Xu Yuan

Xu Yuan
Chapter 7


__ADS_3

Gui Yixuan menarik nafas panjang, kemudian melirik ke arah adik seperguruannya yang saat ini terlihat menatap dengan penuh harap. "Pemuda itu hanyalah seorang praktisi tingkat pemurnian Qi, dia mendapatkan serangan yang sangat besar. Aku menduga jika lawan yang dihadapinya adalah cultivator ranah Nascent soul."


Mendengar jawaban dari mulut Gui Yixuan membuat Wei Yang langsung memelototkan matanya, dia seolah tak percaya dengan kenyataan yang saat ini ada di hadapannya. Bagaimana mungkin seorang praktisi tingkat pemurnian Qi bisa menahan serangan dari seorang cultivator dengan ranah 3 kali lipat di atasnya? Apalagi pemuda itu hanya mengalami luka-luka, bukankah itu tidak masuk akal?


Gui Yixuan tahu bahwa saat ini adik seperguruannya itu merasa sangat penasaran, hanya saja dia sendiri masih belum bisa memberikan alasan apapun, yang membuat pemuda itu tetap bertahan. Dia hanya meyakini satu hal, bahwa pemuda itu memiliki konstitusi tubuh yang khusus, sehingga dia masih tetap bertahan hidup meskipun telah terkena serangan yang sangat besar.


"Lalu apa yang harus kita lakukan saat ini, kakak seperguruan? Apakah ada ramuan ataupun pil yang bisa menyembuhkan luka dalam yang dialaminya?" tanya Wei Yang kembali.


Gui Yixuan hanya menggelengkan kepalanya perlahan, "Dia terkena tapak akar beracun milik salah seorang kultivator.."


"Mungkinkah itu dia-?" ucapan Wei Yang terhenti, tangannya terlihat menutup mulut dengan mata yang langsung membola. Saat ini pikirannya menerawang pada kejadian 2 tahun yang lalu, dimana akademi jiaju yang menjadi tempat mereka bernaung dihancurkan oleh seseorang, yang merupakan murid utama guru mereka.


Namun karena memilih jalan sesat, akhirnya dia pun meratakan seluruh bangunan akademi itu, agar tidak semakin banyak kultivator yang kuat, sehingga menghalangi jalannya untuk menjadi yang terhebat.


"Kuharap dia bukanlah kakak seperguruan, tapi jika melihat luka yang dialami oleh pemuda itu, aku sangat yakin jika dia memang terkena jurus yang dimiliki olehnya, semoga saja ini tidak benar." jawab Gui Yixuan.


"Haruskah kita memberitahu guru jika saat ini kakak seperguruan telah kembali? Kita tidak mungkin bisa melawannya, seandainya dia benar-benar membawa banyak pasukan untuk menghancurkan seluruh tempat ini." ucap Wei Yang.

__ADS_1


"Guru masih berada dalam pelatihan tertutupnya, untuk sementara waktu kita akan berusaha untuk menyembuhkan pemuda itu agar mengetahui kebenaran. Semoga saja ini bukan ulah kakak seperguruan, Zhang Liao." jawab Gui Yixuan.


Wei Yang pun mengganggukan kepalanya, tak lama kedua orang manusia berbeda jenis itu masuk kembali ke dalam gubuk mereka, untuk mengecek keadaan pemuda yang ditolongnya. Wei Yang berusaha untuk mendekat, dia pun ikut serta memeriksa keadaan pemuda itu.


"Sepertinya luka pemuda ini benar-benar sangat parah, apalagi dia terkena racun yang sangat berbahaya." ucap Gui Yuxian.


Wei Yang menganggukan kepalanya, dia juga merasakan bahwa dantian milik pemuda itu saat ini telah kacau, akibat racun dan juga serangan tapak yang dilancarkan oleh musuhnya. Bahkan serangan itu berbekas di area dada milik pemuda itu, sehingga meninggalkan jejak tapak berwarna kehitaman.


"Apa yang akan kita lakukan saat ini, kakak seperguruan? Adakah ramuan yang bisa kita gunakan untuk menolong pemuda itu?" tanya Wei Yang.


Gui Yuxian berjalan ke arah rak yang berada di ruangannya, kemudian dia pun mengambil beberapa macam tanaman herbal.


Wei Yang langsung bangkit dari duduknya, kemudian berjalan mendekat ke arah Gui Yixuan. "Apa yang bisa adik seperguruan bantu?"


"Tumbuk seluruh tanaman ini hingga tercampur dan ambil sarinya, aku akan mencoba membuat air pemandian untuk membantu mengeluarkan racun yang telah merasuki tubuh pemuda itu. Semoga dengan cara ini kita bisa menyelamatkannya." jawab Gui Yixuan.


Wei Yang segera menyanggupi ucapan kakak seperguruannya, kemudian gadis itu pun segera mengambil tanaman herbal yang berada di tangan Gui Yuxian dan bergerak dengan sangat cepat untuk menumbuk seluruh tanaman yang diberikan padanya.

__ADS_1


Membutuhkan waktu hingga satu kali pembakaran hio, hingga akhirnya tanaman itu berubah menjadi cairan obat, Wei Yang dengan cepat langsung mengambil sebuah botol kecil untuk menyimpannya dan memberikannya kepada Gui Yixuan.


Kini di depan mereka telah ada sebuah bak mandi dengan ukuran yang cukup luas, Gui Yixuan dengan cepat langsung menuangkan ramuan obat yang telah dibuat oleh Wei Yang, air yang berwarna jernih itu pun segera berubah menjadi kehijauan pertanda telah tercampur dengan ramuan obat.


Gui Yixuan bergegas bangkit, kemudian berjalan ke arah ranjang yang saat ini ditempati oleh Xu Yuan, dia pun segera membantu pemuda itu untuk bangkit dari tempat tidur dan mengangkatnya ke dalam bak mandi itu.


Gui Yixuan sengaja merendam tubuh pemuda itu di dalam ramuan obat yang telah dibuat, hingga akhirnya setelah melewati waktu sebanyak 2 kali pembakaran hio, mereka pun masuk ke dalam kamar mandi dan melihat hasilnya.


Mata Wei Yang langsung melotot melihat air bekas rendaman tubuh Xu Yuan berubah menghitam, sedangkan Gui Yixuan saat ini melengkungkan senyuman tipis, sepertinya langkah yang dibuat olehnya telah benar, dia berhasil mengeluarkan sebagian dari racun yang bersarang di dalam tubuh pemuda itu.


Perlahan-lahan tubuh pemuda itu pun berubah, yang awalnya terlihat kehitaman, kini mulai sedikit pucat namun nampak lebih berseri. Gui Yixuan segera mengangkat tubuh pemuda itu, kemudian memindahkannya ke dalam satu bak mandi yang berisi air bersih, dia harus segera mengeluarkan seluruh kotoran yang menempel di luar tubuh pemuda itu, agar racunnya tak lagi memasuki pori-pori.


Sedangkan Wei Yang saat ini masih mengerutkan dahi, melihat air bekas rendaman tubuh Xu Yuan yang berbau tak sedap dan berwarna hitam pekat. Diam-diam gadis itu pun mengagumi kemampuan yang dimiliki oleh kakak seperguruannya, dia tak menyangka jika Gui Yixuan mampu memikirkan cara seperti itu untuk bisa mengeluarkan racun, sedangkan dirinya selama ini hanya berfokus pada pembuatan pil atau pun cairan obat.


Setelah membantu untuk membilas tubuh pemuda itu, Gui Yixuan segera menggantikan hanfu yang dipakainya dengan hanfu yang baru, hingga saat ini dia masih belum bisa menemukan jawaban dari pertanyaan yang terus saja berseliweran di dalam otaknya, bagaimana bisa seorang praktisi tingkat pemurnian Qi bisa bertahan setelah mendapatkan serangan yang begitu besar, dari seorang kultivator ranah nascent soul?


Meskipun mulutnya menolak untuk percaya, tapi hatinya begitu yakin, bahwa orang yang telah dihadapi oleh pemuda itu merupakan kakak seperguruannya. Karena pada saat mereka masih sama-sama berada di dalam akademi jiaju, dialah satu-satunya orang yang mendapatkan jurus itu dari sang guru.

__ADS_1


Mata Gui Yixuan terlihat berkaca-kaca saat mengingat kembali kenangan bersama kakak seperguruannya itu di masa lalu, andai saja kejadian itu tidak pernah terjadi, mungkin hingga saat ini kakak seperguruannya tidak akan berubah menjadi seorang yang jahat.


"Semoga kau bisa berubah ka, aku benar-benar merindukan kebersamaan kita dulu."


__ADS_2