Xu Yuan

Xu Yuan
Episode 23


__ADS_3

Sepuluh orang pria berpakaian hitam yang mengalami lonjakan ranah kultivasi, berhasil memukau kedua orang tuan muda Fu bersaudara, Fu San dan Fu Sing. Dalam kejadian ini, mereka menciptakan kesan yang mendalam, membuat kedua tuan muda semakin terpesona dengan sosok Xu Yuan.


Dengan gerakan yang lincah dan cemerlang, para pria tersebut menunjukkan kemampuan yang tak terbayangkan. Mereka mengeluarkan aura yang luar biasa, memancarkan kekuatan spiritual yang menggetarkan jiwa. Dalam serangkaian gerakan elegan, mereka mengendalikan energi alam dengan keahlian yang menakjubkan.


Ranah kultivasi yang mereka capai adalah hal yang langka dan mengejutkan. Kekuatan mereka melampaui batas-batas manusia biasa dan mencapai tingkat yang tak terbayangkan. Dalam sekejap, mereka mampu menciptakan perubahan besar dalam lingkungan sekitar mereka, mengubah suasana menjadi tenang dan mengagumkan.


Tuan muda Fu, Fu San dan Fu Sing, yang sudah memiliki pemahaman yang luas tentang dunia kultivasi, terpesona oleh penampilan luar biasa para pria ini. Mereka tak dapat menahan rasa kagum mereka ketika melihat tingkat kultivasi yang telah dicapai oleh para pria berpakaian hitam tersebut. Dalam hati mereka, rasa kagum semakin memuncak dan mereka memuja kehebatan Xu Yuan yang telah berhasil membimbing para pria ini mencapai tingkat kultivasi yang luar biasa.


Tidak hanya itu, kesepuluh orang pria berpakaian hitam ini juga menunjukkan sikap yang rendah hati dan menghormati kedua tuan muda Fu bersaudara. Apalagi setelah mereka mengetahui bahwa keduanya merupakan rekan dari Xu Yuan yang telah memberikan pil penyembuh tingkat tinggi, sehingga membuat penerobosan yang sangat cepat untuk ke-10 orang pria berpakaian hitam itu.


Selang beberapa hela nafas, ke-10 orang pria berpakaian hitam itu pun akhirnya kembali bangkit, mereka langsung menjura di hadapan Xu Yuan dengan kaki kanan ditekuk ke depan, sedangkan kaki kiri lurus ke belakang, kedua tangannya terkepal di depan dada, menunjukkan sikap hormat yang mendalam terhadap seorang pemuda yang telah berhasil membuat ranah kultivasi mereka menerobos, setelah mengalami kemacetan beberapa tahun terakhir.


"Hormat kami kepada tuan muda! Terima kasih karena telah memberikan pil penyembuh, sehingga kami mendapatkan keajaiban karenanya." ucap ke-10 orang pria berpakaian hitam itu dengan sangat sopan.


Xu Yuan hanya tersenyum tipis, sejak awal dia memang berencana untuk tidak membunuh ke-10 orang pria berpakaian hitam itu, karena mereka memiliki kemampuan yang luar biasa. Akan lebih baik jika dia menjalin kerjasama, sehingga suatu saat nanti, jika dia mendapatkan kesulitan, maka bisa meminta bantuan kepada mereka.


"Aku akan segera melanjutkan perjalanan, kuharap kalian tak lagi menghalangi kami." ucap Xu Yuan.


Ke-10 orang pria itu pun langsung menganggukan kepalanya, namun tiba-tiba saja salah seorang pria berpakaian hitam langsung berjalan ke depan, kemudian membungkuk di hadapan Xu Yuan.


"Izinkan hamba mengikuti anda, tuan muda.'' ucapnya dengan sangat yakin.

__ADS_1


Kesembilan orang pria berpakaian hitam yang melihat apa yang diperbuat oleh salah seorang rekannya pun ikut melakukan hal yang sama, tanpa ragu-ragu mereka pun segera berlutut di hadapan Xu Yuan.


"Tolong bawa kami bersama anda, tuan muda." ucap mereka dengan serempak.


Xu Yuan hanya menggelengkan kepalanya perlahan, akan sangat menyulitkan jika membawa terlalu banyak orang dalam perjalanannya, meskipun dia membutuhkan kekuatan yang lebih besar, bisa saja dalam perjalanan nanti akan ada bahaya yang lebih menakutkan dibandingkan dengan sebelumnya.


Namun keberadaan dari pria-pria berpakaian hitam mungkin juga akan menyulitkan dirinya, apalagi setelah Xu Yuan berhasil menyerap semua memori yang ada di dalam ingatan ke-10 orang pria berpakaian hitam itu, membuat dia sangat yakin, bahwa akan muncul permasalahan yang lebih besar, jika dia benar-benar membawa kesepuluh orang itu.


Karena mereka merupakan antek-antek dari pangeran Shu Ling yang menginginkan kematian kedua orang tuan muda keluarga Fu itu.


"Lebih baik kalian semua kembali ke tempat kelompok kalian berada, akan sangat menyulitkan jika kalian ikut bersama kami bertiga." jawab Xu Yuan dengan sangat bijak.


Sementara Xu Yuan beserta kedua orang tuan muda Fu langsung melanjutkan perjalanan menuju ke benua tengah, dengan menggunakan tiga ekor kuda, yang baru saja didapatkan dari pria-pria berpakaian hitam itu sebagai hadiah perpisahan.


Xu Yuan memegang kendali erat pada kekang kudanya, sementara kedua orang tuan muda Fu, Fu San dan Fu Sing, berada di sisinya. Dengan semangat yang membara, ketiganya memacu kuda mereka melintasi hutan yang lebat.


Xu Yuan menunjukkan kepiawaian dalam mengendalikan kudanya. Tatapannya yang tajam dan tangan yang terampil memperlihatkan keahliannya dalam berkuda. Dia memakai pakaian berwarna gelap yang melambangkan kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.


Fu San, seorang pria muda berpenampilan elegan, mengikuti Xu Yuan dengan penuh semangat. Dengan keterampilan berkuda yang luar biasa, dia menunjukkan kecakapan yang sama seperti Xu Yuan. Fu San mengenakan pakaian tradisional yang dipenuhi dengan lambang kemewahan dan keanggunan.


Fu Sing, seorang pemuda berbakat, dengan lincah mengejar kedua pria di depannya. Dia memiliki keahlian berkuda yang memukau, memadukan keanggunan dan kekuatan dalam gerakannya. Fu Sing mengenakan pakaian berwarna cerah yang mencerminkan keceriaan dan kegembiraannya.

__ADS_1


Dalam perlombaan mereka, Xu Yuan dan kedua orang tuan muda Fu berpacu dengan cepat. Kuda-kuda mereka mengejar angin, mengangkat debu di belakang mereka. Kecepatan mereka meningkat seiring mereka berlomba melintasi padang rumput yang indah.


Dengan setiap detik yang berlalu, semangat persaingan di antara mereka semakin membara. Mereka saling berhadapan dengan tantangan dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Mata mereka terfokus pada tempat peristirahatan yang semakin dekat, sementara adrenalin mengalir di dalam diri mereka.


"Kita istirahat dulu disini." ucap Xu Yuan sambil menghentikan laju kudanya, sementara kedua orang tuan muda Fu mengikuti langkah yang dilakukan oleh dirinya.


Di tepi sungai yang jernih itu, terlihat Xu Yuan bersama dua orang tuan muda Fu yang sedang istirahat setelah membersihkan diri mereka. Udara segar dan suara riak air sungai mengisi keheningan sekitar, menciptakan suasana yang menenangkan bagi mereka.


Setelah beberapa saat beristirahat, tiba saatnya untuk membagi tugas. Xu Yuan, dengan keahliannya dalam mencari ikan, bersiap-siap untuk menyelam ke dalam air yang bening. Dia mengikat sebilah pisau ke pinggangnya, menunjukkan kesiapannya untuk menangkap ikan segar bagi mereka.


Sementara itu, kedua orang tuan muda Fu memandang ke arah hutan yang lebat. Mereka bermaksud untuk kembali masuk ke dalam hutan yang rimbun tersebut guna mencari buah-buahan yang segar dan kayu bakar yang diperlukan untuk membuat api unggun. Dengan langkah mantap, mereka memasuki hutan dengan semangat yang tinggi, siap menjelajahi setiap sudutnya.


Di dalam air, Xu Yuan bergerak dengan lincah dan hati-hati. Matanya yang tajam memperhatikan setiap gerakan ikan yang melintas, sementara tangannya yang terampil merayap perlahan untuk menangkap mereka. Dalam keheningan sungai, suara gemericik air bertemu dengan konsentrasi penuh dari Xu Yuan, yang sepenuhnya fokus pada tugasnya.


Sementara itu, kedua orang tuan muda Fu menyusuri hutan dengan penuh semangat. Mereka melihat-lihat buah-buahan yang tergantung di atas, memetiknya dengan lembut untuk tidak merusaknya.


Selain itu, kedua orang tuan muda Fu juga mencari kayu bakar yang cukup untuk menghangatkan tubuh mereka saat malam tiba. Dengan pandangan yang terlatih, mereka memilih kayu yang kering dan kokoh, yang akan terbakar dengan sempurna di dalam api unggun mereka.


Saat matahari semakin condong ke barat, Xu Yuan berhasil menangkap beberapa ikan yang cukup untuk menyediakan hidangan yang lezat. Dengan keahliannya yang luar biasa, dia naik ke daratan dengan tangkapan ikan di tangannya, bergabung dengan kedua orang tuan muda Fu yang juga telah berhasil mengumpulkan buah-buahan segar dan kayu bakar yang cukup.


Bersama-sama, mereka kembali ke tepi sungai, di mana mereka akan menyusun rencana selanjutnya. Dengan makanan yang mereka kumpulkan, mereka siap untuk menghadapi malam yang tenang dan nikmat di sekitar api unggun, menikmati hidangan lezat dari hasil tangkapan Xu Yuan dan kenikmatan buah-buahan yang segar.

__ADS_1


__ADS_2