
Giovanni tersanjung dan senang saat dipuji oleh Takahiro tentang arti Kedai Domain yang tetap diwariskan, dari generasi ke generasi selanjutnya.
Aku rasa, dia tahu banyak tentang desa Nagano.... mungkin sudah waktunya untuk menanyakan tentang penginapan yang pernah dulu aku tempati?
"Giovanni!. Aku ingin bertanya sesuatu kepada dirimu, boleh?"
Giovanni menoleh ke arah Eiji setelah dipanggil Eiji. dia penasaran dengan pertanyaan Eiji.
"Boleh!. apa yang kamu ingin, tanyakan?"
Nasywa juga penasaran dan menunggu pertanyaan diriku, dia menatap diriku.
"Kamu sudah ada disini dari lahir, bukan?"
"Iyah, tentu saja. aku orang asli desa ini. tapi kenapa kamu bertanya tentang itu?"
"Tidak, hanya saja aku ingin bertanya.... Apakah kamu tahu tempat penginapan yang bernama Alejandro?"
*Itu adalah nama penginapan yang berarti dalam hidup aku dan teman-temanku di masa lalu.
Aku ingin menginap ditempat itu lagi dan bernostalgia seperti dulu meski, semuanya harusnya sudah berubah*.
Sedang menunggu jawab Giovanni, penasaran dan ingin tahu, apakah penginapan tersebut masih ada dari jawabannya.
"Tentu saja, aku tahu!. itu adalah penginapan paling lama ada di Empire Light ini atau desa Nagano ini!.... Sudah ada sejak zaman kuno dulu!"
Giovanni terlihat senang dan bersemangat saat menjawabnya, penuh keceriaan di raut wajahnya.
"Kalau tidak salah, ada salah satu kisah atau cerita lama... penginapan itu, pernah menjadi tempat istirahat para dewa utama!. karena hal itu, banyak orang yang sering menginap di sana!."
Oh begitu... aku paham dan mungkin sekarang sudah berubah dari sebelumnya dari segi bangunan!. Aku tidak sabar melihatnya kembali.
"Begitu, tapi... bagaimana dengan tampilan atau perubahan di penginapan Alejandro di zaman ini?" {Takahiro}
"Soal itu, penginapan itu menjadi seperti hotel yang megah dan luas, menjadi salah satu hotel yang terkenal dan ternama di seluruh penjuru dunia!."
"Ada banyak tempat didalamnya yang indah, seperti kolam renang, taman bunga atau tanaman hias, ruang makan besar, dan pemandian bersama!. itu semua adalah hal yang menyenangkan!."
Giovanni tersenyum manis saat menceritakan itu, dia terkekeh saat menceritakannya.
Pemandian? luar biasa hebat. aku tidak menyangka, mereka akhirnya berhasil mewujudkan hal itu!. {Takahiro}
"Kalau begitu terimakasih banyak atas informasinya, aku sangat berterimakasih termasuk kami semua!"
Rasa hormatku dan sangat terbantu.
"Sama-sama... itu,bukan apa-apa!."
Giovanni tersipu malu, pipinya sedikit memerah.
Eiji sangat tampan dan baik, aku tidak pernah melihat laki-laki setampan dan sebaik ini!... dia layaknya Angel yang merupakan ras terhebat. Aku yakin, Nasywa sangat beruntung memilikinya {Giovanni}.
...----------------...
Setelah selesai sarapan pagi di kedai domain, kami bertemu dengan pemiliknya terlebih dahulu, berbincang sebentar dengannya.
Nama pemiliknya adalah Diavolo. keturunan dari Diablo yang merupakan leluhur atau teman kami yang membangun kedai domain ini. Diavolo berumur 20 tahun dan anak laki-laki satu-satunya di keluarganya.
__ADS_1
Kami berbincang cukup lama, berkenalan satu sama lain. menceritakan tentang Diablo dan keluarga Diavolo yang cukup besar.
Setelah berbincang dengan Diavolo. kami pamit menuju Hotel Alejandro untuk beristirahat di sana dan menetapkan di sana sampai misi kami selesai.
{Hotel Alejandro}
Di depan hotel tersebut, kami melihatnya dengan jelas dan terpukau, ada banyak karyawan di sana, melayani para tamu dan orang-orang yang menginap di hotel ini.
"Wah... mewah dan besar sekali!.. berkelas layaknya bangsawan atau tema hotel ini, layaknya ruang bangsawan!."
Tania terpukau, takjub dan terkagum. senyuman yang lebar dan manis.
"Kau benar, ini sangat indah sekaliiiii... besar dan mewah!. kira-kira.... bagaimana didalamnya yah?"
Nasywa sama seperti Tania,. terpukau dan kagum.
Aku juga seperti mereka, apalagi Takahiro. Hotel atau penginapan yang sering kamu buat tempat inap sebelum ada kerajaan kami.
"Kalau begitu, bagaimana kita masuk saja? aku juga ingin tahu isi hotel ini setelah lamanya tidak ke sini!."
"Ayooo..."
Sorak mereka berdua. Kami berempat masuk melalui pintu lobby hotel, saat di dalam. kami melihat mewahnya hotel ini, tembok putih dengan gabungan ada warna emas.
Lampu-lampu yang dipasang dengan warna emas dan mewah, benda-benda yang mewah seperti meja, karpet merah, dan dekorasinya.
Ada banyak orang-orang yang lalu lalang, mereka memiliki kesibukan sendiri di hotel ini, ada yang bersama keluarga, ada juga yang duduk di kursi lobby dengan santai sambil baca buku.
Pelayan atau karyawannya sangat hebat dan mewah saat mengenakan pakaian kerja mereka, terlihat rap, bersih, teratur dan disiplin.
"Wahh... Keren sekali, mewah apalagi dekorasinya!. ditambah bersih dan tersusun rapi perabotannya. Aku menyukainya!."
"Kamu benar Tania!."
Kesenangan dan kebahagiaan Tania dan Nasywa, terpukau dan terkagum, memuji-muji tempat ini.
"Banyak yang berubah, aku tidak menyangka... bisa berubah sejauh ini!. lebih mewah dan berkelas bangsawan!." {Takahiro}
"Haha... itu benar, aku kira, tidak semewah ini, nyatanya lebih dari ekspetasi diriku!."
Kami berjalan menuju Front Office, merupakan divisi yang mengurus tamu hotel untuk mendapatkan kamar atau membantu memesan kamar.
Aku menanyakan kamar-kamar yang cocok untuk empat orang, atau kamar yang khusus untuk empat orang.
"Hmm.. ada satu kamar, di kamar 709. itu adalah kamar khusus untuk empat orang dan mungkin sedikit mahal harganya untuk perbulannya!."
Di hotel ini, memesan kamar, harus bayar perbulan, tidak ada perminggu.
"Berapa harganya untuk perbulannya?"{Takahiro}
"Baiklah tuan, saya cek dulu harganya!."
Karyawan itu mengecek harganya di buku harga kamar hotel ini, dalam waktu cepat. karyawan itu mudah menemukannya.
"Untuk harga kamar 709, sekitar 500 koin emas Greak untuk perbulannya, ini termasuk fasilitas yang lain, seperti berenang, makan malam dan beberapa yang lainnya di hotel ini!"
Wow, hebat dan murah sekali, meski hotel ini mewah dan megah... tapi dengan 500 koin emas, bisa mendapatkan Fasilitas yang lain secara gratis!.
__ADS_1
"Wahh.. itu luar biasa, termasuk murah apalagi dapat fasilitas yang lainnya, memang hebat hotel ini!.. mungkin aku akan mengajak beberapa temanku ke sini!."
"Itu ide yang hebat, aku juga akan mengikuti dirimu, Tania!."
Tania dan Nasywa memiliki rencana yang bagus, apalagi mereka berdua cepat akrab walaupun saat pertama kali bertemu. tidak saling berbincang.
Aku membayar biaya kamar untuk kami, ada karyawan yang mengantarkan kami, kami mengikutinya dari belakang.
Karyawan itu membawa kami melalui banyak lorong dan jalur di hotel yang luas, melewati jalur dekat taman yang luas layaknya lapangan.
"Baiklah tuan dan nona!. kita sudah sampai di kamar 709!."
"Terimakasih banyak atas bantuannya, kamu bisa pergi dan ini uang tip nya!."
Aku memberikan uang tip sebesar 10 koin emas Greak untuk karyawan itu.
"Wah, terimakasih banyak. Anda tamu yang baik hati.. saya harap, kalian betah dan nyaman menginap disini dan ini kunci kamarnya!."
Karyawan itu memberikan kunci kamar kami, dia pergi dengan hormat dan sopan. kami masuk ke dalam kamar untuk melihat-lihat dan beristirahat.
...----------------...
{Kamar 709}
"Wahh... luas dan bagus sekali, suasana layaknya di budaya kota pusat Empire Light!."{Tania}
"Hehehe, sepertinya kamu tidak salah memilih hotel ini, Eiji-Kun"
"Hem Hem.. tentu saja, apalagi ini hotel tempat aku dan Takahiro sering menginap!. jadi sudah tahu isi hotel ini seperti apa!."
Nasywa tersenyum dan senang, memeluk diriku dengan erat yang membuat diriku terkejut dan bingung.
"Kamu memang yang terbaik, aku tidak salah untuk mencintaimu dan menjadi tunangan dirimu!."
*Sial, dia terlalu manis dan cantik, hatiku berdebar kencang. kata-katanya atau suaranya terlalu manis dan imut.
Kamu memang wanita sempurna mirip dengan dia*!.
Tersipu malu, wajah memerah dan salah tingkah atau ucapan karena hati yang berdebar-debar.
"Ehh.. aku juga, jadi a.. aku....hmmm"
"Hehh... kenapa kamu memerah? seperti tomat saja, hihihi!.."
Nasywa tersenyum lembut dan tertawa kecil di dalam pelukan kami, aku tidak bisa berucap apa-apa karena tersipu malu hebat.
Tania dan Takahiro, hanya melihat kami saat melakukan romantis berdua, Tania mendekati sedikit Takahiro.
Takahiro hanya diam, dia tahu Tania mendekatinya tapi dia membiarkannya saja.
Setelah itu, kami menyimpan atau menyusun barang kami ditempat yang cocok, seperti pedang, beberapa pakaian ganti dan alat mandi.
Aku sempat kesulitan menyimpan barang-barang ku karena aku membawa pedang dan baju zirah yang berat.
Nasywa membantu diriku, dia hanya selalu terkekeh setiap aku bingung untuk menyimpan barang-barang ku dan saat aku tersipu malu karena kelakuan Nasywa.
Sementara Takahiro sudah keluar dari kamar dan berada di halaman belakang yang merupakan ruang makan dan ada dapurnya yang tersedia alat masak.
__ADS_1