Xu Yuan

Xu Yuan
Episode 37


__ADS_3

Xu Yuan mendudukkan dirinya di atas sebuah batu besar, pikirannya kembali melayang. Bagaimana caranya dia bisa keluar dari hutan buangan? Setelah berhari-hari, hanya kelelahan yang dia dapatkan. Apalagi saat ini semakin banyak beast spirit yang menunjukkan keberadaannya, sedangkan dia beserta kedua orang rekannya harus merasakan tekanan yang begitu berat terhadap kultivasi yang mereka miliki.


"Apa yang kau pikirkan, saudara Xu?" Fu San mendudukkan dirinya tepat di samping Xu Yuan, dia menatap ke arah pemuda itu sambil sesekali memiringkan kepalanya.


Sedangkan Fu Sing saat ini telah bersiap untuk berburu ikan segar, sejak kemarin ketiganya hanya bisa memakan buah-buahan, karena hutan buangan itu saat ini mulai menjadi arena pertempuran hidup dan mati. Tanpa diduga oleh ketiganya, ternyata beast spirit yang tinggal di tempat itu merupakan makhluk-makhluk yang paling berbahaya, semakin mereka memasuki kedalaman hutan tertentu, maka penjaganya pun semakin kuat.


"Entahlah.. Hanya saja aku merasa, semakin lama berada di tempat ini, kekuatan para beast spirit itu semakin menjadi-jadi." ucap Xu Yuan, kelelahan tampak dari matanya.


"Bahkan saat ini kita tidak bisa beristirahat dengan sangat tenang, keberadaan makhluk-makhluk buas itu benar-benar sangat menyulitkan. Entah bagaimana caranya untuk melepaskan diri dari array-array yang mengekang kekuatan dan juga tingkat kultivasi yang kita miliki." lanjutnya.


Fu San menganggukan kepalanya, dia juga merasakan hal yang sama. Meskipun ketiga orang pemuda itu memiliki kemampuan bela diri yang lumayan, namun jika harus berhadapan dengan para beast spirit secara terus-menerus, kekuatan yang mereka miliki pun semakin lama akan semakin menipis. Apalagi saat ini Xu Yuan telah menghabiskan begitu banyak pil-pil penyembuh tingkat tinggi yang diberikan oleh Gui Yixuan, saat keberangkatannya menuju benua tengah.


"Kita harus mencari jalan lain, berhadapan dengan para beast spirit itu benar-benar menguras tenaga dan pemikiran, apalagi hingga saat ini kita belum mengetahui, siapa pengendali array yang ada di hutan ini." jawab Fu San.


Kyaaa...


Clap...


Clap...

__ADS_1


Clap...


Tombak-tombak yang dilemparkan oleh Fu Sing akhirnya berhasil mengenai ikan-ikan yang berada di dalam sungai, hingga membuat pemuda itu langsung tertawa dengan sangat senang. Akhirnya dia bisa kembali menikmati makanan lezat tanpa harus berburu beast spirit untuk kedua kalinya.


"Hahaha.. Lihatlah saudara Xu, Aku berhasil mendapatkan banyak sekali ikan yang sangat gemuk, kita akan kenyang malam ini." ucap Fu Sing sambil menunjukkan ikan yang berada di ujung tombak miliknya.


Xu Yuan dan Fu San hanya menganggukan kepalanya, keduanya seolah tengah tenggelam dalam pemikiran masing-masing, tak lagi mendengarkan ucapan dari Fu Sing. Sedangkan Fu Sing yang melihat reaksi kedua pemuda itu hanya mengedikkan bahunya dengan acuh tak acuh, dia tak perduli apapun yang dipikirkan oleh keduanya, yang penting saat ini perutnya akan segera terisi dengan makanan yang sangat lezat.


Aroma ikan bakar mulai tercium, membuat Xu Yuan dan Fu San akhirnya sadar, jika sejak tadi keduanya terus termenung. Sedangkan Fu Sing terlihat begitu bersemangat mengipas-ngipas ikan yang saat ini berada dalam pemanggangan.


Akhirnya ketiga pemuda itu menikmati hasil tangkapan Fu Sing, mereka terlihat begitu fokus dengan makanan yang saat ini berada di tangan masing-masing, apalagi kedua orang pemuda itu baru menyadari, jika ternyata Fu Sing mendapatkan tangkapan yang begitu banyak.


Setelah selesai menikmati hidangan itu, ketiganya merebahkan diri di bawah pohon besar sambil menikmati semilir angin yang terasa begitu segar, tanpa terasa kelopak mata ketiga pemuda itu langsung tertutup, mereka tertidur dengan begitu lelap.


Dalam kegelapan malam yang sunyi, kehadiran Beast Spirit yang misterius mulai merayap dengan hati-hati menuju Xu Yuan, Fu San, dan Fu Sing. Berbentuk rubah dengan tiga ekor yang anggun, Beast Spirit ini menjalankan rencananya dengan diam-diam, tak disadari oleh ketiga pemuda yang sedang terlelap dalam tidurnya.


Dengan gerakan yang lincah, Beast Spirit rubah ekor 3 memancarkan aura magisnya yang kuat, menciptakan ilusi yang mempesona di sekeliling ketiga pemuda tersebut. Tidur mereka terganggu saat mereka terjebak dalam dunia yang tak nyata, dunia ilusi yang diciptakan oleh Beast Spirit yang jahat.


Mata Xu Yuan, Fu San, dan Fu Sing terbuka perlahan, namun mereka tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya masih terlelap dalam tidurnya. Mereka tersesat dalam keadaan bingung, terjebak dalam labirin ilusi yang penuh dengan bahaya dan tantangan.

__ADS_1


Beast Spirit rubah ekor 3 memanfaatkan kekuatannya yang tak terbatas untuk mengubah suasana dan lingkungan seolah-olah menjadi nyata. Mereka dihadapkan pada medan perang yang menakutkan, di mana bayangan monster-monster menyeramkan mengintai di setiap sudut.


Ketiga pemuda itu berjuang dengan nafas yang terengah-engah, mencoba untuk memahami apa yang sedang terjadi. Mereka berlari, bersembunyi, dan melawan ilusi-illusinya yang mengancam. Namun, Beast Spirit dengan cerdik terus mengelabui mereka, mengubah ilusi-illusinya dengan cepat dan membingungkan.


Perlahan, Xu Yuan, Fu San, dan Fu Sing mulai menyadari bahwa mereka tidak lagi berada dalam dunia nyata. Mereka mengumpulkan keberanian dan mencoba menggunakan kekuatan batin mereka sendiri untuk melawan pengaruh Beast Spirit rubah itu. Dengan tekad yang kuat, mereka mulai memahami bahwa kekuatan sejati terletak pada hati, tekad dan juga keberanian.


Dalam momen puncak pertempuran, ketiganya bersatu, menggabungkan energi dan memfokuskan pikiran mereka untuk mengatasi ilusi-illusinya. Dengan kekuatan yang mereka temukan dalam diri mereka sendiri, mereka mampu melawan pengaruh Beast Spirit rubah dan menghancurkan ilusi yang menyelimuti mereka.


Saat ilusi-illusinya runtuh, Beast Spirit rubah berekor 3 terkejut, menyadari bahwa ketiga pemuda itu memiliki potensi yang luar biasa.


Dalam kebingungan dan kekalutan, Beast Spirit rubah akhirnya melarikan diri, menyadari bahwa kekuatan ketiga pemuda itu jauh lebih besar daripada yang dia perkirakan.


Xu Yuan, Fu San, dan Fu Sing terbangun dari tidur mereka, nafas mereka terengah-engah dan hati mereka masih berdegup kencang. Mereka saling berpandangan dengan penuh kepercayaan dan kesadaran bahwa mereka telah melewati ujian yang luar biasa.


Meskipun mereka tidak menyadari kemunculan Beast Spirit atau serangan ilusi yang mereka alami, pengalaman itu meninggalkan bekas yang dalam, pada perjalanan mereka untuk menjadi lebih kuat.


"Mimpi ini serasa begitu nyata," ucap Xu Yuan dengan nafas yang memburu. Fu San dan Fu Sing saling berpandangan, Mungkinkah jika saat ini ketiganya mengalami mimpi yang sama? Namun mereka tak lagi membahas hal itu, dengan cepat ketiga orang pemuda itu langsung melompat ke arah sebuah pohon besar, kemudian melanjutkan tidurnya.


Sepertinya berada di atas rerumputan jauh lebih berbahaya daripada beristirahat di sebuah dahan pohon yang besar, sedangkan tak jauh dari tempat ketiganya saat ini, seorang pria tua berjubah lusuh terlihat menyunggingkan senyuman penuh arti, sambil mengelus jenggot panjangnya.

__ADS_1


__ADS_2