WORLD GAME

WORLD GAME
Bangkit Kembali


__ADS_3

Pertempuran besar terus terjadi, dua kubu saling menyerang dengan senjata mereka masing-masing dengan future eye squad yang lebih unggul karena ada Eiji yang membantu mereka.


"Semuanya... Maju!..."


"Yah...."


Mereka bersorak dan melakukan serangan besar balik kepada Decton, para pasukan divis mage datang untuk membantu mereka.


"«Berick»"


"«Fireball»"


"«Lightning»"


Para Mage, mengeluarkan skill mereka secara kombinasi dengan ikatan akar yang keluar dari tanah, mengikat pergerakan 20 Decton sekaligus.


Dan memberikan skill bola api dan petir menyebar dari langit secara bersamaan kepada para Decton yang terikat pergerakannya.


Para Decton tersebut tidak berdaya dan terjatuh pingsan ke permukaan, para Mage menyebar untuk membantu para future eye squad yang berada dibaris depan.


Fyuihh!...


Tembakan laser cahaya merah yang sangat besar dan cepat, menghancurkan banyak bintang dan solar system yang berada di ruang angkasa.


Sotaru sedang berhadapan dengan Giantron yang terus menembakkan laser cahayanya kepada Eiji.


Eiji menghindari dengan terbang di udara, dia memancing Giantron untuk menjauh dari warga Precognition dan menggiring Tembakannya ke ruang angkasa.


"Tembakan dia benar-benar berbahaya dan cepat, aku harus memancing dia ketempat yang lebih bagus untuk bertarung." Ucap Eiji yang melesat terbang dengan kecepatan yang lebih cepat dari cahaya.


Kecepatan terbang dia seperti terlihat cahaya kuning di udara, Giantron yang melihatnya, mengaktifkan turbo mesin di punggungnya dan terbang mengikuti Eiji, saat dia terbang menciptakan hembusan angin yang benar-benar dashyat.


Mereka terbang dengan cepat menuju laut yang luas.


[Laut]


Mereka berdua sampai dengan keadaan adu pukulan yang menciptakan gelombang angin yang dahsyat, gelombang angin tersebut menciptakan ombak laut yang dashyat dan membanjiri pantai atau daratan disekitar tersebut.


"Kau lumayan hebat untuk seorang Decton." Ucap Eiji yang memuji.


"Hahah.. kau juga hebat, walaupun tubuhmu kecil tapi bisa menahan pukulanku ini..."Ucap Giantron yang senang mendapatkan musuh yang kuat..


"Terimalah ini, «three hundred missiles»..."


Giantron melepaskan 300 rudal misil dari punggungnya yang mengarah ke Eiji, Eiji terbang melesat mengindari semua rudal tersebut.


Eiji dengan kecepatan tinggi menghindari semua rudal tersebut, rudal yang tidak mengenai Eiji melesat ke dalam laut.


Duar!....


Ledakan yang sangat besar, setara 3 ribu hulu nuklir yang menciptakan 300 bola hingga jamur raksasa seukuran 192 ribu Km.


"Ledakan yang besar, terlalu berbahaya untuk para warga jika menghirup radiasi ini..."


"Apalagi ini bisa menciptakan tsunami, aku harus menciptakan perisai pelindung di sekitar sini."


Eiji mengaktifkan suatu skill dengan mengangkat tangan kanannya ke atas dan memunculkan bola bersinar biru.


"«Great Protector».." Ucap Eiji yang menyebarkan 4 bola «Great Protector» ke 4 titik yang membentuk kubus.


Jarak setiap titik dengan Eiji, sekitar 1000 Km dengan panjang, lebar, tinggi 2000 Km. ombak tsunami terhalang oleh pelindung biru besar tersebut.


Asap radiasi benar-benar besar dan tebal, asap tersebut menyebar ke segala arah karena hembusan angin yang kencang.


"Sekarang sudah aman, kalau begitu.... ayo kita bertarung..." Ucap Eiji yang mengeluarkan Pedang «Purli» dengan memanggilnya melalui cahaya bulan Gerhana bulan merah.


Pedang cahaya yang benar-benar murni, cahaya kuning yang bercahaya terang, mengeluarkan energi cahaya penuh kesucian.


"Kekuatan yang sangat dahsyat... aku tidak menyangka kau memiliki pedang sekuat ini." Ucap Giantron yang terkagum.


"Iya, ini adalah Pedang «Purli»... Pedang kebalikan «Eterdak», Pedang ini bisa menghancurkan kekacauan, bisa menciptakan abstrak, hukum dan mensucikan jiwa...." Ucap Eiji sambil memegang «Purli» dengan kedua tangannya mengarah ke atas.


"Sangat menarik... terimalah seranganku ini..."


"«Thousands of laser light»..."Ucap Giantron yang mengaktifkan ribuan senjata di seluruh tubuh besar dari tubuh dan kedua tangan yang di arahkan ke Eiji.


Fyuihh!...


Seribu laser cahaya memanjang, melesat ke arah Eiji dengan cepat, "Hahahaha, Laser cahaya ini bisa memusnahkan targetnya menjadi sekecil Sub atom...."


"Kau tidak akan lolos karena Laser cahaya ini, bisa mengikuti targetnya kemana targetnya pergi...." Ucap Giantron yang merasa sombong.


"Benarkah? kalau begitu, aku tinggal menebasnya saja.." Ucap Eiji yang sangat santai.


Swoosh!...


Slash!...


Duarr!...


Eiji mengayunkan pedangnya yang menebas semua laser tersebut dan menciptakan Ledakan besar di udara dengan ribuan bola Ledakan raksasa yang berkumpul dengan dekat.


Suara Ledakan tersebut, terdengar sampai Tempat pertarungan Nasywa vs Krsystal yang berada di tempat berlubang besar.


Lubang besar tersebut, di buat oleh mereka berdua yang menciptakan bola ledakan besar yang dahsyat akibat bentrokan skillk mereka berdua.


Krsystal terlihat mengalami kerusakan akibat ledakan besar tersebut, sementara Nasywa baik-baik tanpa ada kerusakan atau luka di tubuhnya.


"Kau baik-baik saja? sepertinya kau mengalami kerusakan parah..." tanya Nasywa yang merasa sedikit cemas.


"Aku tidak apa-apa, hanya terluka kecil... aku masih bisa bertarung...." jawab Krsystal.


"Dan saatnya Berevolusi... «Evolution»" Ucap Krsystal yang berevolusi menjadi bentuk yang lebih sempurna.

__ADS_1


Cahaya merah terang menyelimuti tubuh Krsystal, menerangi area sekitar dalam jangkauan luas dan membuat pohon-pohon tumbuh disekitar kawah lubang besar tersebut dengan sangat cepat.


"Dia melakukan «Evolution»? benar-benar menarik, karena ini skill yang lumayan langka" Ucap Nasywa yang terkagum melihat skill Krsystal.


«Evolution» Krsystal selesai, cahaya merah terang yang menyelimuti dia telah menghilang dengan memperlihatkan wujud Krsystal yang baru.


"Hm.. namaku adalah Caroline, aku adalah wujud Evolusi dari Krsystal. Aku bisa disebut Tahap 2 dari Evolusi Krsystal." Ucap Caroline dengan senyum biasa.


Wujud Caroline, mirip seperti manusia dengan pakaian teknologi canggih atau robotnya yang berwarna hitam dengan garis lampu cahaya merah.


Mata Caroline berwarna merah terang dan rambut lurus panjang putih, dia benar-benar terlihat cantik mirip manusia.



"Aku bersiap melayani mu untuk bertarung sampai salah satu dari kita mati." Ucap Caroline yang sedikit mematikan.


“«Evolution»? Kalau tidak salah, Eiji pernah memberitahuku tentang ini” batin Nasywa yang mengingat Percakapan dia dengan Eiji saat berjalan bersama menuju kuil kuno.


[Perjalanan menuju Kuil kuno]


Nasywa, Eiji dan Mizu sedang berjalan bersama menuju kuil kuno, sementara Sotaru, Aina, Jirou dan nenek Harumi sedang berjalan didepan mereka bertiga.


"Oh iya, Eiji... Aku ingin menanyakan sesuatu." Ucap Nasywa.


"Menanyakan tentang apa? Bertanyalah..." Ucap Eiji yang penasaran dengan Pertanyaan Nasywa.


"Tentang salah satu kemampuan Decton yang diceritakan olehmu sebelumnya setelah kita berdiskusi tentang siapa dalang dibalik ini semua...."


"Maka dari itu, aku ingin mengetahui salah satu kemampuan mereka... mungkin bisa membantu saat bertarung dengan mereka?" Tanya Nasywa yang ingin mengetahui hal tersebut.


"Hmm... baiklah, mungkin aku akan memberitahu Skill unik mereka satu ini, yaitu Skill «Evolution»." Jawab Eiji.


"Hmm... Skill apa itu Eiji? Apakah kamu boleh jelaskan tentang skill tersebut?"Tanya Mizu yang juga ingin mengetahui hal tersebut.


"Baiklah..."


"Skill «Evolution» adalah skill dimana, Decton bisa berevolusi menjadi bentuk terkuat mereka dalam bentuk 3 tahapan."


"Tahap 1 adalah bentuk robot mereka dan Decton menjadi 2 Gender, yaitu Boy dan Girl. Tahap 2 adalah bentuk baru mereka yang akan mirip seperti manusia untuk Gender Girl, sementara Boy tetap sama tapi lebih sempurna dan berwarna..."


"Tahap 3 adalah Tahap terakhir yang lebih sempurna dan kuat, Girl tetap seperti manusia bahkan dikatakan benar-benar sempurna, sementara Boy bakal lebih kuat dan canggih seperti salah satu Wujud pemimpin mereka dimasa lalu..." Ucap Eiji yang menjelaskan tentang «Evolution».


Eiji menunjukkan ingatan masa lalunya yang melihat wujud tahap 3 Gracton dimasa lalu.


Wujud Gracton benar-benar seperti robot canggih masa depan yang tampak seram dan menawan, Dia terlihat gagah saat dalam tahap 3 dia.



"Wah... benar-benar keren dan gagah penampilannya, tapi sayang sekali dia menjadi jahat dan licik.." Ucap Mizu.


"Iya, itu benar sekali... coba saja dia tidak melakukan hal buruk, pasti sangat dikagumi..." Ucap Nasywa.


"Iya... tapi mau gimana lagi, sudah takdir dia seperti itu... kita hanya bisa menerimanya, dan Sotaru bakal melakukan sesuatu kepada Decton." Ucap Eiji.


Kembali dengan keadaan Nasywa yang bertarung melawan Caroline yang menebas Nasywa dengan pedang besi merah bersinar.


Swoosh!...


Ting!...


Mereka berdua adu tebasan pedang dengan cepat terlihat seperti cahaya ungu dan merah yang mengelilingi kawah lubang besar tersebut.


"«Melt Slash»"Ucap Caroline yang menebas ke arah Nasywa dengan menyamping kanan.


Nasywa menghindarinya yang membuat Tebasan tersebut membelah gunung dibelakangnya dengan bekas lelehan tanah dan terus melaju ke ruang angkasa.


Tebasan bersuhu panas tersebut, melaju ke Arah salah satu bintang yang berjarak dari planet sekitar 4 tahun cahaya hanya dalam 4 detik untuk sampai dan membelahnya menjadi dua yang menciptakan Supernova hingga membuat Kehancuran Solar system.


Nasywa langsung membalasnya dengan Tebasan pedang dengan efek bunga ungu yang bersinar.


"«Ten Flower Slash»" Ucap Nasywa yang memberikan 10 tebasan pedang Sector beruntun.


Caroline dengan cepat menghindari dan menangkis menggunakan pedang Miliknya, mereka terus adu Tebasan pedang hingga menciptakan gelombang udara yang kuat disetiap adu bentrokan pedang.


mereka terus adu Tebasan hingga menciptakan garis cahaya ungu dan merah dengan jumlah 36 dalam garis acak dan setiap panjang 10 Km dengan waktu 33 detik menjulang ke atas.


Para warga bisa melihat garis cahaya acak menjulang ke atas dengan sangat cantik dan memukau mata.


"Kau memang hebat, Nasywa..."


"Aku tidak menyangka, kau bisa menyeimbangkan kecepatanku ini bahkan bisa menahan Tebasan pedangku yang kau bisa lihat kehancuran di Langit malam..." Ucap Caroline sambil memberikan 3 Tebasan pedang ke arah Nasywa.


Nasywa menghindari Tebasan tersebut sambil berkata "Hehehe.... terimakasih pujiannya...-"


"Kau juga hebat, aku tidak menyangka bisa bertemu dengan lawan sepertimu."Ucap Nasywa yang merasa di puji.


Mereka terus adu Tebasan pedang tanpa henti, kecepatan mereka bahkan 50 kali lebih cepat dari cahaya.


Sementara ditempat Aina melawan Gracton, terjadi Ledakan besar yang menghancurkan hutan.


Aina terhempas jauh hingga membentur tanah dengan daya hancur yang besar, Gracton mendekatinya.


"Wah-wah... segini saja kemampuan mu? masih terlalu lemah untukku." Ucap sombong Gracton.


"Ughh.... Aku tidak akan kalah olehmu, aku akan mengalahkanmu.." Ucap Aina yang berusaha berdiri.


"«Grav»" Ucap Gracton yang melayangkan tubuh Aina ke udara dengan tangan kanannya.


"Bermulut besar... Kalau begitu, Aku akan membawamu bertemu dengan orang tuamu..."


"«Deatron»..." Ucap Gracton yang menembakkan Laser merah ke arah Aina yang melayang di udara dengan tubuh tidak bisa bergerak.


Fyuitt!...

__ADS_1


Dum!..


"Arghh!..."


Tubuh Aina hancur menjadi abu akibat terkena Laser merah Gracton, tubuhnya hancur berkeping-keping menjadi abu dan abu tersebut terhembus ke atas.


Tiba-tiba Cahaya biru dari langit, masuk kedalam abu milik Aina, Gracton sedikit menutup matanya karena silau melihat cahaya biru tersebut.


Di alam bawah sadar Aina, terdapat ruang hitam yang dipenuhi oleh bintang-bintang, Wujud Spirit (Roh) Sotaru mulai muncul dihadapan Spirit Aina yang menutup matanya.


"Aina... bangunlah..."Panggil sesosok Spirit Sotaru.


"Si-Siapa? dan dimana aku?" Tanya Aina yang mulai sadar kembali .


"Ini aku, Sotaru..."


"Bangunlah Aina!.." Ucap Sotaru yang merasa khawatir dari nada suaranya.


Aina membuka matanya dan melihat kalau dia berada di alam bawah sadarnya, dia merasa kalau dirinya sudah tiada.


"Sepertinya aku sudah mati.."


"Heheh... Aku tidak menyangka, kalau akan mati seperti itu tanpa ada perlawanan!..."Ucap Aina yang sedikit kecewa.


"Tidak Aina, kau belum saatnya untuk mati!.. aku akan menghidupkan mu lagi, jadi bersemangatlah." Ucap Spirit Sotaru.


"Benarkah? sepertinya itu tidak butuh, karena untuk apa yang menghidupkan ku kembali? aku tidak layak untukmu yang seorang Dewa Utama..." Ucap Aina yang sadar diri bahwa dirinya manusia biasa.


"Lagi pula.. aku sudah kecewa berat kepadamu, kau memberikan kehangatan kepadaku yang membuat aku memiliki perasaan untukmu..."


"Aku ingin berada di sisimu walaupun kau sudah ditakdirkan bersama perempuan lain, aku yakin kau Hubots yang baik, tapi kenyataannya...-"


"Kau membohongi diriku, mengetahui fakta kalau kau adalah ayah Decton yang membunuh orang tuaku..."


"Aku benar-benar kecewa dan merasa bodoh sekali!..."Ucap Aina yang marah , sedih dan kecewa bahkan mengeluarkan air mata Walau dalam bentuk spirit.


Sotaru hanya bisa mendengarkannya tanpa ada sekata apapun, dia merenungkan dirinya yang menganggap dirinya adalah laki-laki paling buruk.


"Aina, Maafkan aku... ini murni kesalahanku dan aku ingin memperbaiki semuanya.."


"biar aku beritahu siapa perempuan yang menjadi takdirku.."Ucap Sotaru.


"Siapa dia? mungkin aku bisa mendengarkannya walaupun aku sudah mati.."Ucap Aina yang sudah tidak ada semangat hidup.


"Perempuan itu adalah kau..."Ucap Sotaru yang lembut.


"Aku? bagaimana bisa?Kau hanya mengucapkan omong kosong.."Ucap Aina yang sedikit marah.


"Tidak, aku tidak mengucapkan omong kosong... ini adalah fakta."


"Kaulah, perempuan yang menjadi takdir hidupku... aku akan memperlihatkan mimpiku sebelum datang kesini." Ucap Sotaru yang memperlihatkan ingatannya dalam bentuk layar .


Dilayar tersebut, memperlihatkan Gadis perempuan yang sangat baik dan tulus mencintai Sotaru.


Dia terlihat cantik dan anggun, dia selalu berada disisi Sotaru walaupun dalam keadaan apapun.


Di layar tersebut, memperlihatkan perang besar yang dimana gadis tersebut bertarung bersama Sotaru.


Mereka berdua menjadi pasangan yang serasi dan ceria, hingga suatu hari mereka menikah dan dikaruniai 2 anak kembar.


Hingga wajah gadis tersebut diperlihatkan adalah Aina sendiri, kekasih takdir Sotaru sebagai Leader of Hubots dan Primary God (Dewa Utama).


dimasa depan, Aina mendapatkan julukan God's Wife (Istri Dewa) and Mecha Grils (Perempuan Mecha), dia di hormati oleh seluruh makhluk di 8 Realms.


Aina yang melihat hal tersebut, mengeluarkan Air mata Bahagianya, dia terkejut dan terkagum karena perempuan tersebut adalah dirinya.


"Kau bisa lihat sendiri, Kau dan aku dimasa depan adalah pasangan yang sudah ditakdirkan, Kau menjadi istriku dan ibu dari anak-anak kita nanti..."


"Kau wanita yang kuat dan Ceria yang membuatku memilih dirimu bahkan takdir mendukung hal tersebut..."Ucap Sotaru.


Aina mencium mulut Sotaru tanpa disadari Sotaru, mereka berdua berciuman walaupun dalam bentuk Spirit.


Aina memeluk Sotaru sambil menciumnya, dan Sotaru melakukan hal sama kepada Aina. mereka berciuman dalam waktu yang cukup lama.


mereka berdua melepaskan ciuman dan pelukan masing-masing, saling menatap satu sama lain dengan senyuman mereka.


"Terimakasih Sotaru, Kau memberikanku perasaan ini... aku tidak akan melupakan walaupun sudah di alam kematian nanti..." Ucap Aina yang merasa senang.


"Alam kematian? tentu tidak, belum saatnya kau untuk pergi kesana dan aku akan memberikanmu hadiah.."Ucap Sotaru yang penuh semangat.


"hadiah?" Tanya Aina yang kebingungan.


Sotaru menggeser spirit Aina ke arah samping dengan gerakan telapak tangannya ke arah kanan menggunakan tangan kirinya.


Spirit Aina terbawa ke alam bawah sadar lain yang memperlihatkan dua sesosok wanita dan laki-laki.


Aina mendekati mereka berdua dan penasaran, kenapa Sotaru membawa dia kesini.


"Hallo" Panggil Aina yang memanggil 2 sesosok tersebut.


Dua sesosok tersebut memutarkan tubuh mereka ke arah Aina dan memperlihatkan wajah orang tua Aina.


"Aina, Lama tidak bertemu..." Ucap Hatron (Ayah Aina).


"Lama tidak berjumpa Aina, Anak ibu"Ucap Naila (Ibu Aina).


"Hiks..."


"Ayah, ibu.."Ucap Aina yang mengeluarkan air matanya sambil berlari ke arah mereka.


Aina memeluk mereka berdua dengan rasa rindu dan bahagianya, Orang tua Aina juga melakukan hal yang sama.


mereka berpelukan dengan melepaskan rasa rindu mereka dalam waktu yang cukup lama.

__ADS_1


Selanjutnya.....


__ADS_2