
Booom...
Ledakan dahsyat terjadi, menyisakan kehancuran dan kekacauan di sekitarnya. Sumber malapetaka ini adalah serangan tak terduga yang dilancarkan oleh seorang pria berpakaian hitam yang telah menjadi bencana bagi keluarga bangsawan Fu. Dengan serangan tapak yang dahsyat, kekuatan mengerikan pria itu menggetarkan tanah di bawahnya.
Dalam sekejap, ledakan hebat mengguncang wilayah hutan yang damai, meruntuhkan pepohonan besar dan membelah tanah seperti pisau menusuk daging. Hutan yang subur dan subur yang sebelumnya indah dan lestari kini berubah menjadi medan perang terguncang. Kedua orang tuan muda Fu, yang tidak mengetahui ancaman ini, dihadapkan pada kehancuran yang tak terbayangkan.
Gelombang kejut menghempaskan segala sesuatu yang berada di jangkauan ledakan itu. Suara gemuruh ledakan bergaung di udara, menggetarkan pendengaran semua yang berada di sekitarnya. Debu dan serpihan material terangkat tinggi ke langit, menciptakan lapisan abu-abu yang menutupi matahari, menyelimuti sinar mentari yang biasanya menyinari bumi.
Namun, kerusakan tidak berhenti di situ. Serangan tersebut menciptakan efek berantai yang menakutkan. Ketika tanah terbelah, sebuah cekungan mengerikan terbentuk, menggambarkan kawah yang dalam dalam tanah yang terkoyak. Seperti mulut besar yang haus darah, cekungan itu menelan segalanya yang berani mendekatinya. Sebuah jebakan maut bagi siapa pun yang berani menguak rahasia kekuatan pria berpakaian hitam.
Wilayah yang sebelumnya makmur dan tumbuh dengan kehidupan kini berubah menjadi lanskap yang penuh dengan puing-puing dan reruntuhan. Bangunan-bangunan yang indah, yang menggambarkan kemegahan keluarga bangsawan Fu, hancur berantakan dan tersapu oleh kekuatan tak terkendali. Hutan-hutan yang dulu lebat dan subur kini menjadi puing-puing tandus dan tandus.
Kejadian ini meninggalkan luka yang mendalam dalam hati keluarga bangsawan Fu dan semua yang menyaksikannya. Ledakan itu bukan hanya menyebabkan kehancuran fisik, tetapi juga meruntuhkan kehidupan mereka yang pernah tenteram. Sisa-sisa harapan dan impian mereka terkubur dalam reruntuhan yang menyedihkan.
Dengan ledakan yang mengerikan ini, dunia menyadari betapa rentannya kehidupan manusia dan betapa kuatnya kekuatan gelap yang mampu meruntuhkan segalanya dalam sekejap.
Dan sementara kedua tuan muda Fu terus meratapi kerugian yang tak tergantikan, mereka bersumpah untuk bangkit kembali dan menghadapi pria berpakaian hitam yang telah menghancurkan hidup mereka, membalas ketidakadilan dan kehancuran yang diterimanya.
Xu Yuan masih tetap terdiam ditempatnya, dia ingin mengetahui sejauh mana kedua orang tuan muda itu akan bertahan? Ataukah keduanya akan menyerah di bawah tekanan kekuatan dari 5 orang pria berpakaian hitam itu? Meskipun saat ini keduanya telah terluka secara fisik, namun tekad dalam hati untuk menegakkan keadilan tetap berkobar dalam dada, sehingga membuat kedua orang tuan muda itu menatap tajam kelima orang pria berpakaian hitam di hadapannya.
"Menyerahlah! Atau aku akan membuat kematian kalian berdua semakin menyakitkan!" ucap salah seorang pria berpakaian hitam sambil menodongkan pedangnya.
Namun kedua orang tuan muda Fu masih bergeming di tempatnya, sedikitpun keduanya tak memiliki niat untuk menyerah pada keadaan, meskipun pada hari ini keduanya harus mati, mereka rela, demi menjaga nama baik keluarga bangsawan Fu sebagai praktisi yang jujur.
__ADS_1
"Aku tak akan pernah menyerah kepada antek-antek kaisar yang selalu menyengsarakan kehidupan rakyat." ucap salah seorang tuan muda itu dengan sangat yakin.
Hal itu tentu saja membuat pria berpakaian hitam semakin berang, dengan secepat kilat dia pun segera mengangkat pedangnya dan memberikan serangan mematikan ke arah salah seorang tuan muda Fu itu.
"Dasar keras kepala! Matilah..!"
Melihat situasi yang semakin sulit, akhirnya Xu Yuan berhasil menjadi penolong yang tak tergantikan. Dia dengan penuh keberanian menyelamatkan kedua orang tuan muda Fu dari ancaman pedang seorang pria berpakaian hitam. Dalam suasana yang menegangkan itu, Xu Yuan menunjukkan keahlian bela diri yang tak tertandingi.
Ketika pedang berayun menuju orang tuan muda Fu, Xu Yuan dengan cepat melompat ke depan, menangkis serangan itu dengan gerakan yang begitu cepat dan presisi. Kilatan pedang itu terhenti dengan sengit oleh kekuatan dan ketepatan Xu Yuan. Dia menjaga ketenangan pikiran dalam situasi yang kacau, mempertahankan fokusnya yang luar biasa.
Tidak hanya mampu melindungi kedua orang tuan muda Fu, Xu Yuan juga memiliki keberanian untuk mengambil risiko yang besar. Tanpa ragu, dia meraih kedua pemuda itu, dan dalam gerakan yang gesit, mereka melompat bersama-sama ke tempat yang lebih aman. Saat mereka melayang melintasi udara, Xu Yuan menunjukkan kelincahan dan kekuatan yang luar biasa.
Xu Yuan adalah sosok yang penuh dengan kecakapan. Dia menggabungkan keahlian bela diri yang mendalam dengan ketangguhan mental yang mengesankan. Dalam aksi penyelamatan ini, dia menunjukkan kemampuan luar biasa untuk berpikir cepat, mengambil keputusan yang tepat, dan bertindak dengan tepat waktu.
Akhirnya ketiganya pun mendarat di sebuah tempat yang lebih lapang, Xu Yuan segera membawa kedua orang tuan muda itu dan mendudukkannya di bawah sebuah pohon besar, tanpa ragu-ragu dia pun merogoh cincin penyimpanannya dan mengambil sebuah botol giok kecil yang berisi pil penyembuh yang diberikan oleh Gui Yixuan sebelumnya.
"Minum pil ini!" ucap Xu Yuan sambil menyodorkan botol giok yang berisi pil penyembuh tingkat 3 itu kepada dua orang tuan muda Fu.
Namun kedua pemuda itu hanya saling melirik, sepertinya mereka masih menjaga kewaspadaan terhadap Xu Yuan, walau bagaimanapun pemuda itu merupakan orang asing bagi keduanya, sehingga sangat wajar jika mereka masih tetap mencurigai penolongnya.
"Kenapa kau menolong kami?" tanya salah seorang tuan muda itu sambil memegangi dadanya yang terasa sakit.
"Lupakan pertanyaan bodoh itu, sekarang juga minum pil penyembuh itu agar kalian bisa segera pulih, dengan begitu aku tak perlu repot-repot lagi untuk menjaga kalian berdua." jawab Xu Yuan dengan sengit.
__ADS_1
Dia benar-benar sangat kesal dengan kelakuan kedua orang tuan muda itu yang seolah mencurigainya, padahal jika bukan karena pertolongannya, mungkin saja kedua pemuda itu saat ini telah meregang nyawa, akibat tebasan pedang yang dilakukan oleh pria berpakaian hitam.
Namun bukannya terima kasih yang didapat oleh Xu Yuan, melainkan sebuah kecurigaan dari kedua orang tuan muda itu, hingga membuat dia benar-benar ingin menggeplak kepala kedua orang pemuda itu dan membongkar isinya.
Melihat penolong mereka mulai emosi, akhirnya kedua orang pemuda itu pun langsung mengambil pil yang berada di dalam botol giok yang diberikan olehnya, dan segera menelan pil itu dengan cepat.
Ketika kedua orang tuan muda Fu menelan pil penyembuh tingkat 3 yang diberikan oleh Xu Yuan, mereka merasakan sebuah keajaiban terjadi di dalam tubuh mereka. Seperti mantra ajaib yang menyelusup ke dalam darah mereka, pil itu segera memulai proses penyembuhan dengan kekuatan yang luar biasa.
Kedua orang tuan muda itu merasakan sensasi hangat dan tenang melanda tubuh mereka saat mereka mulai duduk bersila. Mereka merasakan energi penyembuhan yang mengalir melalui setiap serat tubuh mereka, menghapus rasa sakit dan ketidaknyamanan yang selama ini menyiksa mereka.
Seiring dengan perlahan-lahan, luka-luka mereka mulai menghilang satu per satu. Bekas-bekas luka yang memerah dan terbuka mulai menutup dan pulih dengan cepat. Kedua orang tuan muda itu merasakan ketegangan dan kelemahan dalam tubuh mereka perlahan menghilang, digantikan oleh kekuatan dan kesehatan yang baru.
Seluruh proses penyembuhan ini terasa seperti menyelam ke dalam mata air kesegaran yang menyembuhkan. Semakin banyak waktu berlalu, semakin kuat dan sehat mereka merasa. Setiap sel di dalam tubuh mereka terasa diperbarui dan diberi kehidupan baru.
Tak lama kemudian, kedua orang tuan muda Fu itu merasakan tubuh mereka pulih sepenuhnya. Mereka merasakan energi yang berdenyut-denyut melalui setiap urat nadi, memancarkan rasa vitalitas dan kekuatan. Dalam keajaiban yang luar biasa, mereka kini bebas dari beban luka dan rasa sakit yang tadi mereka alami.
"Terima kasih." ucap salah seorang tuan muda itu sambil berdiri dan bergerak menuju ke arah Xu Yuan yang saat ini membawa beberapa buah-buahan segar, disusul oleh saudaranya.
Xu Yuan hanya mengangguk, dia sedikitpun tak mengeluarkan suara, sepertinya pemuda itu masih merasa kesal dengan kelakuan kedua orang tuan muda Fu sebelumnya.
"Maafkan sikap kami sebelumnya, tuan. Perkenalkan namaku Fu San dan dia adikku, Fu Sing." ucap tuan muda itu memperkenalkan diri.
"Xu Yuan!"
__ADS_1