
[Dalam Gunung berapi]
Eiji dan yang lainnya sudah sampai di tempat awal mereka bertarung dengan •Leomons•. Mereka mencari Danau lahar yang di dalamnya berisi harta hadiah.
Mereka terus mencari hingga Sotaru menemukan danau lahar itu melalui Dronenya, mereka semua langsung berkumpul dan bersiap-siap menyelam danau lahar.
"Ini dia danau lahar, terletak tepat di tengah jauh di bawah puncak gunung berapi. menurut informasi dari pasukan pengintai... Harta hadiah tepat di dalam danau lahar." Batin Eiji melihat danau lahar yang sangat panas dan suhu ekstrim.
"Jadi kita harus masuk ke dalam danau lahar ini... Wah sungguh luar biasa bisa berenang di danau lahar" ucap senang Yasushi.
"Hmm.. benar juga" ucap Rai senyum kecil.
"Baiklah kita harus cepat mengambil harta hadiah itu... Takahiro sudah saatnya mengeluarkan tanduk itu" ucap Eiji.
"Oke...oke... Aku akan mengeluarkannya"
Takahiro mengaktifkan sihir «Summon» memanggil tanduk •Leomons• ke tangannya.
Tanduk itu telah berhasil di panggil Dan di pegang tangan kanan Takahiro, Takahiro mengaktifkan tanduk itu.
Tanduk itu aktif, memunculkan sinyal merah sebagai petunjuk arah menuju harta hadiah.
"Baiklah... Kita semua menyelam" sorak Eiji.
"Ya...." Sorak bersama.
Celepuk.....
Mereka melompat ke dalam danau lahar dan mulai menyelam mengikuti sinyal dari tanduk •Leomons•.
Mereka terus menyelam ke dalam mengikuti sinyal tersebut hingga sinyal itu mengarahkan sebuah gua bawah danau lahar.
Mereka semua langsung menuju gua bawah danau lahar tersebut, akan tetapi ada ikan piranha yang merupakan makhluk danau lahar. Mereka bisa berenang dan bertahan di danau lahar yang suhunya ektrim dan panas.
"Wah mereka sangat banyak sekali... Akan tetapi mengalahkan kalian terlalu mudah."
Takahiro mengeluarkan skill sihir «sharp plate magic» piring sihir berbentuk lingkaran, Takahiro melemparkan skill «Sharp Plate Magic» dan menduplikatnya dengan skill «Dull» dalam jumlah seribu.
Whoosh...
Slash...!
Semua ikan piranha tertebas dan terpotong menjadi dua, Takahiro dan yang lainnya terus menuju gua bawah danau lahar.
Tap...
Mereka semua sudah sampai dan berjalan mengikuti sinyal, mereka berdua terus berjalan hingga menemukan kristal di selimuti api terletak di genggaman patung leluhur •Maou Flame•.
"Itu dia «Red Fire Crystal», berupa kristal merah yang di selimuti api, sangat indah" ucap terkagum Eiji.
"Benar-benar indah, tapi Kristal ini hanya satu... Tidak bisa di bagi rata" ucap Sotaru.
"Tenang saja... Aku akan menduplikasikan kristal ini yang kekuatannya sama seperti yang aslinya"
"Kau memang paling hebat Eiji, aku hanya bisa mengikuti apa yang kau lakukan"
"Hehehehe.. itulah Eiji penuh kejutan" ucap pujian Rai.
"Selalu penuh dengan kejutan itulah Eiji.." pujian Yasushi.
"Sudahlah... Kalian terlalu memujiku, lebih baik kita pelajari dulu «Red Fire Crystal» ini dulu"
Eiji menyentuh «Red Fire Crystal» tersebut, dia mempelajari dan melihat informasi yang dia dapatkan dari «Red Fire Crystal».
Sebuah hologram memunculkan isi dari «Red Fire Crystal», memberitahukan kepada Eiji dan yang lainnya tentang kekuatan «Red Fire Crystal».
Mereka membaca hologram itu yang berisikan:
“ «Red Fire Crystal» adalah kristal merah yang di selimuti api membara, konsep api kristal merah ini sama seperti konsep api sumber •Leomons• penjaga kristal merah ini.
Kristal merah memiliki kekuatan yang sangat hebat berupa, memberikan seluruh kekuatan dari ras •Maou Flame• dan •Fire Spirit• bahkan bisa membawa penggunaannya menuju Hell tempat asal para •Maou Flame• dan •Fire Spirit•.
Kristal ini juga bisa membuat pengguna membakar habis 1 alam bahkan bisa menghancurkannya.”
Mereka semua sudah membaca dan memahami «Red Fire Crystal», hologram itu sekita nonaktifkan.
Eiji yang sudah paham, memulai menduplikasi Kristal merah itu dengan menyentuh kristal Api itu menggunakan tangan kanannya dan mengaktifkan skill sihir «Dullhigh» yaitu skill sihir duplikasi tahap tinggi.
Cahaya merah terang menyinari seluruh gua, kekuatan dahsyat membuat getaran yang hebat hingga Eiji berhasil menduplikasi Kristal merah menjadi 5.
Eiji memberikan masing-masing kristal merah kepada yang lainnya dan menyatu ke dalam tubuh mereka.
"Wah aku merasakan kekuatan yang dahsyat di tambah ada kekuatan dari •Leomons•, kekuatanku meningkatkan ratusan kali lipat" ucap senang Takahiro.
"Kau benar Takahiro, Kristal merah ini benar-benar sangat kuat... Aku bisa merasakan di seluruh aliran Manaku" ucap Sotaru.
"Misi kita sudah berhasil.... Horee.. sudah saatnya kita kembali ke camp untuk memberitahu kabar ini" ucap mengajak Rai.
"Tunggu sebentar... Aku mau melakukan sesuatu.."
"Melakukan sesuatu apa kau Eiji?" Tanya Yasushi.
"Yaitu mengambil permata, koin emas dan mutiara.. heheh lumayan buat nambah harta kerajaan" ketawa kecil Eiji.
"Hehehe... Tidak heran Eiji" ucap Yasushi.
Pow..!!
Duarr..!!
Eiji menghancurkan suatu pintu yang menuju ruangan harta dengan tinggi 5 meter dan panjang 2 meter dengan pukulannya.
Di balik pintu tersebut benar-benar terdapat harta yang sangat banyak.
Sotaru meanalisa harta tersebut dengan 10 juta koin emas, 10 mutiara Kalung, 28 permata batu merah dan ada peti yang berisi 5 juta berlian.
"Hehehe, saatnya melakukan pengurasan harta di ruangan ini.." ketawa kecil jahat Eiji.
"Eiji ketawa seperti itu sedikit seram.." batin bersama Sotaru dan yang lainnya dengan ekspresi risau.
Whoosh...!!!
Eiji menghisap seluruh harta benda di ruangan harta dengan «Sukr» yang langsung terhubung dengan penyimpanan harta kerajaan.
«Sukr» ini berbentuk seperti bola sihir berwarna hitam yang hanya bisa menghisap harta benda saja.
Semua harta hadiah di ruang harta Telah berhasil di hisap habis oleh Eiji tanpa menyisakan apapun.
"Kau sudah selesai belum Eiji?"
"Eh.. sudah selesai Takahiro, semua sudah terhisap habis tanpa sisa sedikitpun"
"Baiklah karena sudah selesai... Sudah saat kita teleportasi menuju camp karena kau tahu jam berapa di dunia nyata?"
"Emang sudah jam berapa? Aku tidak terlalu memfokuskan waktu di dunia nyata"
"Di Dunia nyata sekarang sudah jam 20.17 PM... Sudah menjelang larut malam"
"Apaaaa.......! Haduh, aku pasti di marahin adikku jika telat makan malam..." Panik lucu Eiji
"Hahah makanya itu.. ayo kita balik ke camp, setelah itu kita log out"
"Ok...ok"
Mereka semua berkumpul dan membentuk lingkaran. Takahiro mengaktifkan «Terposhon» melakukan teleportasi dengan cepat menuju camp.
__ADS_1
Mereka berteleportasi Dengan instan menuju camp meninggalkan ruang harta.
[CAMP PASUKAN PENGINTAI]
Semua pasukan sudah berkumpul dan berbaris rapih, mereka semua mengobrol satu sambil menunggu raja mereka kembali dari pertarungan besar.
"Wahhh..... hari ini sangat lelah sekali..."
"Iya kau benar... Pertarungan kali ini ini benar-benar melelahkan"
"Benar sekali.... apalagi pertarungan kali ini kita melawan musuh yang kuat... Di tambah banyak gempa dan getaran yang besar dari tempat pertarungan raja kita"
"Kira-kira... apakah raja kita memenangkan pertarung melawan Level Boss Monster? Aku khawatir mereka tidak menang karena efek pertarungan mereka membuat gempa besar"
Pembicaraan para prajurit terdengar hingga ke telinga Ozora, Ozora yang mendengarkan pembicaraan itu langsung menghampiri para prajurit itu.
"Tentu saja... Yang mulia raja kita memenangkan pertarung ini, yang mulia bukan raja sembarangan. Dia memiliki kekuatan yang sangat besar dan kuat, sebelum kalian bertemu dengan dia.... Dahulu dia pernah melawan musuh yang akan menghancurkan dunia ini"
"Luar biasa yang mulia raja kita... Tidak aku sangkah kalo yang mulia sekuat itu..."
"Tapi bagaimana kau mengetahui kisah itu?"
"Tentu saja aku sudah lama perjuangan bersama yang mulia lebih lama dibandingkan kalian, aku bisa mendapatkan rank dan posisi ini karena berjuang keras"
"Wahhh hebat banget ketua kita.."
"Tidak sia-sia memiliki ketua seperti Ozora"
"Bisa-bisa aja kalian para prajurit wanita, aku bukan prajurit yang benar-benar hebat seperti yang kalian impikan" Muka merah ozora.
"Tidak kok, ketua benar-benar hebat..."
"Iya-iya terimakasih atas pujiannya"
"Ketua ozora...." Panggil farayaka.
"Iya... Aku akan kesana"
Ozora pamit dengan para prajurit untuk menyusuli Farayaka, dia pergi menuju tenda camp yang di dalam sudah terkumpulnya ketua divisi kerajaan.
"Selamat malam ketua Ozora..."Ucap Miran ketua divisi ekonomi kerajaan.
"Selamat malam juga nyoya Miran.."
"Yo... Ozora" sapa Rayyan ketua divisi Perdagangan.
"Eh... Rayyan... Sudah lama kita tidak bertemu"
Ozora memeluk Rayyan sebagai tanda persahabatan.
"Bagaimana kabarmu? Baik-baik saja kan?"
Lepas pelukan mereka.
"Tentu saja... Aku baik-baik saja, divisi Perdagangan sangatlah menyenangkan orang-orangnya apalagi pelanggannya, aku sangat suka di divisi Perdagangan" senyum senang Rayyan.
"Bagus lah... Memang tidak salah kamu dulu memilih divisi tersebut" sembari menepuk pundak Rayyan.
"Iya... Terus bagaimana denganmu? Kau suka dengan divisimu sekarang?"
"Tentu saja aku suka, apalagi banyak prajurit yang asik di tambah aku bisa berjuang bersama yang mulia di garis depan hahahaha ...."
"Wahh.. keren sekali kau Ozora, aku bangga memiliki sahabat sepertimu" senyum Rayyan.
"Biasa aja, kamu terlalu memuji diriku, omong-omong kenapa semua ketua divisi berkumpul?"
"Ohh soal itu.. Yang mulia menghubungi kami untuk berkumpul karena dia sudah mendapatkan harta hadiah dan mengalahkan Level Boss Monster, jadi kami di minta untuk ke sini... Mendiskusikan yang akan di lakukan untuk kerajaan kedepannya " penjelasan Marin ketua divisi perikanan.
"Oh Begitu... Aku paham, kalo begitu aku akan menyiapkan makanan malam untuk yang mulia dan para pemimpin"
Ozora pergi menuju kantin Camp pasukan pengintai, sementara lainnya sedang membahas sesuatu yang penting.
Cahaya biru terang menyinari lapangan camp pasukan pengintai, cahaya biru itu sangat indah sama indahnya dengan bulan purnama yang menyinari malam gelap ini.
Eiji dan yang lainnya telah berhasil teleportasi kembali ke tempat camp menggunakan «Terposhon».
Para prajurit melihat itu langsung berbaris rapi dan langsung senyap, sementara satu prajurit di berikan perintah untuk memanggil semua ketua divisi jika yang mulia dan para pemimpin sudah kembali.
Para ketua divisi keluar dari tenda camp, mereka berjalan menuju barisan depan sebagai rasa hormat kepada yang mulia dan para pemimpin.
"SELAMAT DATANG KEMBALI YANG MULIA DAN PARA PEMIMPIN..." sapa mimpin Ozora
Yang di ikuti semua orang di lapangan.
"SELAMAT DATANG KEMBALI YANG MULIA DAN PARA PEMIMPIN....."
"SELAMAT ATAS KEMENANGAN DAN KEJAYAAN YANG MULIA DAN PARA PEMIMPIN BERHASIL DAPATKAN... "
"Terimakasih atas pujian dan sambutan kalian... Terutama Ketua divisi Ozora dan para ketua divisi lainnya yang bersedia hadir di lapangan camp pasukan pengintai ini"
"Terimakasih atas pujian yang mulia, anda terlalu rendah hati... Kami para ketua divisi sudah wajar melakukan apa yang mulia perintahkan..." Hormat tunduk para ketua divisi bersama.
" Sangat bagus, kalo begitu mari kita mulai diskusi di tenda camp... Setelah itu kita akan merayakan kemenangan kita di sini dengan pesta meriah"
"Ya...." Sorak para prajurit.
"Baiklah yang mulia, silahkan yang mulia berjalan dahulu ke dalam tenda beserta para pemimpin..." Ucap hormat Farayaka.
Eiji dan yang lainnya berjalan masuk ke dalam tenda camp, mereka menduduki kursi yang sudah di sediakan di tambah ada makan malam yang sudah di sediakan oleh ozora.
Semua orang yang di perintahkan oleh Eiji sudah berkumpul yang dengan itu Eiji memulai diskusinya.
[10 menit kemudian]
"Diskusi aku akhiri sampai sini, terimakasih atas kerjasama para ketua divisi apalagi para pemimpin yang telah membantuku"
"Sama-sama yang mulia, anda terlalu memuji kami" ucap hormat Marin.
"Baiklah semuanya mari sudahi hari ini dan titip salam kepada anggota divisi perekonomian, perdagangan, perikanan, perkebunan, pertanian, persenjataan, guild dan pembangunan."
"Di mengerti yang mulia, salam yang mulia akan kami sampaikan kepada anggota divisi " ucap bersama para ketua divisi.
"Bagus semuanya, mari kita berpesta..."
"Horee... akhirnya berpesta juga" senang Sotaru.
Mereka semua ketawa kecil melihat kelakuan lucu Sotaru. Mereka semua keluar untuk merayakan pesta kemenangan.
Para prajurit menyalakan api unggun, sementara anggota yang di kantin menyediakan makanan dan minuman yang di letakkan meja.
Meja Makanan dan minuman dibawa para prajurit keluar untuk di letakkan di sekitar pesta yang berada di lapangan.
Mereka semua berpesta meriah. Mereka meminum Es Teh dengan jumlah banyak, ada juga yang memakan daging sapi bakar yang di tusuk.
"Hahahaha....
Ayo sini oper bolanya"
"Terima ini.."
Mereka bermain bola api yang di bagikan 2 tim berisi 10 anggota dan 1 kiper.
Tim 1 di sebut tim Eiji sementara tim 2 di sebut tim Ozora.
Mereka memainkan bola api dengan seru dan sedikit ganas, Eiji menggiring bola ke gawang tim ozora dan menendangnya dengan kekuatan kecil.
__ADS_1
Blam...
Tendangan Eiji miring ke kanan menuju gawang yang tentu saja di tangkap oleh Marin Dengan skill «Calm waves» gelombang tenang yang menangkap bola yang ganas.
Marin berhasil menangkap bola itu dan melemparkannya ke atas mengarah Farayaka, Farayaka yang melihat itu langsung melakukan gerakan menahan bola dengan dada.
Boing!, Boing!...
Memantulnya gunung kembar milik Farayaka yang ditatap oleh para prajurit yang menonton pertandingan itu.
Rai yang merasa tidak terima, langsung menggunakan bom asap, membuat lapangan menjadi tertutup asap tebal hingga tidak bisa melihat apa-apa.
Rai melakukan itu karena merasa kalo yang boleh melihat gunung kembar milik Farayaka memantul hanyalah dia, karena dia pencipta dari farayaka.
Kesempatan itu di ambil oleh Rai dengan menggandeng tangan kanan farayaka dan menariknya keluar dari lapangan menuju hutan dengan cepat.
Sementara bolanya dia ambil oleh Sotaru dalam bentuk manusianya, dia menggiring bola menuju ke depan, dia menggocek ketua divisi Persenjataan berwujud laki-laki kekar bernama junan.
Dia mengoper bola ke arah Yasushi yang sudah bersiap menerima Operan bola, bola melayang menuju Yasushi yang mengambil kesempatan itu, langsung menendang kencang ke gawang tapi di hadang oleh ketua divisi Pertanian perempuan bernama kaysa menggunakan kaki kanannya.
Kaysa langsung mengoper bola jauh ke depan tepat mengarah ke Ozora, Ozora menerimanya dan menggiring bola menuju gawang yang di jaga oleh Takahiro.
Ozora menendang bola menggunakan tendangan Seribu bentuk, bola itu mengarah ke Takahiro dalam jumlah banyak, akan tetapi Takahiro dengan mudah menangkapnya dan Takahiro langsung melemparkan menuju langsung Eiji ke udara.
Eiji yang sudah bersiap di udara, selepas menerima bola Langsung menendang bola dalam keadaan salto di udara yang di sebut tendangan langit.
Whoosh...!
Bola itu melesat dengan cepat menuju Marin, Marin tidak bisa menangkap bola tersebut Saking cepatnya hingga bola tersebut masuk ke gawang.
"Goalll.....
Kita menang....." Sorak Eiji.
"Woh..... Sangat hebat kau Eiji" sorak kencang Sotaru.
Semua penonton menjadi heboh dan bersorak Kemenangan tim Eiji, mereka semua tampak bahagia, bercanda, dan makan, minum bersama melepaskan beban yang mereka pikul.
"Selamat atas Kemenangannya yang mulia..."
"Sama-sama dan jangan panggil aku yang mulia disaat kita sedang merayakan seperti ini, panggil namaku saja Ozora."
"Baik yang mulia..eh maksudku baik Eiji"
Mereka semua saling merangkul satu sama, menyanyikan bersama merayakan pesta kemenangan.
[Hutan Kunang-kunang]
Sementara di sisi lain tepatnya di Hutan Kunang-kunang.
Rai dan Farayaka duduk di atas dahan pohon melihat bulan purnama yang bersinar biru nyaman.
Farayaka berada di pangkuan Rai sembari di peluk dari belakang oleh Rai, mereka berdua Tampak seperti sepasang kekasih.
"Bagaimana Farayaka, tampaknya tempat yang aku pilih adalah tepat.. kita bisa melihat bulan purnama yang indah yang sama indahnya dengan dirimu"
"Kau benar.. kamu memang selalu tepat mencari tempat untuk kita berdua, aku tidak salah mencintai seseorang seperti kamu Rai."
"Aku juga Farayaka... Tapi aku masih sedikit kesal soal kamu main bola, hmmm..." ucap Rai dengan ekspresi muka kesel.
"Hehehe.. kamu masih cemburu soal aku main bola tadi?"
"Tentu saja, aku masih sedikit tidak terima dua gunung kembar milikmu di pandang oleh para prajurit selain diriku.. maka dari itu aku ingin kamu memakai pakaian yang tertutup"
"Hehehe... Maaf.. maaf lain kali aku akan waspada dan memakai pakaian yang tertutup demi kamu deh"
"Begitu dong.. makasih sayang... Aku semakin sayang sama kamu..hmm" peluk erat Rai.
"Iya aku juga sama seperti dirimu hihihi... Tapi bagaimana jika kamu ketemu pasangan yang nyata? Apakah kamu akan pergi meninggalkanku demi pasangan nyata milikmu?...
Aku selalu ingin kamu mendapatkan pasangan di dunia nyata dan tidak terlalu berharap dengan diriku yang Hanya karakter Fiksi yang di buat.." ucap Farayaka dengan senyum menatap bulan.
Rai yang mendengar dan melihat ekspresi muka Farayaka langsung mengetahui isi hati Farayaka yang tidak ingin di tinggalkan oleh Rai walaupun Rai sudah memiliki pasangan di dunia nyata.
Rai yang sudah mengetahui hal tersebut langsung menjawab dengan gagah.
"Tentu saja aku tidak akan meninggalkanmu.."
"Apakah begitu Rai? Karena sudah banyak temenku yang di tinggalkan oleh tuan yang mereka anggap pasangan mereka sendiri."
"Jangan samakan aku dengan mereka.. walaupun aku memiliki pasangan di dunia nyata.. aku tidak akan meninggalkanmu dan akan tetap bersamamu, aku akan tetap mencintaimu walaupun dunia menganggap aku aneh dan gila.
Aku tidak peduli semua komentar mereka... Bagiku keberadaan dirimu membuat perubahan besar dalam hidupku, kau salah satu seseorang yang berarti dalam hidupku setelah teman-temanku"
Mendengar itu Farayaka langsung tersenyum dengan manis merasa bahwa dirinya spesial di kehidupan Rai.
"Aku tahu jawabanmu akan seperti itu.. kamu memang laki-laki yang setia... Aku juga akan tetapi mencintaimu dan bersamamu walaupun kita berdua nanti terpisah jauh oleh sesuatu.
Kita berdua harus mencari satu sama lain Walaupun nyawa kita sebagai taruhannya.... Tidak peduli seberapa jauh kita berpisah bahkan jika berpisah beda dunia.. kita harus mencari satu sama lain dan bertemu kembali. Ini adalah janji sumpah yang kita buat Rai" ucap Farayaka dengan menunjukkan jari kelingking sebagai tanda janji.
Rai juga menunjukkan jari kelingking dia, mereka berdua mengaitkan jari kelingkingnya sebagai tanda mengikrarkan janji mereka berdua.
Hari semakin malam, para prajurit tertidur pulas di lapangan ada juga di tenda bahkan di kantin. Mereka semua kekenyangan karena terlalu banyak makan dan minum.
Sementara Eiji dan yang lainnya masih sadar, mereka semua sudah mau tidur dan log out.
Rai mengantarkan Farayaka ke tenda khusus para ketua divisi terlebih dahulu dan setelah mengantarkan Farayaka dia langsung menuju tenda.
Eiji, Sotaru, Takahashi, Yasushi dan Rai, mengobrol dan bercerita canda untuk hari ini sebelum mereka Log out.
"Baiklah semuanya... Selamat tidur.. sampai berjumpa esok hari.
jangan lupa besok kita ke Empire Light bersama."
"tentu saja kami tidak lupa Eiji, selamat tidur semua "
mereka semua langsung menekan tombol Log out dan kembali ke dunia nyata.
[Kamar Hideaki]
Tubuh Hideaki masing terbaring di kasur, di kepalanya masih terpasang VR hingga akhirnya Hideaki membuka matanya dan melepaskan VRNYA.
Hideaki sudah kembali ke dunia nyata, dia langsung melihat Jam Digitalnya yang menunjukkan pukul 22:30 PM.
Hideaki yang melihat itu langsung terbangun dan bergegas menuju kebawah.
Tap... tap... tap...
Hideaki berjalan menuju ruang makan, dia Membuka pintu kulkas untuk melihat isinya yang ada makanan yang sudah di masak oleh Sora.
Hideaki mengambil makanan dan minuman untuk dibawa ke meja untuk makan malamnya.
Nyam.. nyam...
"Enak juga, makanan yang di buat Sora... tidak di sangka Adik perempuanku ini bisa masak makanan seenak ini" batin Hideaki.
Hideaki Dengan lahap memakan makanan di buat Sora, merasa kelezatan dan enak untuk di makan.
Memakan makanan tersebut hingga habis tanpa sisa sedikitpun, selepas makan Hideaki langsung minum air putih di gelas.
Glug... Glug... Glug...
Hideaki meminum air putih hingga habis, Hideaki langsung menaruh piring dan gelas di tempat cuci piring untuk di bersihkan.
Hideaki membersihkan piring dan gelas hingga bersih tanpa kotoran sedikitpun dan menaruhnya di lemari rak piring.
__ADS_1
setelah menaruh Hideaki langsung menuju kamarnya untuk tidur malam supaya besok tidak terlambat bangun seperti tadi pagi.
selanjutnya.....