Xu Yuan

Xu Yuan
Chapter 10


__ADS_3

Dengan hati yang penuh belas kasihan dan tekad yang tak tergoyahkan, Gui Yixuan memberikan pil penyembuh tingkat 3 kepada Xu Yuan. Pil ini memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa. Diciptakan dengan bahan-bahan langka dan diproses melalui ritual khusus, pil ini merupakan penemuan terobosan dalam bidang pengobatan.


Saat Xu Yuan mengonsumsi pil tersebut, energi penyembuhan seolah-olah meletup dari dalam tubuhnya. Proses penyembuhan yang dulunya lambat dan terhenti, kini berubah menjadi ajaib. Luka dalam yang begitu parah mulai sembuh dengan cepat, jaringan rusak dipulihkan, dan tubuhnya kembali diperkuat.


Gui Yixuan dengan penuh kelembutan menjaga Xu Yuan dalam perawatan yang teliti. Ia memberikan perhatian khusus pada pemuda itu, memastikan pemulihannya berjalan dengan lancar dan tanpa komplikasi. Dia memastikan bahwa pemuda itu tidak hanya sembuh secara fisik, tetapi juga secara mental dan emosional.


Hari demi hari, kondisi Xu Yuan semakin membaik. Luka-lukanya sembuh tak meninggalkan bekas, dan kekuatannya yang dulunya hilang mulai pulih.


"Bagaimana keadaanmu, saudara-?" tanya Giu Yixuan.


"Xu Yuan, itu namaku." ucap Xu Yuan seraya melemparkan senyuman manis kepada Gui Yixuan yang telah merawatnya.


"Itu bagus saudara Xu, perkenalkan namaku Gui Yixuan dan ini adik seperguruanku, Wei Yang." ucap Gui Yixuan memperkenalkan diri beserta Wei Yang.


Xu Yuan menganggukan kepalanya, "Terima kasih banyak karena telah menolongku, saudara Gui, saudara Wei." ucap Xu Yuan sambil merapatkan kedua tangannya di depan dada.


Gui Yixuan hanya tersenyum tipis, "Itu sudah menjadi kewajiban kami sebagai seorang alkemis untuk menolong sesama, namun hingga saat ini kami masih penasaran dengan apa yang telah terjadi pada mu, saudara Xu. Dari mana kau mendapatkan serangan tapak akar beracun itu, sehingga membuatmu hampir saja kehilangan nyawa?"

__ADS_1


Xu Yuan terdiam sejenak, sepertinya saat ini dia tengah mengumpulkan kembali ingatan-ingatan yang telah hilang setelah dirinya bangun dari koma, tak lama kemudian pemuda itu pun segera menceritakan perjalanannya, sejak dia meninggalkan desa hingga akhirnya memasuki hutan Flamboyan jingga dan bertemu dengan puluhan pria bercadar.


Mereka mendapatkan perintah dari dua orang pria untuk melenyapkannya, tanpa Xu Yuan tahu apa kesalahan yang telah dia lakukan, sehingga orang-orang itu berusaha untuk menyerangnya. Gui Yixuan dan Wei Yang hanya menganggukkan kepala, seraya mendengarkan cerita yang mengalir dari mulut pemuda itu dengan sangat seksama, akhirnya keduanya mengetahui alasan di balik terlukanya Xu Yuan.


"Tapi saudara Xu, bagaimana kau bisa menyelamatkan diri dari sana? Sedangkan orang-orang itu merupakan praktisi tingkat nascent soul, sedangkan dirimu hanyalah seorang praktisi pemurnian Qi, aku merasa ini sangat tidak masuk akal!" tanya Wei Yang.


Sejak tadi bibir gadis itu telah gatal ingin menanyakan hal itu pada Xu Yuan, apalagi menurutnya sangat mustahil untuk seorang praktisi pemurnian Qi bisa meloloskan diri dari serangan orang-orang yang memiliki kekuatan tiga kali lipat lebih tinggi darinya, ditambah dengan jumlah mereka yang cukup banyak.


Xu Yuan menghela nafas panjang, tak lama kemudian dia pun menceritakan tentang penemuan busur dewa, yang telah membuatnya semakin diburu oleh pasukan pria bercadar itu. Namun saat ini pemuda itu masih belum mengetahui dimana busur itu berada? Apakah telah lenyap atau berhasil direbut oleh pasukan pria bercadar itu?


Gui Yixuan terlihat sedikit mengerutkan dahinya, sepertinya saat ini dia tengah mengingat-ingat sesuatu. Tak lama kemudian dia pun segera menceritakan tentang kecurigaannya mengenai konstitusi tubuh yang dimiliki oleh Xu Yuan yang berbeda, dibandingkan dengan orang lain. Dia sangat yakin jika busur dewa itu saat ini telah menyatu dalam jiwanya, sehingga membuat Xu Yuan akhirnya bisa melepaskan diri dari sana, dan muncul di antara kebun herbal milik Gui Yixuan.


.


.


.

__ADS_1


Di suatu tempat di alam semesta yang tak terjangkau oleh pandangan manusia, setelah terjadinya kebangkitan busur dewa. Kekuatan luar biasa yang memancar dari busur dewa ini membangkitkan gelombang energi yang meresap ke dalam alam semesta, meraih keberadaan Ratu Ib*is yang terlelap selama ratusan tahun.


Dalam keadaan yang semula tenang dan sunyi, tubuh ratu ib*is terus bergetar. Matanya yang penuh kegelapan perlahan-lahan terbuka, menampakkan sorotan yang menyilaukan. Rambut hitam panjangnya terurai, memancarkan aura kekuatan yang menyeramkan. Perlahan tapi pasti, ratu ib*is muncul dari tidurnya yang panjang.


Dengan bangkitnya ratu ib*is, dunia seketika menjadi gelap. Keberadaannya yang jahat membawa kehancuran dan ketakutan ke mana pun dia pergi. Ib*is legendaris ini memiliki kekuatan yang luar biasa, mampu mengubah alam semesta menjadi neraka yang hidup. Dia dikelilingi oleh pasukan ib*is yang setia, siap untuk melaksanakan perintahnya yang kejam.


Ketakutan dan kepanikan melanda penduduk saat mereka menyaksikan kekuatan gelap yang menjulang tinggi di hadapan mereka. Ratu Ib*is dengan penuh kebanggaan melangkah maju, menunjukkan kekuasaannya yang tak terbendung.


Di kerajaan kegelapan yang tertutup oleh kabut dan bayang-bayang, terdapat seorang Ratu Ib*is yang terikat dalam kegelapan yang abadi. Sebagai penguasa gelap yang tak terkalahkan, ia merasa kesepian dan kehilangan makna hidupnya. Tetapi dalam keheningan malam yang menyelimuti istananya, ada seseorang yang secara tak terduga memberinya harapan baru.


Energi yang sangat berarti bagi Ratu Ib*is itu adalah seorang pria dengan hati yang suci dan jiwa yang tulus. Seiring waktu, gelombang aura suci pria itu menyentuh hati yang beku dan gelap milik Ratu Ib*is. Sensasi ini menggetarkan keberadaannya yang terjebak dan merangkulnya dengan kasih sayang yang tak terkira. Dalam hangatnya, Ratu Ib*is merasakan kehidupan baru yang meluap dalam dirinya.


Dorongan dari aura pria itu membuat Ratu Ib*is menggugah kekuatannya yang lama terkubur. Dia mengumpulkan keberanian dan kekuatan yang tersembunyi, bersumpah untuk melampaui batas-batas alam gelap yang pernah dia kenal. Dengan tekad yang terbakar, dia memutuskan untuk menapakan kakinya di alam menengah, tempat di mana busur dewa ditinggalkan untuk dilacak.


Perjalanan Ratu Ib*is melewati medan yang penuh bahaya dan godaan tak terhitung jumlahnya. Keinginannya yang membara untuk menemukan busur dewa memberinya kekuatan untuk melampaui segala rintangan. Dia mengarungi hutan yang kelam, gurun yang tandus, dan lautan api yang melahap segalanya. Tidak ada kegelapan yang bisa menahan niatnya yang terarah.


Dalam perjalanannya yang sulit, Ratu Ib*is menemui makhluk-makhluk gaib yang membantu atau menghalanginya. Dia melawan iblis jahat, makhluk-makhluk mengerikan, dan entitas gelap yang berusaha menggoda jiwa suci yang tinggal di dalam dirinya. Tetapi dengan semangatnya yang tak tergoyahkan dan energi suci pria itu sebagai pedoman, dia berhasil menghadapinya semua.

__ADS_1


Akhirnya, Ratu Iblis menemukan jejak aura busur dewa yang ditinggalkan di alam menengah. Cahaya yang bersinar terang menghiasi jalannya menuju penemuan yang telah lama dinantikannya. Dalam keindahan sinar tersebut, Ratu Ib*is merasakan kedamaian dan harapan yang baru. Dia menyadari bahwa kegelapan yang pernah menguasai hatinya dapat berpadu dengan cahaya yang suci.


"Akhirnya kau kembali, suamiku." mata Ratu Ib*is terlihat berkaca-kaca, saat ini dia harus mencari keberadaan dari orang yang memiliki busur dewa milik dari sang suami yang telah lama tiada, akibat pertempuran antara dewa dan juga iblis pada ribuan tahun yang lalu.


__ADS_2