
Kang-Joon hanya bisa melihat So-Hee pergi, dia tidak menahannya.
"Ada apa dengan kalian? Apa kalian sedang marahan?" Tanya Seul-Gi yang datang tiba-tiba.
"Tidak, dia harus kembali bekerja."
"Dia orang yang gila kerja ya?" Seul-Gi menuilangkan kedua tangannya di depan.
Kang-Joon menatap Seul-Gi. "Kenapa kau ingin tahu? Memangnya ada hal yang mengganggumu?" Suara Kang-Joon terdengar ketus.
"Maaf Kang-Joon, baiklah, nikmati waktumu." Seul-Gi pergi.
...----------------...
So-Hee pergi ke kantor jasa periklanan. Dia mau membahas konsep dengan tim yang akan mengerjakan iklan proyek kopi instan yang dijual secara internasional.
"Jadi konsepnya BTS akan memakai baju senada putih dan moca senada dengan logo brand 'Cofa.K'. BTS seolah sebagai pekerja kantoran yang sibuk dan tidak punya waktu luang yang banyak, maka mereka butuh Cofa.K untuk membuat hari mereka lebih menyenangkan." Jelas seorang staff.
"Aku suka konsepnya, terima kasih. Aku percayakan pada kalian. Emm.. aku boleh lihat proses syutingnya kan?" So-Hee bukan ARMY tapi dia tetap saja ingin melihat BTS secara langsung.
"Tentu saja boleh, ingin melihat BTS kan?" Goda seorang staf.
"Ingin melihat proses syuting kok." Wajah So-Hee memerah.
__ADS_1
Tak lama So-Hee keluar dari gedung itu. Dia pergi ke The S 1.
So-Hee mengadakan rapat untuk membahas perkembangan The S 1.
Setelah selesai So-Hee langsung pulang ke rumah walaupun masih sore.
So-Hee menonton televisi, sudah lama sekali dia tidak menkmton televisi.
So-Hee menemukan acara ragam yang membuatnya tertawa. Benar! So-Hee sedang ingin melupakan kejadian tadi siang.
So-Hee menengok ponselnya, tidak ada pesan dari Kang-Joon. So-Hee sedikit kesal tapi dia memilih untuk melakukan hal lain.
So-Hee pergi jogging saat matahari sudah tenggelam. Di otaknya terngiang suara ibu Kang-Joon yang menanyakan soal pernikahan.
Dia melihat sekitar banyak pasangan yang lalu lalang.
"Mereka bahagia padahal belum tentu mereka adalah pasangan suami istri. Jadi kenapa ada orang-orang yang terobsesi pada pernikahan? Heran." Gumam So-Hee.
...----------------...
Pameran hari pertama selesai. Kang-Joon berjalan menuju mobilnya.
"Kang-Joon ada waktu? Aku ingin mengajakmu minum." Ajak Seul-Gi.
__ADS_1
Kang-Joon berpikir sejenak, dia memang ingin minum, dia juga masih ingin memberi waktu untuk So-Hee sendiri dulu.
"Oke."
"Oke, ikuti mobilku." Seul-Gi masuk ke mobilnya.
"Pasti mereka sedang tidak baik-baik saja. Ini saatnya aku mendekati Kang-Joon lagi." Gumam Seul-Gi sambil menyetir.
Sesampainya di sebuah bar, Kang-Joon dan Seul-Gi minum berdua.
"Kenapa kau ikut pameran bersama? Harusnya kau buat saja pameran tunggal." Kata Seul-Gi.
"Aku belum begitu terkenal, membjat pameran tunggal memang impianku, tapi aku tidak mau memaksakannya. Semua pasti ada waktunya." Kang-Jokn meneguk winenya.
"Hmm.. seperti aku, akhirnya ada waktunya untuk biaa ngobrol santai lagi denganmu."
"Jangan berpikir lain hari kita bisa begini lagi, ink karena aku memang ingin minum."
"Minum adalah pelampiasan bagimu, masih sama saja. Aku rasa tidak ada yang berubah darimu." Seul-Gi ikut meneguk winenya.
"Kau salah, aku banyak berubah."
Malam itu mereka tidak banyak bicara namun banyak minum.
__ADS_1
Bersambung...