
Xu Yuan beserta kedua tuan muda Fu dihadapkan pada situasi yang memaksa mereka untuk menahan tekanan besar dari aura penindasan yang dikeluarkan oleh 100 praktisi tingkat Golden Core.
Aura penindasan yang kuat ini menjadi ujian nyata bagi ketiganya. Namun, mereka tidak menyerah. Xu Yuan dengan penuh tekad, menganggap tantangan ini sebagai kesempatan untuk mengasah kekuatannya yang terpendam. Dia memusatkan diri dan menggunakan kekuatan serta keberanian untuk melawan aura penindasan yang semakin membesar.
Sementara itu, kedua tuan muda Fu, yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang praktik bela diri, berusaha menciptakan perisai pelindung untuk melindungi diri mereka dari tekanan yang tidak terbayangkan ini. Mereka menggabungkan pengetahuan dan keterampilan mereka, mencoba dengan berbagai cara untuk menahan dan membatasi dampak aura penindasan tersebut.
Namun, semakin mereka berusaha, semakin besar aura yang dikeluarkan oleh ke-100 praktisi tingkat Golden Core tersebut. Ketegangan semakin terasa, dan semakin sulit bagi ketiga pemuda ini untuk melawan dan bertahan. Namun, mereka tetap gigih dan tidak menyerah pada ketakutan.
Dalam perjuangan mereka yang tak kenal lelah, Xu Yuan dan kedua tuan muda Fu menunjukkan keberanian yang luar biasa. Mereka saling mendukung dan memberi semangat satu sama lain saat aura penindasan semakin intens. Melalui ketekunan dan tekad yang kokoh, mereka mempertahankan ketenangan pikiran dan menjaga fokus mereka pada tujuan yang sama.
Walaupun aura penindasan semakin kuat, ketiga pemuda ini tidak mengizinkannya mengalahkan mereka. Ketiganya memanfaatkan kekuatan dalam diri mereka sendiri, mencari sumber keberanian yang mendalam untuk melawan tekanan yang tak terbayangkan. Dalam perjuangan, mereka belajar bahwa kekuatan sejati tidak hanya berasal dari fisik, tetapi juga dari tekad yang tak tergoyahkan dan semangat yang tak kenal lelah.
Bruk...
"Sial!" Xu Yuan terjatuh, lututnya membentur tanah, darah segar mulai mengalir dari sudut bibir pemuda itu, wajahnya terlihat semakin pucat, namun dia belum mau menyerah, dengan sekuat tenaga, terus berusaha untuk melawan.
Sementara kedua orang tuan muda Fu juga tidak baik-baik saja, keduanya merasakan efek yang sangat mengerikan serasa mengguncang jiwanya, meskipun lawan yang dihadapi memiliki ranah yang sama dengannya, namun dengan jumlah yang 50 kali lipat lebih banyak, kedua orang pemuda itu juga tidak bisa berkutik.
Kaisar Bing Kai melihat dengan penuh kebahagiaan dan kesombongan, kekalahan Xu Yuan beserta kedua tuan muda Fu.
Sebagai penguasa kekaisaran Bing, ia berdiri tegak dengan sikap yang angkuh, memancarkan kepuasan dari setiap pori-porinya. Wajahnya dipenuhi senyum sombong yang menandakan kemenangan telak yang diraihnya.
Dalam pandangan Kaisar Bing Kai, kekalahan Xu Yuan dan kedua tuan muda Fu adalah sebuah penegasan kekuasaannya yang tak terbantahkan. Ia melihat para pemuda itu dengan pandangan sinis, merasa senang melihat mereka yang tidak mau menunduk di bawah kekuasaannya terkapar di hadapannya.
Kemenangan ini membuat hati Kaisar Bing Kai bergembira, dan ia tak ragu untuk menyuarakan kesenangan serta kebanggaannya yang meluap.
__ADS_1
Dengan sikapnya yang sombong, Kaisar Bing Kai mengangkat kepalanya ke langit, sambil bertolak pinggang dengan sikap yang menantang. Ia mengeluarkan sumpah serapahnya pada ketiga orang pemuda yang tidak mau tunduk di bawah kekuasaannya.
Kata-kata penuh keangkuhan dan penghinaan meluncur dari bibirnya dengan penuh semangat, menggambarkan betapa ia merasa tinggi dan tak terkalahkan.
"Ciiih! Hanya itu saja kemampuan yang kalian miliki, anak muda? Kuharap kalian bertiga masih memiliki kesempatan untuk bernafas, agar bisa melihat kekuasaanku yang tidak terbatas." ucapnya.
"Hahaha..."
Terdengar suara tawa yang sangat menggema, keluar dari mulut ke 100 orang praktisi tingkat Golden Core bersamaan dengan para prajurit kekaisaran. Mereka terlihat begitu puas menatap lawan yang mulai tidak berdaya.
Sementara kaisar Bing Kai semakin menunjukan keangkuhannya, sambil menatap remeh pada ketiga pemuda yang menjadi lawannya. "Katakan! Hukuman seperti apa yang kalian inginkan? Hukuman pancung? Ataukah aku perlu menyiksa kalian bertiga sampai mati? Sepertinya pemberontakan yang dilakukan oleh warga desa nanggong diakibatkan kalian bertiga,"
Kata-kata sarkas yang diucapkan oleh kaisar Bing Kai membuat Xu Yuan menggertakkan giginya, andai saja saat ini dantian miliknya tidak tersegel, mungkin pemuda itu bisa menerobos hingga menjadi praktisi dengan ranah tertinggi di seluruh alam menengah.
.
.
Di balik kebahagiaan dan kesombongan, Kaisar Bing Kai mungkin tidak menyadari bahwa kekuasaan yang dimilikinya tidak selamanya akan berlangsung abadi. Bahkan dalam sorot mata tajam seseorang, dia telah menjadi target kemarahan karena menindas suaminya.
Dalam kekosongan yang hampa, tiba-tiba muncul seorang gadis yang memancarkan pesona yang luar biasa. Mengenakan jubah berwarna hitam yang menyerap cahaya sekitarnya, dia muncul dengan tiba-tiba di hadapan kaisar Bing Kai beserta pasukannya. Tatapannya yang tajam dan penuh kemarahan mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap perlakuan buruk Kaisar Bing Kai terhadap Xu Yuan.
Dalam kegelapan jubahnya, tersembunyi kekuatan yang menggemparkan alam. Aura kemarahan yang membara merambat dengan kekuatan yang dahsyat, mengisi udara dengan ketakutan dan kecemasan. Pasukan kekaisaran Bing, yang selama ini merasa tak terkalahkan, tiba-tiba terpaku dan terguncang oleh kehadiran gadis ini.
Aura membunuh yang memancar dari gadis itu begitu kuatnya, sehingga bahkan keseratus praktisi tingkat Golden Core, yang dianggap kuat, tak mampu bergerak atau berbicara di hadapannya. Kekuatannya yang mengesankan mengakibatkan mereka bertekuk lutut di depan gadis tersebut, merasakan getaran kuat dari kekuatan tak terduga.
__ADS_1
Tak ada yang bisa menandingi ketenangan dan keberanian gadis itu saat ia berdiri di tengah kekacauan. Kaisar Bing Kai dan pengikutnya terpaku dalam keheningan.
Takut...
Menyadari bahwa mereka tak bisa meremehkan kekuatan sosok misterius ini. Gadis cantik itu menjadi perwujudan kemarahan dan ketidakadilan yang tak terungkapkan, siap untuk menghadapi siapa pun yang berani menantangnya.
"Siapa kau?" tanya kaisar Bing Kai, penguasa kekaisaran Bing itu mencoba untuk tetap tenang, meskipun hatinya saat ini dipenuhi rasa takut.
"Kau berani mengganggu kedamaian dan menyentuh hati kegelapanku? Kau telah mencoba menggoyahkan kekuasaanku, dan kini kau akan membayar dengan harga yang sangat mahal."
Gadis itu berbicara dengan suara yang menggema, penuh dengan kebencian dan keangkuhan. Namun Kaisar Bing Kai beserta orang-orangnya hingga saat ini masih belum mengerti, maksud dari ucapan yang keluar dari mulut gadis itu.
"Ciih! Hanya seorang gadis kecil, tapi kau benar-benar sombong dihadapan penguasa ini." ucap kaisar Bing Kai mulai terpancing emosi dan berniat untuk menyerang gadis itu.
Sring...
Dengan pedangnya yang dipenuhi energi Qi, kaisar Bing Kai meluncur maju dengan keberanian yang membara.
Namun, meski Kaisar Bing Kai menyerang dengan kecepatan dan kekuatan yang dahsyat, serangannya yang bertubi-tubi ditangkis oleh satu lambaian tangan gadis itu.
Tidak ada senjata yang mampu melawan kekuatan dan energi yang ia miliki. Wajah kaisar Bing Kai dipenuhi kebingungan dan ketidakpercayaan, seakan tidak percaya bahwa kekuatannya yang luar biasa tidak mampu mengalahkan gadis itu.
"Ingatlah ini, namaku Mo Xuanyin!" ucap gadis itu sambil melepaskan kekuatan besarnya pada kaisar Bing Kai dan seluruh prajurit kekaisaran Bing.
Boooom....
__ADS_1