
Beberapa hari setelah mendapatkan kabar bahwa desa Nagano dalam bahaya dan teror. aku, Nasywa, Takahiro dan Tania, pergi bersama menuju desa Nagano.
Pada awalnya Tania menolak tapi akhirnya ikut setelah dibujuk oleh Hirami yang dimana 2 hari yang lalu mereka bertemu dan saling rindu satu sama lain.
Hirami memberikan pesan untuk menjaga Takahiro saat berada di desa Nagano, Tania pada awalnya tidak mau tapi akhirnya dia menuruti pesan Hirami.
Kami saat ini sedang berjalan kaki, mengikuti jalur menuju desa Nagano yang melewati hutan dan lapangan rumput luas.
Saat ini Tania sedikit banyak berbicara dan mengeluh kepada Takahiro.
"Haaaahhh.... aku malas sekali pergi bersama sensei, sensei benar-benar tidak menarik untuk diajak bicara yang asik"
Tania terus mengeluh dan berbicara hal yang tidak penting bagi Takahiro, aku bisa tahu perasaan Tania dan Nasywa saat ini hanya melihat kelakuan Tania sambil berjalan disampingku dengan menggandeng tanganku.
"Aku tidak terlalu suka untuk jalan jauh, kenapa sensei tidak menggunakan skill «Terphoson» yang dikenal skill berpindah tempat?"
"Kau kebanyakan bicara, aku ada alasan tertentu untuk tidak menggunakan «Terphoson»..."
Jawab Takahiro dengan serius tapi tetap tenang dan sabar menghadapi Tania yang rewel dan mengeluh terus.
Nasywa menutup sedikit mulutnya saat ia tertawa kecil karena melihat kelakuan lucu Tania yang rewel seperti anak kecil dan terlihat imut.
"Alasan..... alasan... alasan.... aku sudah banyak mendengar kata alasan tanpa diberitahu alasannya"
Kesal Tania yang seperti anak kecil saja, memang menurutku sifat dari masih anak kecil.
"Yah.. aku memiliki alasan yang tidak bisa aku beritahu!.. lagipula mendingan kau diam karena banyak Hewan spiritual buas mengincar kita!.."
Tania dan Nasywa kaget dan merinding saat mendengar kata-kata Takahiro.
"Apa itu benar? kau tidak bohong, bukan?" Ucap merinding dan ketakutan Nasywa yang malahan terlihat lucu di tatapanku.
"Pa.. pasti seperti itu, sensei ini pasti berbohong apalagi itu memang kelakuanmu!.."
"Aku tidak berbohong, kau bisa tanya Eiji jika tidak percaya perkataan diriku!.."
Nasywa menggenggam erat tanganku seperti orang yang ketakutan dan ingin berlindung disampingku.
Entah kapan Nasywa menjadi sedikit penakut seperti ini.... mungkin aku terlalu memanjakan dirinya?
Tania menatap diriku bersama juga Nasywa untuk menunggu jawabanku.
"Ehhh... itu benar, apa yang dikatakan Takahiro benar!.. kau bisa merasakan hawa keberadaan mereka jika meningkatkan Indra kalian!...."
Yah, itu saja yang aku jawab dan tentu respon mereka merinding.
"Jika demikian, maka lebih baik kita cepat-cepat keluar dari sini!..."
Tania berjalan tergesa-gesa, Takahiro cuman keheranan melihat kelakuan Tania yang dengan mudah berubah.
"Kau tidak bohongkan ,sayang?" Tanya bertanya kepadaku sekali lagi untuk memastikan.
"Tentu saja aku tidak berbohong, aku seorang Angel seperti yang kau tahu yang tentu tidak boleh berbohong!...
"Tapi jangan khawatir, hewan spiritual buas tersebut tidak akan melukai siapapun selama ada aku dan Takahiro!..."
Nasywa sedikit lega dan tenang sekarang, dia kembali tersenyum menatapku dan berjalan disampingku.
30 menit kemudian....
Kami akhirnya sampai di desa Nagano yang indah dan megah... banyak penduduk yang ramai melakukan aktifitas apalagi anak-anak yang bermain.
__ADS_1
"Wahh... ini desa yang indah!..."
"Kau benar Tania.... ini sangat indah dan cantik.... aku tidak menyangka ada desa yang indah seperti ini!..."
Tania dan Nasywa kegirangan dan penuh keceriaan diwajahnya, mereka berdua terpukau dengan desa Nagano.
"Sudah lama tidak kesini!.. aku jadi nostalgia!..."
"Kau benar Takahiro, kita berlima dulu sering ke sini untuk menjernihkan pikiran yang kacau!..."
"Sekarang banyak berubah, seperti tempat kedai berjalan Domain yang sekarang kita bisa lihat, keturunannya yang mengelola usahanya!..."
"Iyah, dia adalah A.I yang paling bijaksana dan ramah, aku banyak berhutang budi kepada dia yang selalu membuatku kembali bersemangat!..."
Kami berdua melihat kedai tersebut yang mirip sudah berkembang pesat, dulu adalah kereta kuda yang lumayan kuno, sekarang adalah mobil Van putih.
Dizaman ini, mobil Van ini di produksi untuk kedai makan atau toko apapun yang dibawa ke berbagai tempat. Teknologi dizaman ini seperti tahun 1990 kalau dibumi cuman masih dalam zaman kerajaan atau peradaban zaman kerajaan.
"Kalian berdua sedang melihat apa?"
Nasywa penasaran apa yang kami berdua lihat dalam waktu lama seperti tidak bergerak sama sekali.
"Oh, aku hanya melihat kedai makan dari Van putih tersebut!.. ada banyak kenangan disana!.."
Nasywa mengangguk mengerti, Tania hanya melihat tanpa berbicara dan Nasywa seperti memikirkan sesuatu sejenak.
"Jika itu adalah tempat banyak kenangan untuk dirimu!.. maka kita lebih baik ke sana? mungkin bisa nostalgia kembali meski tidak sama seperti dulu!..."
Nasywa tersenyum dan menarik tanganku untuk menuju kedai domain tersebut, Tania juga demikian terhadap Takahiro. Mereka tersenyum senang dan bersemangat menarik kami berdua.
Kedai domain sangat ramai orang yang makan, bahkan menjadi tempat tongkrongan petualang, dan beberapa pekerja.
"Kau benar Nasywa, ada banyak petualang yang nongkrong disini dan aku ingin mencoba makanan disini!..."
Tania dan Nasywa terlihat bersemangat sekali, ceria yang tidak seperti sebelumnya. Takahiro hanya heran dengan kelakuan mereka dan aku hanya mengikuti apa yang mereka lakukan.
Salah satu pelayan mendekati Tania dan Nasywa yang sedang melihat-lihat kedai domain tersebut.
"Selamat datang di kedai domain, ada yang bisa saya bantu untuk anda disini?"
Pelayan itu menawarkan bantuan kepada Tania dan Nasywa dengan sopan, pelayan tersebut seorang wanita, rok panjang, baju putih, memakai celemek dan rambut hijau panjang di ikat.
"Oh... kami ingin memesan makanan disini, kalau boleh tahu... apa aja menu disini?"
Tanya Nasywa yang terlihat ramah dan bersemangat.
Pelayan itu tersenyum gembira setelah mendengar perkataan Nasywa.
"Oh tentu saja boleh, menu makan disini.. bisa dilihat dari papan menu yang saya pegang ini, silahkan dilihat"
Pelayan tersebut memberikan papan menunya kepada Nasywa dan Tania, mereka melihat isi menu dan memperlihatkan kepada kami berdua yang sedang santai melihat mereka berdua.
"Menurutmu, apa yang ingin kita beli dari menu ini? ada banyak sekali isinya sampai aku bingung memilihnya."
Nasywa berbisik di telingaku untuk memberikan dia saran untuk memesan.
dipapan menu, berisi:
kopi susu, kopi hitam, teh daun hijau, es jeruk dingin, es alpukat dingin, es pisang dingin roti lapis berisi sayuran dan daging, salad, susu sapi dan kambing, hamburger, sosis bakar, ayam bakar, bebek panggang dan paket menu.
__ADS_1
Hmm... lebih baik aku memesan kopi hitam dan roti lapis saja, itu sarapan terbaik kedai domain ini.
Mungkin untuk Nasywa, hamburger dan es pisang dingin karena itu favoritnya dan bisa merasakan makanan hamburger!...
"Kalau begitu. aku memilih roti lapis dan kopi hitam saja. untuk kamu, hamburger dan es pisang dingin. bagaimana, menurutmu?"
"Itu pilihan yang tepat, kau tahu saja minuman favoritku!.."
Mencium secara tiba-tiba di pipiku saat dimana aku tidak memakai helmet.
Aku sedikit tersipu dan Nasywa juga demikian, terlihat wajahnya yang memerah tomat.
"Hihihi... itu hadiah dariku, kalau begitu aku akan memesan pesanan kita berdua kepada pelayan itu!.."
Nasywa tersenyum manis kepadaku dengan pipi yang memerah, dia berjalan menuju pelayan tersebut dan memesan apa yang kami pilih bersama dengan Tania.
Aku berjalan mendekati Takahiro yang cuman melihat Tania dan Nasywa yang sedang memesan pesanan kami berempat.
"Kau pesan apa sama Tania?"
Berbisik sedikit.
"Aku pesan Kopi susu sama salad saja, yah seperti pesanan aku dulu seperti yang kau tahu..."
"Sementara Tania, memesan es alpukat dingin dan sosis bakar kesukaannya."
Ucap Takahiro sambil melipat tangannya di dadanya, dia terlihat seperti seorang Mage yang hebat dan berkharisma.
"Begitu!.. aku juga memesan pesanan seperti dulu, apa kau masih ingat?"
"Tentu saja, kopi hitam dan roti lapis. kau selalu makan itu di kedai ini dan menjadi tempat cerita paling nyaman dan tepat!."
Aku mengangguk setuju apa yang dikatakan Takahiro.
Aku dan Takahiro duduk terlebih dahulu di salah satu meja makan kayu yang kosong sambil menunggu pesanan.
Ada banyak petualang disekitar kami yang sedang sarapan, saat ini masih pagi hari. kami berangkat sebelum matahari terbit atau masih subuh.
Aku melihat mereka adalah petualang biasa yang berada di rank Gold sampai Iron saja, persenjataan mereka berupa pedang besi, tombak tajam, perisai, panah dan ada juga yang belati memakai jubah hitam.
Ada yang berkelompok, ada juga yang sendirian dan mereka penuh canda tawa saat sedang sarapan.
"Takahiro, menurutmu... apa mereka sedang mendapat misi untuk mengalahkan monster purba itu?" berbicara pelan.
"Aku kurang tahu, tapi sepertinya memang begitu. apalagi hadiah mengalahkan monster purba berlimpah, 9 berlian atau setara 1000 emas."
"Begitu, lumayan dan berbahaya karena ini sekelas Leomons dulu dan mungkin lebih lemah dari Leomons!."
Takahiro tersenyum, mengangguk sambil tutup mata penuh percaya diri.
"Jelas, Leomons merupakan hewan purba terkuat dan raja dari monster purba yang ada didunia ini!.."
Takahiro penuh percaya diri akan kekuatan dari kemampuan Leomons sambil tersenyum ceria.
Beberapa menit kemudian, pesanan kami dihantarkan oleh Nasywa, Tania dan pelayan itu yang sudah sedikit akrab dengan mereka berdua.
Pesanan kami ditaruh meja makan bersama dengan rapih, harus teliti dan detail dalam melihat apapun itu.
Aku tersenyum bahagia melihat pesanan sudah sampai begitu juga Takahiro, kami menjadi nostalgia dengan pesanan kami berdua.
Tania dan Nasywa juga ikut tersenyum melihat kami, mereka penuh senyuman tulus terhadap kami yang sedang melihat pesanan kami dalam cukup waktu lama
__ADS_1