WORLD GAME

WORLD GAME
Hari Pertunangan Yang Bahagia


__ADS_3

[Rumah Bangsawan Madoka]


Dirumah keluarga Madoka sudah ada panggung, meja, kursi, dekorasi pertunangan Eiji, Mizu dan Nasywa tepat ditaman halaman rumah Madoka.


Harry mempersiapkan semuanya untuk hari bahagia putrinya, para pelayan wanita ada yang menyambut para tamu yang datang, ada juga yang menyiapkan hidangan.


Sementara pelayan laki-laki ada yang membantu pelayan wanita, ada juga yang membantu prajurit untuk menjaga daerah sekitar rumah dan acara pertunangan.


[Kamar Nasywa]


Dikamar Nasywa, Nasywa dan Mizu sedang didandani oleh para pelayan wanita yang mahir dalam make up.


Mereka didandani sambil duduk dekat cermin.


Nasywa dan Mizu memakai gaun yang indah motif bunga, kupu-kupu. Muka mereka menjadi menawan dan cantik, sepatu mereka hak tinggi dan Diana masuk keruangan, berjalan mendekati Mizu dan Nasywa.


"Anak ibu dan nak Mizu sangat cantik sekali.... Memang udah cocok untuk nak Eiji." Ucap pujian Diana.


"Ibunda bisa aja... Terimakasih atas pujiannya!" Ucap Nasywa, Mizu hanya tersenyum mendengar kata-kata Diana.


"Oh iya... Kalian sudah menyiapkan hadiah pertunangan untuk Eiji?" Tanya Diana.


"Hadiah pertunangan... aku udah siapkan, semalam aku membuat syal hijau untuknya sebagai hadiah pertunangan kami!.." jawab penuh dengan bahagia Nasywa.


"Baguslah putriku, ini baru anak ibu... Untuk nak Mizu? Kamu menyiapkan apa?" Tanya Diana penasaran.


"Aku menyiapkan 1 daun Tree of Elf yang berharga dan bisa memberikan pengguna meningkatkan kekuatannya... Baru saja sampai tadi pagi setelah aku minta ke kakakku di kerajaan!" Jawab Mizu.


"Wah sangat bagus dan indah hadiah pertunanganmu Mizu, kalian memang pantas jadi pasangan Eiji sang Angel" ucap pujian Diana.


Mereka berdua meresponnya dengan senyuman manis mereka.


"Oh iya... Ibunda ingin bertanya, kemana Eiji? Ibunda lihat dikamar ayahmu tidak kelihatan!" Tanya Diana.


"Eiji saat ini sedang mencari hadiah pertunangan untuk kami berdua... Dia baru tahu kalo ada hadiah pertunangan setelah aku kasih informasinya ke dia" jawab Nasywa.


"Benar bibi, aku sempat ketawa karena melihat ekspresi Eiji yang baru tahu ada hadiah pertunangan! Jadi dia langsung ke hutan untuk mencari hadiah pertunangan kami" jawab Mizu dengan senyum ketawa kecil.


"Begitu... Semoga dia tidak terlambat, kalo begitu ibunda pergi dulu. Semangat untuk kalian berdua... Sampai jumpa!" Ucap Diana.


Mizu dan Nasywa mengangguk, mereka berdua melanjutkan dandanan mereka berdua.


[Hutan Timur Huel]


Dihutan, Eiji sedang mencari sesuatu untuk dijadikan hadiah pertunangannya.


"Sepertinya permata ini bisa aku bikin kalung dan anting untuk mereka berdua... Sekalian untuk melindungi mereka berdua jika terjadi bahaya" ucap Eiji yang suasana hatinya dengan berbunga-bunga.


Eiji meletakkan dua permata itu ditanah,


Eiji mengubah permata biru menjadi kalung dan 2 anting hanya sekali jentikan jari saja.


Kalung dan 2 anting itu mengeluarkan energi spirit yang besar meluap disekitar hutan. Eiji langsung mengambil dua benda dan dimasukkan kedalam tempat penyimpanan miliknya.


"Sudah selesai, saatnya kembali sebelum acaranya dimulai!..." Ucap Eiji, Eiji langsung berteleportasi melalui «Terposhon» menuju kamar Harry.


1 Jam kemudian...


[Taman halaman rumah Madoka]


Acara sudah diramaikan oleh tamu yang datang, mereka semua sudah duduk dikursi meja yang telah disiapkan.


Acara pertunangan yang meriah dan mewah.


"Baiklah.... Kalian pasti sudah menunggu tunangannyakan?...." Ucap pembawa acara.


"Iya, kami sudah menunggu dan tidak sabar ingin melihat mereka!... Hooo....." Sorak para tamu.


"Baiklah karena kalian tidak sabar, mari kita sambut tunangan wanitanya!... Mizuki Mako dan Nasywa Madoka!.." panggil teriak pembawa acara.


Mizu dan Nasywa keluar dari pintu yang langsung dipandang oleh para tamu.


Mereka terlihat sangat cantik dan anggun menggunakan gaun mereka berdua. Pandangan tamu benar-benar terfokus kearah mereka berdua dan memberikan tepuk tangan meriah.


Mereka berjalan berdua menuju panggung pertunangan dan Naik keatas panggung tepat disamping kanan pembawa acara.


"Oke... Karena tunangan wanitanya sudah ada, mari kita sambut tunangan laki-lakinya!... Eiji Kazuki!..."


Para tamu langsung bertepuk tangan kepada Eiji, Eiji keluar dari pintu dan langsung berjalan menuju panggung pertunangan.


Para tamu wanita langsung terpesona dan ada juga yang pingsan melihat Eiji memakai jas hitam, ketampanan dan kegagahan Eiji saat berjalan.


Eiji terus dilihat oleh para tamu yang bertepuk kepadanya.


Eiji menaiki panggung pertunangan tepat di samping kiri pembawa acara.


"Ok sudah cukup tepuk tangannya para tamu... Mari kita dengarkan kata-kata mutiara dari mereka dan sumpah janji mereka!" Ucap pembawa acara, pembawa acara tersebut langsung menepi untuk mempersilahkan mereka bertiga berbicara.


"Ayo dari laki-lakinya dulu... Ayo silahkan Eiji Kazuki.. berikan kata-katamu yang bikin wanita tergila-gila!..." Ucap pembawa acara.


Glup!....


Eiji menelan ludah dan menghela nafasnya karena merasa gugup dengan pertunangan ini.


"Bulan dan Bunga... Merupakan dua benda yang berbeda! Akan tetapi memiliki keindahan, kecantikan, dan keanggunan yang sama. Mereka sama-sama dicintai dan disukai banyak orang!.


Hari ini aku memiliki mereka berdua yang tentu saja orang-orang tidak bisa memiliki dua hal indah ini!." Kata-kata Eiji yang bikin para tamu terbawa suasana dan perasaan.


Eiji memandangi mereka berdua yang membuat Mizu, Nasywa langsung malu dan terbawa perasaan mendengar kata-kata Eiji.


"Sungguh kata-kata yang indah yang langsung bikin hati terbunga-Bungan dan terbulan-bulan..." Ucap pembawa acara.


"Karena sudah mendengar kata-kata indah dari laki-lakinya, maka kita akan mendengarkan kata-kata indah dari wanitanya!... Mizuki Mako dan Nasywa Madoka silahkan..." Ucap pembawa suasana.


Nasywa dan Mizu saling memandang dan mengangguk, mereka mulai berbicara.


"Malaikat... Adalah makhluk suci dan penuh dengan cahaya lembut... Malaikat makhluk yang paling mulia dan dicintai banyak orang karena sifatnya!...


Hari ini kami berdua memiliki malaikat mulia itu yang tentu saja orang-orang tidak bisa memiliki hal mulia dan suci ini!...." Kata-kata indah Mizu dan Nasywa bersamaan.


Para tamu dan Eiji langsung terbawa suasana dan perasaan termasuk orang tua Nasywa yang melihat mereka sambil duduk dikursi berduaan.


"Sungguh benar-benar indah... Aku sangat iri dengan ketiga pasangan ini huhuhu..." Ucap pembawa acara yang terbawa perasaan.


"Sudah cukup dengan terbawa perasaannya... Karena saat ini sudah waktunya memberikan hadiah pertunangan dan saling memasang cincin pertunangan mereka!..."


"Mari kita lihat bersama-sama.... Kalian bertiga dimohon untuk saling mendekat..." Ucap pembawa acara.


Eiji, Mizu dan Nasywa mendekat satu sama lain, mereka memandang satu sama lain untuk memberikan hadiah dan cincin pertunangan.


"Baiklah, dipersilahkan Eiji Kazuki memasangkan cincin pertunangan dijari manis Mizuki dan Nasywa sambil berjanji sumpah!... " Ucap pembawa acara.


Eiji mengeluarkan kotak yang berisi cincin tersebut, ia membukanya dan memasangkan ke jari manis Mizu dan Nasywa sambil mengatakan "aku berjanji bahwa kita bertiga akan selalu bersama sampai pernikahan kita tiba!... Walaupun butuh waktu lama tapi aku yakin kita bertiga akan tetap saling mencintai dan percaya satu sama lain" ucap janji pertunangan mereka bertiga.


Mizu dan Nasywa mengeluarkan sedikit air mata kebahagiaan. Mereka berdua bersama memasangkan cincin kejari manis Eiji. Eiji melihat langsung tersenyum gembira.


"Wahh.... Janji yang menyentuh hati... Karena mereka sudah memasangkan cincin satu sama lain maka sekarang kalian harus berciuman..." Ucap pembawa acara, para tamu langsung bersorak untuk Eiji,Mizu dan Nasywa untuk berciuman.


Eiji merasa ini belum pantas dan pipinya memerah malu, Mizu malah lebih parah karena wajah memerah dan mau pingsan karena malu.

__ADS_1


Eiji dengan hati gagah memberanikan diri untuk mencium mereka.


cup!... cup!...


Eiji mencium pipi mereka berdua secara bergantian. Mizu dan Nasywa kaget saat mereka dicium sampai cuman bisa bilang "ehh..."


Orang-orang disana juga kaget melihatnya dan bersorak gembira kepada mereka bertiga.


Wajah mereka bertiga memerah.


Kembang api dinyalakan di udara, mereka semua melihat kembang api tersebut yang indah walaupun dipagi hari.


Sotaru menembakkan terus kembang api ke udara untuk dilihat oleh orang-orang yang ada di acara.


Kembang api terakhir ditembak dengan tulisan di udara “Selamat untukmu Eiji Kazuki, Mizuki Mako dan Nasywa Madoka. -Friends Sotaru Takeo.”


Eiji melihatnya langsung memandang ke arah Sotaru berada, Eiji memberikan senyuman temen, Sotaru membalasnya dengan senyuman dan jempol sebagai tanda selamatnya.


Acara terus berlanjut hingga sore hari, mereka berpesta dengan menari bersama. Eiji sempat kebingungan untuk menari dengan Mizu dan Nasywa tapi dia akhirnya membelah dirinya jadi dua dan menari bersama Mizu, Nasywa.


Mereka semua makan, minum bir, dan tertawa bersama, Serasa semua beban tidak ada sama sekali.


Sorenya mereka semua mabuk dan tidak sadarkan diri, mereka diantarkan pulang melalui «Terposhon» kerumah masing-masing oleh Eiji.


Para pelayan membersihkan acara pertunangan sementara Eiji dan lainnya berada di ruang tamu.


[Ruang Tamu]


Mereka semua berkumpul, Mizu, Nasywa dan Diana ke kamar mandi terlebih dahulu untuk membersihkan diri dan berganti pakaian mereka.


Sementara Eiji, Sotaru dan Harry sedang duduk disofa sambil menunggu Mizu, Nasywa dan Diana selesai mandi.


"Akhirnya acara hari ini telah selesai dan sangat lancar tanpa kendala sedikitpun!..." Ucap Harry yang wajahnya penuh lelah duduk disofa.


"Iya, aku luyaman lelah karena menyambut para tamu sebelumnya dalam jumlah banyak pula" ucap Eiji yang kelelahan duduk disofa.


"Heheh... Kasihan temenku ini kelelahan tapi kamu sekarang senang bahagia bukan karena bertunangan dengan mereka berdua?" Tanya Sotaru yang merangkul pundak Eiji dari belakang.


"Iya kau benar Sotaru... Walaupun ini sedikit cepat untukku sebenarnya tapi yah sudahlah..." Ucap Eiji yang merasa senang tapi kelelahan.


"Hmhm... Kamu benar hebat nak Eiji, kamu memang pantas menjadi tunangan anakku... Kalo begitu aku naik terlebih duluan.. kalian tidak mau membersihkan diri?" Tanya Harry.


"Aku bisa membersihkan diriku sendiri tanpa air, kalo Sotaru ia Hubots jadi tidak perlu mandi" jawab Eiji.


"Baiklah aku duluan yah semua" ucap Harry, Harry berjalan menuju kamarnya.


Sementara Eiji dan Sotaru menunggu Mizu, Nasywa selesai mandi.


10 menit kemudian....


Mizu dan Nasywa sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Mereka turun dari tangga berjalan mendekati Eiji dan Sotaru.


"Semuanya.... Kami sudah selesai!."ucap panggil Nasywa.


Eiji melihat mereka berdua, ia melihat Mizu dan Nasywa yang begitu cantik saat memakai pakaian biasa mereka.


"Cantik dan imut!.." ucap Eiji tanpa sadar.


"Ehh... T-terima kasih E-eiji..." Ucap malu Mizu dengan pipi memerah.


"Kamu masih malu aja Mizu hihihi.." ucap Nasywa dengan ketawa kecilnya.


"Diamlah Nasywa hmm...." Ucap Mizu dengan wajah ngambeknya.


"Hehe... Iya-iya. Sekarang kita mau kemana sayang Eiji?"tanya Nasywa.


"tidak masalah sayang... aku akan sentiasa mengikutimu..." ucap Nasywa dengan senyum manisnya.


"baiklah sudah diputuskan... mari kita ketempat Penginapan!..." ucap Eiji.


mereka semua berpamitan terlebih dahulu kepada orang tua Nasywa sekaligus meminta izin Nasywa tinggal bersama dengan Eiji.


orang tua Nasywa mengizinkan Nasywa untuk bersama Eiji karena mereka udah percaya.


mereka pamit dan keluar rumah untuk melakukan berteleportasi melalui «Terposhon».


[Penginapan Huel]


Eiji dan yang lainnya sudah sampai dipenginapan dan mereka langsung masuk kedalam.


saat mereka masuk, mereka langsung disambut hangat oleh para karyawan dan petualang yang menginap disana.


"selamat datang kembali kalian.... mari kita rayakan tunangan kalian disini..." ucap para karyawan Penginapan.


"wah.. terimakasih banyak semuanya.. aku merasa merepotin!..."ucap Mizu yang merasa tidak enak hati.


"kamu tidak perlu merasa merepotkan kami! kamu sudah jadi sebagian keluarga kami Mizu!" ucap Ica yang menyenangkan Mizu.


"iya bener! sekarang lebih baik kita bersenang-senang sampai larut malam!.... yang mabuk duluan dia yang bersihkan Kekacauan nanti! hahaha" ucap gembira Rio (pemilik Penginapan).


mereka menarik tangan Mizu, Eiji dan Nasywa . mereka ditarik untuk duduk bersama supaya perayaan pertunangan mereka bisa dimulai.


mereka semua penuh canda tawa, semuanya meminum bir bersama, ada yang langsung mabuk setelah minum 3 gelas bir.


Eiji dan Rio bertanding siapa yang akan mabuk duluan, mereka berdua meminum gelas bir sampai 15 gelas, saat ke 16 Rio Langsung mabuk dan tertidur di lantai.


Eiji masih sadar dan bugar setelah meminum banyak bir, Sotaro disorak oleh para karyawan karena meminum 70 gelas bir tanpa mabuk sama sekali dan terus minum dengan nikmat.


setelah pesta meriah itu, semua orang Langsung mabuk dan tidur di lantai, ada juga yang terbaring di meja dan kursi.


Mizu juga ikut mabuk karena meminum bir sampai 30 gelas banyaknya.


"heheh... imut juga Mizu saat mabuk begini.." batin Eiji, ia mengelus pipi Mizu penuh lembut dan Sotaru mendekati Eiji.


"Sotaru, aku minta tolong untuk menjaga dia disini sementara aku ingin berjalan bersama dengan Nasywa diluar!..." ucap Eiji.


"baiklah, kamu jalan bersamalah dengan Nasywa diluar. biar aku yang menjaga Mizu disini" ucap Sotaru.


"terimakasih Sotaro... kalo begitu aku pergi dulu..." ucap Eiji.


"ok.." ucap Sotaru dengan jempolnya.


Eiji berjalan keluar penginapan, diluar sudah ada Nasywa yang menunggu Eiji. ia melihat bintang di langit malam yang indah.


"Nasywa... maaf sudah menunggu diluar!" ucap minta maaf Eiji. Nasywa langsung melirik kearah Eiji yang berada dibelakangnya.


"hm.. tidak apa-apa Eiji sayang, aku tidak lama menunggu disini kok!..." ucap Nasywa sambil menaruh tangannya di dadanya.


Eiji mendekati Nasywa dan menggandeng tangan kanannya, ia mengatakan " ayo Nasywa, kita berjalan bersama keliling kota ini sebelum kita pergi dari kota ini!..." ucap Eiji penuh dengan gembira.


"iya sayang..." ucap Nasywa dengan senyum manisnya.


mereka berjalan bersama berdua sambil menggandeng tangan, mereka berdua mengobrol berdua, saling mengenal untuk semakin erat hubungan mereka.


"Nasywa, aku ingin bertanya. bela diri apa yang kamu gunakan kemarin? karena bela diri itu mirip seorang wanita yang aku kenal dulu" tanya Eiji yang penasaran, Nasywa langsung memandangi Eiji dengan senyumannya.


"soal itu aku menggunakan bela diri «Flower». bela diri ini adalah bela diri turun temurun dari keluarga bangsawan Madoka, keluargaku!...


leluhur kami dulu menggunakan bela diri ini untuk melawan Monster Level •Maou• bersama dengan 5 Dewa Utama!.." jawab Nasywa yang menjelaskan.

__ADS_1


"sebenernya juga bela diri ini bukan dari leluhurku tapi dari tuan leluhur kami dahulu yang telah tiada setelah berjuang bersama 5 Dewa Utama!.." penjelasan Nasywa tentang asal usul bela dirinya.


sambil mendengar Nasywa menjelaskan, Eiji dalam terpikir oleh orang yang memberikan bela diri ini kepada leluhur Nasywa karena mirip dengan orang yang ia kenal.


"bela diri ini benar-benar mirip dengan miliknya! apakah dia menciptakan A.I sebelum ia tiada? menurutku harusnya seperti itu karena bela diri ini satu-satunya yang bisa menembus segala kemampuan Pertahananku" batin Eiji sambil mengingat wajah perempuan tersebut diingatannya.


"begitu yah... benar-benar mirip dengan dia, seperti kamu adalah pewaris dari bela dirinya dan bela diri ini satu-satunya yang bisa menembus Ability Defenseku ini" ucap Eiji dengan raut wajah sedih.


Nasywa melihat raut wajah Eiji yang sepertinya memiliki masa lalu yang menyakitkan.


"sepertinya kamu ada hubungannya spesial dengan dia? kalo begitu apakah kamu mau menceritakannya kepadaku sebagai pasangan hidupmu?" tanya Nasywa yang dengan erat menggandeng tangan kiri Eiji.


Eiji menarik nafas panjang dan menghela nafasnya dengan panjang, lalu ia menceritakan semuanya kepada Nasywa.


beberapa saat setelah bercerita....


"begitu... aku turut berduka atas kematian beliau itu! aku merasa benar-benar tidak pantas disampingmu..." ucap Nasywa yang merasa tidak pantas.


Eiji melihat raut wajah Nasywa langsung mendekatkan wajahnya dengan wajah Nasywa, Nasywa langsung kaget dan pipinya memerah.


"kamu tidak perlu berpikir seperti itu... mungkin aku saat ini belum mencintaimu akan tetapi aku yakin kamu bisa membuatku jatuh cinta seperti dirinya atau mungkin lebih darinya" ucap Eiji dengan senyuman hangatnya.


Nasywa langsung tersenyum bahagia dan manis karena merasa dirinya diterima disisi Eiji.


mereka berdua terus mengobrol dan berjalan bersama hingga ke pertigaan jalan kota. ada sekelompok orang yang menghadang jalan mereka dari depan berjumlah 6.


"hai.. pasangan yang baru saja gembira.." ucap salah satu orang dikelompok itu, ia membuka jubahnya dan ia adalah Pat.


Eiji langsung melindungi Nasywa dari pandangan mereka menggunakan tubuhnya karena merasa Nasywa dalam bahaya.


"hei... hei.. kalian tidak perlu takut denganku! aku disini untuk menghabisi dirimu Eiji bukan Nona dibelakangmu..." ucap Pat Dengan mengancam menggunakan tongkat sihir.


"aku? kau serius ingin membunuhku? hahahah... terlalu cepat 1000 tahun! kalo itu maumu maka aku tidak perlu khawatir dengan keadaan Nasywa" ucap Eiji dengan tawa meremehkan pat.


"cih.. dasar Angel sombong... aku akan membuatmu tersiksa hahaha.... mari kawan-kawan, berikan Spirit Mana kalian kepadaku" ucap Pat. teman-teman Pat mengulurkan kedua tangan mereka, mereka memfokuskan satu titik dan menyalurkan Spirit Mana kepada Pat.


"kekuatan yang sangat besar.. ini sudah cukup untuk membunuhmu Eiji sialan..." ucap keras Pat dengan senyuman jahatnya.


Eiji hanya menatapnya dengan tatapan biasa saja, ia langsung menghadap ke arah Nasywa yang berada dibelakangnya.


"Nasywa... tolong kamu mundur sedikit! yang ini biar aku urus, kamu cukup melihat kehebatan laki-lakimu ini!" ucap Eiji yang menggandeng kedua tangan Nasywa dengan senyumannya. Nasywa tersenyum dan memberikan ciuman pipi.


"semangat sayang..." ucap Nasywa dengan senyum manis. ia melepaskan gandengan tangannya dan berjalan menjauh dari Eiji untuk mencari posisi yang tepat untuk melihat Eiji berduel.


"baiklah.... aku sudah siap! sepertinya malam ini aku akan mengeluarkannya wujud lainku jika aku terkena serangan sihirmu heheh..." ketawa kecil Eiji yang benar-benar meremehkan pat.


Pat merasa kesal dengan reaksi Eiji yang meremehkan dirinya. ia langsung membuat segel mantra sihir pemanggilan di permukaan jalan dengan mengetukkan tongkat sihirnya ke jalan.


"hahahaha.... kau akan mati oleh makhluk yang aku panggil melalui sihir «Sum»! hahahaha..." ketawa jahat Pat.


Eiji benar-benar biasa aja raut wajahnya walaupun aura sihir «Sum» sudah menerangi sekitar mereka dengan cahaya penuh kejahatan.


Gruoaahhh!....


"hahahaha... ini dia makhluk neraka yang akan mengancam satu Pulau! hahah.. namanya ada •FlaLiz•, ras kadal raksasa berukuran 10 meter yang memiliki aura spiritual Api!..." ketawa jahat Pat.


wuishh....


angin berhembus kencang saat •FlaLiz• mengaung. teman-teman Pat benar-benar terkagum dengan •FlaLiz• yang besar.


"Monster Level •Tiger•!. wow.. sangat menarik walaupun tidak sebanding dengan •Leomons• dulu!.." batin Eiji sambil mengingat ingatan dia saat melawan •Leomons•.


"sepertinya ini raut wajah terakhirmu Eiji! rasakanlah nafas api «Drake» milik •FlaLiz•! dan ini adalah balasan karena kemarin tidak datang menemuiku dan malah bertunangan dengan Mizu!..." ucap jahat Pat. •FlaLiz• langsung membuka mulutnya dan bernafas api besar mengarah Eiji.


bom!...


nafas api itu menghancurkan dan membakar jalanan, nafas api itu benar-benar sangat kuat dan daya hancurnya yang dashyat.


Pat merasa sangat senang dan senyum penuh kejahatan. saat dia merasa Eiji telah tiada.


tiba-tiba aura kegelapan menyelimuti daerah sekitar itu yang membuat Pat merinding, Aura kegelapan itu menyebar dengan cepat.


aura kegelapan itu berasal dari tempat ledakan yang diterima Eiji sebelumnya. asap kebakaran tebal itu tertiup kencang dan menampilkan sesosok Dark Angel Eiji.


Pat dan teman-temannya merasa merinding dan ketakutan dengan sesosok Dark Angel Eiji yang Meraka duga adalah •Maou•.


"M-maou... itu benar Maou!" ucap Pat yang ketakutan.


"hehehe... sepertinya serangan sihir tadi mengeluarkan wujud Dark Angelku ini! padahal aku sudah menahannya." ketawa dan ucap Eiji yang bikin Pat dan teman-temannya merinding dan ketakutan.


"aku akan menunjukkan api yang sesungguhnya kepada kalian!.." ucap Eiji dengan senyuman menyeramkannya.


Eiji mengulurkan tangan kanannya dan jarinya membentuk cakar, Memfokuskan mana dan energi dia ke jari tangan kanannya menghasilkan lingkaran simbol sihir, disetiap jarinya diselimuti api hijau kehitaman yang membara.


"«Destroyer Flame»" ucap Eiji, Eiji melancarkan api «Destroyer Flame» mengarah •FlaLiz•.


bumm!....


api itu membakar habis •FlaLiz• hingga Hpnya menjadi nol dan •FlaLiz• langsung jadi abu hingga atom tanpa tersisa sedikitpun.


Pat dan teman-temannya merasa merinding dan ketakutan, mereka tidak bisa bergerak dan berkata-kata melihat api hijau kehitaman tersebut yang membakar •FlaLiz•.


api «Destroyer Flame» telah membakar habis •FlaLiz• hingga menjadi atom bahkan sub atom, api hijau kehitaman itu hanya menyisakan kebakaran dan kehancuran yang besar.


Eiji mendekati Pat dan teman-temannya dengan senyum seramnya sementara Nasywa melihatnya seperti Angelnya yang indah.


"kalian... sepertinya kalian sudah tahu siapa diriku? jika iya maka jangan ganggu diriku!" ucap Eiji dengan seram, mereka hanya bisa


mengangguk dan tidak berani menjawab.


"kalo kalian mengganggu orang-orang yang aku kenal, maka aku akan menghabisi kalian seperti monster kadal itu menjadi sub atom" ucap Eiji dengan senyuman seramnya.


mereka mengangguk dan langsung pergi lari dengan ketakutan. Eiji cuman tersenyum karena melihat lucunya tingkah mereka saat lari.


Nasywa berjalan mendekati Eiji dan merangkul lengan kirinya. Eiji melihat Nasywa yang merangkul lengannya.


"hihihi... kamu benar-benar gagah dan bikin Meraka ketakutan..." ketawa kecil dengan senyuman manisnya.


"hehe.. iya Tapi kamu tidak takut dengan wujudku inikan?"tanya Eiji, Nasywa mendengarnya hanya tersenyum lembut.


"tentu saja aku tidak takut!. kamu adalah tunanganku, laki-laki yang aku cintai! tentu saja aku tidak takut denganmu dalam bentuk apapun..." jawab Nasywa dengan senyuman manisnya.


Eiji merasa lega dan bersyukur, mereka melanjutkan jalan berdua, mengobrol bersama sambil jalan mengelilinginya kota.


larut malam mereka sudah kembali ke penginapan Huel. Eiji menggendong Mizu yang mabuk dan membawanya ke kamar, Nasywa mengikutinya sementara Sotaru pamit kepada mereka bertiga untuk kembali ke penginapannya.


Eiji dan Nasywa nitip salam kepada Ryuu, Sotaru pergi dengan mengubah dirinya menjadi mobil tempurnya, ia melaju menjauhi penginapan Huel.


[Kamar]


Eiji membaringkan Mizu dikasurnya dan menjentikkan jarinya menyatukan kasurnya dengan kasur Mizu dan ia perluasanya supaya Nasywa bisa tidur bersama mereka.


Eiji dan Nasywa mengganti pakaiannya secara gantian dimulai dari Nasywa. Nasywa menggunakan daster tidur motif bunga berwarna ungu sementara Eiji memakai kaos hitam dan celana pendek hijau.


mereka bertiga tidur bersama dikasur, Nasywa mematikan lampu tidur dan mereka berdua menutup mata untuk tidur.


semua orang tertidur pulas malam ini untuk bangun besok pagi hari.


Selanjutnya.....

__ADS_1


__ADS_2