
Di tepian sungai yang indah, Xu Yuan dengan cekatan melibas ikan-ikan segar yang telah ia tangkap. Cahaya matahari sore yang memancar dengan lembut mengelilingi mereka, menciptakan suasana yang nyaman dan damai.
Sementara itu, kedua tuan muda Fu, bersama dengan Xu Yuan, menemani proses memanggang ikan. Menggantungkannya di atas api yang berkobar dengan penuh semangat, Xu Yuan dengan penuh keahlian memutar-mutar ikan itu untuk memastikan setiap bagian terbakar dengan sempurna.
Aroma harum dari ikan yang membara perlahan-lahan melintas ke udara, menyebar ke segala penjuru. Memikat indera penciuman kedua orang pemuda yang berada di sana, aroma itu membuat perut mereka bergetar dengan nafsu makan. Baunya begitu menarik, hingga membuat air liur siapapun mengalir deras.
Tuan muda Fu yang tak sabar menyaksikan proses memasak Xu Yuan, dengan lapar yang memuncak di dalam dirinya, tak dapat lagi menahan godaan untuk segera menikmati hidangan yang dihasilkan oleh tangan lihai Xu Yuan. Pandangannya terus terpaku pada ikan yang semakin matang, bagaikan menunggu waktu yang tepat untuk menyerbu ikan bakar yang menggoda itu.
Xu Yuan dengan perasaan bangga dan senang, melihat kedua tuan muda Fu yang tak sabar ingin mencicipi hidangannya. Dalam waktu singkat, ia mengambil ikan bakar yang telah matang, meletakkannya di atas daun, dan dengan hati-hati menyajikannya kepada mereka.
"Apa yang kalian lakukan? Kemarilah! Kita makan bersama, ikan bakar ini pasti akan sangat lezat jika dinikmati bersama." ucap Xu Yuan sambil menyimpan 6 ekor ikan bakar di atas daun yang sangat lebar.
Dia yakin 2 ekor ikan untuk masing-masing orang pasti akan mengenyangkan, lagi pula saat ini mereka memiliki cukup cadangan buah-buahan yang telah diambil oleh kedua orang tua muda Fu tadi.
Tuan muda Fu Sing dan Fu San tak lagi dapat menahan diri. Mereka dengan penuh antusiasme menggigit ikan bakar yang renyah dan lezat. Rasa daging ikan yang masih segar menciptakan sensasi kenikmatan yang tak terlukiskan. Mata mereka berbinar-binar ketika mencicipi kelezatan tiap gigitan, sambil terus menikmati aroma harum yang masih menguar.
"Ini benar-benar luar biasa, saudara Xu. Rasanya sangat lezat, kau begitu mahir membuat makanan yang sempurna, sehingga aku tak bisa lagi menahan diri untuk terus menikmati ikan bakar buatanmu ini." ucap tuan muda Fu Sing dengan mulut yang penuh terisi ikan bakar. Sedangkan Fu San hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan dari saudara satu-satunya itu. Dia tak menyangka jika sikap ceroboh Fu Sing terbawa hingga saat ini.
"Makanlah! Kau juga tuan muda Fu San! Ayo nikmati ikan bakarnya." ajak Xu Yuan.
Fu San hanya mengangguk sambil tersenyum tipis, dia tak menyangka akan bertemu dengan seorang yang baik hati dan begitu pengertian seperti Xu Yuan, bahkan pemuda itu telah banyak berbuat baik untuk keduanya, tak hanya menolong mereka saat berada dalam bahaya, namun dia juga membuat kedua orang tuan muda Fu itu merasakan kembali kenikmatan dari makanan rumahan.
Mereka yang telah beberapa lama berada di luaran, telah melupakan rasanya ikan bakar. Namun berkat Xu Yuan, akhirnya mereka kembali bisa menikmati ikan bakar yang sangat lezat, seperti saat mereka masih berada di dalam kediaman keluarga bangsawan Fu.
Mereka terlena dalam kesenangan kuliner yang ditawarkan oleh Xu Yuan, yang dengan keahliannya memadukan bahan-bahan segar menjadi hidangan yang sempurna. Setiap gigitan mengungkapkan kemahiran Xu Yuan dalam memasak, dan juga kehangatan yang ia curahkan ke dalam setiap hidangan yang dihadirkan.
.
__ADS_1
.
Saat malam menjelang, di tengah kegelapan yang menggelayuti, Xu Yuan membakar api unggun yang menghangatkan diri bersama kedua tuan muda Fu.
Tepat di sampingnya, berdiri dua bersaudara, Fu Sing dan Fu San, yang dengan penuh semangat membantu menyediakan buah-buahan segar dan air minum yang menyegarkan. Dengan tangan lincah, mereka merapikan makanan dan minuman di sekitar api yang berkobar.
Cuaca semakin malam, angin bertiup kencang dan kegelapan semakin menggelayuti hutan tersebut. Namun, Xu Yuan, Fu Sing, dan Fu San tidak gentar. Mereka bekerja sama dengan penuh untuk menjaga api tetap menyala, menyinari lingkungan di sekitar mereka.
Xu Yuan, dengan mengatur kayu-kayu yang terbakar dengan hati-hati. Dia memilih kayu yang sesuai untuk menjaga api tetap hidup dan hangat. Tangannya yang kuat bergerak dengan kehati-hatian dan kepiawaian yang mempesona.
Sementara itu, Fu Sing dan Fu San membawa buah-buahan dan air minum yang telah mereka siapkan. Mereka meletakkannya dengan lembut di sekitar api, menciptakan suasana yang nyaman dan hangat. Buah-buahan segar itu memberikan keceriaan dan rasa nikmat bagi semua yang ada di sekitar.
Tak hanya itu, kedua bersaudara itu juga membantu menghadapi tantangan cuaca yang semakin malam. Mereka meniupkan napas hidup ke dalam kobaran api ketika nyala itu mulai meredup. Dengan semangat yang tak pernah pudar, mereka menjaga api tetap berkobar dengan kekuatan dan kebersamaan.
Srak...
Srak...
Kedua orang tuan muda Fu dengan sangat cekatan langsung meloncat ke atas sebuah dahan pohon, sedangkan Xu Yuan masih tetap bersantai di tempatnya sambil menghangatkan tubuhnya di depan api unggun.
Dia seolah tidak terganggu sedikitpun dengan suara yang saat ini semakin mendekat ke arahnya, sedangkan kedua orang tuan muda Fu saat ini telah mengeluarkan pedang yang tersimpan dalam cincin penyimpanan milik mereka.
Jika tadi Xu Yuan yang telah melindungi keduanya, maka saat ini giliran mereka berdua lah yang akan berjuang untuk menjaga Xu Yuan.
Gggrrr...
Kedua orang tuan muda Fu melirik ke arah asal suara, mata mereka terlihat membola saat menangkap sebuah penampakan, spirit beast monyet api tingkat 5 berdiri sambil menatap Xu Yuan dengan mata merahnya.
__ADS_1
"Sial! Kita berhadapan dengan monyet api tingkat 5, adik." ucap Fu San.
Fu Sing hanya menganggukkan kepalanya, meski saat ini keduanya telah berada di ranah golden core, melawan beast spirit tingkat 5 tetap saja menyulitkan. Dia memiliki tubuh yang kuat seperti baja.
Tap...
Tap...
Akhirnya kedua orang tuan muda itu pun meloncat dari dahan pohon yang sejak tadi dijadikan tempat untuk mereka bersembunyi, dan berdiri tepat di depan monyet api yang saat ini terlihat marah.
Ggrrr...
Monyet api itu tiba-tiba saja langsung melayangkan serangan menggunakan cakarnya, kuku-kuku tajamnya terlihat kuat, setara dengan kekuatan pedang yang dimiliki oleh kedua orang pemuda itu.
Dengan cekatan, Fu San dan Fu Sing langsung mengelak dari serangan pertama yang diberikan oleh monyet api tingkat 5 itu. Dengan pedang mereka yang terhunus, kedua orang tuan muda Fu menghadapi Beast Spirit monyet api tingkat 5 yang memiliki tubuh yang keras seperti baja. Kekuatan cakar Beast Spirit tersebut sangat berbahaya, sehingga kedua tuan muda Fu harus melompat kesana kemari untuk menghindari serangan mematikannya.
Dengan lincah, mereka berputar dan meluncurkan serangan pertama. Pedang mereka meliuk dengan gesit, menciptakan garis-garis angin tajam yang terhempas menuju monyet api tersebut. Namun, Beast Spirit tersebut dengan gesit menghindari setiap serangan itu, melompat dari satu pohon ke pohon lainnya.
Para tuan muda Fu tidak menyerah. Mereka memanfaatkan kecepatan dan ketepatan gerakan mereka, bergerak seperti bayangan di tengah hutan. Mereka saling berkoordinasi, menciptakan serangan-serangan yang terampil dan sinergis, mengincar celah dalam pertahanan Beast Spirit tersebut.
Namun, monyet api tingkat 5 itu bukan lawan yang mudah. Dalam keadaan marah, Beast Spirit itu melepaskan ledakan api dari tubuhnya. Api meluncur melalui udara, mencoba mengenai kedua tuan muda Fu yang dengan cepat melompat dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menghindari serangan tersebut. Beberapa serangan hampir mengenai mereka, namun dengan refleks yang tajam, mereka berhasil menghindar tepat waktu.
Sementara itu, mereka tak henti-hentinya melancarkan serangan. Pedang-pedang mereka bergerak dengan kecepatan kilat, menggores dan melukai Beast Spirit tersebut. Walaupun cakar-cakar Beast Spirit itu memancarkan kekuatan yang mematikan, kedua tuan muda Fu dengan kecerdikan dan keahlian mereka terus menghindari setiap serangan dan mencari celah untuk menghancurkan lawan mereka.
Pertarungan berkecamuk selama beberapa saat, hutan menjadi panggung bagi pertarungan dahsyat ini. Kedua tuan muda Fu dengan gigih terus bergerak, menghindar, dan menyerang. Kedua belah pihak saling mengenal keahlian dan strategi lawan, membuat pertarungan semakin menegangkan.
Akhirnya, setelah serangkaian gerakan cepat dan serangan yang terkoordinasi, kedua tuan muda Fu berhasil menemukan kelemahan dalam pertahanan Beast Spirit monyet api tersebut. Dengan pukulan terakhir yang tepat, pedang mereka menusuk ke tubuh monyet api itu, menghentikan kekuatannya secara tiba-tiba.
__ADS_1
Monyet api, Beast Spirit tingkat 5 itu merintih dan jatuh ke tanah dengan tubuh yang terkulai lemah. Sedangkan kedua tuan muda Fu bernapas lega, merasakan kemenangan mereka. Mereka saling melirik dengan wajah yang sumringah, karena berhasil melewati tantangan pertama dengan sangat baik.
Bruk...