
Sebelumnya......
...Para Decton berhasil diubah oleh Sotaru menjadi Hubots seutuhnya dan kembali ketempat asal mereka secara bersamaan....
...Semua Orang sudah menganggap mereka adalah Hubots dan tidak ada namanya Decton, ditambah perang Precognition tersebut telah diubah sejarah yang awalnya ulah Decton menjadi ulah para Maou....
...Aina, Sotaru, Nasywa, Mizu dan Eiji melambaikan tangan mereka kepada para Hubots tersebut sebagai tanda perpisahan, semua para Hubots tersebut berteleportasi ke tempat asal mereka....
...Eiji, Nasywa dan Mizu saling bergandengan tangan, melihat langit yang indah dan menatap suasana malam yang kembali damai tanpa adanya perang....
...Sementara Sotaru berteleportasi melalui «Terphoson» ketempat Aina berada secara tepat waktu untuk memeluknya, sebelum jatuh pingsan akibat menggunakan Mana terlalu banyak saat mengeluarkan Skill «Slash of Fate»...
"Sotaru...."
"Apakah kita berhasil dan tidak ada yang terluka?"Tanya Aina yang lemas.
"Iyah, kita berhasil dan mereka semua tidak ada yang terluka sedikitpun. Ini karena dirimu yang melindungi mereka!..."Jawab Sotaru.
"Syukurlah... Aku tidak perlu mengkhawatirkannya apapun saat ini!."Ucap Aina yang hatinya lega.
"Iyah, untuk saat ini kita harus melanjutkan hidup apa sudah kau takdirnya sebelumnya, bukan?"Ucap balas Sotaru.
...Aina mengangguk sebagai tanda ia setuju apa yang dikatakan Sotaru dan ia yakin sekaligus percaya tentang takdir baru yang baru saja diciptakan olehnya....
"benar juga! Kalau begitu kita harus tetap hidup sampai hari itu tiba! Sotaru..."Ucap Aina.
"Iyah..."Ucap balas Sotaru.
...Mereka berdua memandangi langit yang indah, penuh dengan bintang yang terlihat saling berkumpul. Mereka berdua tampak bahagia dan tersenyum setelah apa yang terjadi sebelumnya....
...Sotaru mengajak Aina untuk berkumpul bersama yang lain, Aina menyetujuinya. Sotaru memeluk erat tubuh Aina yang membuat pipinya memerah dan tubuhnya menjadi hangat....
...Sotaru mengaktifkan Skill «Terphoson» dan berteleportasi ketempat Eiji, Nasywa, Mizu, Jirou dan nenek Harumi berkumpul untuk menunggu mereka....
...Sotaru dan Aina berhasil berteleportasi ketempat yang mereka tuju dan Aina terkejut kalau Sotaru memiliki Skill berteleportasi seperti apa yang dilakukan Eiji baru-baru ini....
"S-sotaru... K-k-kau ternyata bisa melakukan teleportasi juga!..."Ucap Aina yang terlihat sedikit marah.
"Eh.. Ada apa denganmu? apakah ini bukanlah, hal wajar bagiku memiliki skill ini?"Tanya Sotaru yang kebingungan kenapa Aina tiba-tiba terlihat marah.
""Bukanlah hal wajar!. jadi kau ternyata bisa melakukan skill ini juga selama ini?"Tanya balik Aina.
"Iyah..."
"Sangat bagus... berarti sebelumnya saat aku dalam bahaya, kenapa kau tidak datang langsung menolongku?..."Tanya kembali Aina yang penuh amarah.
"Ehhh, Soal itu aku..."
Plakk....
"Dasar bodoh!...."Ucap Aina yang langsung memukul Sotaru sebagai tanda amarahnya.
...Sotaru terhempas membentur pohon, semua orang yang berada disekitar mereka terkejut dengan apa yang terjadi barusan....
"Ehhhh!.."
"Apa yang terjadi?..."Tanya Nasywa yang terkejut.
"Iyah, Apa yang terjadi diantara kalian berdua? sampai kamu memukul Sotaru seperti itu?"Tanya Mizu yang menanyakan hal yang sama.
"Bukan apa-apa, hanya masalah yang harus kami berdua selesaikan!..."Jawab Aina yang penuh amarah.
...Aina menarik armor Sotaru bagian dadanya dengan sangat kuat sambil meneteskan air mata dan memasangkan ekspresi sedih diwajahnya....
"Ehh, Aina!..
"Diam kau, bodoh!.."
"Dasar laki-laki bodoh, sudah mengetahui perempuan yang mencintai dirinya dalam bahaya, malahan tidak datang dengan alasan butuh jarak 2 tahun kesini!..."
"Padahal bisa datang secara instan melalui teleportasi, tetap saja tidak berpikir untuk menyelamatkannya, dasar bodoh!, Hiks...."Ucap Aina yang melampiaskan kesedihannya dan sedikit rasa kecewanya.
...Sotaru hanya bisa terdiam tanpa bisa mengeluarkan sepatah katapun karena ia tahu ini juga murni kesalahannya dan harus menerima akibat yang ia terima....
"Maaf, Aina. bukannya aku tidak mau menolongmu tapi aku sedang melakukan sesuatu setelah pertempuran ini dan karena hal itu aku tidak bisa datang menyelamatkanmu!.."
"Ini juga salah satu ujian kepadamu supaya bisa menghadapi musuh yang kuat, ketika aku tidak berada di sisimu..."
"Aku sebenarnya ingin sekali menolongmu tapi mereka dan beliau tidak mengizinkanku selama kami bernegosiasi!..."Penjelasan Sotaru kepada Aina untuk bisa mengerti apa yang Sotaru lakukan.
...Aina tidak mau mendengarkan dan malahan ia terlihat ngambek dan memeluk semakin erat Sotaru hingga membuat Sotaru keheranan....
"Ehhh Aina?"
"Diamlah, biarkan seperti ini untuk beberapa menit dan aku akan mendengarkan apa yang kamu ucapkan Barusan!..."Ucap Aina dengan nada ngambek.
...Sotaru hanya bisa menuruti apa yang diucapkan Aina dan membiarkan Aina memeluk ia dalam waktu yang cukup baginya....
...Sotaru membiarkan Aina memeluk ia juga demi kebaikan mental Aina yang sudah mengalami hampir 2 kali kematian dalam 1 hari dan itu sulit baginya yang cuman manusia biasa....
5 menit kemudian....
__ADS_1
...Setelah 5 menit berlalu, mereka berdua melepaskan pelukannya dan Aina mengelus air matanya yang menetas, Sotaru membantu mengelus air mata Aina sambil tersenyum melihat keimutan wajah Aina saat menangis....
"Sudah selesai?" Tanya Sotaru.
"Hmm... diamlah, bodoh!..."Jawab Aina yang masih ngambek.
"Heh.. bisakah kau berhenti memanggilku bodoh?"Ucap Sotaru yang meminta Aina untuk berhenti memanggil dia bodoh.
"Hahh? kau memang pantas dipanggil bodoh, bodoh Sotaru!..."Ucap ejekan Aina dan kembali tersenyum.
"Huhh... Terserahlah!..."Ucap Sotaru yang cuman bisa pasrah.
...Sotaru senang melihat Aina kembali seperti semula dan sudah melepaskan semua beban yang ia terima sebelumnya....
...Sotaru mengelus kepala Aina dengan penuh kehangatan dan Aina merasa sangat hangat saat Sotaru mengelus kepalanya....
"Bagaimana? sekarang kamu bisa mendengar apa yang aku jelaskan sebelumnya?"Tanya Sotaru.
"Iyah... aku akan mendengarkan apa yang kamu jelaskan!.."Ucap Aina secara lembut.
...Sotaru senang mendengarnya dan memulai menceritakan dari awal sekaligus alasan kenapa ia tidak menolong Aina dari awal....
...Sotaru menjelaskan kalau ia sebenarnya sudah sampai diluar galaksi sekitar 10 menit lebih awal dan bisa datang membantu kapan pun dan dimana pun....
...Akan tetapi ia harus melakukan sesuatu untuk sebagai hadiah kepada Aina dan Jirou, ini juga sebagai tanda ucapan terimakasih kepada Naila yang sudah membuat Hatron mendapatkan cintanya....
...Sotaru melakukan urusan dengan dua malaikat untuk mendapatkan izin dari beliau atau sang pemilik semua sifat dan makhluk hidup termasuk Eiji dan Sotaru....
Sotaru menjelaskan "Dulu aku tidak bisa berbicara kepada mereka karena derajat kita tidak sama, akan tetapi sekarang kita bisa saling berkomunikasi semenjak derajat kita sama dan zaman ini ada"
...Sotaru berbicara dengan dua malaikat yang diberikan tugas untuk menjaga pintu neraka yang diberikan nama Maliki dan pintu surga yang diberikan nama **Ridwan....
...Mereka memiliki tugas menjaga dua pintu dimana semua makhluk akan masuk kedalamnya kecuali ras Maou atau iblis karena mereka sudah laknat dan **di**kutuk untuk tidak masuk kesana**....
...Awalnya Kedua malaikat itu tidak mau menuruti permohonan Sotaru karena permohonan yang diajukan adalah hal butuh izin dan mukjizat darinya....
Mereka berkata kepada Sotaru "**Sungguh demi maha tinggi dan kuasa, kami hanya malaikat diberikan tugas menjaga pintu neraka dan surga"
"Sungguh urusan ini bukan urusan kami akan tetapi kami akan menyampaikan apa yang engkau minta kepada ia**."
1 menit kemudian....
...Dua malaikat tersebut datang kembali, berhadapan dengan Sotaru sambil membawa kata-kata Ia dan membawa satu malaikat dibelakangnya....
...Beliau berkata untuk memperbolehkan Sotaru atau mengizinkan menghidupkan apa yang sudah mati menjadi hidup atas izinnya dan Mukjizatnya karena Sotaru adalah makhluk suci dan dimuliakan....
Sotaru senang mendengar kata-kata dari ia akan tetapi ada kata-kata kedua yang akan disampaikan oleh satu malaikat dibelakang kedua malaikat tersebut.
"Ia Berkata, untuk tetap dijalannya yang lurus dan Sudah ditetapkan olehnya, jangan sekali-kali keluar dan mengingkari janji yang telah dibuat."
...Sotaru yang mendengarnya sungguh sangat bahagia dan hatinya menjadi lega karena ia diizinkan olehnya**....
...Sotaru berdoa dan berterima kasih kepadanya untuk menyakinkannya bahwa ia tidak akan tersesat dan tetap dijalan apa yang telah ditetapkan....
"Terimakasih Atas bantuan kalian untuk membantuku dan menyampaikan doa kepadanya."
"Sungguh kami hanya malaikat bertugas untuk menjalani apa yang telah diperintahkan dan kamu lebih baik berterimakasih kepadanya karena ini Sudah ditetapkan olehnya!.."Ucap bersama Maliki dan Ridwan.
"Benar, Sungguh beruntung engkau mendapatkan mukjizat dan izinnya. maka dari itu janganlah sampai engkau lakukan sekarang adalah sia-sia."Ucap Jibriel.
"Iyah, Terimakasih banyak."
...Ketiga malaikat itu pergi untuk menjalankan tugas mereka masing-masing yang telah diberikan dan diperintahkan, sementara Sotaru menunggu dan berdoa syukur terus menerus kepadanya....
"Begitulah ceritanya dan alasan mengapa aku tidak datang menyelamatkanmu karena ada urusan kepadanya dan para malaikat!..."Ucap Sotaru yang telah selesai menceritakan alasannya.
...Aina terkejut mendengarnya karena ia merasa kalau apa yang diceritakan Sotaru nyata dan hal yang paling diidamkan oleh semua makhluk....
"Ada apa, Aina?"
"Tidak, hanya saja keyakinan Agamamu lebih nyata dibandingkan milikku!..."Jawab Aina.
"Oh, tentu saja karena yang engkau anggap Goddess of Moon sebenarnya memiliki tugas untuk memberikan cahaya bulan dan mengatur sistem bulan...-"
..."Ia juga diberikan tugas untuk menangkap semua doa makhluk hidup untuk diberikan kepada sang maha kuasa dan maha esa yang sesungguhnya..."...
"Maka dari itu, saat ada acara do'a sebelum aku dan Eiji melakukan do'a kepada sang pencipta kami sendiri dibandingkan kepada makhluk yang diciptakan oleh salah satu rekan kami!..."Ucap Sotaru.
"Begitu yah!.. Aku paham sekarang!.."
"Dan mungkin kamu bisa menjelaskan lebih detail keyakinanmu itu!.."Ucap Aina sambil tersenyum dan menarik tubuh Sotaru untuk berdiri.
...Sotaru hanya tersenyum dan menutup matanya sebagai tanda ia setuju dan siap menceritakan semua yang ia tahu....
...Mereka berdua berjalan untuk berkumpul kembali bersama yang lain. Eiji, Mizu, Nasywa, Jirou dan Nenek Harumi sudah lumayan lama menunggu mereka berdua untuk menghampiri mereka....
...Eiji yang mengetahui apa yang dibicarakan mereka hanya bisa tersenyum kepada Sotaru yang rela melakukan hal tersebut demi Aina walaupun ia juga bisa mendapatkan izinnya karena Sotaru adalah makhluk yang suci dan dimuliakan....
"Heii... Kalian berdua!..."Panggil Nasywa
"Sinilah, kami disini bukan untuk menonton apa yang kalian lakukan Barusan tahu!..."Ucap Mizu yang kesal.
__ADS_1
"Maaf-maaf, aku tidak bermaksud hanya saja, aku tadi kesal kepadanya. hehehe..."Ucap balas Aina.
"Oke, tenang saja!.."Ucap Mizu.
...Jirou langsung berlari dengan kencang dan memeluk Aina dari arah samping yang diikuti oleh Nenek Harumi dari belakang dengan jalan kaki....
"Kakak!.. syukurlah kakak baik-baik saja!.."Ucap lega dan bersyukur Jirou.
"Jirou!... Aku juga bersyukur karena kau selamat dari perang ini!.."
"Iyah, Kakak harus tahu kalau aku berhadapan dengan Maou yang mirip robot raksasa...-"
"Dan aku berhasil mengenainya dengan sihir bola api yang diajarkan kakak Sotaru!.."Ucap Jirou yang sangat senang saat menceritakannya.
"Wah sungguh hebat adik kakak!.. kau sudah menjadi laki-laki yang bisa melindungi banyak orang!..."Pujian Aina.
"Tentu, hahahaha..."
...Aina yang mendengarnya, merasa kalau semua orang yang kecuali kebal terhadap Skill Sotaru sebelumnya. berhasil mengubah hal apapun tentang Decton dan malahan musuh kami sebenarnya ada Maou....
"Jirou!..."
"Kak Sotaru!..."
...Jirou melepaskan pelukan ia dengan Aina dan berlari menuju Sotaru yang langsung menangkapnya dan menggendongnya layaknya boneka....
"Wahh, Kak Sotaru dalam bentuk robot lebih keren dari sebelumnya!.."Ucap Jirou.
"Kau bisa saja!.. Aku dalam bentuk apapun tetap keren Dimata siapapun apalagi Dimata Kakakmu, benar bukan?"Ucap balas Sotaru sambil menggoda Aina.
...Aina hanya menghela nafas dan tidak mau mengeluarkan sepatah katapun karena ia sedang lelah menghadapi kelakuan gombalan Sotaru....
"Hehehe.... Oh iya, Kak Sotaru aku lihat terpental keruang angkasa, itu bagaimana ceritanya?"Tanya Jirou.
"Eh! Bagaimana kau tahu?"
"Mudah, mataku bisa melihat apapun yang ku lihat selama ada berada di pandanganku,.mau sejauh apapun itu!..."Jawab Jirou dengan mudahnya.
"Begitu yah!.. jadi Jirou bisa melihat kak Sotaru saat diruang angkasa dan melihat semua kejadian yang menarik hari ini?"Tanya kembali Sotaru.
"Iyah, ada banyak yang aku lihat dan aku senang melihatnya!... seperti hari paling yang aku impikan walaupun tidak ada ayah dan ibu..."Jawab Jirou yang mulai dengan nada sedih.
...Jirou mulai mengingat kembali tentang ayah dan ibunya, ia merindukan sesosok orang tuanya yang sudah tiada....
...Aina hanya bisa terdiam dan merindukan sesosok orang tuanya, ia ingin menemui orang tuanya sekali lagi dalam waktu yang lama....
"Sudahlah Jirou, Jangan bahas itu lagi! ini semua sudah takdir dan kita harus menerimanya!.."
"Sudah jangan sedih, saat ini masih ada kak Sotaru, kak Eiji, kak Nasywa, kak Mizu, kak Aina, dan nenek yang setia bersama Jirou!.."
Ucap Nenek Harumi yang bisa membuat Jirou kembali tersenyum.
"Benar apa yang dikatakan nenek, Kak Nasywa tidak akan membiarkan dirimu kesepian lagi!..."Ucap semangat Nasywa
"Iyah, kami semua tidak akan membiarkan Jirou sedih lagi!.."Ucap semangat juga Mizu
"Benar, Kami semua akan membuat Jirou bahagia!..."Ucap semangat Eiji.
...Jirou yang mendengarnya kembali tersenyum dan kesedihannya mulai menghilang. wajahnya kembali ceria tanpa ada kesedihan lagi....
"Terimakasih semuanya!..."
...Semuanya tersenyum melihat Jirou tersenyum dan merasa senang ketika Jirou senang, mereka semua bersemangat ketika Jirou bersemangat kembali....
...Sotaru baru ke ingat apa yang harus ia lakukan untuk Aina, Jirou dan Nenek Harumi. ini adalah bentuk pemberian tulusnya sampai berhadapan dengan malaikat bahkan yang menciptakan malaikat tersebut....
...Sotaru menurunkan Jirou untuk melakukan sesuatu yang menarik dan spesial untuk mereka bertiga....
"Apa yang akan kau lakukan?"Tanya Aina.
"Tenang saja, ini hanya Skill yang bakal bikin kalian terkejut!.."
"Hmmm?"
...Mereka semua bingung apa yang dilakukan Sotaru kecuali Eiji yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan Aina mulai menyadari apa yang dimaksud Sotaru saat berkomunikasi dengan malaikat....
...Sotaru mengaktifkan suatu skill yang memunculkan lingkaran bertuliskan huruf-huruf kuno ditanah dan beberapa simbol kuno....
...Sotaru mengaktifkan skill yang menarik perhatian semua orang untuk melihatnya dan penasaran skill apa itu....
...Sotaru mengangkat tangan kanannya sepertinya narik suatu Spirit yang ia hendak tarik dan mengumpulkannya kedalam dua «Heart» yang telah ia ciptakan sebelumnya sambil mengatakan "«Lifher»"....
...Suatu kejadian dunia terjadi, Fenomena yang sangat langka dan mungkin tidak akan ada di zaman ini yang merupakan hidupnya kembali Pria dan wanita yang tampak familiar bagi Aina, Jirou dan Nenek Harumi....
...Dikit-dikit demi sedikit menciptakan organ tubuh, saraf, dan beberapa bagian tubuh yang penting walaupun diterangi oleh cahaya kuning yang menyelimuti....
...Semua orang terkejut melihatnya dan merasa tidak percaya, mereka melihat kejadian ini seakan-akan hanya dewa yang bisa melakukannya dan terdiam seketika....
Sotaru dan Eiji yang tidak terkejut melihatnya dan santai-santai saja selama proses cepat tersebut.
Siapakah pria dan wanita tersebut?
__ADS_1
Selanjutnya......