
Istana kekaisaran gempar akibat kemarahan kaisar Bing Kai, setelah mendapatkan peringatan dari sang rentenir yang dibawa oleh salah seorang kepercayaan pria itu.
Kaisar Bing Kai segera terbakar oleh kemarahan yang membara. Wajahnya yang biasanya tenang dan mulia kini berubah menjadi marah yang tak terkendali. Dengan suara yang bergema di seluruh istana, ia mengeluarkan perintah keras untuk mengumpulkan semua pejabat istana kekaisaran segera.
"Kumpulkan mereka semua!" desis Kaisar Bing Kai dengan suara penuh amarah.
"Aku ingin melihat wajah mereka yang bertanggung jawab atas ancaman ini! Mereka akan menghadapi kemarahan seorang kaisar!"
Perintahnya segera tersebar ke seluruh penjuru istana, memicu kepanikan di antara para pejabat yang terkejut dengan reaksi mendadak Kaisar. Secara cepat, seluruh pejabat istana dipanggil untuk menghadiri rapat darurat di ruang pertemuan utama.
Ketika para pejabat berkumpul dengan ketakutan dan kebingungan, Kaisar Bing Kai memasuki ruangan dengan langkah yang kuat. Tatapannya penuh dengan kemarahan yang memancar, membuat semua yang hadir terdiam dan menundukkan kepala mereka.
"Dengan tegas, aku melihat ancaman yang jahat ini sebagai penghinaan terhadap kedaulatan kekaisaran ini!" pekik Kaisar Bing Kai dengan suara yang menggema di seluruh ruangan.
"Rentenir tua itu telah berani mengancam kestabilan dan kekuasaan kita, dia tidak akan terlepas dari hukuman yang setimpal!"
Wajah para pejabat pucat dan jantung mereka berdegup kencang saat mereka mendengar kata-kata keras Kaisar. Mereka merasakan getaran kekuasaan yang melimpah dari suara Kaisar, dan menyadari bahwa saat ini mereka berada di hadapan marahnya seorang kaisar yang tak terkalahkan.
"Demi kemuliaan dan kehormatan Kekaisaran Bing, kita tidak akan mentolerir ancaman semacam ini!" seru Kaisar Bing Kai dengan suara penuh keputusan.
"Segera siapkan langkah-langkah tegas untuk menangani rentenir ini dan segala afiliasinya. Aku ingin mereka dihukum seketika, sehingga tak seorang pun berani lagi meremehkan kekuatan kita!"
Para pejabat menelan ludah saat mereka merasakan kemarahan Kaisar yang membakar di dalam diri mereka. Mereka tahu bahwa tugas mereka adalah memenuhi perintah ini dengan segera dan dengan kecepatan yang tak tertandingi.
Dalam keadaan yang tegang, rapat darurat pun dimulai, dan langkah-langkah tegas untuk menindak rentenir dan mengamankan kedaulatan kekaisaran segera dibahas. Kaisar Bing Kai, dengan marah yang masih menggelegak dalam dirinya, bertekad untuk memulihkan kekuasaan dan otoritas kerajaan dengan menghancurkan ancaman yang berani menantangnya.
"Yang mulia.." seorang penasihat tua tiba-tiba saja datang ke hadapan Kaisar Bing Kai, dia membungkuk di hadapan pria yang paling berkuasa di wilayah kekaisaran Bing itu.
"Katakan!" ucap Kaisar Bing Kai tanpa menurunkan nada suaranya.
__ADS_1
"Tidakkah seharusnya yang mulia memikirkan kembali, tindakan yang akan diambil? Kita tidak bisa gegabah dalam menangani rentenir itu, dia dilindungi oleh para praktisi yang sangat kuat. Walau bagaimanapun, masalah ini dimulai dari Desa Nanggong. Bagaimana jika kita melakukan penyerangan terhadap Desa itu, agar rentenir tua mengerti bahwa saat ini kita tidak berseberangan dengannya?" ucap penasihat istana.
Sejenak Kaisar Bing Kai terdiam, nampaknya pria paling berkuasa itu saat ini tengah memikirkan apa yang diucapkan oleh penasihat istananya, tak lama kemudian dia pun menganggukkan kepalanya.
"Kau benar, penasihat! Kita tak perlu mengorbankan terlalu banyak nyawa hanya untuk melawan rentenir tua itu. Akan lebih baik jika dalam waktu dekat ini menyiapkan pasukan yang cukup besar untuk menyerang Desa Nanggong, sehingga masalah dengan rentenir tua itu akan teratasi dengan sendirinya," jawab Kaisar Bing Kai.
Akhirnya, Kaisar Bing Kai dan para pejabatnya bersiap-siap untuk melancarkan serangan terhadap Desa Nanggong, tempat di mana Xu Yuan beserta kedua orang tuan muda Fu tinggal. Rencana ini tercetus sebagai akibat dari perbuatan Xu Yuan dan kedua rekannya yang telah mengancam keamanan kekaisaran dengan aksi mereka yang melawan rentenir tua.
Dalam pertemuan tersebut, suasana menjadi tegang dan serius. Kaisar Bing Kai memerintahkan para pejabat istana untuk menyiapkan prajurit sebanyak-banyaknya guna melancarkan serangan terhadap Desa Nanggong. Reputasi dan kehormatan kekaisaran harus dipulihkan, dan ancaman terhadap keamanan harus segera diatasi.
Para pejabat istana yang hadir, dengan perasaan berat hati, menyusun strategi dan merencanakan logistik untuk menyerang desa tersebut. Mereka tahu bahwa serangan ini harus dilakukan dengan cepat dan efisien untuk memastikan keberhasilan misi tersebut. Kaisar Bing Kai dan para pejabatnya sangat sadar bahwa serangan ini bisa memicu konflik lebih besar, namun kepentingan kekaisaran dan keamanan harus diutamakan.
Prajurit-prajurit yang handal dipilih dan dilatih secara intensif untuk menjalankan misi ini. Mereka diberikan persenjataan terbaik dan strategi tempur yang cermat. Tidak ada ruang untuk kesalahan. Kaisar Bing Kai dan para pejabat istana berharap bahwa serangan ini akan menjadi pelajaran bagi mereka yang berani mengancam keamanan kekaisaran.
Namun, dalam perencanaan ini, ada juga suara hati nurani yang merasa prihatin. Beberapa pejabat istana mempertanyakan tindakan keras ini dan berusaha mencari solusi damai untuk situasi tersebut. Mereka berharap dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih bijak, tanpa harus mempertumpahkan darah dan mengorbankan nyawa.
Hanya waktu yang akan menjawab apakah serangan ini akan terjadi ataukah ada jalan lain yang dapat diambil. Keputusan akhir ada di tangan Kaisar Bing Kai dan para pejabat istana. Tantangan mereka adalah menemukan jalan terbaik untuk menghadapi ancaman ini dan menjaga keamanan kekaisaran, sambil tetap mempertimbangkan kebijaksanaan dan keadilan dalam setiap tindakan yang mereka ambil.
Drap...
Drap...
Drap...
Terdengar langkah-langkah para prajurit yang saat ini mulai diberangkatkan dari istana menuju Desa Nanggong, mereka diberikan perintah untuk meratakan seluruh desa dan membasmi orang-orang yang telah berani menginjak-injak kekuasaan Kaisar Bing Kai.
Hanya dalam waktu kurang dari 3 kali pembakaran dupa, akhirnya para prajurit itu pun sampai di gerbang Desa Nanggong, mereka bersiap untuk langsung memberikan penyerangan pada warga desa yang saat ini berkerumun menatap kedatangan mereka dengan penuh tekad dan keberanian.
"Kalian semua! Menyerahlah pada Kekuasaan Kaisar Bing dan tunjukkan, dimana ketiga orang bedebah yang telah berani mencari masalah dengan rentenir?" ucap salah seorang jenderal.
__ADS_1
Warga desa terlihat saling memandang, namun tidak ada satupun dari mereka yang membuka suara, hingga akhirnya sebuah teriakan dari Kaisar Bing Kai berhasil membuat kekacauan terjadi. "Serang mereka!"
Warga desa yang mendengar ucapan dari Kaisar Bing Kai langsung mempersiapkan satu persatu persenjataan milik mereka, kemudian bersiap untuk melawan para prajurit itu.
Jika sebelumnya warga desa itu hanya diam dan merasa takut akibat penyerangan yang dilakukan oleh orang-orang suruhan rentenir, namun kali ini mereka memiliki keberanian, karena Xu Yuan beserta kedua orang tuan muda Fu telah berhasil membuat para warga itu akhirnya menyadari pentingnya untuk menjaga diri dan juga melindungi desa kelahiran mereka.
"Seraaaang...!"
Trang...
Trang...
Trang...
Dalam pertempuran yang tak terlupakan, para prajurit kekaisaran Bing melancarkan serangan yang ganas terhadap Desa Nanggong. Kaisar Bing Kai, penguasa yang tak kenal kompromi, memimpin pasukan elitnya dengan kekuatan yang tak terduga. Tidak puas dengan jumlah biasa, ia mengirimkan 1000 orang prajurit yang terlatih dengan baik, termasuk di antaranya 100 praktisi yang telah mencapai tingkat keahlian tertinggi dalam ranah Golden Core.
Seribu langkah yang mantap terdengar berat di tanah yang sudah dirajai oleh ketegangan. Desa Nanggong segera merasakan getaran yang tak terelakkan saat prajurit Bing mendekati perbatasan. Semangat kekaisaran yang kuat dan tekad tak tergoyahkan tercermin dalam mata para prajurit itu, sementara sinar senjata mereka bersinar di bawah matahari yang kejam.
Para praktisi yang telah mencapai ranah Golden Core memberikan kekuatan tambahan pada serangan tersebut. Dalam kehadiran mereka, energi spiritual yang kuat membanjiri medan pertempuran, memberikan keuntungan tak ternilai bagi pasukan Bing. Dengan keahlian dan pengalaman yang mendalam, mereka mampu memanipulasi energi dan elemen alam dengan cekatan. Api melahap tanah, angin membelah langit, dan tanah gemetar di bawah jejak mereka, menciptakan kekacauan di sekitar Desa Nanggong.
Namun, warga Desa Nanggong tidak menyerah dengan mudah. Meski dihadapkan pada kekuatan yang maha kuasa, semangat mereka tetap teguh. Dalam pertahanan yang gigih, mereka menyatukan kekuatan, membentuk barisan yang kokoh, dan menunjukkan keberanian yang luar biasa. Dengan tekad yang tak tergoyahkan, mereka menentang serangan tanpa kenal lelah.
Pertempuran sengit berlangsung, dengan serbuan dan perlawanan yang tak henti-hentinya. Pemandangan yang menakutkan meliputi badai pasukan Bing yang menyerbu dengan kecepatan kilat, serangan elemental yang dahsyat, dan pertarungan individu yang penuh keganasan. Suara pedang berdenting, seruan keberanian memenuhi angkasa, dan darah mengalir sebagai pengorbanan nyata dari kedua belah pihak.
Namun, takdir Desa Nanggong tampaknya telah tertulis dengan keberanian dan tekad yang tak tergoyahkan. Meskipun menghadapi seribu pasukan kekaisaran yang tak kenal ampun, mereka terus melawan dengan harga yang mahal. Kombinasi antara semangat yang tak terkalahkan dan kepandaian taktis, warga desa mempertahankan tanah mereka dengan keberanian dan kekuatan yang luar biasa.
Meskipun para praktisi Golden Core membawa kekuatan luar biasa dalam pertempuran tersebut, kekuatan sejati yang membawa kemenangan adalah semangat perlawanan dan persatuan.
Tap...
__ADS_1