
"Kau..!" salah seorang pria berpakaian hitam menunjuk ke arah Xu Yuan, dia benar-benar tak habis pikir dengan kemampuan yang dimiliki oleh pemuda itu, padahal sebelumnya mereka sangat yakin jika dia hanyalah seorang praktisi pemurnian Qi, namun tiba-tiba saja perubahan yang terjadi pada tubuh pemuda itu, berhasil memukul mundur seluruh pasukan pria berpakaian hitam dan membuat mereka tak berdaya, bahkan berlutut di hadapan musuh yang sejak tadi hendak dihabisinya.
Xu Yuan hanya tersenyum tipis melihat raut wajah musuh nya, meskipun hingga saat ini pria-pria berpakaian hitam itu masih menggunakan cadar tipis, namun Xu Yuan bisa memprediksi, bahwa wajah mereka pasti pucat pasi karena terkena aura penindasan yang keluar dari busur dewa yang mulai memancarkan kekuatan luhurnya.
Sementara kedua bersaudara Fu saat ini hanya tersenyum manis sambil menatap kagum ke arah Xu Yuan, timbul rasa segan dalam hati keduanya, mereka tak salah menjadikan Xu Yuan sebagai sekutu, karena ternyata pemuda itu memendam kekuatan yang sangat mengerikan, bahkan pasukan pria berpakaian hitam yang merupakan praktisi golden core sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan pemuda itu.
"Siapa yang menyuruh kalian datang ke hutan ini dan menyerang kami?" tanya Xu Yuan tanpa menarik auranya terlebih dahulu, dia sengaja memberikan penekanan yang semakin tajam ke arah pria-pria berpakaian hitam itu, agar mereka mengetahui bahwa lawan yang berada di hadapannya saat ini tidak bisa dianggap remeh.
Uhuk...
Terdengar suara batuk dari pria-pria berpakaian hitam itu, saat ini mereka terlihat mulai memuntahkan darah segar, karena tak kuasa dengan aura yang dikeluarkan oleh pemuda, yang telah melindungi dua orang yang hendak mereka lenyapkan.
Pasukan pria berpakaian hitam itu terlihat saling memandang satu sama lain, mereka seolah tengah berkompromi dengan keadaan yang saat ini menimpa. Apalagi setelah merasakan bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh Xu Yuan, mereka tak lagi memiliki kemampuan untuk menyembunyikan kebenaran, sepertinya jujur memang jauh lebih baik dibandingkan harus tersiksa akibat aura penindasan yang dikeluarkan oleh pemuda itu.
Uhuk...
"Tolong tarik kembali auramu tuan muda, kami kesulitan bernafas."
__ADS_1
Salah seorang pria berpakaian hitam itu memohon di hadapan Xu Yuan, matanya terlihat sendu, bahkan saat ini dirinya tak pernah mengetahui apa yang akan diperbuat oleh pemuda itu, setelah mengetahui kenyataan bahwa mereka dikirimkan oleh seorang pangeran kekaisaran yang bernama Shu Ling yang merasa tidak puas, karena kedua orang bersaudara Fu masih hidup.
Xu Yuan mulai merasa kesal, karena pria-pria berpakaian hitam itu hingga saat ini masih belum mengungkapkan, siapa orang yang telah berani mengirimkan mereka untuk menyerang dua orang tuan muda dari keluarga bangsawan Fu itu.
Meskipun wajahnya tetap datar, namun sorot mata pemuda itu berubah menjadi semakin dingin, pertanda saat ini hati dan pikirannya tengah dikuasai oleh emosi.
Xu Yuan mengingat sebuah jurus rahasia, di hadapan pasukan pria berpakaian hitam, ia memancarkan kekuatan yang mengagumkan. Dengan tangan kirinya terentang di samping, Xu Yuan mengangkat jari telunjuknya dengan penuh keyakinan.
Sejurus setelah itu, sepuluh pria berpakaian hitam terdiam, terhipnotis oleh gerakan yang elegan. Mata mereka kosong, sedangkan Xu Yuan mendekatkan jarinya ke arah kening mereka satu per satu. Seakan mengusap garis tak terlihat, jari telunjuknya dengan lembut menyentuh kulit mereka.
Saat jari-jari Xu Yuan menyentuh setiap dahi, seakan ada keajaiban yang terjadi. Kilatan cahaya samar-samar menyinari wajah mereka yang kaku, mengisyaratkan kekuatan mistis yang sedang bekerja. Namun, keanggunan dan kelembutan gerakan Xu Yuan tetap terpancar dalam sentuhan ini.
Ketenangan pasukan itu terus berlanjut, seperti diambang mimpi. Dan dalam setiap nafas yang dihirup, Xu Yuan semakin mendalam terhubung dengan mereka. Memori mereka menjadi miliknya, rahasia yang hanya ia yang mengetahui. Dalam penyerapan itu, Xu Yuan memperoleh pengetahuan dan keahlian mereka, menambah kekuatan yang melegenda yang dimilikinya.
Dahi Xu Yuan sedikit mengernyit, sepertinya saat ini pemuda itu mulai mengetahui, siapa dalang dibalik penyerangan seluruh keluarga bangsawan Fu itu. Kaisar yang berkuasa memiliki seorang putra yang bernama Shu Ling, dia terkenal sebagai seorang pemuda yang gemar menghambur-hamburkan harta benda dan juga bermain dengan para gadis muda.
Namun pemuda itu sangat marah terhadap keluarga bangsawan Fu, setelah cintanya ditolak oleh salah seorang nona muda yang terkenal kecantikannya di seluruh daratan kekaisaran. Karena gadis itu telah memiliki seorang tambatan hati, yang merupakan salah seorang tuan muda keluarga Fu.
__ADS_1
Demi untuk membuat kebencian di hati keluarga gadis itu, akhirnya Pangeran Shu Ling menghasut ayah kandungnya sendiri, yang merupakan kaisar yang berkuasa, untuk melakukan pemungutan pajak dalam jumlah yang sangat besar.
Dia merasa sangat yakin, jika anggota keluarga bangsawan Fu pasti akan turun tangan mengatasi masalah itu, sehingga membuat Pangeran Shu Ling memiliki alasan untuk mengeksekusi seluruh anggota keluarga bangsawan Fu, tanpa harus bersusah payah.
Karena dengan cara itu, keluarga bangsawan Fu dinyatakan sebagai pemberontak, yang akan diburu oleh semua orang kekaisaran. Bahkan kaisar yang berkuasa, tak segan-segan untuk menyewa para pembunuh bayaran yang terkenal handal dan memiliki kemampuan serta ranah kultivasi tingkat tinggi, untuk melenyapkan seluruh anggota keluarga Fu itu.
Xu Yuan memiringkan kepalanya ke arah bahu kiri, seringaian kecil tercetak dari wajah pemuda itu, membuat kedua orang tuan muda Fu bertanya-tanya.
Apa yang sedang dilakukan oleh Xu Yuan sebenarnya? Hingga saat ini bahkan mereka masih belum menyadari, bahwa Xu Yuan telah mengetahui semua rencana yang telah disusun dengan sangat rapi, oleh pangeran Shu Ling untuk menghancurkan dan melenyapkan seluruh anggota keluarga Fu.
Saat ritual selesai, pasukan pria berpakaian hitam berdiri, tanpa sadar akan apa yang telah terjadi. Ingatan mereka dihanyutkan ke dalam kegelapan, seperti air yang mengalir ke dalam lautan yang dalam. Xu Yuan, menyimpan ingatan-ingatan itu dalam benaknya yang kuat, siap digunakan saat diperlukan.
Dengan jari telunjuk yang masih terangkat, Xu Yuan memandang pasukan itu dengan wajah tenang. Ia tahu bahwa dengan memiliki kekuatan itu, ia memiliki keuntungan yang tak ternilai.
Namun keberadaan dari jurus itu, pasti akan memancing lebih banyak lagi para kultivator untuk mencari dan menyerangnya, apalagi untuk mereka yang menginginkan kekuatan itu dengan tujuan yang jahat.
Ctak...
__ADS_1