
Di tengah keheningan yang terasa mencekam, pria-pria yang dikirim oleh rentenir itu melangkah dengan tegap. Mereka bergerak dengan penuh keangkuhan, memancarkan aura kekuasaan yang melintas di sepanjang jalan desa yang tenang.
Ketika mereka tiba, kemarahan muncul di wajah mereka, tak peduli dengan kehancuran yang akan mereka timbulkan.
"Tidak ingin pergi, haah?" tanya salah seorang pria yang memiliki wajah cukup menyeramkan, ada bekas luka yang memanjang di pipi sebelah kanannya yang membuat penampilan pria itu menjadi lebih mengerikan.
Warga desa hanya bisa terdiam sambil menggelengkan kepalanya, mereka tak tahu harus pergi ke mana jika meninggalkan desa Nanggong, namun untuk bertahan di tempat itu juga mereka akan sangat sulit, karena sang rentenir pasti akan terus membayangi kedamaian dan ketenangan hidup para warga desa itu sebelum keinginannya tercapai.
"Ciih! Dasar orang-orang lemah!" ucap salah seorang suruhan dari rentenir itu sambil bergerak dengan sangat cepat.
Dia berusaha untuk menggapai satu persatu benda yang berada di sana, kemudian melemparkannya ke arah para warga. Bahkan beberapa binatang ternak milik warga diambil paksa oleh pria-pria itu, mereka tidak memperdulikan jeritan dan tangisan warga yang memohon agar pria-pria itu tidak melakukan kejahatan di desa mereka.
Brak...
Brak...
Prang...
Satu persatu benda yang ada di tempat itu pun melayang dengan kecepatan yang sangat tinggi, hingga mengakibatkan kerusakan yang lumayan besar. Mereka bahkan dengan sengaja menghancurkan lahan perkebunan yang dimiliki oleh beberapa orang petani yang tinggal di desa itu.
"Tolong jangan lakukan ini pada kami, tuan-tuan." seorang kakek menghiba di depan pria-pria itu, dia bahkan menjatuhkan dirinya hingga berlutut, untuk memohon agar tak ada lagi kerusakan yang diperbuat oleh pria-pria suruhan dari rentenir jahat.
Sementara pria-pria itu malah tertawa terbahak-bahak melihat ketakutan dari wajah warga desa Nanggong, mereka semakin bersemangat untuk membuat kerusakan yang lebih parah lagi. Sepertinya tindakan yang dilakukan oleh pria-pria itu berhasil memukul mundur mental dari warga yang tinggal di desa, sehingga mereka akhirnya menangis dengan tersedu-sedu.
__ADS_1
"Bukankah bangsawan Meng telah memberi kalian kesempatan untuk meninggalkan desa ini? Lalu kenapa kalian semua masih berada di sini? Jika tidak ingin ada korban di antara kalian, harusnya sejak beberapa hari yang lalu desa ini sudah dikosongkan!" jawab salah seorang pria, dia bahkan bergerak ke arah kakek yang tengah memohon itu kemudian menendangnya dengan tanpa perasaan.
Bruk...
Tubuh tua kakek renta itu pun akhirnya terjatuh di atas tanah membuat warga semakin kalang kabut, mereka berusaha menolong kakek tua itu sekuat tenaga, apalagi saat ini sepertinya dia mengalami luka yang sangat serius, karena pria itu menendangnya menggunakan tenaga yang dialiri energi.
Xu Yuan bersama dengan kedua tuan muda Fu yang merasa terganggu oleh tindakan yang dibuat oleh pria-pria itu, akhirnya bangkit dari tempat duduk mereka, yang terasa amat kecil di hadapan ancaman besar ini. Dalam hati mereka berkobar api semangat yang tak tergoyahkan, siap memberikan pelajaran kepada orang-orang yang tanpa belas kasihan ini.
Dengan langkah mantap, Xu Yuan dan kedua tuan muda Fu maju ke depan, memandang wajah-wajah kejam yang mereka hadapi. Tidak ada rasa takut dalam pandangan mereka. Mereka tahu, mereka melawan tidak hanya demi diri mereka sendiri, tetapi demi keselamatan dan ketenangan warga desa Nanggong.
Sementara itu, warga desa yang terkejut dan tak berdaya hanya bisa menangis melihat kehancuran yang dibuat oleh pria-pria suruhan rentenir tersebut. Air mata mereka mengalir mengiringi kerusakan dan penindasan yang terjadi di hadapan mereka.
Mereka merasa tak berdaya, tetapi dalam keputusasaan itu juga muncul ketegaran dan harapan setelah kemunculan tiga orang pemuda yang saat ini berdiri di hadapan pria-pria jahat itu.
"Dasar bocah sialan! Dari mana asal kalian? Dan kenapa mengganggu kesenangan kami?" seorang pria langsung melotot, matanya memancarkan kemarahan besar.
Sedangkan Fu Sing hanya tertawa melihat reaksi yang ditunjukkan oleh pria-pria itu, sepertinya saat ini mereka tak bisa mengendalikan emosi, hingga akhirnya langsung berdiri bersama-sama dan bersiap untuk memberikan serangan kepada Xu Yuan dan kedua orang tuan muda Fu itu.
Xu Yuan dan kedua orang tuan muda Fu berhadapan dengan pria-pria itu, menghadapi ancaman yang mengganas. Namun, keberanian mereka layaknya batu karang, karena mereka tahu bahwa keadilan dan kebenaran berada di pihak mereka.
Akhirnya pertempuran pun tak terelakkan, mereka bertarung dengan kekuatan yang melebihi ukuran tubuh mereka. Pukulan mereka memancarkan kekuatan besar menghantam para penindas dengan kerasnya.
Desa Nanggong menjadi medan pertempuran antara kebaikan dan kejahatan. Suara tinju yang bertabrakan dengan kerasnya menggema di seluruh penjuru desa, dan angin yang berhembus membawa cerita perlawanan yang tak tergoyahkan. Mereka yang tidak memiliki hati, akhirnya harus berhadapan dengan nyala api kebenaran yang membakar mereka, membuat mereka merasakan keadilan yang panas dan tak terbendung.
__ADS_1
Sring...
Sring...
Sring...
Pria-pria itu pun akhirnya mengeluarkan pedang milik mereka dan bersiap untuk melakukan serangan secara bersama-sama, kepada tiga orang pemuda yang saat ini telah memiliki keberanian untuk menentang perbuatan yang tengah dilakukan oleh pria-pria itu.
Xu Yuan bersama kedua orang tuan muda Fu juga tidak kalah cepat, ketiganya langsung mengeluarkan pedang milik mereka dari dalam cincin penyimpanan kemudian menggenggamnya dengan penuh keberanian.
Serangan pertama akhirnya diluncurkan oleh pria-pria itu, mereka mulai mengayunkan pedangnya dan memberikan tekanan kepada tiga orang pemuda yang saat ini menjadi lawan mereka. Dengan gerakan lincah, Xu Yuan beserta kedua tuan muda Fu melompat ke udara, menggabungkan kekuatan mereka yang dipadu dengan energi Qi yang mendalam.
Ketika Xu Yuan dan dua tuan muda Fu meluncurkan serangan mereka, kekuatan Qi milik mereka melonjak tinggi, menciptakan fluktuasi udara yang tidak terkendali. Energi mereka menghujani pria-pria suruhan rentenir jahat dengan kekuatan dahsyat, memancarkan cahaya menyilaukan yang menembus kegelapan hati. Setiap gerakan mereka terperinci dan elegan, seolah-olah mereka menari dengan pedang mereka sebagai pasangan yang sempurna.
Fluktuasi udara di sekeliling semakin tidak terkendali seiring dengan perlawanan sengit yang terjadi. Angin berputar-putar dengan kekuatan ganas, menyapu debu dan dedaunan dari tanah, menciptakan pusaran yang mempesona. Suara pedang yang bersentuhan dengan suara ledakan energi Qi memenuhi udara, menciptakan simfoni pertarungan yang menegangkan.
Xu Yuan dan dua tuan muda Fu tidak hanya mengandalkan keahlian pedang, mereka juga mengarahkan energi Qi dengan presisi yang luar biasa, memanfaatkannya untuk memperkuat serangan mereka dan melindungi diri dari serangan balik pria-pria suruhan rentenir jahat. Gelombang energi yang mempesona melesat ke segala arah, merobek langit dan menyebabkan kekacauan di medan pertempuran.
Semakin lama pertarungan berlangsung, semakin tidak terkendali fluktuasi udara di sekeliling mereka. Lingkaran kekuatan energi Qi membentang melintasi langit, menciptakan kilatan cahaya yang melimpah. Suhu udara meningkat dan tekanan semakin kuat, membuat setiap nafas terasa berat. Alam pun ikut terlibat dalam pertarungan ini, seolah-olah alam semesta sendiri merasakan gairah dan kekuatan di dalam pertarungan epik ini.
Dalam kekacauan dan keindahan pertempuran ini, Xu Yuan dan dua tuan muda Fu terus bertarung tanpa kenal lelah. Mereka menghadapi pria-pria suruhan rentenir jahat dengan keberanian dan kekuatan yang menakjubkan.
Pada akhirnya, energi Qi yang mereka pancarkan menjadi semakin kuat, dan fluktuasi udara yang tidak terkendali membawa kemampuan mereka ke tingkat yang baru. Pria-pria suruhan rentenir itu pun akhirnya termundur hingga beberapa langkah ke belakang.
__ADS_1