
***
Pagi hari yang cerah, matahari mulai memunculkan sinarnya perlahan, Xu Yuan telah bersiap untuk segera meninggalkan gubuk yang selama ini menjadi tempat tinggalnya bersama Gui Yixuan dan juga Wei Yang.
Dia telah meyakinkan dirinya, bahwa ini adalah saat yang tepat untuk memulai kembali perjalanan yang tertunda, setelah mendapatkan perawatan secara intensif. Apalagi saat ini tubuh pemuda itu mulai terasa semakin sehat, setelah mendapatkan perawatan dari Gui Yixuan dan juga Wei Yang.
"Apa kau yakin akan bepergian seorang diri, saudara Xu?Jangan tersinggung dengan ucapanku, aku hanya merasa khawatir denganmu, apalagi perjalanan menuju benua tengah tidaklah mudah, kau akan mendapatkan banyak sekali masalah di luaran sana." ucap Gui Yixuan yang merasa sedikit keberatan dengan keputusan yang diambil pemuda itu.
Begitu juga dengan Wei Yang, Gadis itu telah menganggap Xu Yuan seperti Kakaknya sendiri, sehingga membuatnya begitu sedih, karena saat ini akan segera berpisah dengan pemuda yang selama ini telah dirawatnya. Meskipun Xu Yuan sedikit dingin dan selalu bersikap formal terhadapnya, namun dia sangat yakin jika sebenarnya pemuda itu adalah seorang yang sangat hangat dan penuh perhatian.
Xu Yuan Hanya melengkungkan senyuman tipis, dia tahu jika saat ini Gui Yixuan dan juga Wei Yang benar-benar menghawatirkan keadaannya, namun dia tidak memiliki pilihan lain, saat ini dia harus segera meningkatkan kembali kemampuan yang dimilikinya, demi untuk membalas kekalahan yang dialami oleh kedua orang tuanya, dan memberikan pelajaran kepada dewa bintang yang selama ini telah merusak kebahagiaan Xu Yuan beserta keluarga.
"Jangan terlalu mengkhawatirkanku! Suatu saat nanti, setelah aku kembali, tempat ini adalah yang pertama yang akan aku kunjungi. Aku harap saat itu aku akan mendapatkan berita baik, semoga aku mendapatkan keponakan yang cantik dan tampan dari kalian." jawab Xu Yuan sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Wei Yang.
Mendengar ucapan Xu Yuan, membuat Gui Yixuan mengerutkan dahinya, dia saat ini masih belum memahami maksud dari perkataan saudara angkatnya itu. Berbeda jauh dengan Wei Yang, gadis itu saat ini mulai menundukkan kepalanya, kedua pipinya terlihat memerah hingga ke telinga, sepertinya Wei Yang benar-benar sangat malu mendengar ucapan frontal yang keluar dari Mulut Xu Yuan.
Kebersamaan selama beberapa bulan di dalam gubuk itu membuatku Xu Yuan mengetahui, bahwa sebenarnya Wei Yang memiliki perasaan khusus terhadap Gui Yixuan, hanya saja gadis itu tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Di matanya, Gui Yixuan terlalu sempurna, sehingga dia merasa tidak percaya diri.
Xu Yuan hanya mengulas seutas senyum, sebelum akhirnya dia pun berpamitan kepada dua orang yang selama ini telah berjasa dalam perawatan dirinya. Dia memberikan sesuatu kepada Wei Yang sambil berbisik kepada gadis itu.
__ADS_1
"Kau masih memiliki waktu, segera ungkapkan perasaanmu. Jika tidak? Aku sangat yakin, dalam waktu cepat, pasti akan datang gadis lain yang mencoba untuk menarik perhatiannya."
Mendengar ucapan Xu Yuan, Wei Yang langsung melototkan matanya, gadis itu benar-benar sangat kesal, karena ternyata Xu Yuan tidak seperti yang dia duga selama ini. Dia benar-benar telah salah menganggap Xu Yuan sebagai seorang pemuda yang dingin, setelah saling mengenal selama beberapa lama, akhirnya dia menyadari bahwa pemuda di hadapannya adalah seorang yang konyol dan juga sangat blak-blakan.
Akhirnya Xu Yuan pergi meninggalkan gubuk itu, dia sengaja berjalan kaki sambil menghirup udara pagi yang sangat cerah. Meskipun sebelumnya Gui Yixuan menawarkan seekor kuda untuk menemani perjalanan pemuda itu, namun dia menolaknya, dengan alasan bahwa saat ini dia ingin sedikit bersantai dalam melanjutkan perjalanan.
Xu Yuan menemukan seekor kuda, saat dirinya memasuki hutan. Setelah menunggu beberapa lama namun, tak ada satu orang pun yang datang, akhirnya Xu Yuan menunggangi kuda itu dan membawanya untuk melesat jauh keluar dari hutan untuk kembali menuju desa, dia akan melanjutkan perjalanan menuju benua tengah.
Trang...
Trang...
Trang...
Diantara pepohonan besar, terlihatlah 10 orang pria saling berhadapan, sepertinya mereka adalah rombongan bangsawan yang saat ini tengah dicegat oleh para perampok hutan. Hal itu terlihat dari pakaian yang digunakan oleh mereka, 5 orang pria berpakaian hitam bahkan wajahnya pun menggunakan cadar berwarna senada dengan pakaiannya, sedangkan di sisi lain lima orang pria dengan pakaian khas seorang bangsawan.
"Kau tidak akan pernah bisa lepas dari kami, bangsawan Fu!" hardik salah seorang pria berpakaian hitam sambil mengayunkan pedangnya.
Kedua kelompok itu saling memandang dengan tatapan penuh ketegasan, pedang terhunus di tangan mereka yang berkilau dalam sinar matahari yang tembus melalui celah pepohonan. Keadaan hutan yang rimbun menambah kesan mistis dan mencekam dalam pertarungan yang tak terhindarkan ini.
__ADS_1
Tanda pertama pertarungan dimulai ketika seorang pria berpakaian hitam melangkah maju dengan gerakan yang gesit dan lincah. Ia mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang luar biasa, berusaha memotong angin dan mengoyak langit dengan setiap serangan yang ia lancarkan. Lawannya, seorang pria bangsawan, menahan serangan itu dengan sikap tenang dan mantap, menggunakan gerakan yang elegan dan terukur untuk memblokir serangan musuhnya.
Di sekitar mereka, pertarungan tak henti-hentinya berkecamuk. Pria berpakaian hitam menunjukkan keahlian bertarung yang luar biasa, dengan serangan beruntun yang cepat dan mematikan. Mereka melompat, bergulat, dan memutar pedang mereka dalam harmoni sempurna. Namun, pria bangsawan menampilkan keahlian teknik yang sangat terampil, membalas setiap serangan dengan keahlian yang sama, tanpa kehilangan ketenangan.
Aura ketangguhan dan kegigihan memenuhi hutan tersebut. Mereka saling berhadapan, tatapan mereka yang penuh tekad memancarkan keberanian dan keinginan untuk memenangkan pertarungan ini. Suasana semakin tegang seiring dengan kian berlanjutnya pertarungan.
Dalam kekacauan pertempuran, terdengar teriakan dan erangan yang mengisi hutan. Kedua kelompok itu saling melawan dengan semangat yang tak tergoyahkan. Meskipun terlihat kelelahan dan luka-luka mulai terlihat pada tubuh mereka, semangat mereka tetap tak tergoyahkan.
Pertarungan ini berlangsung cukup lama, namun akhirnya, ada seorang pria berpakaian hitam yang berhasil menembus pertahanan kelompok pria bangsawan. Serangannya yang cepat dan tajam melumpuhkan satu per satu dari mereka, sehingga kelompok bangsawan itu semakin berkurang jumlahnya.
Kini hanya tersisa dua orang pria bangsawan dan 5 orang pria berpakaian hitam yang masih menunjukan arogansinya karena telah berhasil melumpuhkan lawan, mereka terlihat semakin bersemangat untuk menghabisi dua orang lawan yang tersisa.
Meskipun kekuatan yang dimiliki oleh mereka setara, namun dengan jumlah yang berbeda, tentu saja membuat kelompok pria berpakaian hitam jauh lebih diuntungkan. Mereka menatap kedua orang pria bangsawan itu dengan penuh permusuhan.
"Seharusnya keluarga Fu tidak mencari masalah dengan anggota keluarga kekaisaran! Lihatlah ketiga saudara kalian saat ini, mereka pasti menyesal karena telah berani melawan kebijakan dari yang mulia kaisar. Ckckck! Benar-benar memalukan!" ungkap pria berpakaian hitam itu.
Kedua orang pemuda bangsawan yang saat ini ada di hadapan mereka menunjukkan tatapan bengisnya, walau bagaimanapun penguasa wilayah itu telah melakukan kesalahan, dengan memungut pajak sesuka hatinya, sehingga membuat anggota keluarga bangsawan Fu akhirnya turun tangan dan menunjukkan ketidak puasannya terhadap kebijaksanaan yang diberikan oleh kaisar.
"Ciih! Aku tak akan pernah tunduk pada kaisar kalian!" jawab salah seorang pemuda bangsawan itu.
__ADS_1
"Sepertinya kalian berdua benar-benar ingin mati, rasakan ini!" teriak salah seorang pria berpakaian hitam seraya mengerahkan seluruh kekuatannya pada telapak tangan dan melemparkannya pada kedua orang pemuda, yang merupakan anggota keluarga bangsawan Fu.
Booom...