Why Should Get MARRIED?!

Why Should Get MARRIED?!
Chapter. 27


__ADS_3

Di tempat penyelenggaraan pameran berlangsung.


Orang-orang lalu lalang melakukan penataan karya seni.


Seniman, kru dan pihak promotor semua sibuk.


Seul-Gi berdiri di dekat pintu masuk sambil memegang kepalanya.


Sejak sore tadi kepalanya sakit. 


"Minumlah." Kang-Joon memberikan satu potong sandwich, air mineral dan obat sakit kepala.


Seul-Gi menerimanya.


Kang-Joon hendak pergi tapi ditahan oleh Seul-Gi.


"Temani aku sebentar."


Kang-Joon menuruti Seul-Gi. Mereka duduk di kursi taman di dekat tempat parkir.


"Kau tahu aku sakit kepala?" Tanya Seul-Gi.


"Kebiasaanmu sejak dulu kalau sedang tertekan selalu begitu." Kang-Joon menyilangkan tangan di depan dada.


Seul-Gi tersenyum rasanya sakit kepalanya akan cepat sembuh.


Seul-Gi memakan sandwich, Kang-Joon duduk di sebelahnya.


"Aku kira kau cinta mati dengan lelaki itu tapi ternyata malah bercerai." Kang-Joon akhirnya memecah keheningan.


"Uhuk.. uhuk.. uhuk.." Seul-Gi tersedak karena kaget mendengar perkataan Kang-Joon.


"Kau ini bisa saja membuat orang merasa bersalah." Kata Seul-Gi.

__ADS_1


Kang-Joon menatap Seul-Gi.


"Kau meninggalkanku kekasih yang sudah menjalin hubungan denganmu selama empat tahun. Kau memilih untuk menikah dengan anak pemilik galeri seni, anak konglomerat. Tapi tetap berakhir cerai." Kang-Joon mengungkapkan kekecewaan yang belum pernah dia ungkapkan selama ini.


"Iya aku tahu aku jahat tapi tidak perlu terus terang begini kan aku jadi semakin merasa canggung di dekatmu." 


Kang-Joon berdiri. "Kalau begitu aku masuk."


Lagi-lagi Seul-Gi menahan Kang-Joon.


"Maaf Song Kang-Joon, aku tahu kau masih marah padaku."


"Kau salah aku sudah melupakan segalanya, aku sudah tidak merasakan apapun." Kang-Joon masuk ke ruangan.


"Tapi kau masih perhatian padaku, jadi apa maksudnya?" Gumam Seul-Gi saat Kang-Joon sudah menjauh.


...----------------...


Pagi hari.


"Aku harus terlihat cantik, tidak boleh terlihat memalukan." So-Hee mencatok rambutnya.


Ddrrt..


Sebuah pesan masuk.


"Siapa sih pagi-pagi sudah mengirim pesan." So-Hee mengintip ponselnya.


'Aku baru tidur tiga jam lalu, rasanya lelah tapi semangat juga. Aku merindukanmu So-Hee.'


"Kasihan Kang-Joon."


'Apa masih ada waktu untuk makan pagi?'

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengannya." So-Hee kembali mencatok rambutnya.


Hingga So-Hee selesai mencatok rambutnya Kang-Joon tidak membalas pesannya.


"Dia pasti sangat sibuk." So-Hee bersiap untuk berangkat kerja.


So-Hee akan datang ke tempat pameran bersama Yujin saat jam makan siang.


...----------------...


Tepat pukul sepuluh pagi pameran resmi di buka untuk umum.


Pengunjung lumayan banyak yang datang saat pembukaan berlangsung.


Seul-Gi memberikan buket bunga ke seluruh seniman.


"Selamat seniman Song atas pembukaan pameran kali ini. Semoga pameran kali ini berjalan tanpa halangan." Kata Seul-Gi sambil menyerahkan buket bunda berisi mawar merah.


"Terima kasih." 


"Emm.. ngomong-ngomong, pacarmu tidak datang?" Seul-Gi sebenarnya tidak tahu bahwa Kang-Joon sudah punya kekasih, dia ingin mencari tahu apa Kang-Joon memiliki kekasih atau tidak.


"Dia akan datang saat jam makan siang." Jawab Kang-Joon.


"Aaa.. begitu ya, padahal pasangan seniman lain semuanya datang." Sindir Seul-Gi.


"Dia wanita yang sibuk dengan pekerjaannya, dan aku memakluminya." Kang-Joon membela sang kekasih.


"Hmm.. tetap saja aneh rasanya tidak menyempatkan diri untuk datang."


Kang-Joon melihat seniman lain menggandeng pasangan mereka, ada rasa iri lada hati Kang-Joon.


"Aku harus menyapa para tamu." Kang-Joon meninggalkan Seul-Gi.

__ADS_1


"Jadi benar dia sudah punya pacar ya, hmm.. sayang sekali aku keduluan."


Bersambung...


__ADS_2