Xu Yuan

Xu Yuan
Chapter 19


__ADS_3

Xu Yuan mengajak kedua orang tuan muda itu untuk duduk, dia pun mempersilakan keduanya menikmati buah-buahan segar yang telah berhasil dipetik dari hutan, bahkan di tangannya saat ini ada tiga gelas yang terbuat dari bambu dan telah berisi air bersih untuk minum.


"Makanlah.." ucapnya singkat sambil menyodorkan buah-buahan yang berada tak jauh dari tempatnya.


Kedua orang tuan muda langsung mengambil buah-buahan dan menyantapnya dengan cepat, Xu Yuan bisa melihat sendiri, saat ini kedua orang tuan muda dari keluarga bangsawan Fu terlihat seperti orang yang tengah kelaparan, mereka memakan buah-buahan itu seolah takut akan kehabisan.


"Apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa pria-pria berpakaian hitam itu menyerang kalian?" tanya Xu Yuan.


Kedua orang tuan muda itu akhirnya menghentikan makannya, kemudian saling melirik, kesedihan tercetak jelas di wajah kedua pemuda itu. Tak lama Fu San pun segera menceritakan semua yang terjadi padanya dan seluruh anggota keluarga bangsawan Fu adalah akibat dari ulah kaisar yang berkuasa di kekaisaran itu, yang bernama kaisar Bing Kai.


Kaisar Bing Kai, sosok yang kelam, telah meninggalkan bekas luka yang mendalam di hati rakyatnya. Dengan kekuasaannya yang tak terbantahkan, ia terus-menerus berbuat tidak adil dan mengabaikan nasib rakyat yang setia.


Salah satu tindakan paling kejam yang dilakukan oleh Kaisar Bing Kai adalah peningkatan pajak yang tak terkendali. Tanpa mempertimbangkan beban hidup yang semakin berat bagi rakyat jelata, Kaisar tanpa belas kasihan meningkatkan pajak berkali-kali lipat. Dampaknya, rakyat kecil yang sudah terjepit di garis kemiskinan semakin terjerumus dalam keterpurukan.


Mereka harus mengeluarkan sebagian besar penghasilan mereka untuk memenuhi kewajiban pajak yang tidak adil tersebut, sementara kebutuhan sehari-hari mereka terabaikan.


Kaisar Bing Kai juga menunjukkan sikap acuh tak acuh terhadap penderitaan rakyatnya. Meskipun seruan dan protes meluap dari masyarakat yang sedang menderita, Kaisar terus mengabaikan keluhan mereka. Dia tetap bersikeras mempertahankan kebijakan yang merugikan rakyat jelata, hanya untuk memperkaya diri sendiri dan kelompok elit yang mengelilinginya.


Hal ini mencerminkan ketidaktulusan dan ketidakpedulian yang tak termaafkan dari seorang pemimpin yang seharusnya melindungi dan memperjuangkan kepentingan rakyatnya.

__ADS_1


Akibat perlakuan yang tidak adil dan sikap tak acuh dari Kaisar Bing Kai, kehidupan rakyat jelata semakin menjadi penderitaan yang tak terhentikan. Mereka harus melawan beban yang terlalu berat, sementara Kaisar dan para pengikutnya menikmati kemewahan yang tak adil.


Tidak adanya keadilan sosial dan perlakuan yang tidak manusiawi ini telah menciptakan ketidakstabilan di dalam kerajaan, dan semakin meruntuhkan hubungan antara penguasa dan rakyatnya.


Keluarga bangsawan Fu menolak dengan tegas kebijakan Kaisar Bing Kai untuk menaikkan pajak secara tidak adil dan membebani rakyat. Kebijakan ini menjadi batu sandungan yang mengancam kesejahteraan dan kehidupan mereka sendiri.


Keluarga bangsawan Fu, yang terdiri dari orang-orang yang bijaksana dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang tanggung jawab mereka sebagai pemimpin bangsawan, menyadari bahwa tindakan Kaisar Bing Kai akan membawa penderitaan kepada rakyat.


Mereka telah mendengarkan keluh kesah rakyat, menyaksikan penderitaan mereka, dan bertekad untuk melindungi keadilan dan kesejahteraan yang telah mereka bangun selama berabad-abad.


Namun, keberanian keluarga bangsawan Fu membuat Kaisar Bing Kai merasa terancam dan tidak mau mentoleransi perlawanan mereka. Dalam kemarahan dan keinginan untuk menyingkirkan mereka yang mempertanyakan kekuasaannya, Kaisar Bing Kai memutuskan untuk mengirimkan para pembunuh bayaran untuk melenyapkan keluarga bangsawan Fu dalam sebuah tragedi yang mengerikan.


Di tengah kegelapan dan kekacauan, keluarga bangsawan Fu berjuang dengan keberanian dan kecerdikan. Mereka membela diri, mempertahankan kehormatan dan kebenaran yang mereka pegang teguh. Mereka melawan dengan sekuat tenaga dan mencoba untuk menghentikan gelombang kehancuran yang diarahkan kepada mereka.


Namun, upaya keluarga bangsawan Fu akhirnya tidak mampu menandingi kekuatan para pembunuh bayaran yang kuat dan kejam. Pada akhirnya, keluarga bangsawan Fu, dengan berat hati, dipaksa untuk menghadapi nasib tragis yang diarahkan oleh Kaisar Bing Kai.


Pasukan pria berpakaian hitam berhasil melenyapkan bangsawan Fu dari muka bumi. Namun, tak lama setelah itu, mereka dengan cepat mengejar kelima putra bangsawan Fu yang masih hidup.


Kelima pemuda tersebut adalah tuan muda yang terpandang dan terpelajar, memiliki keberanian yang tak terkendali. Ketika kabar tentang pembantaian tersebut mencapai telinga mereka, mereka dipaksa untuk meninggalkan rumah mereka, memasuki hutan yang gelap dan berbahaya. Mereka menyadari bahwa hanya dengan berlari menjauh, mereka dapat menghindari nasib yang sama.

__ADS_1


Berlarian di tengah hutan yang lebat dan terpencil, kelima putra bangsawan Fu harus menghadapi tantangan yang tak terbayangkan. Cabang-cabang pohon yang menghalangi, tumbuhan yang merambat dengan liarnya, dan medan yang sulit membuat perjalanan mereka terasa berat.


Namun, semangat mereka tidak pernah surut. Mereka saling memberikan dukungan dan semangat, karena mereka tahu bahwa satu-satunya harapan mereka adalah bertahan hidup.


Dalam pelariannya, kelima pemuda itu juga harus menghadapi ancaman dari pasukan pria berpakaian hitam yang terus mengejar mereka. Dalam kegelapan hutan, ketegangan tumbuh dengan setiap langkah yang mereka ambil. Mereka harus bersembunyi, berpindah dari tempat ke tempat, berharap dapat menyusup melalui jaringan pohon-pohon rimbun yang menyembunyikan mereka dari pandangan musuh yang terus memburu.


Dalam perjalanan berbahaya ini, kelima putra bangsawan Fu belajar mengandalkan satu sama lain. Mereka menemukan kekuatan di dalam diri mereka yang sebelumnya tidak mereka sadari. Ketika satu di antara mereka jatuh, yang lain akan membantu untuk bangkit kembali. Mereka menjadi semakin kuat dan bersatu dalam menghadapi musuh yang mengintai.


Xu Yuan hanya menganggukkan kepalanya mendengar semua penjelasan yang diberikan oleh Fu San, dia mengerti tentang bagaimana rasa sakitnya ditinggalkan oleh keluarga, karena sebelumnya dia juga telah mengalami hal itu. Namun bedanya saat ini kedua orang tuanya masih hidup dan menunggu dia agar segera meningkatkan kemampuannya, supaya bisa kembali menuju alam atas.


"Apa rencana kalian saat ini?" tanya Xu Yuan.


Kedua orang pemuda itu terlihat saling memandang, tak lama kemudian mereka pun segera bangkit dari tempat duduknya, kemudian menjura dengan kaki kanan ditekuk ke depan sedangkan kaki kirinya ke belakang, kedua tangan mereka terkepal di depan dada.


"Izinkan kami untuk mengikuti anda, tuan muda Xu" ucap kedua orang pemuda itu dengan serempak.


Xu Yuan hanya mengerutkan dahinya, sejak kapan dia menjadi seorang tuan muda? Bahkan sejak lahir dirinya telah merasakan arti dari kelaparan, karena hidup di bawah garis kemiskinan.


"Hmm.."

__ADS_1


__ADS_2