
Bruk...
Tubuh Xu Yuan langsung saja ambruk di atas tanah, darah segar mengucur dari setiap pori-pori tubuhnya, membuat penampilan pemuda itu menjadi semakin mengerikan.
Sementara kelompok pria bercadar menyunggingkan seringaian tipis di wajahnya, mereka berniat untuk membelah tubuh pemuda yang tengah terluka itu dan mengambil alih busur dewa yang menyatu dalam jiwanya.
Namun sepertinya keinginan dari kelompok pria bercadar tak mendapatkan restu dari langit, setelah tubuh Xu Yuan ambruk dan kehilangan kesadaran, sebuah cahaya yang sangat menyilaukan mata muncul melingkupi tubuhnya, membuat semua orang yang berada di tempat itu langsung menutup mata mereka.
Namun begitu mereka membuka mata, tubuh Xu Yuan telah lenyap bagaikan ditelan bumi, bahkan saat ini mereka tak mengetahui, dimana keberadaan pemuda itu.
.
.
.
Sebuah cahaya berwarna keemasan tiba-tiba saja memancar ke sebuah tempat yang dipenuhi dengan keajaiban, perlahan-lahan cahaya itu semakin memudar dan meninggalkan partikel-partikel kecil yang akhirnya membentuk sebuah siluet tubuh manusia. Itu adalah seorang pemuda berusia 20 tahun, yang tiba-tiba saja muncul dalam keadaan terluka parah.
Sementara di sisi lain terlihat dua orang manusia berbeda jenis yang tengah memanen tanaman herbal dengan sangat ceria, keduanya terus bercanda sambil sesekali mengawasi satu persatu tanaman yang akan dipanennya.
Dia adalah Gui Yixuan yang terkenal sebagai seorang tabib muda bertangan ajaib. Saat ini pemuda itu tengah mengajari adik seperguruannya yang bernama Wei Yang tentang alkimia.
Gui Yixuan telah lama tinggal di sebuah tempat yang jarang terjamah oleh manusia, dia sengaja menyepi untuk meningkatkan kembali pengetahuan dan juga kemampuannya dalam bidang medis dan juga pendalaman herbal alami.
.
.
__ADS_1
.
Gunung Wushi, sebuah tempat yang mengagumkan, menyimpan keindahan alam yang menakjubkan, merupakan tempat tinggal bagi seorang tabib muda yang penuh dengan bakat dan kebijaksanaan bernama Gui Yixuan. Terletak di jantung pegunungan yang menjulang tinggi, Gunung Wushi adalah surga bagi tanaman herbal yang melimpah, menghadirkan kekayaan alami yang tak ternilai bagi kehidupan manusia.
Seketika memasuki Gunung Wushi, indera penciuman akan langsung dimanjakan aroma segar yang menguar dari tanaman-tanaman yang tumbuh subur di sekelilingnya.
Di bawah sinar matahari yang hangat, deretan tumbuhan herbal dengan warna-warni yang mencolok berdiri kokoh, menciptakan pemandangan yang memukau. Mulai dari bunga-bungaan yang harum hingga daun-daun yang hijau, setiap tanaman memberikan warna, bentuk, dan keunikan tersendiri.
Gui Yixuan, tabib muda yang bijaksana, telah menjadikan Gunung Wushi sebagai tempatnya yang tenang untuk mempraktikkan seni penyembuhan alami. Dengan hati yang penuh kasih dan pengetahuan yang mendalam tentang tanaman herbal, ia mengabdikan dirinya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Dalam setiap kelopak bunga dan serpihan daun, Gui Yixuan melihat potensi untuk kesembuhan dan pemulihan.
Di bawah bimbingan tabib muda ini, Gunung Wushi telah menjadi pusat penyembuhan yang luar biasa. Orang-orang datang dari jauh untuk mencari pengobatan bagi penyakit yang meresahkan, dan Gui Yixuan selalu siap memberikan pertolongan dengan ramuan-ramuan ajaibnya.
Dari tanaman yang tumbuh di sini, ia menciptakan eliksir penyembuh, salep penyembuh luka, dan minuman herbal yang memberikan kekuatan dan vitalitas bagi mereka yang mencarinya.
Setiap hari, Gui Yixuan dengan penuh kelembutan merawat tanaman-tanaman herbalnya, memberi mereka cahaya matahari yang cukup, air yang segar, dan kasih sayang yang tulus. Ia percaya bahwa dengan memberikan perawatan yang baik kepada tanaman-tanaman ini, mereka akan memberikan kebaikan yang tak terhingga kepada manusia. Seperti dalam hubungan yang saling menguntungkan, manusia dan alam saling melengkapi satu sama lain di Gunung Wushi.
Suara gemericik air terjun yang menenangkan, angin sepoi-sepoi yang berbisik di antara pepohonan, dan keheningan yang mendalam menciptakan suasana meditatif yang menyejukkan jiwa.
"Kakak seperguruan! Lihat!"
Wei Yang tiba-tiba saja berteriak ke arah Gui Yixuan, saat netranya tanpa sengaja melirik ke arah seorang pemuda yang terluka, tergeletak di atas tanah.
Gadis itu langsung menggunakan jurus bayangan malaikat untuk bisa segera sampai di tempat pemuda itu, sedangkan Gui Yixuan mengikutinya dari belakang. Kedua orang itu langsung mengerutkan dahi mereka, begitu melihat luka yang ada di dalam tubuh pemuda yang ditemuinya.
Tak lama Gui Yixuan dengan langsung memeriksa denyut nadinya, pemuda itu pun menghembuskan nafas berat, seolah saat ini dia mendapatkan kesulitan.
"Lukanya terlalu parah.." ucap Gui Yixuan.
__ADS_1
Wei Yang langsung berjongkok, gadis itu mencoba untuk memeriksa denyut nadi pemuda yang saat ini ada di hadapannya, namun reaksinya tak jauh berbeda dengan Gui Yixuan yang hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan.
"Apakah kita bisa menyelamatkannya, kakak seperguruan?" tanya Wei Yang.
Mata gadis itu memancarkan harapan untuk kesembuhan pemuda yang saat ini berada di hadapannya. Meskipun mereka belum mengetahui siapa dan dari mana asal pemuda itu, namun sebagai seorang tabib, tentu saja mereka memiliki tanggung jawab untuk bisa menyembuhkan orang yang terluka.
Gui Yixuan hanya menarik nafas berat, dia bisa merasakan seberapa parah luka yang dialami oleh pemuda yang saat ini ada di hadapannya, entah siapa yang telah membuatnya hingga terluka seperti itu, jika saja orang itu hanyalah seorang manusia biasa mungkin saat ini telah meregang nyawa.
"Kita akan berusaha." putus Gui Yixuan.
Akhirnya dia pun segera membawa tubuh pemuda itu dalam gendongannya, kemudian melesat dengan sangat cepat menuju gubuk kecil yang selama ini menjadi tempat tinggalnya, disusul oleh Wei Yang yang saat ini membawa keranjang berisi herbal yang telah dipanennya tadi.
Setelah membaringkan pemuda itu, Gui Yixuan meminta kepada adik seperguruannya agar menyediakan air dan juga kain. Pemuda itu berencana untuk membersihkan tubuh dari pasien yang ditemuinya. Dengan segera Wei Yang langsung bergegas menuju dapur, mengambil semua yang diminta oleh kakak seperguruannya.
Setelah menyelesaikan semua keperluan yang dibutuhkan untuk pengobatan pemuda asing itu, Gui Yixuan terlihat merenung, sambil duduk di sebuah kursi kayu yang berada di depan gubuk yang ditempatinya. Wajahnya tengadah ke atas memperhatikan rembulan yang perlahan-lahan memunculkan warnanya.
Wei Yang berjalan dengan sangat pelan, kemudian mendudukkan diri di samping kakak seperguruannya. Sepertinya gadis itu juga merasakan keresahan yang sama seperti yang dialami oleh Gui Yixuan.
"Kakak seperguruan!" panggil Wei Yang.
Gadis itu pun mencoba untuk menepuk bahu milik kakak seperguruannya, yang sejak tadi bahkan tak mendengar panggilan dari gadis itu. Gui Yixuan terlihat sedikit terkejut, sepertinya saat ini pemuda itu sedang melamunkan sesuatu yang sangat berat.
"Apa yang terjadi, kakak seperguruan?" tanya Wei Yang sambil menatap wajah pemuda itu.
Gui Yixuan hanya menggelengkan kepalanya perlahan, dia bahkan hingga saat ini masih belum mengetahui alasan di balik luka yang diterima oleh pemuda yang dijumpainya. Apalagi setelah dia memeriksa tubuh pemuda itu, ternyata banyak sekali bekas pukulan dan juga luka yang sangat parah, yang mengakibatkan aliran Qi milik pemuda itu kacau, ditambah dengan organ tubuhnya yang seolah mengalami kerusakan.
Namun dia merasa sangat heran, walau bagaimanapun pasien yang ditemuinya saat ini adalah seorang praktisi pemurnian Qi, lalu bagaimana pemuda itu bisa bertahan, setelah mendapatkan serangan yang begitu besar dan menakutkan?
__ADS_1