
Dikuil kuno, Sotaru sedang berhadapan dengan Gracton, mereka berdua saling menatap satu sama lain.
"Hallo, Ayah..." Ucap Gracton sambil tersenyum jahat.
"Hallo juga, anak sialan.... Aku tidak menyangka, setelah semua kebaikan hatiku, kau malah berbuat seperti ini.." ucap Sotaru yang cukup kesal.
"Wah-wah, dikatakan anak sialan oleh ayah sendiri itu menyakitkan.... Apalagi ini ada pertemuan kita kembali setelah seribu tahun yang lalu...." Ucap Gracton.
"Yah aku tahu itu, tapi... Menciptakanmu dulu adalah kesalahanku..."
"Aku tidak menyangka, kau akan seperti ini... Padahal aku berharap, kau bisa berubah.."
"Nyatanya tidak... Sungguh aku menyesal..." Ucap Sotaru dengan perasaan yang benar-benar kecewa.
"Hahh! Menyesal? Aku lebih dari itu, kau selalu memperhatikan dia dibandingkan aku..." Ucap Gracton sambil mengingat akan masa lalunya.
Di dalam ingatan masa lalu Gracton, terlihat Gracton yang masih muda selalu berusaha menjadi yang terbaik, akan tetapi perhatian Sotaru terus tertuju kepada saudaranya.
"Aku selalu berusaha menjadi yang terbaik, namun... Kau selalu memperhatikan dia dibandingkan diriku ini..."
"Aku tidak menyangka, dulu aku begitu bodoh kalau diriku ini adalah ciptaan yang gagal..."ucap Gracton yang mengingat dirinya yang mendengar bahwa dirinya adalah ciptaan gagal dari percakapan Sotaru dan Takahiro.
"Karena hal itu, aku menyadari bahwa aku tidak layak disampingmu dan berusaha untuk membalas dendam kepadamu...-"
"Karena kau telah mencampakkanku dan seperti membuangku... Maka dari itu, aku selalu membuat kerusakan dan kerusuhan..." Ucap Gracton sambil memperlihatkan masa lalunya yang dimana, terlihat Gracton yang selalu di campakkan dan selalu membuat kerusakan di kerajaan Glaudusa Glenice.
"Hingga pada akhirnya, aku berhasil membuatmu, mengusir diriku dan aku mengajak seluruh saudara sesama Decton untuk pergi dari rumah..."ucap Gracton yang mengingat dia di usir secara tidak terhormat dan mengajak seluruh saudara Dectonnya.
"saat itu, aku senang sekali... ditambah aku benar-benar bebas dan semakin gembira karena kau... dikabarkan menghilang..."
"sejak saat itu, kau mencari mu... aku yakin kau di suatu tempat, dan aku menemukanmu yang tertidur di dalam tanah..."
"aku menyadari hal tersebut, dan meneliti tubuhmu untuk aku bisa berevolusi menjadi kuat..."
"dan sekarang... aku sudah berevolusi menjadi kuat dan akan membunuhmu... hahahaha..." ucap dan ketawa besar Gracton.
Sotaru hanya mendengarkan dan memikirkan sesuatu hal yang menurut dia tidak wajar.
"meneliti tubuhku?... wah... mesum!.."
"berani sekali kau meneliti tubuhku dalam keadaan tidur seperti itu..." teriak kocak Sotaru yang merasa tubuhnya di raba-raba.
"hahahaha.... kau memang tidak berubah, kau tetap bersikap bodoh saat seperti ini..."
"aku tidak menyangka akan hal tersebut, tapi.. aku yakin, kau sudah mendengarkan semuanya kan, Aina?..." ucap tanya Gracton sambil tersenyum jahat mengarah ke seseorang di belakang Sotaru.
"Aina? maksudmu?..." tanya Sotaru yang terkejut dan panik.
Sotaru melirik kebelakangnya, dia melihat Aina yang sedang berdiri dengan tatapan kecewa yang berat.
"Aina.. itu kau..-"
"iya... aku sudah mendengarkan semuanya, dari kisah masa lalumu. aku tidak menyangka... kau adalah ayah dari robot yang telah menghancurkan kebahagiaan keluargaku...." ucap Aina dengan eskpresi kecewa.
"ini tidak seperti yang kau bayangkan, Aina... dengarkan penjelasan dariku terlebih dahulu..." ucap Sotaru yang mencoba menjelaskan kebenarannya.
"tidak perlu... aku sudah mendengar semua ceritamu.. kau tidak perlu menjelaskan apapun.."
"terimakasih telah membuat aku bisa memiliki perasaan denganmu dan merasa terlindungi oleh keberadaanmu..."
"lebih baik, kita hadapi robot licik ini dan setelah itu.. kita berpisah dan tidak pernah bertemu lagi..." ucap Aina yang benar-benar kecewa dan mengeluarkan pedangnya dari sarung pedang yang berada di pinggangnya.
Sotaru hanya bisa menyesal dan merasa bersalah, dia tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi.
"wah-wah... benar-benar menarik, aku tidak menyangka akan seperti ini..."
"maafkan aku, ayah... karena aku tidak memberitahu kalau ada calon ibu di sampingmu..." ucap Gracton yang sangat gembira melihat raut wajah Sotaru.
"dasar kau..." ucap Sotaru yang kesal dengan mengepalkan tangannya sejajar mata.
"kalau begitu... mari kita bersenang-senang..."
fuihh...
set...
bomm!...
Gracton dengan gerakan cepat, langsung menembak laser cahaya mengarah ke mereka berdua.
Sotaru dan Aina langsung menghindari serangan tersebut dengan melompat ke depan, Aina mengayunkan pedangnya yang secara dihindari oleh Gracton.
Gracton mengindari dengan melompat ke belakang yang dibelakangnya, ada Sotaru yang bersiap-siap menebasnya.
whoosh!...
slash!...
Duarr!...
Sotaru berhasil menebas bagian perut Gracton dan terpental keras, dia terpental ke Pepohonan dan menghancurkan tanah yang menyebabkan ledakan besar.
Aina langsung berlari dengan cepat dan mengayunkan pedangnya kembali, namun ditangkis oleh Gracton sambil berbicara "Wow.. kau semakin kuat, Aina." dengan senyuman jahatnya dan lengan kanannya.
"iya.. aku semakin kuat karena dirimu..." ucap Aina yang benar-benar murka.
whoosh!...
plakk!...
Sotaru langsung memukul Gracton dari samping kirinya, Gracton terpental dan bisa menampakkan kakinya dengan tepat ditanah tanpa terjatuh.
efek terpental Gracton, membuat banyak asap dari gesekan tanah, Gracton memanfaatkan itu dengan menembakkan skillnya.
"rasakan ini, «Double Laser Light»." ucap Gracton yang menembakkan dua laser cahaya.
Fyuihh!...
__ADS_1
laser cahaya tersebut, melesat dengan cepat yang bersinar merah terang, Sotaru langsung menghadapi Tembakan tersebut dengan Perisai di lengan kirinya.
Duarr!....
ledakan besar yang seluas 10 Km, mengeluarkan banyak asap tebal dan api yang besar.
sesuatu seperti cahaya yang ternyata Sotaru dan Aina, melesat dengan cepat ke dua samping Gracton, Gracton yang menyadari hal tersebut pun langsung dengan cepat menghadapi dua cahaya tersebut.
pertarungan mereka benar-benar sengit, memberikan pukulan, Tebasan dan tembakan secara cepat.
memberikan kerusakan dari ledakan yang mampu menghancurkan hutan dan bukit disekitar,
Gracton melompat tinggi ke belakang, Sotaru dan Aina berlari mengejar Gracton sambil menghindari ribuan tembakan laser cahaya tersebut.
kombinasi Aina dan Sotaru benar-benar kompak dan mendominasi, mereka benar-benar bisa berlari sambil menghindari ribuan tembakan tersebut.
Sotaru dengan cepat, langsung melompat dan berada di belakang Gracton, Gracton tidak menyadarinya langsung menahan pukulan dari Sotaru dengan tangkisan dalam.
Pow!....
Sotaru memberikan pukulan yang besar, sehingga Gracton terpental ke arah Aina yang sudah siap melancarkan skillnya.
"aku akan mengalahkanmu...."
"«Consecutive Hits»"
Set!...
whoosh!...
slash!... slash!.. slash!...
Aina mengayunkan pedangnya kepada Gracton yang berada di udara, dia melompat dan memberikan Seribu tebasan pedang dalam 5 detik.
Aina berhasil menebasnya dan mendarat ke tanah, Gracton juga demikian tapi dia masih santai dan tidak ada cedera sedikitpun.
"tidak mungkin... dia tidak terluka sedikitpun?" tanya Aina yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Sotaru mendarat di belakang Aina yang sedang melihat Gracton sambil berbicara
"itu mungkin baginya... karena Level mu dan dia berbeda jauh!.."
"belum lagi, tingkatan kalian..."
"kau cuman tingkat komandan atau Iron, sementara tingkat level monster dia adalah Golem dan mendekati Dragon!.." ucap Sotaru.
"yah... yang dikatakan ayah memang benar, kau bukan tandingan ku.."
"aku tadi hanya bermain-main dengan ayahku saja, dan sekarang aku akan membuat dia kehilangan orang yang dia cintai..." ucap Gracton sambil tersenyum jahat.
"apa maksudmu? dan lebih baik, kau tidak menyebutku ayah karena aku sedikit tidak suka dengan hal tersebut..." ucap Sotaru yang merasa jengkel.
"hahaha... baiklah, tapi...-"
"kalian harus aku pisahkan terlebih dahulu..."
Fyuihh!...
saat Sotaru sedang berbicara dan berjalan sedikit, tiba-tiba ada cahaya yang membawa dia keluar angkasa dengan cepat.
Sotaru terus dibawa oleh cahaya tersebut sampai keluar Atmosfer dan keluar dari planet menuju luar angkasa yang berada di Realms Gaia.
"Sotaru..." ucap Aina yang panik dan khawatir.
"apa yang kau lakukan?...." ucap.matah Aina.
"tidak ada, hanya saja... aku memasangkan alat «Licyber» di tanah tepat di bawah Sotaru!." jawab Gracton dengan senyuman jahatnya.
"apa maksudmu?" tanya Aina
"mudah, «Licybe» adalah benda kotak besi yang bisa ditaruh tanah, saat targetnya berada di atas «Licyber ini»..-"
"maka «Licyber»akan aktif dengan sendirinya dan memunculkan bola cahaya yang membawa targetnya menuju ruang angkasa dan sejauh mungkin..."
"saat ini, dia berada di ruang angkasa sejauh 5000 tahun cahaya atau keluar dari tata Surya ini yang memiliki banyak planet dan 1 bintang yang diorbit."
"dia akan terus keluar dari tata Surya dan galaksi dalam waktu 3 Jam yang dimana-...."
"untuk keluar dari suatu galaksi...butuh 1,9 juta tahun cahaya dan jarak dia akan planet ini, sangat jauh... butuh 2 jam dia sampai ke sini..." jawab Gracton dengan wajah gembira.
Aina hanya bisa terdiam dan terkejut mendengar jawaban Gracton, dia sedikit khawatir dengan keadaan Sotaru di ruang angkasa.
"kau tidak perlu khawatir... Hubots bisa bernapas dan beradaptasi di ruang angkasa, jadi dia akan baik-baik saja..."
"tapi yang harus kau khawatirkan adalah dirimu, bersiap-siap lah untuk aku kalahkan..." ucap Gracton dengan senyuman jahatnya.
"cih... aku tidak akan membiarkan kau mengalahkanku, dan akulah yang akan mengalahkanmu"
Set!
whoosh!...
Ting!..
Aina langsung berlari dengan cepat mengarah ke Gracton dan mengayunkan pedangnya, Gracton dengan mudah menangkapnya.
[Kota Precognition]
pertempuran dikota, benar-benar hebat dan sengit dari dua kubu. Decton berhasil mendesak future eye squad dengan misil dan tembakan laser mereka.
bangunan-bangunan kota Banyak yang hancur, alun-alun kota penuh dengan kerusakan dan kebakaran.
"kita tidak akan menyerah!..."
"ayo semuanya?..."
__ADS_1
Fyuihh!....
bomm!...
para future eye squad, tertembak oleh salah satu Decton yang berada di alun-alun kota.
dia menembakkan peluru meriam nya yang berasal dari senjata gun canggih dia, dia menembakkan peluru meriam yang bisa meledak ke arah future eye squad dari kejauhan.
Syuii!..
set!..
"siapa kau? berani sekali menembak sihir dari belakang!" ucap Decton tersebut yang melihat ke arah tembakan sihir tersebut.
"aku? aku hanya Elf perempuan yang kebetulan ingin bertarung denganmu..." jawab Mizu dengan senyumannya yang berdiri di atas atap rumah.
"hmm... menarik...."
"kalau begitu, ayo kita bertarung untuk mengadu skill tembakan kita... aku ingin melihat kemampuan tembakanmu.." ucap Decton tersebut dengan bersemangat.
"hm.. sebelum bertarung, ayo kita kenalan nama dahulu, namaku adalah Mizu, dan kau siapa?"
"namaku adalah Syver, Decton penembak jitu yang hebat diantar Decton lainnya..." ucap Syver yang bermulut besar.
"wah, menarik.. kalau begitu-..."
Mizu mengeluarkan cahaya biru untuk memanggil busur butterfly instead, sementara Syver bersiap-siap untuk menembak dengan Gunnya.
Mizu memanggil busur miliknya dan menarik tali busur tersebut yang menciptakan anak panah berwarna biru bersinar.
Syver mengaktifkan Gun miliknya yang di arahkan ke Mizu.
Fyuihh!...
Syui!..
mereka berdua adu Tembakan jarak jauh yang langsung melompat menghindari Serangan yang diterima masing-masing.
Mizu berlari dan melompat setiap atap bangunan sambil menembakkan panah ke arah Syver, sementara Syver berdiri di tempat sambil menghindari tembakan Panah Mizu dan menembakan peluru meriamnya.
mereka berdua adu Tembakan yang tidak mengenai satu sama lain, melainkan mengenai bangunan kota yang membuatnya hancur.
set!...
whoosh!
Mizu melompat ke udara dan menarik busur sambil berkata"«Butterfly Arrow Shot»", anak panah berwarna biru bersinar dengan cepat mengarah ke arah Syver.
"tidak akan semudah itu, «explosive bullets»"
Syver menembak peluru meriamnya dan bentrokan antara kedua tembakan tersebut.
Bomm!...
dua bentrokan tersebut, menyebabkan ledakan di udaraz mereka berdua terus adu Tembakan hingga menghancurkan dan merusak banyak bangunan disekitar mereka.
Bomm!..
para future eye squad, terkena Ledakan rudal dari Sector yang menembakkan dalam mode pesawatnya.
Sector terus menembakkan rudalnya ke arah para prajurit, terjadi Ledakan besar didekat balai kota.
semua prajurit sudah berjuang melawan Decton yang sangat kuat dan dibekali senjata canggih.
"jangan menyerah, kita tidak bisa membiarkan mereka mendapatkan «Crystal of Fate» kepada mereka." teriak semangat Akio (Jendral Precognition).
para future eye squad, maju melawan para Decton. mereka benar-benar bersemangat yang membuat Sector ingin bermain dengan mereka.
"manusia yang menarik... aku akan bermain sedikit kepada kalian" ucap Sector yang terbang menggunakan mode pesawat tempurnya.
sector terbang melesat ke arah pasukan yang berjaga di balai kota, dia meluncurkan 10 rudal dalam kecepatan tinggi.
hingga Eiji datang dengan tepat, menahan semua rudal tersebut menggunakan tubuhnya yang kuat.
"apa yang terjadi?" ucap Sector yang kebingungan.
"Yo.. sudah lama kita tidak main-main Sector... " ucap Eiji yang menyapa Sector.
sector langsung menghindari tabrakan di udara, dia memutar pesawatnya ke arah kiri.
Eiji hanya melihat Sector yang kabur dari dirinya, Eiji juga melihat keadaan prajurit dan kota yang kacau oleh Decton.
"lumayan besar kehancuran dan kekacauan yang mereka buat..."
"aku tidak menyangka, ras buatan Sotaru lumayan kuat dan hebat, tapi sekarang aku harus menyelamatkan mereka terlebih dahulu"
Eiji meluruskan tangannya ke depan, dia mengaktifkan suatu sihir bersinar hijau sambil mengatakan "«Cure»".
lingkaran sihir mengelilingi semua para prajurit, semua prajurit yang terluka langsung sembuh tanpa cedera sedikitpun.
sementara yang meninggal hidup kembali dari kematiannya dan lukanya sembuh seketika.
semua prajurit bangkit kembali dengan dilapisi sihir «Cure» yang akan terus menyembuhkan luka mereka.
"kalian semua, majulah! tidak usah takut mati karena sihir «Cure» akan terus menyembuhkan kalian dari segala luka dan cedera." ucap kencang Eiji yang terdengar ke seluruh future eye squad di kota.
mereka semakin bersemangat dan bertarung tanpa harus khawatir mereka mati, para Decton disini sedikit takut dan merasa kesulitan karena ada Eiji yang berada di pihak future eye squad.
"majulah, kelinciku Sector!... kau tidak akan bisa kabur dariku.."ucap Eiji dengan senang yang sedikit jahat.
Sector semakin ketakutan dan pergi menjauh dari Eiji dengan terbang melesat menjauh ke udara.
Selanjutnya......
__ADS_1