WORLD GAME

WORLD GAME
Sang Penyihir


__ADS_3

Sebelumnya........


...Empire Light di distrik EL-7, terjadi pembantaian dan penyerang secara mendadak dari Skeleton Dark dan Moncris dalam jumlah besar. Mereka dengan mudah membantai para warga sipil dan menghancurkan banyak bangunan rumah....


...Para prajurit Empire Light dikirim untuk menghadapi pasukan monster tersebut tapi sedikit kesulitan dan malahan terpojok oleh mereka....


...Banyak prajurit yang jadi korban dari pertempuran yang terjadi di distrik EL-7, mereka menjadi korban akibat kekuatan Skeleton Dark bersama Moncris terlalu kuat....


...Perbedaan level menjadi salah satu faktor utama prajurit Empire Light kalah. namun, mereka berhasil bangkit kembali berkat pertolongan Takahiro, Eiji dan Sotaru....


...Mereka bertiga mendominasi pertempuran dan mengalahkan sebagian besar pasukan Skeleton Dark dan Moncris dengan mudahnya. sementara, Takahiro menghidupkan kembali para korban dan dikirim menuju Nasywa untuk dijaga....


...Takahiro yang berhasil menghidupkan kembali para korban, Ia langsung terbang menuju pemimpin pasukan musuh yang berada dipusat Distrik EL-7....


...Dengan jarak 30 Km jauhnya, dalam 1 detik Takahiro sampai ditempat kumpulnya pemimpin Skeleton Dark dan Moncris. Sledar sebagai pemimpin Skeleton Dark dan Mustari sebagai pemimpin Moncris tepat disamping kirinya....


...Saat ini sedang duduk santai di atas bangunan distrik EL-7, mereka dengan santai melihat distrik EL-7 yang hancur penuh dengan kebakaran api merah yang membara....


Tap!...


...Takahiro turun, menginjakkan kakinya ke permukaan dan menatap kedua pemimpin tersebut yang sedang santai duduk di atas atap bangunan....


...Dengan wajah serius dan tidak senang melihat mereka berdua, Takahiro mengeluarkan sedikit Aura Mana miliknya untuk menarik perhatian mereka berdua....


...Aura Mana berwarna oranye menyelimuti tubuhnya dan meluap-luap disekitar tubuhnya, suasana sekitar Takahiro menjadi menegangkan dan menekankan mental batin....


...Karena Takahiro mengeluarkan Aura Mana miliknya, membuat dua pemimpin tersebut tertarik dengan Aura Mana Takahiro yang unik dan besar....


...Mereka menoleh ke arah Takahiro dan melompat untuk turun dari atap bangunan, mereka berdua berjalan mendekati Takahiro sambil waspada dan bersiap-siap melakukan penyerangan....


"Wah-wah!.. sungguh Aura Mana yang hebat! aku tidak menyangka ada seseorang yang memiliki Aura Mana sehebat ini!.."Ucap senang dan tersenyum Sledar, ia memuji Takahiro.


"Iyah, sangat langka jika ada manusia yang memiliki Aura Mana sehebat dirimu!.."Ucap balas Mustari sambil memuji Takahiro.


...Takahiro kembali menekan Aura Mananya untuk tidak muncul dan bersikap normal sambil menahan kemarahannya karena mereka memiliki sifat sadis untuk membunuh warga sipil....


"Terima kasih atas pujiannya, aku tersentuh. namun, tujuanku ke sini untuk melawan kalian berdua!..."Ucap balas Takahiro dengan suara dan suasana santai.


...Mereka terkejut mendengar ucapan Takahiro dan menganggap itu lelucon belaka, mereka berdua tertawa terbahak-bahak karena lelucon yang diberikan Takahiro....


"Hahahahhahaha!, lucu sekali leluconnya manusia!..."Ketawa terbahak-bahak mereka berdua.


"Maaf, apakah ada yang lucu dari perkataan ku?"Tanya Takahiro yang berpura-pura bodoh.


"Tidak, hanya saja aku tertawa karena kau mau mengalahkan kami berdua!.."


"Hahahaha, bagiku itu adalah hal yang lucu untuk bisa mengalahkan kami!..."Ketawa dan jawab Sledar yang sombong bahkan meremehkan Takahiro.


"Begitukah?....-" Ucap Takahiro yang melangkahkan kaki kanan dan dengan kecepatan tinggi tiba-tiba.


Srekkk!....

__ADS_1


...Suara potongan tangan kanan Sledar dan Mustari secara bersamaan dalam waktu yang sama, tiba-tiba Takahiro berada dibelakang mereka dengan senyuman meremehkan....


...Sledar dan Mustari terkejut melihat tangan kanan mereka yang terpotong, mereka berdua juga bingung melihat Takahiro sudah berada dibelakang mereka....


...Mereka tidak menyadari pergerakan ataupun merasakan pergerakan Takahiro yang tiba-tiba memotong tangan kanan sampai tiba-tiba berada di posisi belakang mereka....


...Mereka berdua menoleh kebelakang untuk melihat Takahiro dan meregenerasi tangan kanan mereka berdua menjadi semula dan bersiap untuk melawan Takahiro....


"Kau!.. apa yang kau lakukan sebelumnya?"Tanya Sledar yang marah dan dianggap remeh, bahkan menodongkan pedangnya ke arah Takahiro.


"Aku tidak melakukan apapun!.. hanya memotong sedikit tangan kalian berdua saja!.."Jawab santai Takahiro.


"Sepertinya aku telah salah menganggap dirimu lemah!.."Ucap Mustari yang sambil tersenyum jahat dan menutup matanya.


"Kau benar, kalau begitu aku tidak akan segan membunuhnya!!...."Ucap Sledar yang bergerak cepat menebas Takahiro dengan pedang besarnya.


Slash!...


Bumm!...


...Tebasan Sledar yang dari kiri melengkung ke kanan memotong semua benda atau objek yang terkena tebasan pedang milik Sledar ini....


...Namun tidak semudah itu menebas Takahiro, Sledar bingung dengan Takahiro yang sudah tertebas dibagian perut tetap berdiri, Ternyata itu hanya bayangan tubuhnya yang tertinggal karena saking cepatnya speed yang ia miliki....


...Takahiro yang asli sedang berada dibelakang mereka, dengan cemas mereka menghadap ke belakang karena merasakan keberadaan Takahiro dibelakang mereka....


...Takahiro langsung memberikan serangan sihir kuat kepada mereka dalam gerakan satu hati saja yang diarahkan kepada mereka berdua....


Brukk!..


Bumm!...


...Mereka berdua terhempas membentur bangunan dengan keras hingga hancur bangunannya. Namun, itu tidak membuat mereka terluka ataupun tergores....


...Mereka berdiri dan langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju Takahiro untuk memberikan serangan. Sledar dengan pedangnya memberikan tebasan pedang yang dengan mudah dihindari kembali oleh Takahiro....


...Akibat menghindarinya Takahiro, tebasan pedang tersebut melesat ke arah belakang Takahiro sebelumnya dan memotong rumah-rumah dengan mudahnya....


...Takahiro yang menghindar dengan cepat sampai meninggalkan bayangkan kembali, dia menghindar ke atas tapi Moncris lebih dulu sampai dan tepat samping kanannya....


Rruaaaggghhhh!....


...Raungan keras yang diberikan Moncris dengan daya suara yang mematikan jika sampai terkena, Takahiro berhasil menghindari hal tersebut dengan meninggalkan bayangannya saja....


...Takahiro yang asli sudah berpindah tempat dibelakang Moncris, Takahiro langsung menggerakkan jari telunjuknya dan memunculkan petir oren yang sangat kuat....


Jgeer!....


...Moncris terkena petir oren tersebut, tubuhnya tersambar hebat dan tepat kristal dipunggung miliknya terkena sambaran petir yang kuat, bahkan mampu menghancurkan. Namun Takahiro tidak melanjutkan sambaran petirnya dan membiarkan Moncris jatuh ketanah....


Whoosh......

__ADS_1


Swoosh....


"Kali ini kau akan mati!.."Ucap Sledar yang tiba-tiba berada dibelakang Takahiro seakan-akan teleport karena speed dia yang cepat.


Dia mengayunkan pedangnya dan memberikan tebasan kuat penuh dengan efek racun hitam yang mematikan. Namun, Takahiro menghindarinya dengan santai.


Slash!...Slash!...Slash!...


...Sledar memberikan tebasan berkali-kali lipat secara cepat akan tetapi Takahiro menghindarinya dengan santai. Mereka bertarung diudara dan melesat dengan kecepatan tinggi di udara sambil bertarung....


...Saat pedang Sledar hendak mengenai wajah Takahiro, Takahiro lebih dulu mengaktifkan lingkaran sihir kedua tangannya dan lingkaran sihir tersembunyi digunakan sebagai perisai....


Fwishh...


...Tiba-tiba pedang tersebut menjadi pedang kayu akibat mengenai lingkaran sihir yang menjadi perasai Takahiro menggunakan kedua tangannya....


"Apa yang terjadi? Kenapa pedangku menjadi seperti ini?"Tanya Sledar yang kesal karena pedang kebanggaan miliknya diubah.


"Aku hanya menggunakan sihir «Reality» yang diubah menjadi lingkaran sihir menggunakan tanganku!.."Jawab Takahiro yang tersenyum senang.


"Sialan kau!.. "Ucap balas Sledar yang marah dan mengayunkan pedang kayunya dengan kuat ke arah Takahiro sambil mengeluarkan Aura Spirit hitam yang pekat.


...Takahiro yang melihatnya 5 kali lebih cepat langsung mengaktifkan lingkaran sihir ditangannya dan membelah dirinya menjadi dua terpisah untuk menghindari tebasan pedang Sledar melalui «Dull»....


...Takahiro berhasil membelah dirinya menjadi dua akan tetapi tebasan pedang tersebut melesat menuju kubah perasai yang dibuat Takahiro sebelumnya....


...Dua Takahiro langsung mengikat pergerakan Sledar menggunakan tali sihir «Ropma» pergerakan Sledar berhasil dihentikan akan tetapi tebasan yang diberikan sebelumnya memunculkan gelombang tebasan yang membelah apa saja didepannya....


...Bangunan-bangunan distrik EL-7 terbelah dan hancur akibat gelombang tebasan pedang Sledar, gelombang tebasan tersebut juga ingin membela kubah perasai yang dibuat Takahiro. Kekuatan yang besar hingga kubah perasai Takahiro hampir mulai retak sedikit....


"Sial, jika dibiarkan maka kubah perasai yang diserang gelombang tebasan tersebut akan hancur!.."


"Aku harus mengubahnya!.."Batin Takahiro yang mengerakkan tangan kanannya kedepan yang memunculkan angin berhembus kencang Oren.


...Angin tersebut dilapisi sihir «Reality» dan melesat ke arah gelombang tebasan tersebut, seketika gelombang tebasan tersebut berubah menjadi burung-burung yang berterbangan akibat terkena Angin buatan Takahiro sesuai imajinasi dipikirkannya....


"Untung saja aku sempat mengubahnya menjadi burung sesuai imajinasiku, jika tidak....-"


"Mungkin gelombang tebasan tersebut bisa membelah dan menghancurkan apa saja diluar kubah perasai!.."Batin Takahiro yang lega.


...Sledar yang diikat mulai memberontak hingga mengeluarkan Aura Spirit yang mengandung racun hitam mematikan, kalau dihirup oleh manusia biasa maka bisa mengakibatkan kematian secara instan....


...Takahiro yang melihatnya langsung memberikan tali sihir «Ropma» sambaran petir untuk membuat Sledar melemah dan tidak memberontak....


Bumm!...


...Tiba-tiba ada gelombang atom ungu yang menyerang Takahiro dari bawah, Takahiro yang mengetahui akan hal membiarkan dirinya terkena gelombang atom tersebut....


...Gelombang atom tersebut menghilang dan yang melancarkan serangan tersebut adalah Moncris dari permukaan. Takahiro yang terkena gelombang atom tersebut tidak terluka ataupun tergores....


...Dia hanya melihat Moncris yang berada dipermukaan dengan tatapan senang karena hatinya merasa senang melihat Moncris masih berdiri dan menyerangnya secara diam-diam....

__ADS_1


"Baiklah, mungkin saat ini aku akan terlambat pulang!.."Ucap Takahiro sambil tersenyum senang melihat Moncris dari udara.


Selanjutnya.......


__ADS_2