
[Abyss of Darkness]
Di Abyss of Darknetss, semua para Maou berkumpul untuk menunggu perintah dari raja mereka. [Abyss of Darkness]
Di Abyss of Darkness, semua para Maou berkumpul untuk menunggu perintah dari raja mereka.
Raja Maou duduk dikursi singgasananya. ia duduk dengan santai dan sedang memikirkan sesuatu.
Vampir perempuan berjalan dan menunduk dihadapan Raja Maou, Raja Maou meliriknya.
"saya menghadap Raja Maou!" ucap hormat vampir perempuan.
"selamat datang kembali Lisa. bagiamana rencanamu untuk mendapatkan bela diri «Flower»" ucap Raja Maou dengan gaya mengangkat tangannya ke atas.
"maafkan saya Raja Maou, rencana saya sebelumnya sudah gagal!" ucap Lisa dengan rasa bersalah.
"Alasannya?..." tanya Raja Maou dengan suara berat.
"rencana saya gagal karena ada seseorang yang melepaskan «Sourdes» Segel kutukan penghancur «Heart» yang saya tanamkan di«Heart» milik Diana, ibunda dari pewaris bela diri «Flower»" penjelasan dari Lisa.
"begitukah, hmm... apakah kamu mengetahui sesosok yang melepaskan segel kutukan itu?" tanya Raja Maou.
"iya.. saya melihat kesatria armor, dia memiliki Aura Mana Spirit Angel yang sangat besar energinya." jawab Lisa.
"Angel? hm...hm..." ketawa kecil jahat Raja Maou.
"ada apa Rajaku? kenapa engkau bisa tertawa mendengar kata Angel?" tanya Lisa.
Raja Maou memunculkan gelas anggur dia, ia meminumnya dengan santainya.
"kau tahu bukan legenda ras Angel?" tanya balik Raja Maou dengan senyum seramnya.
"aku tahu Rajaku, mereka ada ras mulia dan suci karena diciptakan oleh cahaya! apalagi pemimpin mereka adalah Angel of War yang diciptakan dari sebagian cahaya Tuhan!" jawab Lisa.
"benar sekali... mereka adalah ras musuh bebuyutan dari ras Maou, merekalah sumber kehancuran dari ras Maou!" ucap Raja Maou.
"1004 tahun yang lalu! aku dikalahkan dan dipaksa berenkarnasi oleh 5 Dewa Utama, 1 perempuan penguasa bela diri «Flower»!" ucap Raja Maou dengan mengingat kejadian ia dikalahkan.
"ditambah... Realms Wars 500 Tahun yang lalu, dimana para Maou melawan seluruh ras dan hampir memenangkan war itu! akan tetapi ras Angel mengacaukannya dan berakhir para Maou dipenjara diRealm ini" ucap Raja Maou dengan mengingat perang besar 500 tahun lalu dan ia mencengkram gelas anggurnya dengan kuat.
Aura Mana Spirit Raja Maou Meluap dan membuat tekanan yang besar di Abys of Darkness, membuat para Maou merasa ketakutan yang besar.
"tenanglah wahai Rajaku, tahanlah amarahmu! aku akan mengabulkan perintahmu untuk mendapatkan pewaris bela diri «Flower» itu" ucap hormat Lisa.
"baiklah aku serahkan semuanya kepadamu... aku percaya kepadamu Queen Vampir!" ucap keras dan seram Raja Maou.
"baik Rajaku..." ucap hormat Lisa, Lisa pergi dan menyiapkan pasukan Maou dan vampirnya yang berjumlah 4100K.
para Maou itu bersorak kencang, mereka tampak senang karena mereka akhirnya bisa membunuh para manusia lagi.
Lisa memandangi mereka dengan senyum jahatnya, mereka semua berteleportasi melalui «Evalron» milik Lisa.
[Kota Huel]
pagi yang cerah dan damai dikota Huel.
Eiji dan kawan-kawan sedang membeli sesuatu ditoko.
"hmm enaknya milih apa yah? buat persediaan disana nanti!.." tanya kebingungan Nasywa saat memilih persediaan makanan ditoko.
"hm.. aku saran kita pilih makanan yang bergizi dan bikin stamina kita cepat pulih Nasywa." saran Mizu.
"kau benar Mizu, baiklah kita pilih beberapa makanan ini saja" ucap Nasywa yang mengambil suatu barang isi makanan.
beberapa menit kemudian....
Eiji sedang didepan toko sambil menunggu Mizu dan Nasywa selesai membeli semua persediaan makanan-minuman.
krekk...
"hihihi.... akhirnya kita selesai juga" ucap ceria Nasywa.
"iya... tadi antriannya panjang juga!" ucap Mizu. mereka berdua tertawa lucu sambil dilihatin oleh Eiji.
"Eiji... maaf lama menunggu kami berdua!" ucap panggil Mizu sambil melambaikan tangannya.
"tidak apa-apa, kalian juga membeli persediaan untuk kita nantikan?" tanya Eiji.
"iya..." jawab senang Nasywa.
"kalo begitu, mari kita ketempat orang tua Nasywa untuk berpamitan!."ucap Eiji mengajak.
"oke.." ucap bersama Mizu dan Nasywa yang semangat.
mereka bertiga berkumpul, Eiji mengaktifkan «Terposhon» dan mereka berteleportasi kerumah Keluarga bangsawan Madoka.
[Rumah Madoka]
dirumah Madoka terjadi perkelahian antara Harry dan orang asing yang menyerang mereka berdua diruang tamu.
Plakk!...
"aaghh..."
Gebugg!...
"suamiku!..." teriak khawatir Diana, ia berlari mendekati Harry yang terpukul oleh Maou tersebut.
"istriku... uhukk..." ucap Harry sambil kesakitan dan mencoba berdiri tegak.
"suamiku.. kamu tidak apa-apakan?" tanya khawatir Diana yang langsung merangkul lengan kiri Harry untuk membantunya bisa berdiri.
"aku tidak apa-apa dan kamu jangan berada disini! terlalu berbahaya!." ucap Harry yang mengkhawatirkan Diana.
"tidak! aku tidak akan meninggalkanmu walaupun nyawaku terancam!" ucap Diana yang wajahnya penuh kekhawatiran kepada Harry.
"hahah... ini akibatnya kalian tidak memberitahu pewaris bela diri «Flower»!"ketawa senang Maou tersebut.
"tidak akan! sampai matipun, kami tidak akan memberitahu keberadaan putri kami kepada Maou bajingan sepertimu!" ucap tegas Harry.
"cihh... dasar manusia lemah!.." ucap keras Maou tersebut. Maou itu memberikan pukulan angin mengarah Harry dan Diana.
swoosh!...
Plakk!...
Gedebugg!...
"Arghh.."
mereka berdua terpental kekursi sofa dan menghancurkannya sofa tersebut. mereka berdua merasa badan penuh rasa sakit karena pukulan tersebut.
set...
"hahah... beritahu aku dimana pewaris itu!" ucap keras Maou tersebut dan mencengkram leher Harry hingga mengangkatnya dengan satu tangan kanan saja.
"ughh... aaghh.. a-aku.. t-tidak.. a-akan... memberitahumu!.." ucap Harry dengan sesak nafas karena dicekek lehernya dengan kuat.
"heheh... baiklah jika itu maumu!" ucap jahat Maou tersebut. jari kirinya dirapatkan untuk membentuk seperti pedang.
jari kirinya dipenuhi oleh energi sihir yang mampu memotong badan manusia, Harry melihatnya hanya tersenyum.
"apa yang kamu lakukan?" tanya Eiji yang tidak disadari oleh Maou tersebut.
"tentu saja! aku akan memotong kepalanya dan mengirimnya kepada sang pewaris bela diri «Flower» itu!" jawab Maou tersebut dengan penuh gembira jahat.
"ohh.. begitu ya!" ucap Eiji dengan senyuman yang sombong.
__ADS_1
whoosh!...
set...
tap...
"apa? dimana dia?" tanya Maou tersebut yang kebingungan dan penuh amarah.
"dia aman disini, dan kau yang bernama Hecru kah?" jawab dan tanya balik Eiji dengan tatapan mata yang bercahaya kuning karena tidak memakai helmnya.
"ekhh.. kau!.. bagaimana kau tahu namaku?" ucap ketakutan Hecru yang merasa Aura Mana Spirit Eiji yang Meluap.
"itu sangat mudah bagi mataku yang bisa melihat informasi seseorang dengan sekali tatap saja!" jawab Eiji dengan senyuman seramnya.
Eiji memperbaiki sofa dengan jentikan jarinya dan menaruh tubuh Harry yang penuh luka pukulan di sofa tersebut.
"«Heal»!.." ucap Eiji yang menyembuhkan seluruh luka Harry dengan mengarahkan tangan kanannya ke Harry.
luka Harry langsung sembuh oleh sihir «Heal» tanpa meninggalkan bekas luka apapun di badannya.
"bibi.. tolong jaga paman Harry! biar aku yang mengatasinya!" ucap Eiji yang lembut.
"baiklah, terimakasih Eiji karena kamu menolong suamiku " ucap sedih bercampur senang Diana.
"ayahanda!.. ibunda!... kalian tidak apa-apakan?" tanya khawatir Nasywa yang langsung memeluk Diana.
"kami tidak apa-apa putriku." ucap Diana yang mengelus air mata Nasywa.
Eiji berbalik badan dan berjalan mengarah hercu penuh dengan amarah dimatanya.
"keluarga yang dramatis!" ucap hercu penuh dengan gembira diwajahnya.
"sayang sekali! hari ini adalah kematian bagi mereka dan kemenangan bagi kami, ras Maou!" ucap gembira hercu.
"benarkah begitu? dan kau benar-benar suka memotong kepala orang yah?" tanya Eiji dengan muka sombongnya.
"apa maksud-..."
Sringg...
kata-kata hercu belum selesai dan kepalanya langsung terpotong oleh Eiji dengan leher keluar darah merah yang banyak.
darah itu bercucuran dan menodai lantai. muka Mizu langsung kaget karena kepala hercu dalam sekejap terpotong.
Eiji dengan tatapan mata penuh amarah melihat tangan kanannya dinodai darah Maou tersebut.
Eiji langsung menguapkan darah itu hingga darah itu menghilang dari tangan kanannya.
Eiji melihat kearah Mizu yang terdiam tanpa mengeluarkan kata-kata apapun.
"maaf Mizu, kamu harus melihat adegan itu" ucap Eiji yang merasa bersalah.
"tidak apa-apa Eiji, lagi pula itu adalah hal yang wajar bagiku karena sering melihat hal itu" ucap Mizu dengan senyuman manisnya.
"kalo begitu, kamu tenanglah Nasywa karena ia butuh dukunganmu saat ini!" ucap Eiji dengan senyuman lembutnya.
Mizu mengangguk dan berjalan mendekati Nasywa. ia memeluk Nasywa dan mencoba menenangkannya.
Eiji Hanya bisa melihat mereka dan ia menutup Mata untuk melakukan komunikasi melalui pikiran.
"sepertinya ras Maou akan menyerang kota ini demi Nasywa sebagai pewaris! Sotaru" ucap Eiji melalui pikiran.
"iya kau benar! aku sudah mengaktifkan droneku dan melihat pasukan Maou yang banyak menuju kota, ada beberapa yang menuju kalian!" ucap Sotaru melalui pikiran.
"kalo begitu, aku serahkan kota kepadamu Sotaru! tunggu aku juga disana saat pertempuan dimulai!." ucap Eiji melalui pikiran.
"baiklah, kau selesaikan dahulu Maou yang menuju tempat kalian, biar aku yang mengurus disini karena ini adalah hal yang lama aku tunggu!." ucap Sotaru melalui pikiran dengan wajah penuh semangat dan gembira.
"baiklah, ayo kita bersenang-senang Sotaru!."ucap Eiji melalui pikiran.
"iya!..." ucap Sotaru melalui pikiran.
Eiji dengan matanya melihat pasukan Maou yang terbagi 5 kelompok beranggotakan 10 Maou didalam hutan dekat kawasan hutan rumah Madoka.
Eiji mengeluarkan Aura Mana Spirit miliknya dalam jumlah besar hingga meluap ke udara dan menyebar kearah para Maou tersebut.
para Maou tersebut bisa merasakan Aura Mana Spirit milik Eiji. mereka merasa ketakutan dan tertekan hingga tidak bisa bergerak.
"«Dull»"
Eiji membelah dirinya dan menciptakan 5 cloningnya.
"kalian sudah paham bukan? apa yang harus kalian lakukan?" ucap Eiji dengan senyum sombongnya.
para duplikasi Eiji berteleportasi melalui «Terposhon» menuju 5 kelompok maou tersebut.
[Kota Huel]
para warga dievakuasi oleh prajurit untuk keluar dari kota menuju bukit bagian Utara. para warga dijaga dan dikawal oleh para prajurit selama perjalanan.
Sotaru yang berada dikota, berjalan mendekati komandan pasukan Huel.
"oy... komandan Lin" panggil Sotaru.
komandan Lin mendengar panggilan itu dan menoleh kearah Sotaru.
"tuan Sotaru..." ucap Lin.
Sotaru mendekatinya dan melihat berbagai alat tempur didekat Lin.
"wah.. kalian sedang membuat strategi?" tanya Sotaru yang penasaran.
"yah kau benar... kami berlima sedang melakukan rapat untuk membuat strategi! apakah kamu mau ikut?" jawab dan tanya Lin.
"tentu saja aku ikut! lagi pula ini adalah momen dimana aku bisa pemanasan tubuh setelah tertidur 1000 tahun lamanya" ucap Sotaru dengan penuh semangat.
mereka berkumpul didepan peta di papan dinding untuk memulai rapat strategi mereka.
"baiklah, aku akan membahas strateginya"
"pertama, kelompok akan terbagi menjadi 5 untuk menjaga kota bagian Utara, timur, selatan, barat daya, dan barat."
"setiap kelompok memiliki ketuanya... jadi aku memilih Otur sebagai ketua pasukan Utara, Gruu sebagai ketua pasukan timur, Fatir sebagai ketua pasukan selatan, aku sendiri sebagai komandan pasukan barat daya dan Jotur sebagai ketua pasukan barat!" penjelasan Lin kepada ketua kelompok pasukan.
"kedua, karena kita kalah jumlah! jadi sebisa mungkin kita menahan sampai tuan Eiji datang seperti informasi yang diberikan oleh pasukan penjaga kawasan rumah Madoka!"
"ketiga, tuan Sotaru akan membantu pasukan barat daya bersamaku karena menurut informasi dari pasukan pengintai kalo pemimpin mereka berada disana"
"kalo begitu ada yang ingin ditanyakan?" ucap Lin.
para ketua sedang memikirkan sesuatu hingga Fatir mengangkat tangan kanannya untuk bertanya.
"iya Fatir, silahkan bertanya!" ucap Lin.
"baiklah, aku ingin bertanya. kenapa tuan Sotaru tidak langsung mengakhiri perang ini! karena sebelumnya ia berhasil mengalahkan monster level Tiger dengan mudah?"tanya Fatir yang melihat kearah Sotaru.
"pertanyaan yang Bagus, biar aku yang menjawabnya. kenapa aku tidak langsung mengakhiri perang ini? karena aku ingin menguji kemampuan orang-orang di generasi atau dizaman ini!" jawab Sotaru.
"aku ingin melihat semangat dan tekad manusia dizaman ini untuk melawan Maou, jika aku mengakhiri perang ini! maka aku seperti menghambat pertumbuhan generasi sekarang!" penjelasan Sotaru.
"begitukah? tapi kondisi kita saat ini kalah jumlah dan level disetiap kelompok! kalo tuan Sotaru tidak mengakhirinya dengan cepat maka akan memakan korban jiwa dalam jumlah banyak!" pendapat dari hati Jotur.
"iya.. yang dikatakan Jotur benar! jadi kami mohon untuk tuan Sotaru mengakhiri perang ini dengan cepat karena level dipasukan yang tertinggi adalah komandan Lin yang sama seperti para Maou tersebut dengan level 50" ucap memohon Gruu.
"sementara level kami dan para pasukan cuman 30! belum pemimpinya yang sudah berlevel 120 dan masuk monster level orca whale!" ucap Gruu memohon kepada Sotaru.
"hehehe... apakah kalian lupa war of darkness? perang kegelapan yang dimana jumlah dan level manusia kalah jauh dengan Maou saat itu" ucap Sotaru dengan senyuman sombongnya.
__ADS_1
"tentu saja kami ingat! perang kegelapan yang dimana untuk mempertaruhkan umat manusia saat itu, manusia berperang melawan Maou dengan jumlah dan level yang kalah jauh" jawab Otur sambil mengingat kisah War of Darkness itu.
"jumlah prajurit manusia saat itu hanya 10 ribu sementara jumlah Maou 100 ribu dan mereka kalah level perbandingan 1:3 yang dimana manusia berlevel 100 Sementara Maou berlevel 300." ucap Otur.
"dan manusia menangkan pertempuran itu! karena mereka menggunakan tekad dan keyakinan diri kalo mereka akan menang, bukan?" ucap dan tanya Eiji kepada Otur.
"iya benar seperti itu!" jawab Otur dengan senyum.
"jadi apa hubungannya dengan kami dan War of Darkness itu?"tanya Fatir yang wajahnya kebingungan.
"disitulah jawabannya! yang dimana kondisi perang saat itu sama seperti War of Darkness tersebut! kalian bisa menang melawan pasukan Maou jika kalian yakin dengan diri sendiri dan hati penuh tekad akan kemenangan!" jawab Sotaru sambil memegang bagian dada kirinya.
para ketua itu langsung terkejut dengan jawaban Sotaru dan bertepuk tangan kepadanya karena memberikan jawaban yang tepat.
"terimakasih atas jawabannya tuan Sotaru, kamu berhasil membuat kami bersemangat, bertekad, dan yakin dengan diri sendiri!" ucap Lin penuh hormat.
"sama-sama dan ini untuk kalian berlima!" ucap Sotaru sambil memberikan suatu benda mirip seperti bola.
mereka mengambil dan mendapatkan masing-masing 1 bola. mereka merasa heran dan bingung dengan bola besi ini.
"apa ini tuan Sotaru? untuk apa kamu memberikan kepada kami?" tanya Lin dengan wajah kebingungan.
"ini namanya «Libal» bola yang akan menjamin para pasukan tidak akan mati saat bertempur! kalian lemparkan saja ketanah maka benda ini otomatis berfungsi dan aktif!" ucap Sotaru.
para ketua dan komandan langsung senang mendengar hal itu, wajah mereka penuh kegembiraan.
"wah terima kasih banyak tuan Sotaru!" ucap hormat bersama.
"sama-sama"
"kalo begitu... mari aku antar kalian ketempat pasukan kalian!" ucap Sotaru. Sotaru mengubah dirinya menjadi mobil tempur.
mereka semua naik kedalam mobil tempur Sotaru, saat didalam mereka sangat takjub dengan canggihnya teknologi Sotaru.
vrom...
Sotaru berlaju ketempat pasukan untuk mengantarkan mereka.
[Hutan Huel Barat Daya]
para Maou sedang berkumpul, didalam hutan. Lisa sedang mengawasi kota Huel dari kejauhan.
ia merasakan Aura Mana Spirit yang besar bahkan lebih besar dari Raja Maou.
"Aura Mana Spirit ini benar-benar besar! mungkin lebih besar dari Raja Maou jika dibandingkan." batin Lisa melihat sumber Aura Mana Spirit tersebut.
"Groton!"
"iya.. tuan Lisa!"
"bagaimana dengan pasukan penyusup? apakah mereka berhasil mendapatkan pewaris itu?" tanya Lisa .
"maaf tuanku, para pasukan penyusup gagal karena mereka dihadang oleh sesosok yang memiliki Aura Mana Spirit Angel!" jawab hormat Groton.
"Dan hercu sebelumnya berhasil mendesak orang tua pewaris tapi ia langsung dipenggal kepalanya oleh pemilik Aura Mana Spirit Angel tersebut!" ucap Groton.
"begitu yah? sepertinya aku yang harus memberikan peringatan kepada mereka untuk menyerahkan pewaris itu!" ucap Lisa.
"«Iluron»"
Lisa mengaktifkan «Iluron» untuk menciptakan ilusi dirinya dihadapan para pasukan Huel.
ilusi Lisa ditampilkan ditengah pasukan dalam ukuran besar, para pasukan melihat hal tersebut termasuk Sotaru yang baru saja sampai dipasukan Barat Daya.
"para manusia rendahan! aku Lisa memperingatkan kalian untuk menyerahkan pewaris bela diri «Flower» itu! jika tidak diserahkan dalam waktu 10 menit maka kota kalian akan aku hancurkan menjadi hampa!" ucap dengan keras Lisa. ilusi Lisa menghilang dari hadapan mereka.
para pasukan merasa khawatir dan cemas karena kota mereka akan dihancurkan oleh Lisa.
mereka merasa putus asa sebelum perang dimulai. Lisa melihat merasa senang karena para pasukan Huel merasa putus asa.
"hehe. dasar manusia rendahan, mudah sekali aku membuat mereka putus asa." ketawa senang Lisa.
Sotaru melihat para prajurit merasa putus asa langsung berkomunikasi dengan mereka semua melalui pikiran.
"semuanya dengarkan aku! dia sengaja membuat kalian merasa putus asa karena itu adalah sumber kekuatannya!"
"jadi kalian tidak perlu merasa khawatir! jika kota kalian dihancurkan! maka ada Eiji dan aku yang akan melindunginya! kami berjanji akan hal itu"
"berjanji? apakah janjimu bisa kami percaya tuan Sotaru yang hebat?"tanya salah satu prajurit melalui pikiran.
"iya itu benar..." ucap bersama para beberapa prajurit yang mendesak Sotaru.
"kalian ingin bukti? kalo begitu lihatlah kapakku akan melewati barisan kalian!" ucap Sotaru melalui pikiran.
Sotaru berjalan digaris paling depan, ia mengeluarkan kapak energinya dan melemparkannya ke arah barat melewati bahkan menghancurkan pasukan Maou digaris depan.
kapak Sotaru terus berputar dan terbang melewati pasukan Maou digaris depan, kapak itu melewati pasukan barat, utama,timur, selatan.
bumm!....
Duar!....
para pasukan Huel terkejut melihat kapak Sotaru yang dengan mudah menghancurkan dan membela para pasukan Maou digaris depan.
swoshh...
tap...
kapak itu kembali dan ditangkap oleh Sotaru. para pasukan benar-benar terkejut melihat hal sebelumya.
"bagiamana?kalian sudah melihatnya? kalo begitu kalian harus percaya dan berjuang untuk melawan Maou sialan ini!" ucap tegas Sotaru melalui pikiran.
para prajurit langsung berdiri tegak dan sudah siap melawan pasukan Maou. mereka menjadi semangat dan dengan tekad api dihati mereka.
mereka bersorak bersama dengan keras.
"yahh... kami prajurit Huel tidak akan mundur dan akan terus maju!..." sorak keras para prajurit hingga terdengar sampai Lisa.
Lisa hanya tersenyum saja melihatnya.
10 menit kemudian....
sihir teleportasi «Terposhon» muncul di lima kelompok memunculkan Eiji dihadapan mereka semua sementara di bagian barat daya adalah Eiji yang asli bersama Mizu dan Nasywa.
"sepertinya kalian datang tepat waktu!" ucap Sotaru dengan senyum yang gembira.
"iya, Terimakasih atas ulur waktu sampai kami datang kesini!" ucap Eiji dengan senyum semangat.
"rame sekali mereka!" ucap kaget Mizu melihat pasukan Maou yang berjumlah banyak.
"fokuslah Mizu, ini adalah pertempuran kota Huel sekaligus membuktikan kalo bela diri ini tidak pantas untuk mereka!" ucap tegas Nasywa. Mizu mengangguk dan mengambil panah lipatnya di pinggangnya.
mereka semua sudah siap untuk bertarung melawan Maou. wajah mereka penuh dengan semangat.
"sesuai rencana kita, aku akan menghadang pemimpin mereka! kalian akan menghadapi kroco-kroco itu!" ucap 5 Eiji kepada para pasukan.
"baiklah... dengan aba-abaku, satu... dua.... tiga.... maju!" ucap keras Sotaru.
"wohh...."
mereka semua maju dengan tekad api yang membara menghadapi pasukan Maou.
whoosh!...
Eiji langsung terbang ke udara untuk menghadapi pemimpin mereka Lisa di udara
sementara kedua pasukan saling berlari ke Medan pettempuran dengan pasukan Huel yang dipimpin oleh Sotaru digaris depan.
__ADS_1
Sotaru langsung berubah kebentuk mobil tempur dan melaju dengan cepat mengarah pasukan Maou tersebut.
Selanjutnya.....