WORLD GAME

WORLD GAME
Perpisahan Untuk Takdir Yang Baru


__ADS_3

Sebelumnya...


Terjadi perang besar antara Pasukan Abys of Darkness melawan Pasukan Huel. Perang tersebut tidak memakan korban jiwa karena dibantu oleh bola besi Sotaru dan 4 Cloningnya Eiji.


Perang tersebut, memperlihatkan kekuatan Eiji dan Sotaru yang berada di level tinggi dan mungkin sudah di atas para Maou.


[Kota Huel]


Dikota Huel, semua prajurit berkumpul dan mereka sedang beristirahat karena sebelumnya mereka perang melawan pasukan Maou yang begitu banyak.


Mereka semua tidak terluka, akan tetapi stamina mereka tetap terkuras dan mereka semua kelelahan karena pertempuran mereka.


Eiji turun dari udara untuk menemui Sotaru dan yang lainnya, dia sudah menginjakkan tanah yang seketika langsung dipeluk oleh Mizu dan Nasywa.


"Ehh.... Kenapa kalian tiba-tiba memelukku?" Tanya Eiji yang kebingungan dengan tingkah mereka berdua.


Mereka berdua tidak menjawab pertanyaan Eiji dan terus memeluk Eiji dengan erat, Eiji membiarkan mereka dan dia memeluk kembali mereka berdua.


Setelah Lumayan memeluk, Nasywa dan Mizu melepaskan pelukannya, mereka mengelus mata mereka untuk menghapus air mata mereka yang keluar.


"Ehh... Kalian menangis? Ada apa dengan kalian?" Tanya Eiji yang khawatir kepada mereka berdua.


"Tidak apa-apa... Kami menangis bukan karena sedih tapi karena senang, kamu selamat!" Jawab Nasywa yang masih menghapus air matanya.


"Itu benar, kami menangis karena senang kamu bisa menang melawan pemimpin mereka dan selamat dari bola sihir pemimpin mereka." Jawab Mizu yang mulai senyum.


"Oh begitu, aku kira ada apa..." Ucap Eiji dengan lega.


"Aku tidak menyangka kalian bisa mengkhawatirkan aku! Hehehe..." Ucap Eiji yang bercanda.


"Tentu saja! Perempuan mana yang tidak khawatir melihat kekasihnya bertarung melawan musuh yang bisa membunuhnya!" Ucap marah Nasywa dengan wajah lucunya.


"Itu benar, apalagi tadi terjadi gempa hebat yang bisa dirasakan oleh seluruh Realms!"


"Belum lagi bola sihir itu yang bisa membuatmu menjadi hampa dan menghilang!" Ucap marah Mizu dengan wajah imutnya.


Eiji yang melihat mereka marah, hanya bisa tertawa karena melihat wajah mereka yang marah bukan menyeramkan tapi lucu dan imut.


"Kenapa kamu ketawa Eiji?" Tanya Nasywa yang kesal dengan muka lucunya.


"Sepertinya kamu tidak menghargai kekhawatiran kami!" Ucap Mizu yang ngambek.


"Maaf-maaf... Aku ketawa karena Melihat wajah kalian saat marah, bukan seram tapi lucu dan imut!" Ucap Eiji dengan mengelus kepala mereka berdua.


Wajah mereka berdua memerah karena kepala mereka dielus oleh Eiji. Mereka hanya melihat Eiji dengan wajah yang memerah.


"Kalian sudah memaafkanku kan?" Tanya Eiji yang melepaskan elusan kepala mereka berdua.


Mereka berdua hanya mengangguk dengan wajah memerah dan hati mereka berdebar kencang.


Digerbang kota Huel bagian Utara, para warga yang di evakuasi, sekarang sudah kembali ke kota dan mereka langsung mencari keluarga mereka.


Rosa(Istri Lin) berjalan mendekati Lin sambil menggendong anak perempuannya. Lin yang melihat mereka berduapun langsung berlari ke arah mereka.


"Selamat pulang istriku" ucap Lin dengan hati yang bahagia.


"Aku pulang suamiku dan ini adalah anak kita berdua!" Ucap Rosa yang memperlihatkan anak perempuan mereka kepada Lin dengan wajah gembira.


Lin melihat anak perempuannya yang masih bayi dengan wajah yang cantik dan imut. Lin mengelus pipinya dengan wajah penuh kebahagiaan.


"Bayi kita belum mempunyai sebuah nama, aku belum memberikan karena aku ingin kamu yang memberikan nama untuk bayi kita!" Ucap Rosa dengan senyuman bahagia.


"Benarkah?"


"Kalo begitu, karena dia lahir di Medan pertempuran dan ia adalah anak perempuan, maka aku akan memberikan nama katsumi aiko" ucap Lin yang langsung mencium pipi bayinya.


"Nama yang bagus suamiku, kelak anak ini akan menjadi perempuan yang hebat dan kuat seperti dirimu" ucap Rosa.


"Iya, aku ingin dia kelak akan menjadi perempuan yang hebat, kuat dan baik hati seperti kamu, istriku" ucap Lin sambil mengelus pipi Rosa dengan senyuman lembutnya.


Sementara Owa bertemu dengan ibunya, Soru bertemu dengan adik perempuannya, Zera bertemu dengan keluarganya dan semua pasukan bertemu dengan keluarga mereka.


Mereka semua kumpul kembali bersama keluarga mereka, mereka saling bercerita Tentang kejadian barusan, mereka juga memuji-muji Eiji dan Sotaru yang membantu mereka berperang.


Eiji, Sotaru, Nasywa dan Mizu nampak senang karena mereka bisa bertemu dengan keluarga mereka.


"Aku turut senang dengan mereka, tidak aku sangka bakal dramatis seperti ini!" Ucap Sotaru dengan senyumannya.

__ADS_1


"Kau benar, aku merasa udah melindungi senyuman mereka semua!" Ucap Eiji dengan senyuman lembutnya.


"Nasywa...." Ucap panggil Harry dan Diana.


Nasywa yang mendengarnya langsung melirik ke arah orang tuanya, " ayah.. ibu..." Ucap Nasywa yang berlari mendatangi mereka dan Langsung memeluknya.


"Aku senang, kalian berdua baik-baik saja!" Ucap Nasywa yang memeluk mereka berdua.


"Kami juga senang, karena kamu baik-baik saja dan selamat dari pasukan Maou tersebut!" Ucap Harry yang senang.


"Iya, apalagi mereka mengincar dirimu! Saat kamu selamat, kami benar-benar senang dan lega" ucap Diana dengan senyum lembutnya.


Nasywa melepaskan pelukannya dan menatap mereka dengan senyumannya.


"Terimakasih atas kekhawatiran kalian, aku sangat senang menjadi anak Kalian" ucap Nasywa dengan senyumannya manisnya.


Harry dan Diana melihat Nasywa tersenyum, mereka berdua juga ikut tersenyum karena merasa bersyukur memiliki anak seperti Nasywa.


Eiji yang melihat mereka bahagia, ia juga ikut bahagia dan tersenyum walaupun tidak kelihatan karena ia memakai helmnya.


semuanya benar-benar bahagia dan mereka kembali kerumah masing-masing, Eiji dan yang lainnya juga kembali ke rumah Madoka.


8 cloning Eiji kembali ke Eiji yang asli dan menyatu dirumah Madoka.


mereka semua istirahat, Diana, Nasywa dan Mizu ke kamar Nasywa untuk istirahat sekalian membawa barang mereka.


Eiji , Harry dan Sotaru duduk di sofa untuk mengobrol santai bertiga.


"akhirnya.... bisa duduk juga setelah perang tersebut, lumayan lelah karena melawan musuh yang menyebalkan!" ucap Eiji yang langsung duduk disofa dan melepaskan helmnya dimeja.


"kau benar Eiji... aku tidak menyangka bakal melawan musuh yang hebat! walaupun tetap bukan tandingan kita!" ucap Sotaru yang duduk di sofa dengan santainya.


"hehehe.... kalian benar-benar kelelahan dan sebagai ucapan terimakasihku kepada kalian berdua, aku akan menyiapkan teh hangat khas untuk kalian" ucap Harry, Harry berdiri dan berjalan menuju dapur.


Eiji dan Sotaru duduk santai di sofa, mereka tampak kelelahan karena belum terbiasa dengan tubuh mereka saat ini.


"oh iya... bagaimana rencana kita kedepannya? apakah kita jadi ketempat yang di takdirkan itu?" tanya Eiji yang baru saja mengingat hal tersebut.


"Tentu saja, itu sebuah mimpi yang memperlihatkan takdir kita!"


"baiklah kalau begitu, aku tidak sabar untuk melihat takdir apa yang akan mendatangi kita!" ucap Eiji yang penuh dengan semangat.


Harry yang sudah selesai menyeduh teh hangatpun ia bawa Ke meja dekat sofa.


ia membawa 3 secangkir teh di atas nampan kayunya, ia menaruh cangkir teh di meja dekat Sotaru dan Eiji.


"silahkan diminum, nak Eiji dan nak Sotaru!" ucap Harry yang mengajak untuk minum bersama.


"iya... terimakasih, kami jadi merepotkan paman" ucap Eiji yang merasa merepotkan.


"aku tidak merasa di repotkan oleh kalian!. kalianlah yang telah membantu banyak keluarga Madoka ini" ucap Harry merasa ia tidak di repotkan.


Eiji dan Sotaru hanya meresponnya dengan senyuman lembut mereka. mereka bertiga meminum teh hangatnya dengan nyaman dan menikmati setiap tegukan airnya.


1 jam kemudian...


[Gerbang Kota Huel bagian timur]


di gerbang Huel di bagian timur, para warga berkumpul untuk memberikan salam perpisahan dengan Eiji beserta kawan-kawan.


" jadi kalian hari ini akan pergi?" tanya Lin yang merasa kehilangan sesosok mereka berempat.


"iya, kami berempat akan pergi hari ini karena sudah waktunya menemui temanku yang berada di Empire Light." jawab Eiji .


" sebelum kalian pergi... aku ingin memberikan Kalian berempat sebuah hadiah perpisahan"


"walaupun tidak seberapa... ini mungkin akan sangat berguna untuk kalian kedepannya!" ucap Rosa yang memberikan kota merah berisikan sesuatu.


para warga Juga memberikan sesuatu kepada Eiji sebagai tanda terima kasih mereka, Eiji menerima semua hadiah dari para warga dan memasukkan hadiah itu ke dalam penyimpanannya.


"terimakasih banyak semua, tidak aku sangka bakal menerima hadiah sebanyak itu" ucap Eiji yang senang.


"sama-sama" ucap bersama para warga.


"katsumi... berikan salam perpisahan dengan paman Eiji dan teman-temannya!" ucap Rosa sambil menggendong katsumi bayinya.


"Dede katsumi.. terimakasih atas kata-katanya, kakak akan datang kembali untuk main dengan kamu" ucap Nasywa yang mengelus pipi katsumi dengan senyuman kecilnya.

__ADS_1


"kalo begitu, kami pamit dulu!" ucap Eiji, mereka bertiga pamit sambil melambaikan tangan kepada warga sebagai tanda perpisahan.


mereka bertiga masuk ke dalam bus pribadi Sotaru, para warga juga melambaikan tangan kepada mereka berempat sambil melihat bus Sotaru melaju menjauhi mereka.


Sotaru terus melaju disepanjang jalan Padang rumput yang luas. ia terus melaju dengan angin yang hangat dan burung-burung yang berterbangan di udara.


"akhirnya kita pergi ke Empire Light juga..." ucap Mizu sambil menepuk tangannya sekali dengan senyuman manisnya.


"iya... aku tidak sabar ingin tahu seperti apa Empire Light sekarang!" ucap Nasywa yang memikirkan kondisi Empire Light.


"iya kau benar... aku dengar dari Ryuu, kalo Empire Light semakin banyak warganya dan perkotaannya semakin besar" ucap Mizu


"wahh benarkah? terdengar menyenangkan disana"


"aku tidak sabar untuk kesana" ucap Nasywa yang sudah tidak sabar.


"iya.. tapi bukannya Eiji bisa berteleportasi ke Empire Light? kenapa kamu tidak melakukannya Eiji?" tanya Mizu yang penasaran.


"iya, itu benar... pasti lebih cepat jika kita berteleportasi Eiji!" ucap Nasywa.


Eiji melepaskan helmnya dan menaruhnya di atas meja, ia melihat mereka berdua dengan senyuman.


"aku lebih memilih menaik bus Sotaru... karena ada takdir yang menunggu kami berdua!" ucap Eiji.


"hmm.. takdir apa itu? apakah itu benar-benar penting?" ucap Nasywa yang penasaran.


"takdir untuk menolong seseorang, takdir ini aku lihat saat tidur dan bermimpi."


"isi dalam mimpi itu adalah penglihatan masa depan yang mentakdirkan aku dan Sotaru menolong seseorang saat dalam perjalanan menuju Empire Light " jawab Eiji.


"begitu yah, aku mengerti!" ucap Nasywa yang paham dengan cerita Eiji.


"oh iya satu lagi, mimpi kami ini bukan mimpi sembarangan. mimpi kami adalah mutlak bisa melihat takdir yang akan datang! jika takdir itu buruk... maka kami akan mengubah takdir itu" ucap Sotaru melalui speaker dinding.


"oh... begitu, jadi kalian bisa mengubah takdir melalui apa? aku ingin tahu" tanya Mizu yang penasaran.


"kami bisa mengubah takdir melalui «Fatem» atau bisa juga dari pedang «Eterdark». «Fatem» ini adalah sihir yang melapisi salah satu tangan"


"saat sudah dilapisi sihir «Fatem», maka seseorang itu bisa melihat takdir dan mengubahnya untuk menjadi lebih baik walaupun itu kematian sekalipun." jawab Sotaru.


"aku paham. aku kagum dengan sihir itu, bisa mengubah takdir menurutku hal yang mustahil bagi orang-orang karena takdir adalah hal yang mutlak."


"mungkin ada takdir yang bisa diubah, tapi ada takdir tentang kematian itu adalah hal yang tidak bisa dihindari" ucap Mizu terkagum.


"kau benar Mizu, aku juga terkagum karena sihir ini baru terdengar ditelingaku karena sebelumnya aku membaca buku sejarah sihir, tidak menemukan sihir ini di zaman kuno" ucap Nasywa yang memikirkan sihir «Fatem».


"jika kamu membaca buku sihir di zaman ini, maka tidak akan menemukan sihir «Fatem» yang berasal dari zaman kuno"


"sihir ini juga memang belum dicatat di zaman kuno atau bisa disebut Dizamanku Karena sihir ini belum dipakai dizaman tersebut" jawab Eiji.


"begitu yah.. berarti kita berdua beruntung Mizu, bisa mengetahui sihir kuno ini di zaman kita" ucap Nasywa yang penuh gembira.


"iya.. aku tidak menyangka bakal jadi orang yang seberuntung ini" ucap Mizu yang wajahnya penuh gembira.


"yah.. kalianlah orang pertama yang mengetahui sihir kuno itu di zaman ini" ucap Sotaru memuji mereka.


"hahah.. kalau begitu, aku akan menceritakan tentang sihir-sihir kuno yang tidak di catat kepada kalian" ucap Eiji.


mereka berdua tampak senang dan mendengarkan Eiji bercerita dengan tenang.


Eiji menceritakan sihir-sihir kuno yang tidak di catat hingga mereka berdua tertidur saat setelah mendengarkan cerita Eiji.


Eiji melihat mereka, hanya bisa tersenyum dan membawa mereka ke kasur kecil di dalam bus.


Eiji kembali duduk disofa sambil melihat Monitor didinding, ia menyalakan sambil melihat suasana Sore menjelang malam di luar.


Sotaru terus melaju dengan kecepatan sedang, ia tidak terburu-buru melaju karena ingin menikmati suasana sore menjelang malam.


burung-burung dan kelelawar terbang di atas udara, Mereka terbang untuk mencari makan seperti layaknya hewan.


Sotaru terus melaju melewati Padang rumput yang disinari cahaya matahari terbenam. malam mulai tiba dan suasana menjadi gelap yang benar-benar hening kecuali suara bus Sotaru.


kunang-kunang beterbangan di dekat Sotaru yang melaju, malam hari yang disinari bulan purnama yang indah, bintang-bintang yang bercahaya di luar angkasapun terlihat di langit malam.


hingga Sotaru sampai di daerah dekat kota, Sotaru berhenti untuk melihat kota itu bersinar terang oleh Lampu-lampu dari kejauhan.


Selanjutnya.....

__ADS_1


__ADS_2