WORLD GAME

WORLD GAME
Penyerangan


__ADS_3

di kuil, terlihat banyak asap kabut yang tebal akibat tembakan Gracton. Gracton berdiri di atas bebatuan besar dibelakang kuil kuno.


"hahaha... sudah tamat riwayat kalian..." ketawa besar Gracton.


dibalik asap kabut ditempat warga ditembakkan, ada perisai energi yang melindungi para warga.


para warga menunduk dan melindungi kepala mereka, mereka membuka mata dan melihat perisai energi yang melindungi mereka.


"kalian semua, tidak apa-apa kan!.." ucap kencang Eiji sambil mengangkat tangan kanannya.


para warga mendengar hal tersebut dan mengangguk untuk menjawab ucapan Eiji.


"syukurlah... kalian dengar! kalian harus lari ke Utara! disana sudah ada prajurit yang akan melindungi kalian semua!" ucap Eiji.


"apa yang terjadi? " tanya Aina yang terkejut sambil menggandeng tangan Sotaru dengan kuat.


"hm... tidak apa-apa, hanya saja.. ada penyerangan kecil." jawab Sotaru dengan santai sambil mengangkat tangan kanannya.


"hmm... benarkah, Kak Sotaru? aku takut..." ucap Jirou sambil menarik Kimono Sotaru dengan tubuh gemetar.


"tidak apa-apa, kalian semua akan aman selama ada Kami..."


"lebih baik, Jirou bawa nenek untuk pergi dari sini, saat aku memberi kalian kesempatan untuk pergi dari sini..." ucap Sotaru dengan lembut.


"baiklah, tapi bagaimana dengan kakak?" ucap Jirou yang khawatir dan takut.


"tentu saja, aku akan menghadapi dia bersama Eiji.. tenang saja, kami tidak akan kalah..." ucap Sotaru yang benar-benar tenang.


Aina yang mendengarnya langsung merasa khawatir, wajah dia penuh dengan khawatir dan cemas.


"dan Aina, sebagai anak pertama dan juga assiten komandan militer... maka kamu harus melindungi semua orang." ucap Sotaru yang menatap Aina dengan tenang seperti pemimpin bagi mereka semua.


Aina hanya diam dan memikirkan sesuatu yang membuat raut wajahnya sedikit suram, dia mengepalkan tangannya dengan keras.


"Nasywa, Mizu, kalian berdua bantu Aina untuk mengevakuasi warga ketempat yang aman." ucap Eiji dengan wajah serius.


Nasywa dan Mizu, hanya tersenyum mendengar kata-kata Eiji, mereka berdua mengubah kimono mereka menjadi baju petualang mereka.


"kami berdua akan bertarung bersamamu, kami tidak akan berada di belakangmu lagi, kami berdua ingin bertarung di sisimu." ucap Mizu dan Nasywa secara bersamaan dengan senyuman mereka.


Eiji merasa senang dan tersenyum melihat semangat mereka berdua dan mengaktifkan «Terphoson» yang menciptakan lingkaran sihir besar mengelilingi semua warga.


para warga terlihat terkejut dan kagum dengan lingkaran sihir «Terphoson» yang mengelilingi mereka semua.


“Sotaru, sepertinya kita ubah rencananya..”


“kau hadapi dia, sementara aku akan membela diri untuk mengevakuasi warga dan menolong para prajurit di kota.” ucap Eiji melalui pikiran.


“baiklah, aku mengandalkanmu, Eiji.. tolong jaga mereka untukku..” ucap Sotaru melalui pikiran.


“oke, selamat bersenang-senang..” ucap Eiji melalui pikiran dan tersenyum.


whoosh!...


bomm!... bomm!...


Gracton terus menembakkan peluru meriam ke arah Perisai energi secara beruntun.


"kalian semua! dengarlah, aku akan menteleportasikan kalian, tapi kalian harus saling bergandengan tangan untuk semua bisa berteleportasi!." ucap kencang Eiji sambil menahan tembakan Gracton bersamaan Sotaru.


mereka semua mendengarkan hal tersebut dan menggandeng tangan bersama, Jirou menggandeng tangan nenek yang dimana nenek Harumi juga menggandeng tangan salah satu warga.


Nasywa dan Mizu menggandeng tangan bersama, tangan mereka meraih tubuh belakang Eiji dan Eiji menggandeng tangan Jirou.


"«Terphoson»." ucap Eiji bersamaan aktifnya sihir «Terphoson» dan mereka berteleportasi secara bersamaan.


Sotaru menonaktifkan perisainya dan melihat Gracton dengan tatapan tajamnya. Sotaru kembali ke wujud robotnya kembali dan menatap Gracton dengan wajah serius.



[Kota Precognition]


dikota, terjadi pertempuran antara Pasukan Decton melawan future eye squad atau pasukan mata masa depan.


pertempuran menyebabkan kehancuran dan kebakaran dikota, kerusakan kota sangat besar akibat tembakan laser dan meriam Decton.


para Decton terbagi 3 tim, penyerang darat, penyerang udara dan penyerang jauh. penyerang darat di pimpin oleh Sector.


penyerang darat memiliki misi untuk mencuri «Crystal of Fate» di balai kota, mereka bertempur di balai kota dengan memberikan serangan masing-masing.


future eye squad, sedikit kewalahan dan terdesak ketika menghadapi pasukan Decton yang kuat dan banyak.


terjadi ledakan besar dimana seluas 10 meter sampai 30 meter, future eye squad juga terdesak karena di terkena tembakan sniper Decton tipe girls.


Decton tersebut sangat sombong karena tembakan terlalu mudah mengenai future eye squad dari jarak jauh, puluhan kilometer dari bukit.


whoosh!...


Tap!...


ada tembakan sihir ungu yang mengarah Decton grils tersebut dan ia langsung menghindari dengan tubuh ke samping kiri dengan santai.


"wah... sepertinya kamu lawan yang lumayan, aku sampai tidak bisa merasakan keberadaanmu." ucap Decton tersebut dengan nada suara halus.


"terimakasih atas pujiannya... aku juga merasa kau bukan robot sembarangan." ucap Nasywa sambil mengeluarkan pedang miliknya dan tersenyum.



Nasywa mengeluarkan pedangnya yang bercahaya ungu dengan efek bunga ungu di sekitarnya.


sementara Decton tersebut mengubah kedua tangannya menjadi pedang besi, dia masuk mode tempur dengan mata menyala merah terang dan tatap mematikan.

__ADS_1



mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajam mereka, mereka memandang satu sama lain dan bersiap-siap untuk melakukan serangan.


Tap!...


swoosh!...


Ting!...


Nasywa dan Decton tersebut, beradu Tebasan pedang mereka, Tebasan pedang mereka benar-benar kuat dan cepat.


slash!... slash!...


adu Tebasan yang sangat cepat, mereka berdua terus adu Tebasan pedang kesegala arah, membelah banyak pepohonan.


mereka bertarung hingga 600 Tebasan dalam 5 detik, mereka bertarung dengan kecepatan tinggi hingga melesat mengelilingi hutan dan bukit.


"wahh... kau memang hebat, aku tidak pernah bertemu dengan pertarungan sehebat dirimu" ucap memuji Decton tersebut.


Swoshh!....


Decton tersebut mengayunkan pedangnya dengan cepat dari atas kebawah ke arah Nasywa.


Nasywa dengan cepat menghindarinya dengan menyamping tubuh dan Tebasan Pedang tersebut membentur tanah hingga membela gunung di depannya sejauh 90 km.


Bumm!...


"wow... benar-benar Tebasan mematikan, dan lebih baik kita berkenalan." ucap Nasywa sambil memberikan 20 Tebasan kepada Decton tersebut.


Decton tersebut menangkisnya dengan Tebasan yang sama sambil berbicara," ide bagus, kalau begitu namaku adalah Krsystal...-"


"siapa dirimu? aku sangat penasaran." tanya balik Krsystal sambil memberikan Tebasan pedang cepat dan menghindari Tebasan pedang Nasywa.


"wah.. sangat indah, namaku adalah Nasywa... semoga kita bisa saling bersenang-senang." ucap Nasywa yang tersenyum dan bersenang-senang bertarung melawan Krsystal.


Nasywa sedikit menjauh dan memegang pedang ke arah depan, energi ungu menyelimutinya.


"kalau begitu, ayo kita adu skill Tebasan.." ucap Nasywa.


"ide bagus!." ucap Krsystal yang langsung menggerakkan lengannya ke depan tepat di dada membentuk silang.


energi merah Meluap dan menyelimuti tubuhnya. mereka saling bertatapan dengan ekspresi senang.


Set!..


whoosh!...


"«prick flower thorn»" ucap Nasywa yang langsung melesat menuju Krsystal dengan cepat hingga angin berhembus kencang dan pepohonan tertiup kencang, energi Spiritual Nasywa membentuk bunga tajam berwarna ungu.


set!...


whoosh!..


putaran tubuh Krsystal benar-benar cepat dan terlihat seperti angin berbentuk bor, angin berhembus kencang, pepohonan tertiup kencang.


mereka berdua, bentrokan skill dan menciptakan ledakan besar membentuk bola seukuran 30 Km besarnya dan menghancurkan banyak bukti dan gunung disekitar mereka.


Getaran tersebut sampai ke tempat evakuasi warga yang berada di bukit bagian Utara, mereka semua melihat ledakan bola yang sangat besar dan cukup indah.


"wah.. sangat indah yah, nek." ucap terpesona dan terkagum Jirou.


"iya, ini adalah suatu hal yang langka untuk dilihat." ucap nenek Harumi.


semua warga terpesona dan terkagum melihat bola raksasa tersebut, hingga getaran besar terjadi.


"eh.. ada apa ini?"


"wahh... gempa besar.."


"kalian tenanglah, kami sedang menahan robot raksasa."


dari kejauhan, terlihat robot raksasa yang sangat besar, saat dia melewati hutan dan bukit, kedua hal tersebut terbakar habis dan menjadi lautan api yang besar.


ukuran robot tersebut terlihat 500 meter dan ukuran benar-benar besar dan seram, bahkan bukit di dekat robot tersebut sangat kecil baginya.



robot tersebut yang merupakan Decton, berjalan menuju para warga, future eye squad tidak bisa menghentikan langkahnya dan merekalah yang dihabisi oleh Decton tersebut dengan tembakan Laser nya.


"bagaimana ini?"


"tamatlah riwayat kita..."


"sepertinya ini adalah momen dimana Kita akan ketemu dengan orang yang kita sayangi.."


para warga berteriak dan pasrah dengan keadaan mereka, para prajurit berusaha menenangkan mereka tapi itu adalah hal percuma.


keadaan benar-benar genting, sementara Jirou berjalan dihadapan mereka dan menatap tajam kepada Decton tersebut.


"apa yang kamu lakukan, Jirou? ke sinilah, di situ berbahaya untukmu." ucap nenek Harumi yang khawatir.


"tidak apa-apa nek, aku akan menghadapi robot tersebut... karena aku yakin, aku bisa seperti kak Sotaru dan kak Eiji."


"aku tidak akan menyerah ataupun pasrah... aku tidak ingin kehilangan sesuatu lagi..." ucap Jirou yang penuh keyakinan dan percaya diri.


"hm.. dasar manusia lemah, sepertinya bocah ini.. memiliki semangat juang paling tinggi dibandingkan yang lain..."


"aku benar-benar merasa tersentuh dengan manusia ini, aku akan membuatmu mati dalam keadaan terhormat bocah." ucap Decton tersebut.


Decton tersebut meluruskan tangan kanannya mengarah para warga yang sudah putus asa.

__ADS_1


Jirou yang tidak pantang menyerah, dia meluruskan kedua tangannya mengaktifkan lingkaran sihir orange di bawahnya.


“dengan sihir api yang diajarkan oleh kak Sotaru sebelumnya, aku yakin bisa mengalahkan robot raksasa tersebut.” batin Jirou yang percaya diri dan yakin.


api merah mulai muncul di hadapan kedua tangannya Jirou, sementara tangan kanan Decton tersebut mengeluarkan cahaya merah yang terang dari telapak tangannya.


Jirou melepaskan sihir api tersebut sambil berkata "«Fireball»", bola api kecil tersebut , melesat terbang mengarah Decton tersebut.


Decton tersebut, merasa besar diri dan dengan santai mengeluarkan cahaya laser merah yang melesat dengan cepat, jauh 40 kali lebih cepat dari cahaya.


dalam waktu 1 detik aja, cahaya laser tersebut langsung bentrokan dengan bola api kecil di udara, namu...


"«Improved».." ucap Eiji yang menambah sihir kepada bola api Jirou sebelum terkena cahaya laser milik Decton tersebut.


kausalitas Atau sebab-akibat bola api tersebut telah diubah dengan sebab bola api kecil-akibat ledakan besar dari ledakan aslinya.


bola api tersebut dengan sihir tambahan «Improved» langsung melesat dan menembus cahaya laser tersebut dan mengenai tangan kanan Decton tersebut dengan ledakan besar yang cukup melukainya.


Duarr!...


"argh..."


"a-aaahhhh..." teriak kesakitan Decton raksasa tersebut.


"wahh...."


"itu berhasil..."


"dia berhasil melukai robot raksasa tersebut..."


Jirou yang melihatnya, merasa gembira dan senang karena sihirnya berhasil melukai Decton tersebut.


"aku berhasil..." ucap senang Jirou.


Eiji mendaratkan dari udara dan mendekati Jirou, Eiji langsung mengelus kepala Jirou.


"iya.. kau berhasil Jirou, aku tidak menyangka kau bisa melukainya..." ucap pujian Eiji.


"ehh.. ada kakak Eiji, dimana dua kakak perempuan tersebut? dan bagaimana dengan kakak Sotaru dan kakak Aina?" tanya Jirou yang khawatir dan cemas.


"tenanglah... mereka semua baik-baik saja, dan kakak Aina bersama kakak Sotaru, jadi dia akan dilindungi..."


"kau tidak perlu khawatir, adik kecil.." ucap Eiji yang mengelus kepala Jirou.


"baiklah, aku berdoa terus untuk keselamatannya para kakak.."


"anak baik... kamu memang pantas untuk menjadi pemimpin mereka.." ucap Eiji sambil tersenyum.


"hmm? pemimpin mereka? maksud kakak, aku menjadi pemimpin para warga desa?" tanya Jirou yang kebingungan dengan kata-kata Eiji.


"iya, aku memilihmu... karena kamu lebih kuat dari orang-orang yang disini, dan sebagai hadiahnya...-"


"aku memberikan kamu, belati ini sebagai bentuk membela diri dan melindungi mereka semua..." ucap Eiji yang memberikan belati tajam yang tentu saja Jirou menerimanya.


"wahhh... terimakasih kakak Eiji" ucap senang Jirou.


"hehe... sama-sama, dan ini untukmu, supaya bisa melindungi orang-orang dan saat kalian ku bawa ke tempat lain nanti." ucap Eiji yang mudah dicerna oleh Jirou.


"baiklah, aku akan melaksanakan tugas kak Eiji dengan baik." ucap Jirou yang penuh semangat.


semua orang langsung bergandengan tangan dan Eiji menteleportasikan mereka ketempat yang aman melalui «Terphoson».


setelah semua orang selamat, Eiji kembali berteleportasi ketempat Decton tersebut dan terbang mendekatinya.


"waw.. aku tidak menyangka.. mereka memilikimu yang sebesar ini! dan menjadi penasaran...-"


"namun, lebih baik kita bertarung terlebih dahulu dan memberikan nama satu sama." ucap Eiji yang percaya diri.


"Ide yang menarik untuk seorang Angel, kalau begitu..."


"namaku adalah Giantron, robot terbesar yang dimiliki oleh Decton." ucap Giantron yang penuh kebanggaan diri.


"nama yang bagus, sesuai dengan bentuk tubuh, dan perkenalkan...nama ku adalah Eiji.", ucap Eiji yang memperkenalkan dirinya.


"wah-wah, nama yang keren..."


"tapi... rasakanlah misil ini.." ucap Giantron yang mengeluarkan misil roket yang meluncur ke arah Eiji.


Eiji dengan santai, menghancurkan semua misil tersebut dengan ayunan tangan kanannya saja.


"wow... sepertinya bakal menarik, kalau begitu... aku akan melawanmu!." ucap senang Eiji yang langsung terbang menuju dada Giantron dan memukulnya hingga terpental jauh.


"hm... rasakan ini, «light lasers»"


syuitt!...


bumm!...


whoosh!..


Eiji dengan cepat menghindari tembakan laser tersebut yang melesat ke ruang angkasa dan menghancurkan bintang di ruang angkasa yang berjarak 30 juta tahun cahaya hanya dalam 3 detik saja.


bintang tersebut hancur yang menciptakan Supernova yang terlihat di langit malam, terlihat seperti ledakan kecil di ruang angkasa jika dilihat dipermukaan walaupun aslinya lebih besar dan bahkan bisa menghancurkan tata Surya akibat Supernova.


"tembakan yang mematikan, lebih baik.. aku harus membuat dia menembakkan laser tersebut ke ruang angkasa..."


"ini semua demi dunia ini , jika tidak... maka semua orang akan mati.." ucap Eiji yang memerhatikan Giantron dengan tatapan tajam.


keadaan menjadi serius dan mengancam, gerhana bulan yang harusnya dirayakan secara biasa.


sekarang penuh dengan kehancuran dan pertempuran antara manusia dan Decton.

__ADS_1


Selanjutnya.....


__ADS_2