
Setelah berbincang-bincang beberapa saat, Xu Yuan dan dua bersaudara Fu, memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju benua tengah, dan berharap untuk menemukan petualangan baru dan peluang yang menantang di tanah yang belum terjamah.
Ketika langit masih gelap dan mentari belum menyinari perjalanan mereka, Xu Yuan dan kedua bersaudara Fu tiba-tiba diserang oleh sekelompok pria berpakaian hitam.
Terkejut dan terkepung, mereka segera menyadari bahwa para penyerang ini sedang mengejar kedua orang tua muda dari keluarga Fu. Dalam sekejap, misi damai mereka berubah menjadi perjuangan yang penuh dengan tantangan dan bahaya.
"Ciiih! di sini rupanya kalian berdua! Cepat serahkan diri kalian atau kami tidak akan segan-segan untuk melenyapkan kalian berdua saat ini juga!" ucap salah seorang pria berpakaian hitam.
Xu Yuan terlihat mengerutkan dahinya, dia benar-benar tak habis pikir dengan pemikiran Kaisar Bing Kai yang ternyata tidak mau melewatkan satu orang pun dari keluarga bangsawan Fu yang masih hidup, dia masih terus saja mengirimkan para pembunuh bayaran untuk melenyapkan seluruh anggota keluarga bangsawan yang terkenal jujur itu.
"Bahkan jika aku harus mati hari ini, aku tak akan pernah mundur dan menyerah pada Kaisar Bing Kai yang kejam." ucap Fu San dengan sangat yakin, dia telah bertekad dalam hati, apapun yang terjadi, dia bersama Fu Sing takkan pernah menyerah pada keadaan, apalagi jika dipaksa untuk tunduk pada kebijakan yang dikeluarkan oleh kaisar Bing Kai.
"Dasar sial! Rasakan seranganku!"
Salah seorang pria berpakaian hitam segera melesat dengan sangat cepat dan menggunakan setengah dari energi Qi miliknya, untuk menyerang pada kedua orang pemuda yang merupakan tuan muda keluarga bangsawan Fu itu.
Meskipun terkejut, Xu Yuan dan kedua bersaudara Fu tidak menyerah pada takdir yang kejam. Mereka menggabungkan keberanian dan keterampilan mereka yang luar biasa untuk melawan penyerang dengan penuh semangat. Dalam setiap langkah mereka, mereka menyatukan kekuatan mereka dan berusaha melindungi keluarga mereka.
__ADS_1
Xu Yuan, menggunakan kecerdikan dan strategi untuk melawan penyerang dengan kekuatan dan keberanian yang tak tergoyahkan. Sementara itu, Fu San dan Fu Sing yang berbakat dalam seni bela diri, menggunakan keterampilan mereka untuk menghadapi para penyerang dengan kecepatan dan ketepatan yang memukau.
Dalam pertarungan yang menegangkan, Xu Yuan dan kedua bersaudara Fu berdiri teguh di hadapan pria berpakaian hitam yang memegang pedang. Walaupun lawan mereka memiliki tingkatan kultivasi yang lebih tinggi, ketiganya tidak gentar dan siap menghadapi tantangan dengan segala kekuatan mereka.
Pria berpakaian hitam melangkah maju, pedangnya berkilau di bawah cahaya matahari. Gerakan-gerakan yang ia peragakan begitu memukau, terasa seperti tarian yang menakjubkan, namun penuh dengan kekuatan mematikan. Namun, Xu Yuan dan kedua bersaudara Fu tidak tergoda oleh kemegahan gerakan tersebut. Mereka tetap tenang dan fokus pada strategi mereka.
Xu Yuan, melangkah maju dengan kecepatan yang luar biasa. Ia menggabungkan kekuatan fisik yang kuat dengan teknik bela diri yang presisi. Serangan-serangannya memenuhi udara dengan kekuatan yang menghancurkan, mengirimkan gelombang kejut ke arah pria berpakaian hitam. Ia bergerak dengan lincah, menghindari serangan balasan dan terus menekan lawannya.
Sementara itu, bersaudara Fu, yang telah berlatih bersama sejak kecil, mengungkapkan kekompakan dan keterampilan tempur mereka yang luar biasa. Satu di antara mereka memfokuskan diri pada serangan fisik yang cepat dan akurat, memanfaatkan gerakan-gerakan yang tajam dan tangkas untuk menyerang lawannya dari berbagai arah.
Sedangkan yang lainnya, dengan penuh konsentrasi, menggunakan kultivasi spiritualnya yang tinggi untuk melepaskan serangan energi mematikan. Ledakan energi yang dihasilkan oleh serangannya menyebabkan guncangan di sekitarnya.
Meskipun pria berpakaian hitam memiliki tingkatan kultivasi yang lebih tinggi, ketiga pemuda itu tidak menyerah. Mereka dengan cerdik memanfaatkan kekuatan gabungan, saling melindungi dan bekerja sama dalam strategi pertarungan yang terorganisir. Mereka saling melengkapi, menutupi kelemahan satu sama lain dan mengoptimalkan kekuatan masing-masing.
Pertarungan semakin sengit ketika Xu Yuan dan kedua bersaudara Fu semakin terbiasa dengan gerakan-gerakan pria berpakaian hitam. Mereka mulai mengantisipasi dan menghindari serangannya dengan lebih efisien. Sementara itu, serangan mereka menjadi semakin kuat dan terarah.
Namun tiba-tiba saja rekan-rekan dari pria berpakaian hitam itu ikut melesat dengan sangat cepat dan melayangkan serangan mematikan ke arah Xu Yuan dan dua orang bersaudara Fu, mereka benar-benar mahir menggunakan pedang, kekuatan dan keterampilan pria-pria berpakaian hitam begitu luar biasa sehingga ketiga pemuda itu terdesak dan terluka dengan parah. Namun, pada saat yang genting, terjadi perubahan yang mengejutkan.
__ADS_1
Tubuh Xu Yuan tiba-tiba dipenuhi oleh cahaya keemasan yang memancar dengan gemilang. Cahaya itu menerangi arena pertarungan dan menarik perhatian semua orang yang hadir. Pria-pria berpakaian hitam terkejut melihat perubahan ini, tetapi mereka tidak mengetahui apa yang akan terjadi.
Tiba-tiba, busur dewa yang selama ini menyatu dalam tubuh Xu Yuan, mengeluarkan aura penindasan yang kuat. Keberadaannya yang luhur dan kuat benar-benar terpancar melalui tubuh pemuda tersebut. Cahaya keemasan yang memancar mengisyaratkan kekuatan luar biasa yang dimiliki Xu Yuan, dan penampilannya yang sebelumnya terlihat rapuh berubah menjadi yang luar biasa.
Aura penindasan yang dipancarkan oleh busur dewa itu mempengaruhi pria-pria berpakaian hitam tersebut. Mereka merasakan tekanan yang tak tertahankan, dan pada akhirnya dipaksa berlutut di hadapan Xu Yuan, sang praktisi tingkat pemurnian Qi. Kekuatan dan ketangguhan Xu Yuan yang baru ditemukan ini telah mengubah nasib pertarungan.
Dengan sikap yang teguh dan tanpa sedikitpun kelemahan, Xu Yuan menatap pria-pria berpakaian hitam itu dengan penuh kepercayaan diri. Pemuda itu telah menemukan kekuatan tersembunyi yang membuatnya setara dengan para ahli yang tangguh. Meskipun terluka parah, semangatnya yang tak tergoyahkan membawa harapan baru bagi dirinya dan teman-temannya.
Xu Yuan yang merupakan praktisi pemurnian Qi, menghadapi musuh-musuhnya dengan tekad yang kuat dan keterampilan yang mematikan. Dalam cahaya keemasan yang memancar, dia menggempur lawan-lawannya dengan kekuatan yang tak terbendung.
Meskipun pertarungan ini masih berlangsung, penampilan baru Xu Yuan dan kehadiran tombak dewa telah mengubah dinamika pertarungan. Semangat dan kekuatan yang dimiliki oleh pemuda tersebut telah membalikkan keadaan dan memberikan harapan baru bagi mereka dalam pertempuran yang sengit ini.
Dalam situasi yang mendebarkan, Fu San dan Fu Sing terperangah melihat perubahan yang tak terduga pada tubuh Xu Yuan. Seolah-olah sebuah sihir telah mengubahnya, pemuda itu tiba-tiba memiliki kekuatan yang luar biasa. Kedua mata mereka terbuka lebar, terpaku oleh pemandangan yang menyilaukan.
Seakan-akan langit runtuh, pria-pria berpakaian hitam yang sebelumnya menakutkan sekarang menjadi tanpa daya di hadapan kekuatan baru Xu Yuan. Pria-pria berpakaian hitam itu seperti boneka di tangan seorang anak kecil, tidak mampu menyamai kekuatan yang dimiliki oleh pemuda yang mereka sebut "Xu Yuan" ini.
Fu San dan Fu Sing saling menatap dengan wajah yang terkagum-kagum. Mereka tidak bisa menahan kebahagiaan mereka karena akhirnya dapat melihat kekuatan sejati Xu Yuan yang selama ini tersembunyi. Semangat yang membara terpancar dari tubuhnya, membuat mereka terpesona dan semakin bersemangat.
__ADS_1
Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan betapa terkejutnya mereka. Keduanya hampir tidak percaya pada apa yang terjadi di hadapan mereka. Dalam sekejap, Xu Yuan telah berubah menjadi seseorang yang tak terhentikan, seorang praktisi yang memancarkan kekuatan yang luar biasa.