
sebelumnya Eiji dan Mizu menemui Hana Untuk mendaftarkan Eiji menjadi petualang.
setelah urusan mereka dengan Hana sudah selesai, Eiji dan Mizu mencari misi untuk Eiji dipapan misi.
banyak misi tingkat F dan bagi Eiji itu tidak cocok untuk dirinya, tapi tidak ada pilihan. Eiji mengambil misi mencari obat penawar racun, sementara Mizu mengambil misi yang sama karena misi ini tingkat F-D apalagi misi ini berupa hadiah 50 koin emas Greak.
Eiji dan Mizu mengambil misi itu dan mengurus ke administrasi untuk diproses. mereka berdua menunggu selesainya proses misi yang mereka pilih sambil mengobrol sesuatu.
"Eiji, sepertinya misi ini lumayan gampang... karena cuman mencari obat penawaran racun yang ditoko obat banyak obat seperti ini" ucap Mizu.
"tapi sepertinya ini bukan obat penawar racun biasa, apalagi kita tidak tahu racun apa yang harus di obati.... takut nanti salah obat dan menjadi masalah besar" ucap Eiji dengan tangan di dagu helmnya.
"benar juga sih, tapi bagaimana menangani misi ini? apa yang akan kamu lakukan?" tanya Mizu.
"sepertinya aku harus menemui orang yang memberikan misi ini, aku ingin bertanya racun apa yang ingin dia obati"
Mizu menanggapinya dengan mengangguk, Eiji dan Mizu keluar dari Guild untuk mencari orang yang memberikan misi tersebut.
Eiji melacaknya dengan nama inisial N, dengan mudah Eiji menemukan seluruh nama yang berinisial N dengan skill «Infor».
Mizu terkaget karena ada salah satu orang yang dia kenal masuk ke list inisial N ini, merasa aneh Mizu menyarankan untuk ketemu dengan orang yang dia kenal, Eiji setuju dan mereka berjalan menuju orang yang dikenal Mizu.
saat dijalan mereka melihat orang berkumpul seperti melihat sesuatu yang unik, Eiji dan Mizu menghampiri kerumunan warga yang melihat mobil tentara.
Mizu terkaget dan terheran ada kendaraan jenis baru, Eiji menyadari kalo itu mobil yang bentuknya sama seperti Sotaru.
tuk...tuk...tuk...
"Sotaru..."
Eiji mengetuk kaca mobil tersebut sekaligus memanggil nama Sotaru. mobil itu merespon dan menyalakan dirinya, mobil tersebut berubah bentuk menjadi robot yang membuat orang sekitarnya merasa kagum.
dugaan Eiji benar, kalo mobil itu adalah Sotaru, Sotaru mencari sumber suara yang memanggilnya hingga dia melihat kebawah menatap Eiji.
"kau...? Eiji bukan?" tanya Sotaru.
"iya ini aku Eiji, teman baikmu"jawab Eiji dengan senang.
"oh iya benar kau Eiji, akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi" ucap Sotaru dengan memeluk tubuh Eiji.
"i-iya iya... aku juga akhirnya bisa bertemu denganmu Sotaru, sekarang turunkan aku"
"hehehe iya" Sotaru melepaskan pelukannya dan menurunkan Eiji secara perlahan.
para warga kaget termasuk Mizu karena kendaraan itu berubah jadi robot yang bisa berbicara.
"oh iya... omong-omong sedang apa kau disini Sotaru? kau sedang menunggu seseorang?"
"benar, aku sedang menunggu kenalanku yang sedang sarapan didalam, kau mau menemuinya?"
"bolehlah, sekalian aku ada hal yang ingin aku bicarakan kepadamu... ayo Mizu"
"eh.. hm iya aku ikut"
Sotaru mengecilkan tubuh hingga sama tingginya dengan Eiji, mereka masuk dan duduk dimeja kenalan Sotaru.
"ini dia kenalanku Ryuu, dan ini adalah temenku dan kenalan... Eiji dan nona Mizu."
"salam kenal Eiji dan Mizu sayang" ucap Ryuu.
"eh? Mizu sayang? dia pacarmu Mizu?"tanya Eiji yang kaget.
"hm bukan... yang dia maksud saudara kembarku Misu bukan diriku, kami emang mirip tapi sifat kamu sedikit berbeda."
"kamu ternyata masih menolak diriku, tidak apa-apa Mizu aku akan setia menunggumu",
"Huff.. sudah berapa kali aku bilang kekamu Ryuu, kalo menyelamatkan dan merawat dirimu misu bukan aku." ucap Mizu yang terlihat kesal.
"sepertinya kalian berdua sudah kenal? sangat bagus"
"iya kami berdua sudah saling kenal semenjak umur kecil, Mizu adalah orang yang paling penting dihidupku dan yang paling aku cintai" ucap Ryuu menaruh tangannya di dadanya.
"Mizu terlihat benar-benar kesal, lebih baik aku membawa dia keluar sebelum terjadi berdebatan hebat" batin Eiji, Eiji mengajak Mizu untuk keluar supaya dia bisa menjernihkan pikirannya.
sementara Eiji kembali masuk dan memberikan Kode kepada Sotaru untuk masuk kamar mandi pria.
Sotaru mengikuti Eiji kekamar mandi dan menutup kunci pintu kamar mandi umum tersebut supaya tidak ada yang menguping pembicaraan mereka.
"oke Sotaru sepertinya kamu tahu situasi kita sekarang, bisakah kamu menjelaskan?" tanya Eiji dengan tangan memegang dagu.
"oke aku akan menjelaskan. aku sudah menganalisis semalam dan mendapatkan kalo World Game ini benar-benar menjadi nyata seperti bumi kalo orang-orang di sini menyebutnya Real World."
"aku juga mendapatkan kalo waktu disini sebelum kita bangun 1 jam di bumi sama dengan 100 tahun di World Game hingga saat kita bangun waktu disini menjadi normal atau kata lain sama seperti bumi"
"aku juga mendapatkan kalo beberapa sihir tidak bekerja apalagi teleportasi untuk menuju Bumi karena ada suatu dinding dimensi yang menghalangi dan memisahkan bumi dengan World Game"
"dan di zaman ini, beberapa sistem hukum sedikit diubah semenjak 500 tahun lalu dan kisah Kita berlima menjadi Dewa Utama."
"aku juga mendapati kalo War Realms yang terjadi 500 tahun lalu inilah beberapa kerajaan yang kita kenali termasuk kerajaan kita menghilang entah kemana."
"tapi aku berhasil mengungkapkan kalo Dewa tatanan dunia berupa bawahan Dewa Utama adalah A.I yang kita ciptakan dan kemungkinan kerajaan kita berada di Realms •Sopgohi• karena para Dewa tatanan dunia berasal dari Realms tersebut."
"begitu kah? syukurlah jika kalo bumi sekarang malam dan sangat jauh perbandingan waktunya, aku masih bisa untuk ketemu keluargaku" ucap Eiji yang memegang dadanya sebagai tanda lega.
"iya aku juga lega dan bersyukur, tapi aku merasa keluarga kita bakal khawatir karena kita menghilang dari bumi" ucap Sotaru dengan ekspresi wajah sedih.
"kau benar, pasti mereka merasa khawatir banget kepada kita... tapi kita juga harus berjuang untuk bertemu kembali kepada mereka."
__ADS_1
"aku setuju... oh iya bukannya kita berlima ada janji untuk berkumpul di Empire Light? kapan kita berdua kesana Eiji?"
"aku berencana untuk kesana 2 hari lagi sebelum •Dark Angels• ku muncul kembali, aku ingin menetap disini terlebih dahulu karena aku memiliki firasat bakal ada kejutan yang menarik" ucap Eiji dengan hati senang.
"hehehe seperti biasa, Eiji pasti penasaran sama halnya kejutan... aku juga berencana seperti itu dan aku juga udah meminta Ryuu untuk mencarikan seseorang di Empire Light bernama Takahiro." ucap sotaru dengan senyum.
"aku yakin dia pasti sudah ada di sana karena dia memiliki skill teleportasi paling banyak dan pasti salah satu skill teleportasi dia berfungsi."
"hihihi, pasti itu. sudahlah lebih baik kita keluar, pasti mereka sudah menunggu kita berdua"
"kau benar, mari..."
mereka berdua membuka pintu kamar mandi dan langsung berjalan menuju Mizu dan Ryuu yang sedang membicarakan sesuatu.
"kalian sedang Ngapain berdua? tampak serius sekali?" tanya Eiji dengan memegang bahu Mizu.
"eh.. Eiji, tidak apa-apa cuman pembicaraan biasa saja... bagaimana denganmu? urusanmu dengan tuan Sotaru sudah selesai?" tanya Mizu dengan menatap matanya ke Eiji.
"tentu saja sudah selesai, sekarang kita harus menemui kenalanmu itu Mizu, supaya cepat selesai misi ini"
"kenalan? misi? kau sedang melakukan misi Eiji, misi apa itu?"
"oh iya, aku saat ini sedang melakukan misi untuk mencari obat penawaran racun tapi aku tidak tahu obat penawar untuk racun apa. aku mencari identitas yang memberikan misi dan aku berencana menanyakan racun seperti apa untuk diobati."
"Mizu mencurigai kalau kenalanlah yang memberikan misi tersebut "
"oh begitu... berarti kita sama misinya, aku juga sedang mencari obat penawar tersebut. biar aku tebak pasti kamu jadi petualang juga bukan?"
"wah... kamu seperti juga petualang Sotaru"
"hehehe... baru tadi pagi aku mendaftar ditemani oleh Ryuu dan berkat dia aku langsung rank Silver tanpa harus Bronze terlebih dahulu"ucap Sotaru sembari memegang bahu Ryuu.
Ryuu cuman tersenyum begitu pula dengan Mizu, saat mereka mengobrol
whoosh....
ada kendaraan gerobak kuda yang kejar oleh tiga gerobak kuda lainnya dari belakang.
Mizu melihat aksi kejar-kejaran itu dan selintas melihat ada seorang gadis yang tampak ia kenal.
Mizu menyadari kalo itu adalah temannya dan meminta Eiji untuk membantu mengerjakannya.
Sotaru juga merasa ada yang tidak beres dan membantu Mizu untuk mengejar gerobak kuda temennya itu.
Sotaru memperbesar tubuhnya hingga 6 meter dan mengubah dirinya menjadi helikopternya Kamov Ka-52 Hokum-B yang dimodifikasi.
di dalamnya ada 5 kursi, 1 didepan, 2 ditengah, dan 2 lagi di belakang. mereka semua naik ke helikopter Sotaru dengan Ryuu didepan sementara Eiji dan Mizu berada ditengah.
wussh...
whoosh....
Sotaru terbang ke udara untuk mengikuti gerobak kuda temannya Mizu, sotaru Terus terbang mengikuti gerobak kuda di udara.
di bawah terlihat gerobak kuda temannya Mizu di Serang oleh ketiga gerobak kuda dibelakang yang berisi 3 orang masing-masing di gerobak kudanya yang melewati jalan perkotaan.
gerobak kuda temannya Mizu di Serang menggunakan cabuk panjang yang mencabuk gerobak kuda temannya Mizu.
Mizu merasa khawatir tentang keselamatan temannya, sotaru membantunya dengan memberikan tembakan Machine Gun ke arah gerobak kuda yang mengejar.
Dorr..dorr..dorr...
tembakan itu mengenai dua gerobak kudanya yang mengejar gerobak kuda temannya Mizu, akan tetapi mereka tidak menyerah dan menaikkan kuda untuk mengejar gerobak kuda temannya Mizu.
Sotaru tidak bisa melancarkan tembakan karena tidak ingin menyakiti kuda tersebut apalagi disekitar jalan yang dilalui teman Mizu, ada banyak warga yang berada di jangkau zona tidak aman untuk menembak.
Sotaru hanya bisa memantau dari udara, Mizu juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini, Eiji memiliki rencana untuk menyelamatkan.
mereka mulai berdiskusi tentang rencana untuk menyelamatkan teman Mizu, sementara kejar-kejaran gerobak kuda temannya Mizu dengan para penjahat terus lanjut hingga mereka keluar dari perkotaan dan menuju area perhutan.
tap... set...
plak...
"semuanya diam, jika ada yang bergerak maka wanita ini akan aku bunuh..." ucap salah satu penjahat yang berhasil masuk kedalam gerobak kuda temannya Mizu yang ikat tangannya.
"nona..."
"sudah aku bilang diam... lebih baik kalian menyerahkan diri"
"lepaskan aku... apa mau kalian? aku bisa berikan dua kali lipat" ucap teman Mizu.
"heh... apa yang kamu berikan tidak tertarik, lagipula menikmati dirimu dan memiliki keturunan darimu lebih baik, bukan?" ucap penjahat sambil mengelus kepala dan rambut temen Mizu itu.
Plakk....
penjahat itu di tendang oleh temen Mizu hingga terpental keluar dari gerobak kuda.
"rasakan itu bajingan, kau pantas mendapatkan bahkan bisa lebih dari itu." ucap temen Mizu dengan marah.
"cih.. ikat dia dan berikan siksaan yang nikmat seperti hal yang kita lakukan kepada wanita"
para penjahat berkumpul dan mendatangi temen Mizu, mereka merobek beberapa bagian gaunnya seperti rok hingga selutut, bagian dada tapi masih ketutup oleh lapisan kain putih.
para penjahat itu menarik rambut panjang ungunya hingga temen Mizu itu tidak bisa bergerak, mereka mencolek beberapa bagian tubuhnya.
"siapapun tolong aku... aku mohon, jika engkau bisa melihat semuanya dan penyayang maka, tolong aku..." batin temen Mizu yang sudah pasrah.
__ADS_1
whoosh....
bomm....
tiba-tiba ada benda yang jatuh tepat ditempat gerobak teman Mizu di sandera, terjadi ledakan yang membuat para penjahat langsung waspada.
dibalik kebakaran itu terlihat ada mahluk berukuran 6 meter yang tiba-tiba menodongkan Machina Gun ditangan kiri yang telah ia ubah.
"semuanya diam tempat... jika ada yang bergerak maka aku akan menembak kalian semua secara merata." ucap Sotaru yang menodongkan Machina Gun milik.
para penjahat terdiam dan tidak bergerak karena mereka mengetahui kalo mereka kalah senjata.
beberapa sebelum kejadian.
sebelumnya Eiji memberitahu rencananya yang adalah "sotaru akan menabrakkan dirinya ke gerobak kuda tersebut, saat sudah nabrak maka akan terjadi ledakan hingga kebakaran, di momen itu aku akan langsung menggendong temen Mizu sementara yang lainnya melawan para penjahat itu."
"ide yang bagus menurutku tapi agak sedikit berbahaya, apalagi ukuran Sotaru lumayan besar pasti akan berbahaya bagi nyawa temenku" ucap Mizu yang khawatir.
"tenang saja, saat momen itu aku akan menggunakan tubuhku yang bisa menahan ledakan seperti itu... jadi tidak perlu khawatir" ucap Eiji yang menenangkan Mizu.
mereka menyetujui rencana Eiji dan langsung melaksanakan rencananya, saat sebelum temennya Mizu mau dilecehkan.
Sotaru langsung menabrakkan dirinya tepat di gerobak kuda temannya Mizu tersebut, saat momen mau nabrak, Eiji dengan cepat meraih tubuh temen Mizu dan menggendongnya membawa ia keluar ketempat yang aman jauh dari pertarungan.
Mizu dan Ryuu langsung masuk ke mode tempur mereka dengan Ryuu mengeluarkan pedang berkekuatan naga Sementara Mizu mengeluarkan panah moon.
Sotaru berada di garis depan sebagai pusat perhatian untuk Eiji membawa pergi temen Mizu kedalam hutan sebagai tempat yang aman.
"sepertinya mereka sudah masuk kedalam hutan, Tuan sotaru" ucap pelan Ryuu.
"sepertinya begitu, kita harus mengalahkan mereka tapi sesuai rencana... bikin mereka pingsan saja jangan sampai dibunuh, paham?" ucap Sotaru kepada Mizu dan Ryuu.
mereka mengatakan secara bersamaan "paham" dan mulai memberikan serangan mereka masing-masing.
"semuanya diam tempat... jika ada yang bergerak maka aku akan menembak kalian semua secara merata." ucap Sotaru yang menodongkan Machina Gun milik.
para penjahat terdiam dan tidak bergerak karena mereka mengetahui kalo mereka kalah senjata.
"Mizu, Ryuu... ini kesempatan untuk negosiasi pertama sesuai rencana kita"
Mizu dan Ryuu memunculkan dari balik kebakaran gerobak kudaz mereka mendekati para penjahat dengan menodongkan senjata mereka.
Ryuu ambil posisi kanan sementara mizu ambil posisi kiri.
"aku ada pertanyaan untukmu..." ucap Mizu dengan menodongkan panah, dia terlihat marah.
"kenapa kamu mengincar temenku? apa tujuanmu? katakan!" tanya Mizu yang sangat marah.
"hehe... aku hanya menjalankan perintah saja, lagi pula dia memang alat untuk menghasilkan keturunan yang baik dan bagus hahaha" jawab ketua penjahat itu dengan ketawa kerasnya.
Mizu mulai terpancing amarahnya tapi di hentikan oleh Ryuu karena ini bisa merusak rencana mereka.
salah satu penjahat mengeluarkan sesuatu dari tas kecil, dia mengambil sebuah botol tanpa diketahui oleh Mizu dan Ryuu.
Sotaru yang memperhatikan para penjahat tersebut menyadari kalo ada salah satu penjahat yang melakukan hal buruk.
"hahaha rasakan Kematian ini...." ucap penjahat tersebut membuka penutup botol tersebut. aliran sihir keluar dari botol tersebut menuju udara untuk membentuk suatu mahluk yang berwujud banteng berkaki dua dan tangan dua memegang kapak api.
Craang...!
salah satu penjahat melemparkan botol kaca ketanah dan pecah, cairan botol kaca itu menciptakan pasukan skeleton (tengkorak) yang menggunakan pedang dan panah.
Sotaru langsung menghadapi pasukan tersebut "kalian berdua mundurlah, buat aku yang menyelesaikan ini dengan cepat" ucap Sotaru dengan bangga.
para skeleton dan monster banteng tersebut maju bersamaan yang dimana mereka berlari menciptakan getaran yang hebat.
"mereka sangat banyak, akan kami bantu tuan Sotaru" ucap Ryuu yang sudah siap menebas menggunakan pedangnya.
Sotaru tidak merespon ucapan Ryuu,
Slash.....
dia langsung mengakhiri pertarungan dengan cepat hanya dengan sekali tebas menggunakan dua Sword jadi satu dari baling-balingnya.
Mizu dan Ryuu terkaget hingga tidak mengeluarkan sepatah katapun karena melihat sotaru mengalahkan semua musuh dihadapan mereka.
"sangat kuat, memang benar-benar temannya Eiji sama-sama kekuatannya berada di level berbeda"batin Mizu, Mizu masih terkaget akan hal tersebut.
"tuan Sotaru memang hebat, bisa mengalahkan monster tingkat misi C dengan mudah" batin Ryuu. keadaan di sekitar mereka berlumuran darah tapi dengan sekejap darah itu menghilang menjadi uap melayang ke udara.
"sepertinya semuanya sudah selesai
"sepertinya sudah selesai, sekarang giliran kalian." ucap Sotaru. Sotaru mendatangi para penjahat itu hendak memberikan pukulan, sebelum pukulan itu sampai para penjahat terlebih dahulu sudah pingsan.
Sotaru bingung karena itu cuman candaan dia saja" padahal aku cuman bercanda saja, kenapa mereka semua pingsan? sangat lemah" ucap Sotaru. Mizu dan Ryuu hanya bisa tersenyum kecil.
Mizu dan Ryuu mengikat semua para penjahat yang telah pingsan, mereka menyeret para penjahat itu untuk diikatkan ke pohon supaya tidak bisa kabur.
"oke... ikatannya sudah kuat, mereka tidak akan bisa kabur atau lepaskan diri." ucap Ryuu.
"kerja yang bagus Ryuu" ucap Sotaru memberikan jempol kepada Ryuu.
Sotaru menurunkan jempolnya dan berbicara kepada Mizu "sekarang kita pergi Ketempat Eiji yang membawa temenmu itu Mizu" ucap Sotaru. Mizu mengangguk dan mereka bertiga berjalan masuk ke hutan untuk menemui Eiji.
Duarr....
beberapa meter sebelum sampai ketempat Eiji, terdapat ledakan besar yang menghancurkan tanah seluas 10 meter.
__ADS_1
merasa khawatir, Mizu dan yang lainnya bergegas ketempat Eiji yang ternyata.....
Selanjutnya......