
Aku, Nasywa, Tania dan Takahiro sedang duduk santai di meja yang telah disediakan oleh kedai domain ini.
Kami berempat menunggu pesanan kami yang telah dipesan sebelumnya, dengan santai kami mengobrol ringan.
"Eiji.. Eiji...." Panggil Nasywa yang imut.
"Ada apa, sayangku?" Ucap romantis diriku.
Nasywa tampak ingin bertanya sesuatu yang ada dibenak pikirannya, dia menatap diriku penuh ingin bertanya.
"Aku ingin bertanya, sepertinya kalian berdua memiliki kenangan di kedai ini?.."
"Itu benar, terlihat dari wajah kalian yang seperti bernostalgia ditempat ini!..."
Tania dan Nasywa memiliki pikiran yang sama terhadap kami, ucapan yang mereka keluarkan itu adalah benar.
Kemampuan memperhatikan mereka berdua sungguh menakjubkan, aku salut dengan perhatian mereka berdua.
Aku tersenyum sambil menjawab pertanyaan itu.
"Iyah... kami berdua memiliki kenangan di kedai ini, banyak kenangan dan pengalaman yang baik di masa lalu bersama kedai ini!..."
Takahiro mengangguk dengan tersenyum, seperti mengingat masa lalu yang indah dan setuju dengan jawabanku.
"Itu benar, kenangan terindah dan membahagiakan bagi kami. aku tidak akan pernah melupakan kenangan itu!.."
Takahiro berbicara dengan tersenyum gembira, aku juga melakukan hal sama.
Kenangan yang benar-benar paling indah, damai dan sejahtera di masa lalu itu. aku tidak akan melupakan masa itu.
"Begitu, aku mengerti... tapi... bagaimana kalau kalian menceritakan sedikit kisahnya?"
Tania bertanya dengan keinginan rasa ingin tahu, wajahnya penuh penasaran dan Nasywa sama seperti itu.
Aku menghela nafas panjang, menarik nafas dalam-dalam untuk memulai menceritakannya.
"Dahulu, pada zaman kuno atau zaman sebelum aku tertidur. Zaman dimana Player dan A.I hidup berdampingan dan masih damai tanpa ada perselisihan antara ras."
"Aku, Sotaru, Takahiro dan dua temanku lainnya, kami sering melakukan petualangan dan menyelesaikan misi bersama"
Berbicara sambil mengingat kejadian masa lalu tersebut, Ingatan yang memperlihatkan Aku, Sotaru, Takahiro, Rai, dan Yasushi kumpul bersama di kedai domain di masa lalu.
"Kami sering ke kedai domain ini di zaman itu, banyak player yang suka ke sini untuk bersantai, mengobrol dan bercanda bersama, ada juga yang berdiskusi dengan Party mereka."
Momen dimana, Kedai Domain dikunjungi banyak player diberbagai negara, tempat yang bisa mendapatkan teman secara mudah.
"Saat itulah aku bertemu dengan salah satu A.I yang hebat, pintar dan tahu tentang item-item sihir. Dia adalah pemilik pertama atau yang membangun kedai domain ini hingga diwariskan ke zaman ini dari generasi ke generasi berikutnya!..."
Nasywa dan Tania fokus mendengarkan ceritaku, Takahiro juga demikian dan tersenyum mendengarnya.
Aku juga demikian, aku merasa senang dan gembira saat menceritakan ini. kangen dan rindu di zaman itu yang benar-benar zaman favorit.
"Namanya, Diablo. Merupakan Maou yang baik dan salah satu Maou yang paling baik, meskipun memiliki kekuatan sihir yang mematikan dan mengerikan. dia tetap baik dan peduli terhadap orang-orang.."
Takahiro memotong ceritaku dengan menceritakan kebaikan Diablo dengan gembira.
"Bahkan, ada saat dimana kami ada masalah, kami bercerita kepadanya dan dia dengan bijak dan cerdas, memberikan saran yang terbaik dan paling memotivasi diri sendiri..."
__ADS_1
Takahiro berbicara dengan penuh senyuman, dan mengingat zaman dan masa itu. Takahiro tertawa sedikit.
Tania merasa senang dan terpukau melihat Takahiro tersenyum seperti itu, dalam batin Tania "Sensei, kamu terlalu manis dan tampan saat tersenyum seperti itu!." Tania tersipu saat menatap Takahiro.
Nasywa juga melakukan hal sama, dia menatapku penuh perhatian dan tersenyum polos. Aku hanya menceritakan sampai situ saja.
"Begitu, aku paham kenapa kalian berdua sangat rindu dan bernostalgia di kedai ini. Ini membuat diriku bisa lebih mengenal, Eiji Kun.." Ucap Nasywa dengan senyuman tulus dan wajah yang imut sambil tangannya yang menampung dagunya.
Aku tersipu, melihat dan mendengar ucapan Nasywa yang membuat hatiku berdebar.
Beberapa menit kemudian.....
Pesanan kami sampai, di kedai ini. satu pelayan yang melayani pelanggannya harus menemani pelanggan hingga selesai dikedai ini.
Pelayan tersebut hanya berdiri menunggu kami selesai makan, Nasywa yang pada dasarnya baik hati, meminta pelayan itu duduk bersama kami.
"Hmm... kamu tidak lelah berdiri disitu?"
Tanya Nasywa.
Pelayan itu tersenyum terkejut kecil.
"Tidak... ini adalah tugasku jadi sudah terbiasa..."
Nasywa menatapnya, memastikan pelayan tersebut dengan Mata Dewa dia, tersenyum manis kepadanya.
"Kamu tidak bisa membohongi diriku, aku tahu kamu pasti lelah. Tidak apa-apa... duduklah bersama kami, aku ingin berbicara ringan dengan kamu..."
Ajakan Nasywa untuk pelayan tersebut, pelayan tersebut ragu dan bimbang tapi pada akhirnya mau duduk bersama kami.
Dia ragu dan tidak percaya diri dari tingkah dan ekspresinya, Nasywa cuman tersenyum kecil dan penuh kegembiraan di wajahnya.
Pelayan itu terkejut dan bimbingan menjawabnya, malu-malu.
"Namaku, Giovanni Kricia. salam kenal..." Dia memperkenalkan dirinya dengan senyuman lembutnya.
"Begitu, Namaku Nasywa Ayumi. laki-laki yang memakai baju zirah ini adalah tunanganku Eiji Kazuki, perempuan berambut biru ini adalah Tania Mataram dan laki-laki yang seperti penyihir ini adalah Takahiro. senang berkenalan denganmu...."
Kami tersenyum ramah kepada Giovanni dan Giovanni juga demikian.
"Sudah berapa lama kamu bekerja disini?"Tanya Tania yang penasaran.
"Aku sudah bekerja..... sekitar 5 tahun lamanya, belum terlalu lama dan masih terbilang baru di antara pelayan lainnya...."
Jawab Giovanni yang ragu dan tidak percaya diri, malu-malu dengan dirinya.
"Begitu, aku mengerti.... tapi apa kau senang bekerja disini?"Tanya Tania.
Giovanni mengangguk senang, ceria dan gembira saat Tania bertanya seperti itu seakan-akan ragu, dan tidak percaya dirinya menghilang.
"Iya... aku senang bekerja disini, bekerja disini salah satu impianku apalagi kedai ini dijuluki, kedai tongkrongan para Dewa Utama yang melegenda itu..."
"Dewa Utama adalah dewa kesukaan diriku, mereka adalah dewa yang berjasa dan berpengaruh bagi kehidupan seluruh Realms ini..."
Giovanni sangat gembira dan tersenyum lebar saat berkata seperti itu, dia tidak memedulikan sifat sebelumnya.
Terbuka, membagi pengalaman hidupnya dengan suka cita dan terus terang yang membawa aura positif yang baik sekali.
__ADS_1
"Kau sepertinya sangat suka dengan dewa utama. apa ada sesuatu atau alasan tertentu kenapa kamu menyukainya?"
Tanya Nasywa yang penasaran dan ingin tahu kenapa dewa utama disukai oleh Giovanni dan mungkin salah satu alasan kenapa bertanya karena diriku.
Giovanni mengangguk, kegirangan sendiri yang membuat dua bola gunungnya bergoyang yang dilihat banyak orang.
"Tentu saja, kisah mereka... aku banyak baca buku tentang zaman kuno, apalagi dewa utama yang memiliki kekuatan paling kuat dan paling berpengaruh di dunia ini..."
"Banyak mengajarkan tentang hal baru terutama sihir di dunia ini, aku menyukai dan prinsip mereka...."
Giovanni menceritakan alasannya, dia terlihat ceria yang bahkan alam seperti udara berhembus sejuk di sekitar kami disetiap ia senyum.
Seakan-akan dia menyatu dengan alam, di dukung dengan beberapa tanaman hias yang bergoyang-goyang.
Banyak orang yang di kedai menikmati dan nyaman saat alam berhembus, angin sejuk yang membuat aliran darah makhluk hidup lancar, membuat suasana hati menjadi sejuk dan tenang.
"Wah...wah... ini luar biasa dan tenang sekali. apakah kamu memiliki kekuatan sihir alam?"tanya Tania dengan suasana hati yang tenang.
Giovanni merasa malu, ia ragu-ragu untuk menjawabnya. kikuk dan memerah wajahnya.
"Hmm.. soal itu.... m.. mungkin..."
Tania dan Nasywa tersenyum kecil karena melihat tingkah lucu Giovanni.
"Heheehem...... sepertinya,kamu malu untuk menjawabnya. tidak apa-apa, aku paham soal ini..."
Tania berbicara dengan tenang dan kalem, sifatnya seperti berubah dari sifat arogan sebelumnya.
"Terimakasih sudah mengerti, dan silahkan nikmati kembali makanannya..."
Kami melanjutkan makan kami, penuh suka cita karena Nasywa, Tania dan Giovanni. aku bersama Takahiro hanya melihat mereka yang asik berbincang.
Takahiro mulai berpikir, mau memberikan pertanyaan tentang arti Kedai Domain ini ke Giovanni, dia ingin memastikan generasi di zaman ini tahu artinya sama seperti generasi zaman kami.
"Hmm.... Giovanni!."
Giovanni menoleh menatap Takahiro yang memanggilnya.
"Iya, ada apa?" suara yang lembut seperti alam.
"Aku ingin tanya, kamu tahu arti Kedai Domain ini?" tanya Takahiro dengan santai.
Giovanni mengangguk tersenyum, dia seperti percaya diri dan wajah yang penuh semangat.
"Tentu saja, aku tahu... ini sudah menjadi kewajiban kerja di Kedai Domain ini!"
Giovanni menarik nafas dalam-dalam, menenangkan pikiran dan menjernihkan pikirannya. tenang layaknya alam.
Nasywa, Tania , Takahiro dan aku merasakan hal yang sama menatap Giovanni yang memiliki aura yang berbeda.
"Domain adalah nama atau kata yang diberikan oleh salah satu dewa utama. dia memberitahu kalau nama ini diambil dari salah satu nama di dunianya, yaitu Domain yang merupakan nama unik yang diberikan guna mengidentifikasi server komputer agar lebih mudah diingat daripada menggunakan IP (Internet Protokol) address."
"Dia menerangkan dalam bahasa lebih mudah, yaitu tempat dimana orang-orang bisa mencari jati diri mereka, mendapatkan jati diri dan bisa terus terang. berbagai cerita untuk mendapatkan pengalaman baru. itu yang aku ketahui!."
Merasa senang, Takahiro tersenyum karena Giovanni tahu arti nama kedai domain. senyuman yang kalem dan tampan membuat Tania berdebar dan memerah pipinya saat menatap Takahiro.
"Luar biasa, kedai domain ini benar-benar tetap mewariskan arti nama kedai domain sekalipun sudah seribu tahun lamanya."
__ADS_1
Selanjutnya......