
Sotaru berhenti di dekat daerah Sebuah kota, Eiji yang melihat kota tersebut membangunkan Nasywa dan Mizu yang sedang tidur di kasur dengan nyenyak.
"bangun Nasywa, Mizu... sudah saat untuk kita mencari penginapan." ucap Eiji yang membangunkan Nasywa dan Mizu.
Nasywa dan Mizu bangun dari tidur, mereka masih merasa ngantuk walaupun sudah bangun.
"ayo kita keluar untuk mencari penginapan" ucap Eiji.
"uwohhh... baik" ucap bersama Mizu dan Nasywa yang masih ngantuk.
Eiji keluar dari bus yang disusul oleh Nasywa dan Mizu. mereka keluar dan menghirup udara segar di malam hari.
"udaranya segar dan sejuk..." ucap Nasywa sambil menghirup udara malam.
"iya, malam ini terasa sejuk dan segar.. aku yang tadinya mengantuk, sekarang sudah segar kembali!" ucap Mizu yang merasa tubuhnya sangat segar.
Sotaru berubah kembali kebentuk robotnya dan berdiri, ia langsung menghirup udara malam dan melihat ke arah kota.
"sangat sejuk dan kota itu sangat bersinar... kota apa itu?" tanya Sotaru yang penasaran nama kotanya.
"oh.. kota itu adalah kota Peramal atau sering disebut Kota Precognition."
"kota ini berisi warga yang bisa melihat masa depan walaupun tidak secara keseluruhan."
"dan ini untuk Sotaru... kota ini entah kenapa membenci ras Hubots dan alat teknologi canggih apapun itu!" ucap Nasywa.
"begitu yah... sepertinya akan sulit bagiku ini" ucap Sotaru yang mencoba memikirkan cara masuk kekota.
"iya, tapi kota ini juga memiliki kepercayaan dengan Moon of Goddess atau Dewi Bulan."
"karena hal itu, kota ini memiliki tema budaya bulan dan kota ini paling bersinar saat ada bulan di malam hari." ucap Nasywa.
"wah.. seperti Realms dan Negeri asalku saja" ucap Mizu yang mengingat tempat asalnya.
"oh iya, kaukan dari ras Elf yah Mizu... bisa sedikit ceritakan Realms dan Negerimu? aku ingin tahu setelah seribu tahun lamanya" Tanya Eiji yang penasaran.
"baiklah... Realms Sylph adalah Realms tempat asalku lahir dan juga tempat asal dari Elf. Sylph memiliki negeri Elven country blessed by Moon God, Negeri Elf paling besar di alam itu."
"di Realms dan Negeri tersebut benar-benar dipenuhi hutan Spiritual yang besar dan banyak, memiliki hewan Spirit yang paling langka dan batu-batu Spirit paling di cari"
"memiliki pohon kehidupan sendiri yang disebut Moon of Tree. Realms dan negeri yang diberkati oleh Moon of Goddess." jawab Mizu yang menceritakan Realms dan negerinya.
ia tampak senang saat menceritakan tempat asalnya, seperti benar-benar lupa tentang hal di dunia.
"Raja yang memimpin negeri Elf adalah kakak laki-lakiku, dia 320 tahun lebih tua dibandingkan diriku atau kalo diumur manusia perbandingannya, beda 3 tahun saja" ucap Mizu.
setelah Mizu menceritakannya, ia langsung memalingkan wajahnya seperti tidak sengaja menceritakan hal tentang kakaknya.
"ada apa Mizu?kamu seperti tidak sengaja menceritakan kakakku kepada diriku?" tanya Eiji yang bingung dengan tingkah Mizu.
"hihihi... kau tidak menyadarinya Eiji? kamu memang kurang Peka terhadap wanita" ucap Nasywa yang seperti mengejek Eiji dengan menutup mata kirinya sambil ketawa kecil.
Eiji tidak mengerti apa yang dibicarakan Nasywa, ia terus memikirkan apa yang dimaksud Nasywa.
"sepertinya kamu benar-benar tidak Peka, biar aku yang menjawabnya"
Eiji dan Sotaru benar-benar penasaran apa yang dimaksud Nasywa, mereka seperti orang yang menunggu jawaban.
"saat Mizu menceritakan tentang kakaknya yang menjadi raja, secara tidak langsung ia juga menceritakan tentang dirinya seorang bangsawan Elf."
"Mizu selama ini telah merahasiakan identitasnya sebagai Anak Keluarga Bangsawan Elf dan merahasiakan identitas kakaknya yang sebagai raja dinegerinya." jawab Nasywa yang menjelaskan apa yang ia maksud.
Eiji dan Sotaru mengangguk sambil memegang dagu mereka berdua, mereka paham dengan jawaban Nasywa.
Mizu yang tampak malu, ia terus memalingkan wajahnya dari mereka.
Eiji yang melihatnya merasa lucu dengan tingkah Mizu. ia langsung mendekati Mizu.
"Mizu..."
"kamu kenapa memalingkan wajahmu? apakah kamu tidak mau aku mengetahui identitas aslimu?" tanya Eiji dengan lembut.
Mizu langsung melirik Eiji yang berada dibelakangnya.
"a-ah.. a-aku tidak bermaksud seperti itu!.. hanya saja aku merasa kamu tidak akan menganggapku sebagai Mizu yang petualang lagi"
"aku hanya tidak ingin kamu berubah dan menganggapku sebagai Putri bangsawan, bukan sebagai seorang petualang." jawab Mizu yang tidak ingin Eiji berubah terhadapnya.
"hehehe..."
"kenapa kamu ketawa?"
"tidak apa-apa, hanya saja kamu terlihat imut saat takut seperti itu"
"kamu ini" ucap Mizu dengan muka ngambek.
"hehehe.. maaf-maaf dan soal aku yang sikapnya berubah saat mengetahui kamu adalah seorang bangsawan..."
"tentu saja aku tidak akan seperti itu... bagiku Mizu tetap Mizu yang aku kenal walaupun dari ras apapun itu" ucap Eiji.
Mizu yang mendengarnya langsung tersenyum lembut kepada Eiji.
"terimakasih Eiji... aku harap kamu tetap Eiji yang aku kenal dan tidak berubah apapun itu" ucap Mizu dengan senyuman lembutnya.
Eiji yang melihatnya langsung pipinya memerah saat melihat senyuman lembut Mizu.
"kalian sudah selesaikan, romantisnya?" tanya Sotaru secara tiba-tiba yang membuat suasana romantis menjadi hancur dengan mudahnya.
"sudah-sudah..." jawab Eiji.
"bagus kalo begitu!.. sekarang kita harus membuat diriku masuk ke kota tersebut!"
"oh ya, kau benar Sotaru. aku hampir lupa."
__ADS_1
mereka semua memikirkan cara untuk Sotaru masuk kedalam kota Precognition yang membenci ras Hubots dan alat teknologi canggih.
"nah... aku baru ingat! kalo tidak salah, kau bisa menjadi manusia juga, bukan?" ucap Eiji.
"oh iya, kau benar juga Eiji."
"aku lupa kalo ras Hubots bisa menjadi manusia seutuhnya, mungkin aku akan kembali ke wujud manusia lamaku." ucap Sotaru.
tubuh Sotaru langsung diselimuti cahaya terang yang memperlihatkan wujud manusianya.
cahaya itu menghilang dan Sotaru muncul dengan wujud manusianya. wujud manusia dia memiliki rambut Pirang lurus, mata biru, tubuh tinggi dan tubuh yang gagah.
pakaian dia seperti petualang berwarna biru motif merah dan celana hitam panjang, ia juga memakai sepatu hitam.
"bagaimana penampilanku? keren bukan?" ucap Sotaru yang memamerkan bentuk manusianya.
"wah... sangat keren dan gagah, jadi ini adalah wujud manusiamu, Sotaru?" tanya Nasywa yang kagum melihat Sotaru.
"iya.. ini adalah wujud manusia lamaku, sekitar 1002 tahun yang lalu aku buat." jawab Sotaru dengan bangga diri.
"sangat keren..." ucap Nasywa yang memuji.
"sudahlah.. lebih baik kita mencari penginapan untuk bermalam di kota ini." ucap Sotaru.
mereka semua mengangguk dan berjalan menuju kota tersebut.
[Kota Precognition]
di dalam kota, terdapat toko dan warung yang banyak di dekat jalan, ada banyak warga jalan kaki dan ada juga yang beli barang di toko.
mereka berempat berjalan melewati warga untuk mencari penginapan hingga mereka berada di toko makanan yang di bakar.
"ayo.. mari-mari, ikan bakar, ayam bakar dan beraneka makanan yang dibakar."
Sotaru yang melihat dan mendengar pedagang tersebut, langsung berjalan mendekatinya.
"permisi pak.. saya pesan ikan bakar 10 tusukan yah." ucap Sotaru yang gembira.
"baiklah, akan aku siapakan!" ucap pedagang tersebut.
pedagang itu mengoles ikan tersebut sebelum di bakar, ia menusuk ikan dengan tusukan kayu dan membakar ikan tersebut.
Sotaru melihatnya seperti kelaparan dan tampak gembira, sementara Eiji, Nasywa dan Mizu berdiri di belakang Sotaru sambil menunggu.
saat sedang menunggu, ada perempuan berambut panjang lurus hitam, mata merah, wajah cantik dengan memakai pakaian warna hitam dan celana panjang hitam.
perempuan itu mendekati pedagang tersebut untuk memesan sesuatu, " Pak... saya ingin beli Ayam bakar 3 yah" ucap perempuan tersebut.
"baiklah Neng, saya akan siapkan!" ucap semangat pedagang.
perempuan itu nampak anggun dan cantik, ia terus melihati Sotaru dengan raut wajah waspada dan benci.
Eiji yang menyadari hal tersebut memikirkannya, ia tampak curiga dengan wanita tersebut.
"baiklah.. ini dia 10 tusukan ikan bakar buat Abang satu ini!"
"terimakasih sudah mau membeli makanan kami!." ucap pedagang itu yang memberikan pesanan Sotaru yang dibungkus.
Sotaru melihatnya langsung mengambil pesanannya dan memberikan uang perak kepada pedagang tersebut.
ia langsung memakan ikan bakarnya dengan lahap dan cepat.
sementara perempuan tersebut juga sudah selesai dan pergi meninggalkan mereka tapi ia tetap menatap Sotaru dengan tatapan benci dan curiga.
"hm.. enak sekali ikan bakar ini, rasa pedas dan sedapnya sangat tepat!." ucap Sotaru yang nampak senang.
"Sotaru, apakah kamu melihatnya?" tanya Eiji sambil melirik perempuan tersebut dari jarak jauh.
"iya.. aku melihatnya dan tahu kalau ia terus memperhatikan diriku dengan curiga." ucap Sotaru yang merasa tidak peduli.
"aku rasa ia adalah orang-orang peramal tersebut.!"
"Dari Energi Aura Mana Spirit dia saja, aku bisa mengetahui hal tersebut." ucap Nasywa sambil melihat perempuan tersebut yang sedang jalan menjauh.
"kalau begitu, ia melihat masa depan kita berempat dong tadi?" ucap Mizu yang menebak.
"sepertinya begitu... ia mungkin sudah mengetahui identitas asli Sotaru! maka dari itu dia menatap Sotaru dengan benci dan curiga"
"sementara ia mungkin mengetahui diriku adalah Angel, maka dari itu dia tersenyum" ucap Eiji memikirkan hal tersebut.
"sepertinya begitu.. kalau begini..."
"maka kita harus cepat-cepat untuk ke penginapan, karena ada hal yang harus aku lakukan" ucap Sotaru.
mereka semua langsung jalan menuju penginapan terdekat. Sotaru terus makan ikan bakarnya sambil jalan kaki.
mereka sampai di tempat penginapan dan langsung memesan kamar untuk 4 orang. Eiji membayar sewa kamar dan mendapatkan kuncinya.
mereka berjalan menuju kamar, Eiji membukakan pintu kamar dan mereka masuk ke dalamnya.
"akhirnya... kita bisa istirahat juga!" ucap Mizu yang melepaskan lelahnya dengan mengangkat kedua tangannya ke atas.
"iya kamu benar.. akhirnya kita bisa tidur, aku cukup ngantuk saat ini" ucap Nasywa yang matanya sudah ngantuk.
"kalau begitu, Kalian bersihkan diri terlebih dahulu. kami akan menunggu kalian di sini sambil menyiapkan kasurnya!" ucap Eiji.
mereka berdua masuk ke kamar mandi dan melepaskan pakaian mereka untuk membersihkan diri.
sementara Eiji menyatukan 3 kasur menjadi 1 kasur besar yang cukup untuk Eiji, Mizu dan Nasywa tidur hanya dengan jentikan jarinya.
"kau memang beruntung Eiji, bisa tidur dengan mereka." ucap Sotaru yang duduk di atas kasur.
"hehehe.. kamu juga pasti Bakal dapat pasangan hidup, seperti mimpi penglihatan masa depan kita berdua." ucap Eiji yang menyemangati Sotaru.
__ADS_1
"ada benar juga, kalau begitu aku ingin konsentrasi untuk membuat diriku tidak bisa dilihat dimasa depan ataupun masa lalu." ucap Sotaru.
"baiklah.."
Sotaru langsung duduk sila dan menutup matanya untuk konsentrasi penuh.
sementara Eiji menjentikkan jarinya yang mengubah armor besinya menjadi baju kaos dan celana untuk tidur.
Mizu dan Nasywa datang mendekati Eiji dengan daster tidur mereka. mereka duduk diatas kasur bersama Eiji.
"Eiji, Sotaru sedang melakukan apa?" tanya Nasywa yang penasaran.
"iya, dia terlihat sedang melakukan sesuatu" ucap Mizu.
"oh.. dia sedang melakukan «Prexis»." jawab Eiji.
"«Prexis»? apa itu?" tanya Nasywa yang penasaran.
"«Prexis» adalah kekuatan skill untuk menjadikan keberadaan penggunaannya hanya ada di masa kini."
"skill ini membuat keberadaan penggunaannya tidak ada di masa depan ataupun di masa lalu,"
"jadi skill ini benar-benar membuat keberadaan penggunaannya berada di masa kini, atau keberadaan Sotaru hanya berada didepan kita saat ini dan ia juga bisa memilih takdirnya sendiri." jawab Eiji yang menjelaskan apa yang dilakukan Sotaru.
"wahh.. sangat hebat, kekuatan skill yang sangat cocok untuk menghindari penglihatan masa depan warga kota ini." ucap Mizu yang kagum.
"iya.. kami berdua juga ingin seperti itu Eiji, apakah kamu bisa melakukannya?" tanya Nasywa yang ingin seperti Sotaru Juga.
"heheh.. tentu saja bisa dan itu adalah niatku dari tadi untuk kalian berdua."
" aku akan melakukan «Prexis» bersama kalian, supaya kita tidak bisa dilihat masa depan kita oleh para peramal di kota ini."
"kalau begitu.. kalian pegang erat tanganku dan tutup mata kalian untuk konsentrasi penuh." ucap Eiji.
mereka mengangguk dan memegang tangan Eiji, Nasywa memegang tangan kanan Eiji dan Mizu sebaliknya.
mereka bertiga menutup mata mereka dan Eiji mengucapkan «Prexis» dibatin, mereka bertiga melihat aliran takdir yang bercabang seperti akar pohon dalam jumlah tidak terbatas.
mereka melihat hal tersebut di alam bawah sadar mereka, mereka melihat takdir semua orang yang berada di aliran takdir.
mereka bertiga mencari aliran takdir mereka dan mereka menemukannya, mereka langsung mengubah keberadaan mereka menjadi dimasa kini dengan sentuhan tangan saja.
karena hal tersebut, keberadaan mereka yang berada dimasa depan dan dimasa lalu menghilang seperti tidak ada didalamnya.
di titik ini, mereka sudah bisa memilih takdir sendiri tanpa khawatir jika takdir mereka buruk.
mereka bertiga kembali ke alam nyata dan membuka mata mereka bertiga secara bersamaan.
"hm.. sepertinya ini berhasil?" tanya Nasywa yang melihat tubuhnya.
"iya, kita berhasil. kalian benar-benar hebat" jawab Eiji dengan senyuman bangganya.
"aku tidak menyangka, kalau takdir semua orang berasal di aliran takdir tersebut."
"aku juga merasa terpesona dengan aliran takdir yang bercabang, apalagi dalam jumlah tidak terbatas." ucap Mizu yang mengagumi keindahan aliran takdir.
"tapi kenapa aliran takdir itu bisa ada?" tanya Nasywa yang penasaran.
"aliran takdir memang sudah ada sejak
penciptaan seluruh Realms dan dunia, aliran takdir ini ada untuk makhluk hidup dan Realms tetap berjalan atau bekerja.."
"aliran takdir ini juga disebut Sungai Takdir atau River of Fate. aliran takdir ini salah satu sistem mutlak untuk Realms dan seluruh makhluk hidup, supaya tetap berjalan seperti biasanya." ucap Eiji yang menceritakan tentang River of Fate.
"dan juga River of Fate ini adalah sistem yang memiliki Kausalitas atau sebab-akibatnya sendiri jika kita mengubah atau menghancurkannya."
"contohnya seperti apa Eiji?" Tanya Mizu.
"contoh seperti kita ini, sebab kita mengubah keberadaan kita menjadi masa kini dan akibatnya keberadaan kita tidak ada di masa depan ataupun masa lalu"
"jika kita menghancurkannya sebagai sebabnya, maka akibatnya Realms dan dunia ini beserta makhluk hidupnya, tidak akan berjalan karena River of Fate telah hancur." ucap Eiji yang menjelaskan Kausalitas atau sebab-akibatnya Sistem River of Fate.
"oh begitu.. aku baru tahu tentang River of Fate ini, karena di buku tentang Realms dan Dunia... benar-benar tidak ada namanya River of Fate." ucap Mizu dengan ekspresi wajah terkejut tentang hal baru.
"oh iya, omong-omong... kenapa di kota seperti akan mengadakan festival?" tanya Eiji.
"oh.. karena kota ini akan mengadakan festival besok." jawab Nasywa.
"benarkah? festival tentang apa itu Nasywa?" tanya Sotaru secara tiba-tiba dari Konsentrasinya.
"e-ehh.." ucap bersama Mizu, Nasywa dan Eiji.
"kau bikin aku kaget saja." ucap Nasywa sambil menyentuh bagian dadanya.
"maaf.. tapi bagaimana tentang tadi? festival apa yang akan diadakan besok?" tanya Sotaru yang penasaran dengan wajah bersemangat.
"eeh... festival akan mengadakan tentang Hari peringatan Gerhana bulan besok, di momen ini gerbang alam kematian dibuka..."
"yang membuat para jiwa dari alam kematian tersebut keluar dan datang ke kota ini saat Gerhana bulan."
"oh iya.. para jiwa yang dimaksud adalah jiwa yang sudah mati khusus dikota ini saja, sisanya tidak ada fenomena ini!." jawab Nasywa.
"begitu yah, aku tidak sabar untuk festival besok.. aku ingin memakan aneka makanan disana..." ucap Sotaru yang bersemangat.
"kalau begitu, mari kita tidur untuk besok ke festival.. sekalian kita mencari orang yang harus ditolong sesuai takdir tersebut!." ucap Eiji.
mereka mengangguk dan berbaring di atas kasur. Nasywa dan Mizu tidur sambil memeluk tubuh Eiji yang berada ditengah mereka berdua.
mereka berempat mulai menutup mata mereka dan akhirnya mereka tidur dengan nyenyak.
Malam Yang indah dengan bintang dan bulan yang bersinar terang. Kota Precognition benar-benar sangat terang walaupun kota sudah sepi karena para warga sudah tertidur.
Selanjutnya.......
__ADS_1