
Tap...
Tap...
Tap....
Di tengah-tengah pertempuran sengit antara para prajurit kekaisaran Bing dan warga desa Nanggong, tiga sosok pemuda tiba-tiba muncul, menarik perhatian semua orang di medan pertempuran.
Pemuda pertama, yang terlihat berani dan gagah, memiliki postur yang kokoh. Dengan tatapan tajam dan senyuman percaya diri, ia memegang pedang berkilauan di tangan kanannya. Ia bergerak dengan kecepatan dan kelincahan yang mengejutkan, menghindari serangan musuh dan melawan dengan kepiawaian yang luar biasa.
Dalam pandangannya yang penuh semangat, terlihat tekad yang bulat untuk melindungi warga desa Nanggong dari penindasan kekaisaran. Kehadirannya memberikan semangat baru bagi para warga dan memberikan dorongan yang luar biasa bagi para pejuang desa.
Pemuda kedua, dengan rambut panjang dan wajah yang penuh semangat, membawa panah dan busur yang indah. Keahliannya dalam memanah sangat mengesankan, membiarkan anak panahnya menghujani musuh dengan akurasi yang tak tertandingi. Ia bergerak dengan lincah di antara para prajurit Bing, menghindari serangan dengan keahlian memukau.
Pandangannya penuh dengan kebijaksanaan dan strategi yang cerdik, memanfaatkan setiap kelemahan musuh untuk keuntungan desa Nanggong. Dalam dirinya terpancar aura kepemimpinan yang menginspirasi, dan ia menjadi komandan tidak resmi dalam pertempuran ini.
Pemuda ketiga, dengan penampilan yang lebih sederhana namun penuh ketekunan, membawa tongkat bambu di tangannya. Ia menguasai seni bela diri desa kuno dan menjadikannya senjata yang mematikan. Dengan gerakan yang lincah dan kelincahan yang membingungkan, ia melawan prajurit Bing dengan keahlian luar biasa.
Tatapan matanya dipenuhi dengan ketenangan dan kearifan, membimbing warga desa Nanggong yang tak berpengalaman dalam pertempuran. Kehadirannya memberikan keyakinan kepada mereka, bahwa mereka dapat melawan kekaisaran Bing dengan keberanian dan kemampuan yang dimiliki.
Kemunculan ketiga pemuda ini membangkitkan semangat juang dan harapan di hati setiap warga desa Nanggong. Dalam kekompakan dan keahlian mereka, mereka membuktikan bahwa kekuatan sejati terletak pada kesatuan dan tekad yang bulat.
Dengan bergabungnya ketiga orang pemuda dalam pertempuran ini, mereka membawa sinar harapan di tengah gelapnya peperangan, dan berjuang bersama warga desa Nanggong untuk meraih kemerdekaan dan keadilan yang mereka impikan.
"Tuan muda.." warga Desa tiba-tiba saja menghentikan pertempuran mereka dan langsung mengangguk memberikan hormat, kepada tiga orang pemuda yang baru saja hadir di antara mereka, membuat para prajurit dan juga Kaisar Bing Kai langsung melotot.
Betapa ketiga orang pemuda itu tidak tahu malu, bahkan di hadapan seorang pemimpin kekaisaran yang memangku jabatan tertinggi di wilayah itu, mereka berani menjadikan warga desa tunduk dan patuh terhadapnya.
__ADS_1
"Inikah keadilan dari seorang Kaisar? Menyerang warga desa, menunjukkan kekuatan otoritas hanya untuk menekan dan mengirim warga desa keluar dari tanah kelahirannya, demi untuk melindungi seorang rentenir jahat?" tanya salah seorang pemuda dengan tatapan tajam ke arah Kaisar Bing Kai.
"Sial! Berani sekali kau mengkritik kebijaksanaanku? Menyingkir lah! Aku tidak memiliki urusan dengan kalian semua, warga desa nanggong telah berani membuat kesalahan dengan melawan rentenir tua, sehingga aku harus mendisiplinkan mereka, agar tak lagi-lagi berbuat kebodohan yang sama di masa depan," ucap kaisar Bing Kai.
"Tapi kami tidak akan pernah mundur! Kau terlalu banyak melakukan kejahatan terhadap rakyatmu sendiri, yang mulia." ucap pemuda lain ikut buka suara.
"Ciiih! Sepertinya kalian memang sudah bosan hidup! Prajuriiit..! Serang mereka!" teriak kaisar Bing Kai dengan aura tak terbantahkan.
Para prajurit kekaisaran Bing yang angkuh dan sombong langsung mengepung ketiga pemuda itu, dengan keinginan mereka yang jahat untuk menundukkan warga desa sesuai perintah Kaisar Bing Kai.
Namun, warga desa itu tidak gentar. Mereka mundur beberapa langkah ke belakang, memberikan ruang gerak kepada ketiga pemuda itu untuk bertempur dan menghancurkan keangkuhan sang Kaisar.
Ketiga pemuda itu pun berdiri tegak di hadapan para prajurit Bing, yang jumlahnya tak terhitung. Mereka memandang dengan tajam, penuh tekad untuk melawan kejahatan yang terus meluas. Kedua belah pihak saling menatap, atmosfer memanas dengan adrenalin yang meluap.
Trang...
Trang...
Trang...
Di sisi lain, pemuda dengan tongkat memutar-mutar senjatanya di sekitar tubuhnya, menangkis dan memukul balik serangan-serangan yang dilancarkan oleh prajurit Bing. Dengan kekuatan yang luar biasa, tongkatnya meluncurkan serangan yang menghancurkan, melayangkan para prajurit ke udara dan menjatuhkan mereka ke tanah dengan kekuatan yang dahsyat. Tongkat itu seperti pemandu petir, mempersempit lingkaran serangan prajurit Bing.
Sementara itu, pemuda dengan busur panah bergerak dengan gerakan yang tenang dan hati-hati. Matanya terfokus pada setiap target, membidik dan melepaskan anak panah dengan keakuratan yang luar biasa. Anak panahnya menusuk ke hati para prajurit Bing dengan cepat dan tanpa ampun. Setiap tembakan adalah kematian yang tak terhindarkan bagi musuh-musuh mereka.
Syuuut...
Clap...
__ADS_1
Clap...
Clap...
Perkelahian itu menjadi semakin intens. Suara pedang yang bersentuhan, tongkat yang berputar, dan busur panah yang dilepaskan mengisi udara dengan kekacauan dan suara yang menggelegar. Prajurit Bing terpental, kehilangan semangat dan ketakutan. Keangkuhan Kaisar Bing Kai terguncang oleh keberanian dan keahlian ketiga pemuda itu.
Seiring berjalannya waktu, para prajurit kekaisaran pun mulai kewalahan, energi mereka terkuras habis akibat melawan ketiga orang pemuda yang seolah tidak pernah merasa kelelahan sama sekali, sehingga membuat Kaisar Bing Kai semakin menggertakkan giginya.
Dengan sangat emosi, penguasa kekaisaran Bing itu akhirnya mengeluarkan sebuah perintah yang sangat kejam, "Keluarkan 100 orang praktisi tingkat Golden Core untuk menghancurkan ketiga pemuda itu!"
Swosh...
Tap...
Tap...
Tap...
Seratus orang praktisi tingkat Golden Core tiba-tiba muncul dengan kehadiran yang menggemparkan. Mereka membawa serta aura penindasan yang begitu kuat sehingga mampu memukul mundur tiga orang pemuda yang sedang berhadapan dengan pasukan prajurit kekaisaran Bing. Ketika para praktisi ini mengeluarkan kekuatan spiritual mereka, aura penindasan yang sangat dahsyat terpancar memenuhi sekitar mereka.
Tidak hanya para pemuda yang berhadapan dengan prajurit kekaisaran Bing terpukul mundur, namun warga desa Nanggong yang berada di sekitar juga terpengaruh oleh kekuatan yang tak terbendung ini. Mereka mulai terjatuh satu per satu, tak mampu menahan beban aura penindasan yang sangat kuat yang menekan mereka secara fisik dan mental.
Aura penindasan yang dilepaskan oleh para praktisi tingkat Golden Core begitu intens, membuat udara seolah menjadi berat dan terisi dengan ketakutan. Desa Nanggong yang sebelumnya tenang dan damai, kini dipenuhi dengan keheningan yang tegang. Warga desa merasakan tekanan yang luar biasa dari aura tersebut, sehingga kekuatan mereka lemah dan tak mampu melawan dampak negatif yang dihasilkan.
Para praktisi tingkat Golden Core yang hadir dengan aura penindasan yang begitu kuat ini merupakan sosok yang sangat menakutkan. Keberadaan mereka mengirimkan pesan yang jelas kepada prajurit kekaisaran Bing dan semua yang menyaksikannya bahwa mereka memiliki kekuatan yang tak terbantahkan. Dalam situasi ini, kehadiran mereka menjadi ancaman yang serius bagi lawan mereka dan menimbulkan ketakutan yang melanda warga desa Nanggong.
Ketika aura penindasan yang sangat kuat ini terus menyeruak ke seluruh sudut desa, warga Nanggong merasakan kekuatan yang luar biasa dari para praktisi Golden Core tersebut. Mereka terjatuh, tak mampu menahan tekanan dan intimidasi yang begitu dahsyat. Desa Nanggong terhanyut dalam ketakutan dan kelemahan, karena aura penindasan tersebut benar-benar melampaui batas daya tahan mereka.
__ADS_1
Kemunculan seratus praktisi tingkat Golden Core dengan aura penindasan yang sangat kuat ini telah mengubah dinamika pertempuran dan membuat warga desa Nanggong terguncang dalam kelemahan mereka. Keberanian para pemuda yang sebelumnya kuat tergantikan dengan rasa takut dan keraguan. Dalam momen ini, para praktisi ini telah mengambil alih kekuasaan atas situasi, memaksa musuh mereka mundur dan menundukkan semua yang berada di sekitar mereka.
"Menyerahlah! Dan kami akan memberikan kematian yang mudah untuk kalian! Hahaha..."