
Setelah penyerangan di distrik EL-7, kami berhasil mengalahkan mereka semua tanpa sisa sedikitpun. Ada banyak korban jiwa di penyerangan ini tapi korban berhasil dihidupkan kembali oleh Takahiro.
Mereka semua selamat dan di jaga oleh Nasywa, tunanganku.... dia menjaga dan membuat korban menjadi lebih baik mentalnya karena kehangatan di bawa oleh Nasywa dari dalam dirinya.
Kami berenam memutuskan kembali ke rumah Hirami dan Takahiro, Kami berlima memutuskan menginap dirumah mereka.
Tentu saja mereka mengizinkannya.
Aku tidur bersama Sotaru dikamar tamu. sementara, Nasywa, Mizu, Aina tidur bersama dikamar Hirami karena memiliki kasur cadangan.
3 Hari setelah kejadian tersebut.....
Aku dan yang lainnya hidup damai di Empire Light, kami semua memutuskan untuk tinggal ditempat Hirami dan Hirami tidak keberatan karena memang ini yang dia inginkan.
Selama tiga hari tersebut, kami berlima menghabiskan waktu menaikkan level dan menyelesaikan misi kecil-kecilan. Namun kami bagi dua kelompok, Sotaru bersama Aina sementara diriku bersama kedua tunanganku tentunya.
Kami menyelesaikan misi kelas E, F, D, kami menyelesaikan misi berbagai macam tugasnya seperti menangkap pembunuh, membawakan daging kelinci msgte, mengumpulkan kayu, membuat obat atau ramuan. itu semua selesai dan mendapatkan upah.
Kadang kami memiliki tugas sendiri, seperti memburu hewan untuk makan daging, membeli kebutuhan pokok, latihan dan lainnya. Ke seharian yang biasa hingga kami terkenal dikalangan beberapa distrik karena suka membantu tanpa pamrih apalagi menangkap banyak penjahat atau orang susah dan setelah kami dianggap pahlawan oleh warga distrik EL-7.
Hari ini kami bertiga dipanggil oleh Oktop, kepala sekolah akademi Empire Light.
"Kalian berdua dipanggil oleh kepala akademi, jadi kalian berdua akan ikut bersamaku!.."
"Hmm, tentang hal apa?"
"ada hal penting, aku hanya disampaikan memberitahu kalian untuk datang!..."
"Baiklah kalau begitu..."
Obrolan aku dengan Takahiro semalam, entah apa yang diinginkan namun, sepertinya ini penting.
Nasywa, Mizu, Aina tidak ikut dan membantu Hirami membuka toko herbal milik Hirami.
"Menurutmu, ada urusan apa kepala akademi memanggil kita?"
"Aku berpikir, kalau ini ada hubungannya dengan anaknya!..." {Takahiro}.
"Anak? yang bernama.... Tania itu, bukan?" {Sotaru}.
"Iyah, dia anak kedua kepala akademi!..."{Takahiro}.
"Memangnya ada apa dengannya? apakah ada sesuatu yang terjadi kepadanya?"
"Iyah, namun biar kepala sekolah yang memberitahu kepada berdua!"
"Tidak enak jika aku yang memberitahu kalian..."
"Baiklah... aku mengerti..."
Hmm, sepertinya memang ada hal yang terjadi kepada Tania... aku harap dia tidak mengalami hal berat...
Kami melanjutkan perjalanan menuju sekolah akademi sambil mengobrol tentang makan malam nanti, Sotaru seperti tidak sabar untuk makan malam, Takahiro juga sama apalagi dia bilang kalau "Aku juga sama, makanan Hirami paling yang aku suka!.."
Takahiro bilang seperti dengan perasaan senang, aku iseng-iseng menggunakan «Omniscient» milikku untuk mencari tahu kedekatan mereka berdua karena setiap kali aku menanyakan hubungan mereka berdua, Takahiro selalu alasan.
Aku mendapatkan kalau mereka memiliki hubungan spesial, atau lebih dari kata kenalan. hubungan mereka sudah seperti suami istri dan Takahiro memberikan cincin kepada Hirami dengan alasan cincin itu bisa melindungi Hirami jika Takahiro tidak ada di sisinya, Hirami juga memberikan cincin warisan neneknya kepada Takahiro sebagai tanda keselamatan.
Hmm, bukannya ini seperti melamar? karena budaya negeriku dulu seperti ini, pantesan saja jika Takahiro dan Hirami memiliki hubungan seperti suami-istri.
Namun, aku juga mendapatkan kalau Tania memiliki perasaan kepada Takahiro juga. Aku terkejut mengetahui hal ini.
Wow, aku tidak menyangka akan hal ini!... apakah ini disebut cinta segitiga? menarik...
{Akademi Empire Light}
Kami sampai di alun-alun akademi, banyak siswa disekolah ini dan penuh siswa yang berbakat.
ada yang baca buku dikursi jalan sekolah dan ditanam, ada juga yang berpacaran, bermain bersama temannya, dan ada juga yang melihat kami bertiga.
"Sotaru, aku rasa kita dilihatin oleh siswi disana?" Ucapku yang bersuara pelan
"Iyah kau benar, apalagi ada yang terdiam melihat wujudku ini!..." {Sotaru}
"Hahahaha, itu adalah hal wajar... apalagi kalian sudah memiliki banyak rumor dan terkenal dibeberapa distrik kerajaan!..." {Takahiro}.
"Benarkah? wow, aku menjadi terkenal kembali!.. aku tidak sabar memiliki fans dan murid seperti dulu!.."
__ADS_1
Ucap Sotaru yang kesenangan.
"Hmm, ide yang bagus dan kau memang hebat Sotaru!.."
"Tentu saja!.." Sotaru merasa bangga terhadap dirinya.
"Sudahlah, ayo kita menuju ruang kepala sekolah!.." {Takahiro}
Kami melanjutkan jalan menuju ruang kepala sekolah, jalur dekat ruang kelas, kami selalu didatangi siswi dan di ajak kenalan. Aku yang pada dasarnya tidak bisa menolak, berkenalan dengan siswi yang kami lewati.
Kami membicarakan tentang fenomena ledakan besar mirip bola di udara dalam ukuran raksasa yang diakibatkan oleh Takahiro, mereka memuji Takahiro sebagai guru mereka, Takahiro tentu merendahkan diri karena memang itu sifatnya.
"Memang hebat kalian bertiga, bisa mengalahkan Skeleton Dark dan Moncris, apalagi pemimpin dan komandan mereka!..."
"benar, itu benar... apalagi kami mencari tahu dari data-data tentang monster kalau mereka itu selevel monster tingkat Tiger..."
"Iyah, hebat sekali!..."
Aku rasa mereka memang mengidolakan kami bertiga, Takahiro sampai tidak bisa Berkata-kata....
"Terimakasih yah, kami memang hebat... kalau kalian tahu, dulu kami pernah mengalahkan Leomons yang merupakan...."
"Hmm..."
Aku dengan cepat menutup mulut Sotaru supaya tidak memberitahu tentang Leomons.
"Heheh, maaf yah nona-nona, kami harus pergi terlebih dahulu yah..."
"Iya, kami sudah ditunggu oleh kepala sekolah dan kalian lebih baik masuk kedalam kelas..."
"Karena guru kalian sebentar lagi datang!..."
"Oh iya, baik...baik.. terimakasih sudah mengingatkan sensei..."
Para siswi masuk ke dalam kelas, aku membawa Sotaru untuk menjauh dari kelas mereka.
Setelah lumayan jauh, aku melepaskan tanganku dari mulutnya.
"Hei, apa-apaan ini? kenapa kau menutup mulutku?" Ucap sedikit kesal Sotaru.
"benarkah? aku tidak menyadari bakal memberitahu tentang Leomons karena keasikan!.." Sotaru seperti merasa bersalah.
"Sudahlah, tidak usah dipikirin... lagipula ada hal yang lebih penting dari ini!.."
"Iyah, kau benar Eiji... kita tidak usah pikiran hal ini, kepala sekolah sedang menunggu kita!.."
"Lebih baik kita menemuinya!.." {Takahiro}
"Oke" {Sotaru-Eiji}
Kami akhirnya melanjutkan perjalanan menuju ruang kepala sekolah, setelah melewati banyak kelas dan persimpangan jalan.
Akhirnya sampai di ruang kepala sekolah.
{Ruang Kepala Akademi}
Tuk... tuk...tuk..
Takahiro mengetuk pintu untuk mendapatkan izin masuk.
"Masuklah!.."
"Terimakasih Kepala sekolah!.."
"Ayo masuk!.."
Kami bertiga masuk kedalam ruangan, Oktop sudah menunggu kami sambil duduk di sofa, dimeja sudah disajikan 3 teh hangat untuk kami.
"Silahkan duduk, Takahiro, Eiji dan Sotaru!.. silahkan minum tehnya!.."
Sambutan Oktop yang hangat dan lembut.
"Terimakasih atas sambutannya...." {Eiji-Sotaru-Takahiro}.
Kami bertiga duduk di depan sebelah kanan sofa Oktop, kami duduk yang tentu Sofanya sangat lembut dan empuk untuk diduduki.
Kami meminum teh hangat yang sudah disediakan, aku meminum teh itu yang rasanya manis pas, hangat dan nyaman dimulut hingga ke tenggorokan.
__ADS_1
Sungguh nikmat, aku rasa ini teh berkualitas tinggi.... mungkin aku harus membelinya...
"Baiklah, aku berbicara ke inti pembicaraan atau pembahasan kepada kalian supaya tidak membuang waktu!.."
"Membahas tentang apa? hingga memanggil kami?"
Tanya Sotaru yang sepertinya sudah penasaran.
"Tentang anakku, mungkin Takahiro sudah tahu lebih dulu. namun, tetap aku ingin membahas hal ini!.."
"Aku ingin meminta tolong kepada kalian bertiga untuk membantu anakku Tania, supaya bisa mengontrol kekuatan dari warisan temurun keluarga kami!.."
Kekuatan warisan? kekuatan apa itu? sepertinya Takahiro lebih tahu soal ini terlihat dari wajahnya....
"Kekuatan warisan? kekuatan seperti apa itu?dan kenapa Tania tidak bisa mengontrolnya apalagi dia yang terpilih?"
"Iyah itu benar yang dikatakan, Eiji. aku juga penasaran ada apa dengan Tania!.." {Sotaru}.
Oktop sedang memikirkan sesuatu, aku tidak tahu tentang apa walaupun aku bisa saja tahu tapi lebih menarik jika aku tidak tahu tentang apa-apa yang ingin aku ketahui....
"Baiklah, aku akan ceritakan terlebih dahulu tentang asal usul keluarga kami dan kenapa Tania bisa terpilih!..."
Oktop mengeluarkan sesuatu seperti bola dari saku bajunya, dia menggelindingkan bola itu ke meja dan bola itu memunculkan tulisan tentang keluarga mereka.
Hmm, cerita keluarga? cerita yang enak untuk didengarkan apalagi sejarah keluarga...
"Seperti yang kalian lihat, keluarga kami yang bernama Mataram. Merupakan keluarga besar yang melegenda tentang sihirnya yang hebat!... keluarga bangsawan dan masuk top 10 keluarga bangsawan di Realms Gaia ini!.."
"Keluarga Mataram memiliki julukan, keluarga keturunan Dewa. Yah memang itu benar!.. namun, lebih tepatnya keturunan dari makhluk ciptaan salah satu dewa utama Mage of Genius Magic!..."
Keturunan makhluk ciptaan Takahiro? siapa yang ia maksud? dan pantas saja Takahiro lebih tahu tentang pembahasan ini!...
Sotaru terlihat terkejut lucu setelah mendengar kalau Tania dan Oktop keturunan makhluk ciptaan Takahiro yang tidak lain A.I buatan Takahiro...
Yah, mungkin Sotaru bisa berpikir seperti karena dia mengalami hal sama. namun, bedanya Sotaru masih hidup dan anaknya menjadi istrinya sendiri di masa depan!...
"Leluhur kami yang merupakan makhluk ciptaan Mage of Genius Magic, dia bernama Gardian Mataram. Orang yang menciptakan
ultimate skill yang mirip ultimate skill Mage of Genius Magic yang bernama Destruction dan Creation. ultimate skill yang diciptakan bernama Power increases dan Energy converter..."
"Ultimate skill ini sudah diwariskan turun-temurun, dari generasi ke generasi dan yang mewariskan ini hanya 1 keturunan saja atau disebut keluarga Mataram utama seperti diriku ini!.."
Hmm, ultimate skill yang diwariskan turun-temurun? apakah ini yang menjadi alasan Tania susah mengontrol ultimate skill ini?
"Ultimate skill ini bukan seperti kekuatan yang diwariskan secara pelantar seperti contoh aku memberikan ultimate skill ini kepada Tania. ini merupakan hal yang salah, ultimate skill diwariskan secara keturunan dan hanya 1 yang terpilih secara random dari keluarga utama seperti contoh aku memiliki 2 anak, salah satu anakku mewariskan ultimate skill dari keturunanku dan akan muncul di salah satu anakku, nah yang terpilih adalah Tania..."
"Wow hebat sekali. Namun, bagaimana kamu bisa mengetahui salah satu anakmu mewariskan ultimate skill ini?"
Tanya Sotaru yang tepat sekali.
"Mudah, saat istriku melahirkan anak. pihak keluarga akan membawanya ke kasur Mataram, ini merupakan kasur khusus untuk mengetahui keturunan Mataram yang mewariskan ultimate skill keluarga Mataram!..."
"Nah anak pertamaku tidak mewariskan hal ini, dan kata-kata Gardian Mataram merupakan leluhurku, jika anak pertama tidak mewariskan ultimate skill tersebut!. maka harus melahirkan anak lagi dan jika tidak mewariskan lagi, maka harus melahirkan anak lagi dan terus seperti itu sampai salah satu anak mewariskan ultimate skill tersebut!... jika berhasil maka disarankan tidak melahirkan anak lagi karena tugasnya sudah selesai!...
Sungguh kata-kata yang membuat laki-laki manapun juga mau, karena bisa mendapatkan seperti itu terus menerus jika anaknya tidak mewariskan ultimate skill keluarga Mataram.
Tapi ini lebih ke arah, memiliki anak karena perkataan atau tugas dari leluhur bukan dari diri sendiri yang tentu rasanya berbeda walaupun aku tidak pernah mencobanya!...
"Saat sudah melahirkan Tania, pihak keluarga melakukan hal sama seperti ke anak pertamaku. Tania ditemukan mewariskan ultimate skill ini dan akhirnya Tania dari kecil sudah dibimbing untuk mengontrol kekuatan ini!.."
"Namun, itu yang jadi masalah!.."
Masalah? masalah apa yang membuat Tania tidak bisa mengontrol ultimate skill ini?"
"Masalah apa? apakah terjadi sesuatu kepada Tania?" Tanyaku yang khawatir walaupun belum terlalu kenal kepadanya.
"Masalahnya, ultimate skill ini lebih kuat dan susah dikontrol dari milikku. Kata Gardian Mataram, kekuatan ini akan semakin kuat dari generasi ke generasi dan milik Tania lebih kuat dari milikku sebagai generasi sebelumnya!..."
"Tania sudah dilatih, namun dia tetap kesulitan.. maka dari itu aku meminta tolong kepada kalian bertiga untuk membantu Tania!.."
"Karena peraturan keluarga Mataram, jika keturunan yang mewariskan ultimate skill tidak bisa mengontrol kekuatannya selama 16 tahun!.. maka kekuatan ini bakal dipindahkan ke keturunan yang lain yang masih sedarah dan itu adalah anak pertamaku!.."
"Tapi resiko memindahkan ultimate skill ini bisa membuat nyawa pewarisnya meninggal dan aku tidak mau itu terjadi!..."
Meninggal? tragis sekali jika terjadi kepada Tania!... tentu aku tidak bisa membiarkan hal ini apalagi Takahiro yang merupakan gurunya!...
Selanjutnya.......
__ADS_1