WORLD GAME

WORLD GAME
Tentang Tania


__ADS_3

Meninggal!... sangat tragis untuk kehidupan Tania jika dia gagal mengontrol ultimate skill miliknya, sepertinya aku harus membantunya.


Aku rasa dia masih layak untuk hidup, apalagi aku melihat masa depannya yang cerah dan penuh kebahagiaan setelah dia berhasil mengontrol ultimate skillnya.


"Meninggal? jangan sampai Tania meninggal hanya karena dia gagal mengontrol kekuatannya ini!.."


Ucap Sotaru yang terkejut dan tidak terima.


"Iya, kau benar. aku juga tidak ingin Tania meninggal karena hal tersebut!..."


"Aku ingin dia mengejar apa yang dia inginkan selama masa dewasanya... menikah dengan orang yang dia cintai dan memiliki keluarga yang bahagia!..."


"Dia selalu cerita kalau sudah besar nanti, ingin menjadi penyihir dan ibu rumah tangga hebat seperti almarhum ibunya!..."


"Maka dari itu, aku meminta bantuan kalian untuk membantu Tania mengontrol ultimate skillnya!..."


Wah, impian yang luar biasa. jarang-jarang wanita memiliki impian seperti ini walaupun ada beberapa yang seperti ini....


Takahiro terlihat hanya diam tanpa bersuara, bentuk wajahnya seperti memiliki rasa bersalah yang mendalam, entah ada dengan dirinya.


"Kalau begitu, kami tentu bakal membantu Tania. tenang saja!.. kami pasti bisa membantu Tania!..." {Sotaru}


"Syukurlah, aku merasa lega jika kalian mau membantu Tania!.. terima kasih banyak!.."


"Tidak masalah, ini sudah menjadi kewajiban kami untuk menolong sesama.. bukan begitu Takahiro?"


"Ehh, iya...itu benar!.."


Takahiro terlihat sedang memikirkan sesuatu hingga tidak konsentrasi dalam pembahasan ini. Sepertinya dia terlihat memikirkan sesuatu yang banyak dan juga terlihat bersalah.


Sementara Oktop merasa senang dan lega karena Tania, bakal dibantu untuk mengontrol kekuatannya bersama kami. Sesosok ayah yang ingin menyelamatkan putrinya.


Pembicaraan kami selesai dan mengobrol sebentar dalam waktu lama hingga bel waktu istirahat Akademi berbunyi. Kami bertiga keluar untuk kembali ke rumah untuk melanjutkan aktivitas kami.


Namun, saat jalan melewati lorong menuju kantin, kami bertemu dengan Tania bersama ke dua wanita temannya yang berambut pendek merah dan rambut bergelombang kuning.


Mereka terlihat asik mengobrol santai sambil memakan jajanan kantin di meja kantin yang sudah disediakan. Mereka asik mengobrol dan makan bersama. Sotaru secara tiba-tiba berjalan menuju Tania dan teman-temannya.


"Hallo Tania, sudah lama tidak bertemu!.."


Sapa Sotaru yang malah menjadi pusat perhatian orang-orang.


"Hallo juga kak Sotaru, aku tidak menyangka kak Sotaru datang ke akademi!.."


"Iya, aku datang kesini hanya ingin bersilaturahmi dengan ayahmu dan mereka juga ikut bersama aku!.."


"Kak Eiji dan Takahiro sensei juga disini? dimana mereka?"


"Itu, mereka sedang berdiri disana sambil mengobrol sesuatu!."


Yah, aku saat ini sedang mengobrol bersama Takahiro. Berbicara atau mengobrol tentang Takahiro yang memasang wajah bersalah dan aku bertanya kepada dirinya.


Aku merasa tidak enak melihat wajah bersalahnya yang tentu sebagai sahabatnya tidak ingin dia seperti ini.


"Takahiro, ada apa dengan dirimu? semenjak membicarakan tentang Tania... kau seperti memiliki perasaan bersalah?.."


Takahiro terdiam sebentar karena sedang memikirkan sesuatu dipikirkannya.


"Kau memiliki penglihatan yang hebat!.. sampai bisa tahu kalau aku memiliki rasa bersalah!.."


Tentu saja, seorang sahabat pasti tahu apa yang terjadi kepada sahabatnya!..

__ADS_1


"Yah, aku bukan orang sembarangan yang tentu kau tahu itu, bukan?"


"Iya, kau benar tentang akan hal itu!.."


Takahiro mulai berbicara untuk memberitahu, kenapa dia seperti merasa bersalah.


"Kau pasti tahu, kalau leluhur Tania adalah A.I yang aku ciptakan, aku merasa bersalah karena memberikan beban berat kepada Tania dan pewaris sebelumnya!..."


"Mereka harus menanggung beban berat ultimate skill milik Gardian yang meniru ultimate skill milikku!..."


"Apalagi lagi nih ultimate skill bisa diwariskan ke mereka, karena aku yang menyarankan Gardian untuk memiliki keturunan supaya bisa mewariskan ultimate skill tersebut!.."


Ucap Takahiro yang benar-benar menyesal dan bersalah di raut wajahnya, Hatinya yang lembut... tidak akan tega membuat orang lain menderita apalagi karena dirinya.


Yah, begitulah Takahiro, dia berhati lembut walaupun sudah berada didunia lain sekalipun. Aku rasa orang seperti Takahiro sangat langka.


Aku memegang pundaknya untuk memberikan dia kata-kata membuat dia tidak merasa bersalah terus. jujur aku tidak nyaman jika dia seperti ini terus.


"Sudahlah, itu bukan seutuhnya salahmu!.. lagipula, lebih baik kamu membantu Tania mengontrol kekuatannya!.. ini bisa menjadi menebus kesalahanmu juga!.."


"Hmm, kau benar!.. lebih baik seperti itu!"


Takahiro tersenyum kecil.


Lebih baik dia seperti ini daripada memasang wajah bersalah terus-menerus membuat aku tidak nyaman sama sekali.


Setelah mengobrol sebentar dengan Tania, kami pulang untuk membuat rencana bagaimana membuat Tania mengendalikan kekuatannya yang sulit di kontrol.


Yah walaupun, Tania dan Takahiro saat mengobrol tadi, mereka lebih sering bertengkar dan tidak akur sama sekali. entah apa yang membuat mereka seperti itu namun, aku tidak ingin mencari tahu kenapa Tania seperti itu kepada Takahiro walaupun dia menyukai Takahiro.


Hmm, sesuatu yang tidak bisa aku cerna untuk dipikirkan. apalagi soal percintaan! walaupun dulu aku memiliki kekasih. namun, aku tidak paham sama sekali kecuali dia.


Malahan dia yang selalu mengajarkanku arti cinta sesungguhnya walaupun aku tidak paham secara keseluruhan apa yang ia ajarkan kepadaku!..


Kami sudah sampai, tercium aroma makanan yang lezat dari ruang makan, Sotaru yang menciumnya langsung terlihat air liur keluar dari mulutnya seperti orang kelaparan.


Sotaru langsung bergegas menuju ruang makan lebih dulu seperti seorang kucing yang berlari cepat.


"Seperti biasa, Sotaru melihat atau mencium bau makanan!.. langsung bergegas cepat dan bertindak cepat!.."


Ucapku yang sudah tidak heran lagi karena memang itu sifatnya.


"Iyah, tidak heran kalau dia seperti itu!.."


Ucap Takahiro, Takahiro terlihat berjalan menuju tangga untuk ke lantai atas.


"Kau mau kemana? tidak ikut makan siang?"


"Ikut, hanya saja aku ingin berganti pakaian yang lebih bagus! apalagi sekarang aku tidak ada kelas jadi bisa nyantai hari ini!.."


"Begitu, ya sudah... aku ke ruang makan terlebih dahulu!.."


"Oke..."


Takahiro berjalan menaiki tangga, sementara diriku berjalan menuju ruang makan untuk makan siang bersama. aku tidak sabar untuk memakan makanan Nasywa dan Mizu.


Setelah itu, kami semua sudah berkumpul. Makan siang hari ini ada daging panggang kelinci R3, burung B2, es jeruk, sayur sup ikan dan sambal untuk menjadi tambahan nikmat makanan. Yah itu adalah dua hewan yang cukup langka untuk ditemukan di hutan.


"Baiklah, selamat makan!.." Ucap bersama kami dan mulai makan bersama.


Sotaru dengan lahap memakan makanannya seperti daging dan terus tambah, Aina yang sudah tahu sifat Sotaru seperti ini tentu saja dia memasak dalam jumlah banyak khusus untuk Sotaru.

__ADS_1


Takahiro dan Hirami malahan saling bersuapan seperti menunjukkan hubungan mereka tanpa peduli orang disekitar mereka.


Sebenarnya tidak hanya mereka berdua saja! aku juga melakukan hal sama dengan Nasywa dan Mizu.


"Ayo, sayang...!" Ucap Nasywa yang ingin menyuapkan makanan kepadaku.


Aku hanya menerimanya, mengunyah daging kelinci yang panggang olehnya.. lezat dan renyah dimulut, daging yang lembut untuk dimakan dan halus masuk ke tenggorokan.


"Bagaimana, enak bukan?"


"Tentu saja, masakan dirimu pasti paling enak dan lezat dimakan!.."


"Wah, senangnya kalau begitu!.. aku pasti akan memasak makanan yang lezat untukmu!.."


Senyum Nasywa yang manis saat dia senang. entah mengapa hatiku selalu berdebar saat dia tersenyum seperti ini.


Sementara Mizu lebih menikmati daging burung yang ia tangkap sendiri. Dia tidak peduli dan memakannya dengan nikmat tanpa peduli dengan orang sekitar!..


Yah, memang seperti itu dia!.. meskipun begitu dia terlihat imut saat mengunyah dagingnya.


"Oh iya, aku ingin bertanya!.." Tanya Hirami


"Ingin bertanya tentang apa Hirami?" jawab Takahiro.


"Aku ingin bertanya tentang Tania!.. apa yang akan kalian lakukan untuk membantu dirinya? aku merasa kasihan kepada dirinya setelah mendengar cerita Takahiro sebelumnya!.."


Ucap Hirami dengan raut wajah khawatir... walaupun mereka jarang bertemu. Namun, katanya mereka adalah teman dari kecil tapi sudah jarang berbicara semenjak Hirami lulus dari akademi.


Omong-omong mereka berteman bukan seumuran, Hirami tiga tahun lebih tua dari Tania. Hirami berumur 19 tahun sementara Tania berumur 16 tahun.


"Iya itu benar, walaupun aku hanya sebentar melihat dia! namun mendengar tentang dirinya, lumayan kasihan kepadanya!.." {Nasywa}.


"Tenang saja, kami bertiga sedang melakukan sesuatu untuk membantu dia mengontrol kekuatannya!.." {Sotaru}


"Benarkah? baguslah kalau seperti itu!.. aku yakin dia pasti bisa..." Ucap lega Hirami.


"Berarti.. kalian untuk kedepannya bakal sibuk kepada Tania?" Tanya Mizu yang memikirkan hal tersebut.


"Iya, tapi kami membantu dia secara gantian!.. seperti mengajarkan dia secara gantian, dan kami sudah atur jadwalnya!.."


"Hari pertama yang mengajarkan dia adalah Takahiro, selang-seling dua hari, Senin, Rabu, Jumat. Kedua Eiji, dan yang terakhir adalah aku sendiri!..."


Yah, kami sudah sepakat sebelumnya selama jalan menuju rumah, kami sudah mengatur jadwal hari untuk mengajarkan dia sesuai suasana hatinya.


Kami bisa menyepakati ini karena Takahiro menjelaskan kalau Tania akan jauh lebih rajin dan lembut hatinya saat ke tiga hari ini. Senin, Rabu dan Jumat.


"Wow, jadwal yang tepat sekali dan cocok untuknya... apalagi di ketiga hari itu adalah dimana suasana hati Tania jauh lebih baik!.."


"Bagaimana kau tahu tentang itu? apakah ada sesuatu dibalik ketiga hari itu?"


Tanya Aina yang penasaran.


"Tentu saja, dulu saat masih kecil!.. kami sering bermain bersama tapi Tania tidak terlalu diperbolehkan main kecuali ketiga hari tersebut!..."


"Hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu adalah hari yang menyebalkan baginya karena tidak bisa main keluar dan harus mengikuti setiap latihan atau acara keluarga seperti anak yang terlalu diatur yang tentu dia tidak setuju akan hal tersebut!.."


"Di hari Senin, Rabu dan Jumat adalah hari kebebasan baginya, dia bebas dari aturan keluarganya yang merepotkan. Dia bisa bebas kemana saja asalkan masih di daerah Empire Light atau orang terdekatnya yang salah satunya adalah aku sendiri!.."


Hirami terlihat senang dan tersenyum saat menceritakan masa kecil dia bersama Tania, ternyata memang mereka adalah teman yang akrab. Namun, sayang sekali mereka sekarang jarang bertemu.


Takahiro yang melihat Hirami tersenyum saat menceritakan Tania, Takahiro juga ikut tersenyum sambil melihatnya. Aku semakin yakin Takahiro memang memiliki perasaan dengan Hirami dan mereka memang suami-istri jika menurut budaya kami.

__ADS_1


Hirami melanjutkan ceritanya saat kebersamaan dia dengan Tania selama makan siang, kami semua mendengarkan ceritanya dengan nyaman dan tenang. penuh keceriaan dan kebahagiaan di momen tersebut.


Selanjutnya.......


__ADS_2