WORLD GAME

WORLD GAME
Menyembuhkan


__ADS_3

sebelumnya Eiji dan yang lainnya menyelamatkan nyawa temen Mizu yang sedang terancam.


singkatnya, Temen Mizu berhasil diselamatkan oleh Eiji dan dibawa ke hutan untuk melindunginya dari para penjahat yang mengincarnya.


[Hutan]


whoosh....


tap...tap...tap....


"sepertinya sudah aman, kami berdua sudah lumayan jauh dari para penjahat itu... lebih baik aku menunggu mereka disini sambil menunggu mereka bertiga selesai" batin Eiji.


Eiji berjalan sambil menggendong temen Mizu yang sedang tidak sadarkan diri, Eiji menatap perempuan itu dengan seksama.


hutan yang lebat penuh dengan pepohonan dan tumbuhan alami.


mereka berdua terlihat seperti pasangan kekasih walaupun tidak seperti itu.


"dia sangat cantik dan anggun... mirip seperti Putri kerajaan.. apalagi dia juga mirip seperti dirinya" batin Eiji. Eiji menatap dan memandang perempuan itu dengan penuh kenangan diingatannya.


"ughh...." perempuan itu mulai sadar, "Hmm... sepertinya dia mulai sadar".


perempuan tersebut mulai membuka matanya dengan memegang kepalanya seperti sakit kepala.


"ughh... aku ada dimana? hmm...." ucap temen Mizu yang merasa sakit kepala. temen Mizu melihat daerah sekitarnya untuk memastikan dia ada dimana.


"ehh... aku merasa seperti ada yang menggendong diriku." batin temen Mizu.


temen Mizu memandangi orang yang menggendongnya dan juga dia melihat tangan orang tersebut berada di gunung kembar dia.


"akhirnya kau bangun juga no-.....


Plakk....


temen Mizu menampar tetap di helm Eiji bagian pipi.


whoosh....


bomm....


Eiji terpental jauh oleh tamparan itu hingga membentur batu berukuran besar dan menciptakan ledakan kecil.


Gedebug....!


"aduhh..."


temen Mizu terjatuh ketanah, dia merasa sedikit sakit saat jatuh ke tanah.


"aaww...." ucap temen Mizu sambil mengelus kakinya yang kesakitan.


dia melirik kearah Eiji yang terhempas karena terkena tamparannya membentur batu besar.


"rasakan itu mesum.... berani sekali memegang bagian sensitifku." ucap temen Mizu dengan suasana hati kesal.


"Nasywa... dimana kamu..."


"Eiji dimana kau..."


Mizu dan yang lainnya berteriak memanggil Nasywa dan Eij untuk mengetahui keberadaan mereka berdua.


"aku disini Mizu...." jawab Nasywa dengan keras.


Mizu dan yang lainnya, mendengar suara Nasywa. mereka semua berjalan menuju tempat Nasywa dan melihat keadaan sekitar.


mereka terkaget karena di tempat Nasywa, terdapat bekas pertarungan yang hebat, apalagi mereka melihat ada kerusakan tanah yang panjang.


"Nasywa... kamu baik-baik saja kan?" ucap Mizu yang langsung memeluk Nasywa karena khawatir.


"aku baik-baik saja Mizu... tenang saja"


Mizu memeriksa keadaan Nasywa, Mizu melihat seksama tubuh Nasywa yang terlihat baik-baik saja walaupun pakaian dia sedikit rusak.


"syukurlah kamu baik-baik saja.. Hmm" ucap Mizu yang kembali memeluk Nasywa.


"aku sudah melihat daerah sekitar, tidak menemukan keberadaan Eiji..." ucap Sotaru yang kebingungan mencari Eiji.


"aku juga sudah mencari daerah sekitar sini, tapi tidak menemukannya..." ucap Ryuu.


Mizu mendengarnya, merasa khawatir terjadi apa-apa kepada Eiji walaupun dia sesosok Angel sekalipun.


"terus dimana dia? aku mengkhawatirkannya... walaupun dia angel tapi tetap saja aku khawatir kepadanya" ucap Mizu yang khawatir.


Nasywa merasa kasian dengan Mizu yang merasa khawatir, dia menghela nafas dan berbicara kepada mereka.


"kalian mencari sih mesum itu?" tanya Nasywa.


Mizu dan yang lainnya kebingungan dengan pertanyaan Nasywa.


"sih mesum? siapa dia? apakah dia yang mau melecehkanmu Nasywa?" tanya Mizu merasa risau.


"bisa dibilang iya, tapi dia sepertinya orang yang kalian cari... kalo tidak salah dia tadi menggendongku" ucap Nasywa dengan memegang dagunya sambil mengingat Eiji.


"itu pasti Eiji... dia satu-satunya yang menggendong Nasywa kedalam hutan ini." ucap Sotaru.


"kalo begitu, dimana dia?" tanya Mizu sambil memegang pundak Nasywa.


"dia ada disana... mungkin sekarang dia pingsan" jawab Nasywa dengan menunjuk kearah tempat terjadinya benturan keras sebelumnya.


mereka semua melihat arah yang ditunjuk oleh Nasywa dan mereka semua berjalan menuju tempat tersebut.


mereka menemui Eiji terbaring pingsan di dekat reruntuhan batu yang hancur setelah terbentur oleh Eiji.


Mizu melihatnya langsung membangunkan Eiji dengan menampar lembut helm Eiji untuk menyadarkannya.


plak.. plak..


"bangun Eiji... bangun..." ucap Mizu yang berusaha untuk membangunkan Eiji.


jari Eiji bergerak sedikit, dia mulai tersadar dari pingsannya dan menatap ke arah Mizu.


"Mizu...."


"iya ini aku Eiji, akhirnya kamu sadar juga" ucap Mizu yang khawatir.


Eiji berdiri perlahan dari baringnya ditanah dan melihat orang-orang didekatnya.


"kamu baik-baik saja kan Eiji? apa ada cedera atau luka?" ucap Mizu khawatir.


"tidak apa-apa, aku hanya pingsan saja.. tidak apa-apa Mizu, tidak perlu khawatir"ucap Eiji sambil mengelus kepala Mizu dengan tangan kanannya.


muka Mizu langsung memerah saat kepalanya di elus oleh Eiji, Nasywa melihat mereka berdua seperti melihat pasangan kekasih baru jadian.


"kalian berdua baru jadian? sangat romantis sekali"


"ehh... tidak-tidak, kami hanya temen aja kok Nasywa, kamu jangan menduga hal yang aneh" ucap Mizu yang mengelak, Nasywa hanya mengangguk dan tersenyum.


"sudah... aku ingin bertanya kepada Nasywa"


"kau ingin menanyakan apa kepadaku wahai robot perkasa?" ucap Nasywa.


"aku ingin bertanya soal, kenapa kamu bisa di incar oleh para penjahat itu? apakah kamu ada masalah dengan mereka? atau ada hal lain?" tanya Sotaru.


Nasywa menarik nafas dan menghela nafasnya, dia mulai menjawab pertanyaan dari Sotaru.

__ADS_1


"aku sebenarnya Di incar oleh mereka karena aku menemukan obat penawar untuk ibuku yang seorang bangsawan dan istri bangsawan"


"ibuku di rumah sedang terkena racun yang aku sendiri tidak tahu cara menyembuhkannya" ucap Nasywa dengan hati dan ekspresi yang sedih.


"aku akhirnya membuat misi ke Guild untuk mencari obat penawar racun ibuku. aku juga mencari obat penawarnya tapi..."


"saat aku menemukannya, para penjahat itu seperti ada rencana untuk mencegahku untuk memberikan obat penawar kepada ibuku" ucap Nasywa yang meneteskan air matanya.


Mizu langsung memeluk Nasywa untuk menenangkannya dari sedihnya dan kekhawatirannya terhadap ibunya "tenanglah Nasywa, kamu tidak sendiri... ada kami semua disini untuk membantumu"


"apalagi disini ada Eiji yang bisa menyembuhkan penyakit ibumu, jadi kamu tenang saja"


Eiji merasa tidak tega melihat kesedihan dari Nasywa, dia berjalan maju mendekati mereka berdua dan bilang "tenang saja, ibumu pasti akan aku sembuhkan"


Nasywa merasa membaik dan mengusap air matanya "terimakasih semuanya, aku merasa tertolong" ucap Nasywa dengan senyum lega.


mereka semua tersenyum melihat Nasywa juga tersenyum.


"kalo begitu, aku akan mengurus masalah disini. kalian pergilah terlebih dahulu, nanti aku akan menyusul kalian" ucap Ryuu.


"baiklah Ryuu, aku sangat berterimakasih padamu sobat"ucap Sotaru dengan memberikan jempol kepada Ryuu, Ryuu meresponnya dengan memberikan lambai tangan dan pergi menuju tempat sebelumnya.


"baiklah, sekarang antar kami ketempat ibumu Nasywa" ucap Sotaru.


"ok..."


Sotaru langsung mengubah bentuknya menjadi bus pribadi untuk dijadikan kendaraan menuju tempat ibu Nasywa.


Nasywa terkagum dengan kehebatan Sotaru. mereka semua masuk ke dalam bus dan melihat isinya yang penuh dengan dekorasi.


dalam bus pribadi Sotaru, terdapat ruang yang berisi sofa, meja dapur, kasur, meja bundar, monitor dinding, speaker dinding, dan beberapa dekorasi.


mereka semua duduk di sofa, Nasywa dan Mizu terkagum melihat isi bus yang mereka naiki.


"wahh... mewah dan nyaman sekali disini, berasa dirumah sendiri"


"iya kamu benar Mizu... aku baru tahu ada kendaraan seperti ini"


"ini namanya bus pribadi. bus yang isi seperti perabotan rumah... kalian bakal senang dan nyaman di sini" ucap Sotaru melalui speaker di dalam mobilnya.


"keren sekali, Sotaru bisa berbicara melalui benda ini, sangat canggih dan hebat" ucap Mizu yang kagum.


"baiklah, sekarang kita berangkat... dan Nasywa, kamu pencet saja lokasi di peta layar monitor dinding biar aku bisa ketempat ibumu"


Nasywa mencari lokasi rumahnya, dia berhasil menemukannya dan memencet layar di monitor tersebut yang memberikan tanda lokasi.


"baiklah, jalur sudah aku siapkan. mari kita berangkat"


vromm...


Sotaru menjalankan bentuk busnya menuju lokasi yang sudah di tandai oleh Nasywa, mereka berangkat keluar dari hutan menuju perkotaan.


Mizu dan Nasywa melihat isi dari bus Sotaru, mereka melihat hal yang baru. mereka mencoba melihat dapur dan isi kulkas.


"banyak sekali makanannya, apakah kamu mau mencoba memasak Mizu?"


"tentu saja"


mereka berdua mengambil beberapa bahan untuk diolah dan dimasak untuk dimakan.


Mizu memotong bawang Putih sementara Nasywa memotong sayur-sayuran, mereka berdua menyiapkan nasi dan telur.


memasukkan telur Dan nasi kedalam wajan yang telah di taruh di kompor listrik, mereka mulai mengaduk nasi dan menambahkan beberapa bumbu.


masakan mereka terasa lezat untuk dicium aromanya.


"mereka berdua sangat imut dan benar-benar istri idaman para laki-laki... apalagi Nasywa benar-benar mirip dengan dirinya" ucap Eiji yang melihat Nasywa dan Mizu yang memasak penuh dengan keimutan mereka.


"kamu mau Eiji? ini sangat enakloh..." ucap Mizu yang menawarkan makanan yang dipandangan Eiji benar-benar cantik.


"ehh... tidak usah, aku bisa ambil sendiri nanti. kalian makan saja"


"baiklah, ayo kita makan Nasywa"


nyam..nyam...nyam...


Mizu dan Nasywa sangat lahap memakan nasi goreng buatan mereka, Mizu tampak seperti bulan purnama sementara Nasywa seperti bangsawan.


mereka berdua mengobrol, bercanda dan tertawa bersama sambil menghabiskan nasi goreng mereka.


Sotaru terus berjalan melewati jalan kota, dia dilihatin terus oleh warga yang ia lewati. merasa kagum dan terpesona melihat kendaraan model baru.


hingga akhirnya Sotaru berhenti tepat didepan gerbang rumah bangsawan, para penjaga yang menjaga gerbang langsung berwaspada kepada Sotaru dalam keadaan bentuk bus.


mereka penuh waspada Karena melihat Sotaru berbentuk kendaraan yang bukan mereka kenal.


"kita sudah sampai... sepertinya penjaga ini sangat waspada terhadapku. bagaimana kita bisa masuk?"


"aku akan turun untuk memperintahkan mereka membuka gerbang agar kamu bisa masuk"


"sepertinya tidak perlu, kamu cukup berbicara di depan monitor itu nanti wajahmu akan muncul di hadapan mereka "


Nasywa sempat heran tapi dia menurutinya, dia berada tepat di depan monitor dan layar monitor itu menyala menampilkan dua penjaga itu.


lampu bus Sotaru menyala dan menampilkan layar video call Nasywa kepada para penjaga itu.


"ehh... tuan putri!"


mereka menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat mereka.


"dua penjaga gerbang, aku perintahkan kamu untuk membuka pintu gerbang agar aku bisa masuk berasa orang-orang ini!"


"dan beritahu ayahanda kalo aku sudah pulang"


"baiklah tuan putri!"


dua penjaga gerbang itu membukakan gerbang agar Sotaru bisa lewat untuk masuk halaman rumah.


mereka melewati taman yang penuh bunga, ada kolam ikan dan pohon hias yang indah.


Eiji, Mizu, dan Nasywa melihat taman dan kolam ikan dari jendela bus Sotaru yang dibuka.


[Alun-alun Rumah Bangsawan]


mereka akhirnya sampai di alun-alun rumah tepatnya berada di kolam air mancur yang di tengahnya ada patung ayahandanya Nasywa.


mereka turun dari bus dan di sambut oleh ayahnya Nasywa yang ditemani oleh pelayan laki-laki.


"selamat datang kembali Putriku Nasywa"


"aku pulang ayahanda, akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi ayahanda"


Nasywa memeluk ayahandanya, ayahandanya juga memeluk Nasywa dengan penuh kegembiraan.


"syukurlah aku melihatmu baik-baik saja dan... halo Mizu" ucap ayahanda Nasywa sambil melambaikan tangan.


Mizu juga membalasnya dengan melambaikan tangan "hallo juga Paman Harry"


"dan... siapa yang dibelakang kamu? apalagi kendaraan apa ini? aku baru pertama kali melihatnya" ucap Harry yang kebingungan.


"oh ini ayahanda, aku perkenalkan mereka berdua orang yang akan menolong ibunda"


Sotaru langsung berubah kebentuk robotnya yang penuh dengan mesin dan baja. Harry melihatnya sangat terkagum-kagum melihat Sotaru yang berubah dari kendaraan menjadi robot canggih.

__ADS_1


"yang robot ini adalah Sotaru, dialah yang memberikan tumpangan kepadaku kesini melalui dirinya yang berubah jadi kendaraan bus kalo gak salah namanya"


"sangat hebat!... benar-benar canggih!... aku baru pertama kali melihat robot secanggih ini, apalagi robot cuman ada di cerita leluhur saja"


"terimakasih atas pujiannya Tuan Harry dan salam kenal"


"dan yang ini adalah Eiji, dia kalo tidak salah aku dengar adalah Angel. dialah yang akan mengobati Ibunda dan orang yang sedikit mesum" ucap Nasywa dengan ekspresi nyindir.


Eiji mendengar sindiran itu hanya bisa terdiam, merenung dan tidak bisa berbicara apa-apa.


"bercanda Eiji.. hihihi"


Harry hanya bisa terdiam dan mau pingsan saat melihat Eiji, pelayan dibelakang Harry dengan cepat memberikan air ke Harry untuk diminum.


Glug...Glug... Glug...


Harry menghela nafas, Eiji tampak kebingungan dengan kelakuan Harry.


Harry menaruh tangannya di pundak Eiji.


"tidak aku sangkah, aku bertemu dengan Angel untuk sekali seumur hidupku!...." ucap Harry yang penuh gembira.


"Angel benar-benar bercahaya seperti kisah leluhur... aku tidak menyangka benar-benar bercahaya seperti kisahnya"


Nasywa menarik tubuh Harry untuk menjauh dari Eiji yang merasa terheran.


"sudah ayahanda... kamu terlalu gembira hati.. lebih baik-baik kita cepat-cepat menyembuhkan Ibunda."


"kau benar Nasywa, ayo silahkan masuk ke rumahku" ucap Harry yang mempersilahkan mereka untuk masuk.


mereka berjalan melewati kolam air mancur menuju rumah Harry.


[Ruang Tamu]


di dalam mereka melihat perabotan dan dekorasi yang mewah, benar-benar luas ruangan dan rumahnya.


Eiji dan Sotaru memandang rumah Harry penuh dengan kagum karena emang benar-benar seorang bangsawan.


"silahkan ikuti saya, aku akan membawa kalian ke kamar saya untuk melihat keadaan istri saya"


mereka semua berjalan melewati tangga untuk naik ke lantai atas, mereka berjalan menuju ke kamar Harry.


krekk....


Harry membukakan pintunya dan mempersilahkan Eiji dan kawan-kawan untuk masuk.


[Kamar Harry]


saat mereka didalam, mereka melihat ibunda Nasywa yang terbaring di kasur tidak berdaya.


Nasywa Langsung duduk di samping kasur ibundanya dan memegang tangannya yang dingin.


"aku pulang ibunda!... bangunlah ibunda, aku membawa teman-temanku yang akan menyembuhkanmu" ucap Nasywa dengan hati sedih.


"ini adalah istriku Diana Madoka. dia sudah terkena racun selama 1 tahun dan tidak bisa bergerak, hanya bisa berbaring di kasur" ucap Harry dengan muka sedih.


"aku sudah mencoba segala cara untuk menyembuhkan, aku sudah memanggil para Mage yang ahli sihir tapi tidak berguna sama sekali!"


"aku hanya bisa melihat dia terbaring di kasur tidak berdaya dengan muka pucat dan suhu turun"


Mizu menenangkan Nasywa yang sedih, sementara Sotaru meanalisa kondisi suhu dan tubuh Diana.


Eiji yang merasa kasihan melihat Diana, Harry, dan Nasywa.


"aku tidak sangat kasihan kepada mereka, padahal mereka harusnya jadi keluarga harmonis dan hangat, aku bisa melihatnya dengan aura mana mereka bertiga" batin Eiji, Eiji mendekati Diana dan memegang tangannya.


"aku merasakan aura mana Diana hanya dengan sekali sentuh, aku merasakan ada energi sihir gelap yang menyelimuti «Heart» milik Diana" batin Eiji.


"aku melihat jauh di dalam bahkan «Heart» Diana seperti di tusuk oleh pisau yang menancap di «Heart» Diana." batin Eiji.


"pisau itu terus memberikan kerusakan pada «Heart» Diana yang perlahan menghancurkan sumber konsepnya." batin Eiji.


"kalo terus dibiarkan, maka akan berakibatkan kematian yang tidak dapat dibangkitkan lagi kecuali memulihkan sumber konsepnya Diana" batin Eiji.


Eiji kembali kealam nyata setelah berhasil mengetahui apa yang dialami oleh Diana.


"aku mengetahui penyakit apa yang dialami Diana, aku bisa menyembuhkan jadi tidak perlu khawatir!"


Harry dan Nasywa merasa lega dengan menghelakan nafas mereka berdua. Mizu turut lega juga mendengar kata-kata Eiji.


"tapi untuk menyembuhkan... aku perlu konsentrasi penuh! jadi aku mohon kalian untuk menunggu didepan kamar agar aku bisa fokus"


"baiklah nak Eiji... aku percayakan istriku kepadamu! aku yakin kamu bisa menyembuhkannya, ayo semuanya kita menunggu diluar"


Harry, Nasywa, Mizu , dan Sotaru keluar dari kamar Harry untuk memberikan konsentrasi penuh kepada Eiji.


"untuk mengeluarkan skill «Heal», aku perlu mengeluarkan aura Manaku yang aku tahan semaksimal mungkin agar tidak dilihat oleh orang-orang"batin Eiji


Eiji mengeluarkan aura mana dia yang sangat besar hingga menembus ke langit.


Eiji memulai penyembuhan dengan mengaktifkan skill «Heal», segel lingkaran mantra aktif dilantai tepat dibawah Eiji.


segel lingkaran mantra tersebut bercahaya menerangi kamar, Eiji mengulurkan tangan kanannya dan membuat sihir berbentuk «Heart» Diana.


sementara diluar mereka semua sangat khawatir dan percaya kepada Eiji.


"aku mohon zat penyayang, berikanlah kesembuhan kepada ibundaku" Nasywa berdoa dalam hati kepada Tuhan dia dengan mengangkat kedua tangannya.


"tolong zat penyayang dan penyembuh, berikan kemudahan kepada istriku untuk bisa sembuh dan kembali kepangkuan kami berdua" do'a Harry.


[Kamar Harry]


"aku sudah sampai tahap 2, maka tinggal proses pencabutan pisau ini, ini bukan pisau biasa melainkan pisau kutukan yang akan menghancurkan sumber konsep targetnya secara perlahan." batin Eiji, Eiji berlahan menggerakkan dua jari tangan kirinya dengan jari telunjuk dan tengah.


ia menggerakkan kedua jarinya secara perlahan untuk mengeluarkan pisau tersebut dari «Heart» Diana.


pisau tersebut keluar secara perlahan dan akhirnya berhasil dikeluarkan, Eiji langsung menghancurkan pisau tersebut dengan cengkraman tangan kirinya.


tapi saat menghancurkan Pisau itu, Eiji bisa melihat orang memberikan kutukan kepada Pisau tersebut.


penampil orang tersebut memiliki aura gelap yang melekat, dengan mata merah menyala dan sayap seperti vampir, Eiji sekilas melihat penampilan Gender dia adalah perempuan hingga Eiji kembali sadar dan fokus menyembuhkan Diana.


"aku berhasil mengeluarkan dan menghancurkan pisau tersebut, sangat bagus... sekarang aku harus ke tahap terakhir yaitu memperbaiki «Heart» Diana yang rusak." batin Eiji, Eiji menggerakkan telapak tangannya mengarah ke kiri menggunakan tangan kirinya.


sihir berbentuk «Heart» Diana mulai kembali bercahaya seperti «Heart» pada umumnya, «Heart» Diana berhasil diperbaiki oleh Eiji secara keseluruhan.


"akhirnya aku berhasil juga, sekarang dia harusnya sudah bisa sadar... lebih baik aku memanggil mereka untuk masuk" batin Eiji. Eiji berjalan mendekati pintu kamar.


krekk...


"Eiji...." panggil bersama Sotaru, Nasywa dan Mizu.


"nak Eiji..."


"penyembuhan sudah berhasil dan kalian boleh masuk tapi jangan terlalu berisik"


"baiklah nak Eiji"


"ayo silahkan masuk semua"


mereka masuk kedalam kamar Harry untuk melihat kondisi Diana yang selepas disembuhkan oleh Eiji.


Selanjutnya.......

__ADS_1


__ADS_2