikmati wiskey.
"Maaf aku duduk disini, sudah tidak ada tempat kosong." Seul-Gi duduk di sebelah Kang-Joon.
Kang-Joon tidak berkomentar, sedikit canggung karena kejadian malam itu.
Beberapa saat mereka tidak bicara, mereka menikmati minuman mereka masing-masing.
"Apa aku membuatmu tidak nyaman?" Tanya Seul-Gi.
"Tidak juga." Jawab Kang-Joon dingin.
"Selama tujuh hari bertutut-turut kau datang kesini tiap malam. Duduk termangu sendiri menikmati wiskey yang sama."
Kata-kata Seul-Gi akhirnya bisa menarik perhatian Kang-Joon.
"Aku juga kesini tiap malam, bukan karena kau juga disini. Tapi karena aku suka tempat ini-"Seul-Gi meneguk wine.
"..aku sengaja tidak menyapamu. Aku tahu kau pasti akan merasa canggung karena kejadian malam itu. Tapi malam ini bar ramai, sampai tidak ada kursi yang kosong selain disini, jadi aku tidak ada pilihan."
"Bagaimana dengan mantan suamimu? Apa dia masih mengganggumu?" Kang-Joon mengalihkan pembicaraan.
"Untung saja tidak."
"Maaf."
"Heum?? Kenapa minta maaf?" Seul-Gi bingung.
"Saat kau memilih untuk menikah dengan orang itu duniaku seakan runtuh. Setengah mati aku berusaha melupakanmu, mengobati lukaku sendiri. Aku berdoa agar hubunganmu dan lelaki itu tidak bahagia, maaf."
"Haha.. Tuhan sayang padamu, makanya aku dihukum karena telah menghianatimu. Aku yang seharusnya minta maaf, maafkan aku Song Kang-Joon." Seul-Gi menatap mata Kang-Joon, beberapa detik mata mereka saling bertemu. Kenangan saat bersama mendominasi otak mereka masing-masing.
__ADS_1
"Cheers.." Kang-Joon mengajak Seul-Gi untuk bersulang, tanpa mereka sudah merelakan semua yang oernah terjadi diantara mereka.
Bersambung..