
Xu Yuan, Fu San dan Fu Sing menemukan diri mereka terperangkap di hutan buangan. Dikelilingi oleh pepohonan yang lebat dan kegelapan yang mengancam, ketiganya merasakan kekuatan yang tak terlihat dari array-array tersembunyi yang menghambat kemampuan kultivasinya. Meskipun berusaha dengan segenap daya dan upaya, mereka merasa terjebak dalam perangkap yang tak terlihat ini.
"Sepertinya kita telah melakukan kesalahan, memasuki hutan ini sama saja seperti bunuh diri." ucap Fu Sing sambil mengacak-acak rambutnya.
Sedangkan Xu Yuan masih tetap bersikap acuh, meskipun saat ini pemuda itu merasakan kekhawatiran yang sama, namun dia masih mempertahankan ketenangannya sambil terus memikirkan jalan keluar dari hutan itu.
Dalam keadaan yang terdesak, Fu San merasa frustasi karena kemampuan kultivasinya kini terasa seperti beban yang berat. Array yang tak terlihat ini membatasi aksesnya ke energi spiritual dan menghancurkan jalinan kekuatan dalam dirinya. Tidak ada meditasi atau mantra yang bisa membantunya memulihkan energi spiritual yang dulu begitu melimpah. Setiap langkahnya dihadang oleh perangkap kekuatan tersembunyi ini.
"Sial! Siapa sebenarnya orang yang telah memasang Array ini, sehingga membuat seluruh kemampuan kultivasi kita seolah tidak berguna?" rutuk Fu San, dia juga tak kalah kesalnya seperti Fu Sing.
Namun, meskipun terjebak dalam keputusasaan, Fu San menolak untuk menyerah. Dia menyadari bahwa meskipun array yang tak terlihat ini menyegel kemampuan kultivasinya, ia masih memiliki satu kekuatan yang tak dapat dihancurkan, kemampuan bela diri yang telah ia tingkatkan selama bertahun-tahun.
Dalam situasi yang tidak ideal ini, Fu San mengandalkan kemampuan bela diri yang tinggi untuk melawan tantangan yang dihadapinya. Ia memanfaatkan gerakan yang gesit, pukulan yang tepat, dan kecepatan yang luar biasa untuk bertahan hidup di tengah hutan yang berbahaya ini.
Ia menunjukkan keluwesan dan kekuatannya yang sejati dengan menggunakan semua teknik bela diri yang ia kuasai.
Walaupun terbatas oleh array yang tak terlihat, Xu Yuan tidak putus asa. Dengan setiap langkah yang ia ambil di hutan buangan ini, ia melangkah lebih dekat menuju pemahaman yang lebih dalam tentang kemampuan bela diri yang dimilikinya. Mungkin, di antara bayangan dan kegelapan, Xu Yuan akan menemukan jati dirinya yang sejati dan memunculkan kekuatan baru yang bahkan lebih kuat dari sebelumnya.
"Lebih baik kita segera mencari tempat untuk beristirahat! Masalah ini kita pikirkan lagi nanti! Sepertinya hari juga semakin gelap." ucap Xu Yuan.
Akhirnya Fu San dan Fu Sing menganggukan kepalanya, yang terpenting untuk ketiganya saat ini adalah mencari tempat beristirahat, sekaligus makanan agar tidak kelaparan. Beruntung pepohonan di sekitar tempat mereka memiliki buah-buahan segar yang terlihat akan segera matang, sehingga mereka bebas untuk memetik Dan menikmatinya sebagai pengganjal perut.
__ADS_1
Ketika malam mulai turun, suasana di sekitar hutan menjadi semakin gelap. Angin berhembus dengan keras, mengirimkan desiran seram melalui pepohonan. Di tengah kegelapan itu, Xu Yuan dan dua orang rekannya, Fu San dan Fu Sing, berjalan dengan hati-hati.
Namun, tiba-tiba suasana di sekitar berubah drastis. Langit yang sebelumnya gelap mulai menyala dengan cahaya aneh. Kejutan itu membuat ketiganya berhenti sejenak dan saling berpandangan dengan kebingungan.
Tiba-tiba, seruan binatang yang mengerikan terdengar di udara, mengirimkan getaran menyeramkan hingga ke tulang-tulang mereka.
Grooaaar...
Groaaaar...
Dari balik semak-semak, tiba-tiba muncul tiga sosok besar yang berlarian ke arah Xu Yuan dan rekannya. Beast spirit Serigala Angin telah muncul, menampilkan kekuatan dan keanggunan yang menakutkan. Bulu-bulunya yang mengkilap, mata yang memancarkan kilat biru, dan cakar-cakarnya yang tajam seperti pisau, semuanya menunjukkan keberadaan makhluk luar biasa ini.
Dalam sekejap, Xu Yuan mengeluarkan pedangnya dengan kecepatan kilat, sedangkan Fu San dan Fu Sing mengandalkan pukulan dan tendangan mereka yang mematikan.
Serigala angin meluncur maju dengan gerakan yang cepat dan lincah, menyerang dengan cakar mereka yang mematikan. Xu Yuan dan rekannya bergerak dengan ketangkasan dan refleks yang cepat, menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh beast spirit itu.
Meskipun mereka tidak bisa mengeluarkan kekuatan kultivasi, kemampuan bela diri mereka yang terasah memberi mereka keuntungan dalam pertempuran ini.
Sekali-sekali, serigala angin menghantam dengan kecepatan yang mengejutkan, tetapi ketiga pemuda itu melawan dengan keberanian dan ketekunan. Mereka menghindari cakaran yang mematikan dan melancarkan serangan balasan yang cerdik. Meskipun tak terhindarkan, mereka terus berdiri tegak dan tidak menyerah.
Pertarungan itu berlanjut dengan intensitas yang meningkat. Xu Yuan dan dua rekannya mengeluarkan setiap kemampuan yang mereka miliki untuk melawan beast spirit itu. Mereka menggunakan kecepatan, kelincahan, dan ketangkasan mereka untuk mengatasi serigala angin yang kuat dan ganas.
__ADS_1
Xu Yuan, Fu San dan Fu Sing merasakan kelelahan yang tak terbantahkan, setelah bertempur melawan Beast Spirit Serigala Angin. Tanpa mampu menggunakan energi Qi, pertempuran tersebut semakin rumit dan berbahaya. Serigala angin terus-menerus menyerang dengan cakarnya yang ganas, memaksa Xu Yuan dan kedua rekannya untuk melintas dengan lincah guna menghindari setiap serangan mematikan.
Meskipun tubuh mereka telah dipenuhi luka-luka dan keringat mengalir seperti banjir, ketiganya dengan tegar menolak untuk menyerah. Semangat perjuangan mereka tetap terbakar di dalam hati, membara di tengah keganasan yang diperlihatkan oleh Serigala Angin itu. Dalam keadaan fisik yang terbatas, mereka mencari kekuatan dalam tekad yang tak tergoyahkan.
Semangat keberanian meliputi Xu Yuan dan kedua rekannya, menguatkan tekad mereka untuk terus melawan meskipun kelelahan merasuki setiap serat tubuh mereka.
Mereka menyadari bahwa mereka adalah satu-satunya harapan bagi diri mereka sendiri. Tidak ada ruang bagi keputusasaan di dalam hati mereka, hanya dorongan tak kenal lelah untuk berjuang hingga titik terakhir.
Dengan setiap serangan berbahaya yang dilepaskan oleh Serigala Angin, Xu Yuan dan kedua rekannya menampilkan gerakan yang menakjubkan. Seperti bayangan yang bergerak dengan kecepatan kilat, mereka mengelak dan menyerang dengan penuh kecerdikan. Kelelahan hanya menjadi pemicu bagi mereka untuk menemukan potensi tersembunyi di dalam diri mereka yang tak pernah mereka sadari.
Dalam keadaan yang kritis itu, Xu Yuan dan kedua rekannya saling mendukung satu sama lain. Mereka menjadi satu entitas yang solid, melengkapi kekuatan dan kelemahan masing-masing dengan cermat. Bersama-sama, mereka membentuk sebuah sinergi yang kuat dan tak terkalahkan, menunjukkan kepada Serigala Angin bahwa kegigihan dan persatuan adalah kekuatan yang tak dapat dihancurkan.
Meski kelelahan melanda mereka, Xu Yuan dan kedua rekannya tetap tegar dan tak menyerah. Mereka menyadari bahwa hanya dengan tekad yang kuat dan semangat yang menggebu, mereka dapat mengalahkan ancaman Serigala Angin. Dalam detak jantung yang memuncak, mereka bertekad untuk berjuang sampai titik terakhir.
Akhirnya, setelah pertarungan yang sengit, ketiga pemuda itu berhasil mengatasi serigala angin. Dengan gerakan yang cepat, mereka menyelamatkan diri dari cakar yang mematikan dan melancarkan serangan terakhir mereka yang menghantam beast spirit itu. Serigala angin itu terhuyung-huyung sejenak sebelum akhirnya melepaskan erangan terakhir dan rohnya menghilang.
Ketiga pemuda itu terengah-engah dan berdiri di tengah hutan yang sunyi. Meskipun mereka tidak dapat menggunakan kultivasi, mereka berhasil melawan serigala angin dengan kemampuan bela diri mereka yang luar biasa. Mereka saling bertatap mata dengan rasa saling pengertian dan kekaguman akan keberanian dan keuletan satu sama lain.
Dalam situasi yang sulit, kemampuan bela diri dan keberanian juga dapat menjadi senjata yang kuat. Dengan tekad yang baru dan semangat yang tak tergoyahkan, Xu Yuan dan rekan-rekannya melanjutkan perjalanan mereka, siap menghadapi segala macam tantangan yang mungkin menunggu di depan.
"Hahh.. Akhirnya selesai juga.." ucap Fu Sing menghela nafas panjangnya.
__ADS_1