
Setelah Perang Abys of Darkness vs Huel, Lisa kabur kembali ketempat Abys of Darkness dan menemui Raja Maou yang sedang duduk santai di singgasananya.
"Saya menghadap, Raja Maou." ucap hormat Lisa sambil menunduk hormat dengan menekuk lutut kanannya dan tangan kanannya berada di dada kirinya.
"selamat datang kembali, Lisa."
"bagaimana dengan Pewaris itu? kau berhasil mendapatkannya?" tanya Raja Maou dengan nada beratnya.
"maafkan saya, Rajaku. saya gagal mendapatkan pewaris tersebut." jawab Lisa.
"hm.. seperti begitu... tapi-.."ucap Raja Maou yang berdiri dari singgasana.
"kau sudah membantuku untuk membongkar, siapa yang Angel yang kau lawan Barusan." ucap Raja Maou.
"maksud yang mulia raja?" tanya Lisa dengan wajah bingung.
Raja Maou berjalan mendekatinya, dia memunculkan bola cermin dari telapak tangan kanannya.
Lisa hanya melihat raja Maou yang sedang memegang bola cermin di hadapannya, raja Maou meniupkan bola cermin tersebut.
bola cermin tersebut mengeluarkan tayangan penglihatan perang Abys of Darkness vs Huel sebelumnya dan pertarungan Lisa vs Eiji.
"seperti yang kau lihat, Angel itu mengeluarkan «Eterdark», bukan?" tanya Raja Maou.
"iya yang mulia, saya melihatnya dan saya juga yang berhadapan dengan dia" jawab Lisa.
Raja Maou mendekatkan tayangannya ke arah Eiji yang sedang terbang sambil memegang «Eterdark».
"dari tampilan ini, kau bisa menebak, siapa dia?" tanya Raja Maou dengan senyumnya.
"saya tidak tahu, rajaku."
"tapi... apakah Rajaku tahu tentang dia?" tanya balik Lisa.
"yah.. dia adalah musuh lamaku, yaitu Angel of War." jawab Raja Maou.
"Angel of War? maksud yang mulia, dia adalah Angel of War, salah satu 5 Dewa Utama?" tanya Lisa yang terkejut.
"iya... dia adalah Angel of War, musuh bebuyutanku walaupun aku sudah berenkarnasi sekalipun." jawab Raja Maou yang terlihat senang.
"aku tidak menyangka, dia terbangun di zaman ini sesuai ramalan para leluhur di zaman kuno." ucap Raja Maou.
"aku juga tidak menyangka, jika dia masih sekuat itu walaupun sudah menghilangkan salah satu bentuk kuatnya." ucap Raja Maou yang menatap Eiji di layar bola cermin sambil tersenyum.
"maafkan saya, jika saya lancang bertanya." ucap Lisa yang menundukkan kepalanya.
"tidak perlu minta maaf, silahkan bertanya." ucap Raja Maou.
"terimakasih Rajaku, aku ingin bertanya. kenapa kau yakin dia adalah Angel of War? apakah dia sekuat yang dibicarakan sampai dikatakan lebih kuat dari rajaku ini?" tanya Lisa dengan raut wajah meremehkan Eiji.
"maaf jika pertanyaan saya sedikit lancang." ucap Lisa.
"tidak apa-apa, itu pertanyaan yang Bagus untuk ditanyakan."
"aku akan menjawabnya, pertama aku bisa yakin dia Angel of War adalah, karena melihat dari pedangnya dan beberapa sihir yang ia keluarkan."
"pedang «Eterdark» hanya bisa dipegang dan dimiliki oleh Eiji sebagai penggunanya, sihir Angel tersebut juga sama seperti Angel of War, yaitu sihir kuno."
"kedua, dia memang lebih kuat dari diriku, baik di kehidupanku sebelumnya ataupun sekarang tapi-..."
"aku tidak akan membiarkan diriku kalah di kehidupan baruku ini, aku akan membalaskan dendamku dan menguasai 8 Realms." ucap Raja Maou dengan wajah sedikit marah dan dendam.
"terimakasih telah menjawab pertanyaan saya ini, dan sekarang-..."
"apa yang akan Rajaku lakukan sekarang? tetap mendapatkan pewaris tersebut atau melakukan hal lain?" tanya Lisa penasaran.
"untuk saat ini, aku tidak akan melakukan apapun kepada pewaris tersebut karena dia berada disamping Angel of War itu."
"jika kita mengusik dia sekarang, maka kita yang ada akan dibunuh oleh Angel of War itu."
"lebih baik, kau aku menyuruhmu, memerintahkan Decton untuk mengambil «Crystal of Fate» di kota Precognition, wahai Vampir ku-..."
"untuk kita bisa pergi ke River of Fate, mengubah takdir seluruh Realms untuk menjadi milikku dan mengalahkan 5 Dewa Utama." ucap Raja Maou yang mengelus dagu Lisa layaknya kucing.
"baiklah yang mulia raja Maouku." ucap Lisa yang sangat senang saat di elus raja Maou.
"tapi sebelum kau pergi, aku punya misi khusus untukmu, yaitu mencari 8 Item yang menyegel kekuatanku di 8 Realms." ucap Raja Maou yang menyentuh mulut Lisa dengan telunjuk kanannya.
__ADS_1
"8 item yang menyegel kekuatanmu? apa maksudnya?" ucap Lisa yang marah karena mengetahui kekuatan raja Maounya telah tersegel.
"tsuut... kau tidak perlu marah." ucap raja Maou yang menyentuh mulut Lisa dengan jari telunjuk kanannya untuk menahan amarahnya.
"baiklah rajaku tapi kau harus menceritakan yang terjadi, bagaimana kekuatanmu bisa di segel?" tanya Lisa dengan wajah kesal yang memperlihatkan gigi taring tajamnya.
"baiklah jika kau mau. aku akan menceritakannya."
"1000 tahun yang lalu, sebelum aku dikalahkan oleh 5 Dewa Utama. mereka menyegel kekuatanku kedalam 7 item milik mereka."
"7 item itu menyegel 70% dari kekuatan asliku, mereka melakukan hal tersebut, supaya aku tidak bisa dibangkitkan kembali."
"7 item tersebut di sebarkan oleh mereka, mereka menyebarkan ke 7 Realms yang di jaga oleh leluhur para ras setiap Realms." ucap raja Maou yang kembali duduk di singgasananya.
"begitu yah, tapi bagaimana kau bisa mengetahui, 7 item tersebut berada di 7 Realms? bukannya kau sudah tiada sebelum disebarkan?" tanya Lisa yang penasaran.
"simpel, saat aku hidup di zaman ini. segel item tersebut mulai memudar yang membuat energi kekuatanku bocor keluar dan aku bisa merasakannya." ucap raja Maou, raja Maou langsung melemparkan sebuah item cincin kepada Lisa dan tangan palsu.
Lisa menangkapnya dan melihat cincin itu yang indah, dia juga menerima tangan palsu yang benar-benar mirip seperti tangan asli dan buku berisi sihir kuno.
"cincin itu adalah peta dimana 7 item tersebut berada, dan tangan palsu untuk menggantikan tangan kirimu yang sudah tidak bisa di Regenerasi lagi-.."
"karena Tebasan pedang tersebut yang menghancurkan konsep regenerasimu, maka dari itu aku berikan buku sihir kuno kepadamu."
"supaya kau bisa menciptakan konsep regenerasimu lagi dan menyembuhkan tangan kirimu itu." ucap raja Maou.
"terimakasih rajaku, tapi kenapa tidak kau saja yang menyembuhkan tanganku?" tanya Lisa yang penasaran.
"karena keadaan aku saat ini, belum bisa menciptakan konsep tersebut. belum lagi kekuatanku belum kembali seutuhnya sampai 7 kekuatanku yang disegel.. berhasil kembali kepadaku." Jawab Raja Maou.
"baiklah rajaku, aku akan melaksanakan tugas ini untuk kau bisa berjaya seperti dahulu." ucap Lisa.
Lisa berdiri dan terbang menggunakan sayap Vampirnya, ia menjauhi raja Maou yang sedang duduk di singgasananya sambil tersenyum kecil.
Lisa terbang menuju para Decton yang berada di ruang latihan Abys of Darkness. Decton sedang berlatih tanding dengan satu robot merah berwajah seram dan mata merah.
robot tersebut mengalahkan Decton lainnya dengan mudah, dia tertawa keras yang penuh kesenangannya.
Lisa datang untuk menyapa mereka dengan gaya menggodanya.
"hoh.. selamat datang nona Lisa, aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi." ucap Gracton dengan suara berat dan seram.
"hm... sepertinya kau semakin kuat dan berevolusi, aku lihat kau sudah mulai ada warna."
"aku rasa, sekarang kau lebih bagus dibanding yang dulu cuman warna silver." ucap Lisa dengan senyuman dan suara menggoda.
"wah-wah.. nona Lisa bisa saja, nona Lisa juga semakin cantik dan anggun." ucap pujian Gracton.
"hahaha, kau bisa aja dan aku ada misi untukmu!" ucap Lisa.
"misi apa itu? apakah misi mengambil «Crystal of Fate» lagi?" tanya Gracton.
"yah.. kau benar, seperti biasa kau tahu akan misimu.." ucap Lisa dengan suara halus.
"baiklah.. tapi seperti biasa hadiah untuk kami!" ucap Gracton dengan senyumannya.
Lisa mengangkat tangan kanannya dan memunculkan «Energy Stone», dia memberikannya kepada Gracton sambil tertawa jahat.
Gracton menerimanya sambil terkagum dan tersenyum jahat, batu itu berwarna merah bersinar.
"batu ini bisa membuat energimu semakin kuat dan besar, kau bisa gunakan ini untuk membantu evolusimu."
"dan ada yang ingin aku beritahu kepadamu." ucap Lisa.
"wahh.. tentang apa itu? seperti kau sangat serius!" tanya Gracton.
"hmm... sebelumnya aku berperang melawan salah satu kota yang ada Pewaris tersebut, di kota tersebut ada salah satu ras saudaramu!." cerita Lisa sambil berjalan ke kanan dan ke kiri.
"ras saudaraku? maksudmu, Hubots?" tanya Gracton yang memastikan.
"iya.. kau benar, dia lumayan kuat, dia bahkan mengalahkan rivalmu Herlos."
"aku tidak menyangka, kalau ras Hubots bisa ada di kota tersebut, yang aku dengar kalau dia habis terbangun dari tidur panjangnya." ucap Lisa sambil terbang menyentuh wajah besi kasar Gracton dengan jari telunjuk dan tengah.
"sepertinya menarik... aku tidak sabar untuk bertemu dengan dia, sudah lama aku tidak membantai ras saudaraku." ucap Gracton sambil tersenyum jahat.
__ADS_1
"wah-wah... sepertinya menarik, namun perlu diingat. kau punya misi untuk mencari kristal tersebut."
"jika kau mendapatkannya, maka kau bisa bertemu dengan Hubots tersebut." ucap Lisa yang menghasut Gracton.
"yah kau benar"
Gracton membalik tubuhnya ke belakang, dia melihat semua rasnya dan menatap tajam ke mereka.
"kalian semua!...hari ini, kita akan mendapatkan kristal tersebut dan mengalahkan saudara ras kita Hubots!"
"kita akan membuktikan kepada mereka, kalau kita lebih hebat dari mereka!. ucap Gracton dengan kencang dan keras.
"yah!...." sorak para Decton.
mereka bersorak dengan kencang dan mereka benar-benar sangat senang, mereka merasa sudah saatnya untuk keluar.
mereka benar-benar sangat senang dan gembira mendengar kata-kata dari Gracton.
"bagus!"
"ini baru anggota ras ku, aku tidak sabar bertarung dengan kalian." ucap keras Gracton.
"Yah!..." sorak para Decton.
Gracton dan Lisa hanya melihat mereka yang penuh semangat dan gembira karena mendengar kata-kata Gracton.
Gracton kembali menghadap Lisa yang berada dibelakangnya.
"kalau begitu, kami pamit dulu... sampai jumpa lagi!." ucap Gracton yang berubah menjadi pesawat tempur luar angkasa.
para Decton ikut berubah menjadi pesawat tempur luar angkasa dan mereka semua terbang dengan Gracton yang memimpin.
mereka terbang keluar dari Abys of Darkness, terbang melewati dataran Realms Eterdak dan terbang menuju portal dinding perbatasan antar Realms.
mereka terbang seperti komet yang melewati awan badai kehancuran. mereka terbang dengan kecepatan yang tinggi, lebih cepat dari cahaya.
dataran Realms Eterdak bukan dataran biasa, dataran ini seluas antar sistem tata Surya atau butuh 1400 tahun cahaya baru sampai di dinding perbatasan antar Realms.
Decton Terus terbang melewati desa dan kerajaan iblis di Eterdak ini, para warga melihat mereka hanya sekilas dan bersorak Kepada mereka.
3 Jam kemudian, mereka baru sampai di dinding perbatasan antar Realms dan melewati portal yang menghubungkan langsung ke arah Realms Gaia.
mereka melewati dinding tersebut dengan mudah dan sampai di Realms Gaia, saat setelah masuk. mereka langsung masuk ke mode Invisibility atau tembus pandang.
mereka tidak terlihat saat terbang dan melaju ke kota Precognition di langit malam yang indah.
mereka sampai dan mendarat di dekat bukti Utara kota Precognition hanya dalam 1 detik saja.
para Decton berubah kembali ke wujud robot merah dan berkumpul di atas bukit.
Gracton berjalan untuk melihat keadaan kota yang sudah bersinar oleh lampu kota.
Note: Waktu Episode ini, berada di satu waktu yang sama dengan Eiji, Sotaru, Nasywa dan Mizu saat datang ke kota Precognition.
"sudah lama 5 tahun, aku tidak ke sini... kota ini sudah berkembang dengan pesat ,jadi penasaran dengan anak saudaraku tersebut." ucap Gracton.
Sector mendekati Gracton untuk berbicara kepada dirinya.
"tuan Gracton, sekarang. apa yang harus kami lakukan?" tanya Sector.
Gracton yang mendengar hal tersebut langsung berpikir untuk rencana mereka.
"untuk saat ini, kita menyamar menjadi manusia terlebih dahulu dan menghalang penglihatan masa depan mereka."
"aku ingin kita mencari informasi keberadaan Kristal tersebut dan setelah kita mendapatkan lokasinya, kita akan bergerak di festival malam besok."
"kenapa harus festival malam besok? kenapa tidak siang hari saja?" tanya Sector yang penasaran dengan pendapat Gracton.
"tentu saja itu tidak seru dan menarik, aku ingin warga kota ini menderita saat jiwa orang yang merasa sayangi telah aku hisap." jawab Gracton dengan senyuman jahat.
"baiklah tuan, kami siapa dengan rencanamu..." ucap hormat Sector.
"hahah... baiklah, kalian semua. besok adalah hari dimana kita akan berada di atas para Hubots dan membuat mereka menderita!." sorak Gracton.
mereka semua meresponnya dan bersorak juga, mereka benar-benar bersemangat.
pasukan Decton berjumlah 600 sisanya berada di seluruh Realms karena ada misi yang diberikan oleh Gracton.
mereka semua berubah menjadi manusia dan berjalan menuju kota Precognition.
__ADS_1
Selanjutnya....