Xu Yuan

Xu Yuan
Episode 39


__ADS_3

Di dalam hutan yang sunyi, terjadi perubahan yang mencengangkan. Para praktisi, yang tadinya bertekad untuk bekerjasama, kini menunjukkan binar keserakahan yang menggelora dalam diri mereka.


Seperti angin yang berputar-putar, niat buruk merayap melalui pikiran mereka dan memancing dorongan untuk berkonflik.


"Heh! Kurasa tidak benar jika bekerjasama dengan para praktisi yang memiliki kemampuan tidak seberapa itu! Aku bahkan memiliki ranah yang lebih tinggi dibandingkan mereka!" ucap salah seorang pria yang merupakan praktisi tingkat Bayi Primordial (Soul Formation).


Mendengar ucapan dari pria itu, tentu saja membuat para praktisi lain menjadi naik darah. Pada awalnya mereka telah berupaya untuk menjalin kerjasama dan setuju untuk membagi setiap keuntungan yang didapat, tapi sepertinya pria itu dengan sengaja menyulut perselisihan di antara para praktisi yang saat ini mulai melangkahkan kakinya menuju hutan buangan.


"Kau terlalu sombong! Hanya karena memiliki ranah kultivasi tingkat bayi primordial, kau merasa besar kepala hingga meremehkan kami, para praktisi tingkat golden core!" jawab salah seorang pria yang menggunakan jubah berwarna hijau pucat, melihat dari pakaiannya, sepertinya dia merupakan salah seorang tetua sekte.


"Ciih! Kau bahkan tak akan bisa menghadapi seranganku!" ucap pria itu dengan senyuman yang meremehkan.


Akhirnya pertempuran pun tak bisa dielakan lagi, para praktisi itu mulai menggunakan kekuatannya untuk saling menyerang satu sama lain. Mereka tak lagi berpikir untuk melakukan kerjasama, agar mendapatkan hasil yang maksimal. Namun saat ini sepertinya keegoisan dan keserakahan telah memenuhi hati hingga pikiran mereka.


Dalam latar belakang yang gelap, adegan pertempuran pun terjadi. Para praktisi yang tadinya bekerja sama dengan selaras, sekarang saling berhadapan, mengeluarkan seluruh kemampuan yang mereka miliki. Aura kuat mereka saling bertabrakan, menciptakan gelombang energi yang tidak stabil dan mengacaukan keseimbangan alam di hutan buangan.


Swooosh...


Trang...


Trang...


Trang...


Kepiawaian dan kekuatan yang sebelumnya digunakan untuk membela diri, kini diarahkan dengan niat yang buruk. Pohon-pohon bergoyang hebat, dedaunan terlempar ke udara, dan binatang-binatang liar merasa terganggu oleh fluktuasi udara yang tak menentu.


Booom...

__ADS_1


Duar...


Suara gemuruh dan kekacauan meresap ke dalam setiap sudut hutan, menciptakan ketakutan dan kegelisahan di antara makhluk hidup yang tinggal di sana.


Begitu tingginya intensitas pertarungan, semakin besar dampaknya pada lingkungan sekitarnya. Tanah terguncang, batu-batu bergeser, dan sumber-sumber air yang tenang menjadi ribut. Langit yang biasanya cerah pun kini terbungkus oleh awan gelap dan angin yang liar. Hutan buangan yang dahulu penuh kedamaian, kini dipenuhi dengan kekacauan dan fluktuasi udara yang tidak stabil.


"Sial! Ternyata seorang praktisi tingkat bayi primordial memiliki kekuatan yang berkali-kali lipat dibandingkan dengan praktisi tingkat Golden Core. Meskipun kita melakukan penyatuan kekuatan," ucap salah seorang pria sambil melirik ke arah rekannya.


"Lakukan formasi penyerangan! Kita tak akan pernah bisa menang melawan pria itu." ucap rekannya. Mereka pun bersiap melakukan sebuah formasi rahasia, untuk bisa mengalahkan praktisi tingkat bayi primordial itu.


.


.


.


Namun, ketegangan yang tumbuh di antara mereka seiring berjalannya waktu telah mencapai titik puncak, memicu bentrokan kekuatan yang dahsyat.


Energi Qi digerakkan dengan penuh semangat dan diarahkan ke setiap serangan yang mereka lakukan. Para praktisi menggunakan keahlian mereka dalam mengendalikan Qi untuk mengalahkan lawan-lawan mereka, melepaskan serangan yang tak terduga dan mematikan.


Setiap gerakan berubah menjadi perwujudan kekuatan yang menggetarkan alam sekitar, menciptakan kekacauan yang tak terbayangkan.


Dalam upaya untuk meningkatkan kekuatan mereka, praktisi ini mulai membentuk formasi penyerangan yang rumit. Mereka menggabungkan energi Qi mereka dengan sinergi yang sempurna, menciptakan serangan yang melampaui batas-batas kemampuan individu mereka.


Dalam harmoni yang terorganisir, serangan mereka memperoleh kekuatan yang berkali lipat lebih besar daripada yang bisa mereka lakukan sendiri.


Hutan buangan yang tadinya tenang dan damai kini dipenuhi dengan kekacauan. Gelombang energi Qi saling bentrok di langit, menciptakan kilatan cahaya yang menakjubkan dan mengguncang tanah di bawahnya. Suara gemuruh dan pekik perang memenuhi udara, mencerminkan ketegangan dan keberanian para praktisi yang bertarung dengan ganas.

__ADS_1


Namun, di tengah kacau balau pertempuran ini, ada keindahan yang tercipta. Gerakan-gerakan mereka yang terlatih dan kekuatan Qi yang melimpah menjadi tarian yang menawan di mata yang jeli. Meskipun bentrokan kekuatan menghasilkan kehancuran, namun tak terbantahkan bahwa ini adalah pertunjukan kekuatan luar biasa yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang telah melihatnya.


Kekacauan di dalam hutan buangan mencerminkan persaingan yang tiada akhir antara para praktisi yang berusaha memenangkan kekuasaan mutlak.


Pertarungan ini adalah perwujudan dari kekuatan manusia yang tak terbatas, keinginan untuk melampaui batasan, dan pengejaran kekuasaan yang tidak akan pernah berakhir.


"Hentikan pertarungan!" seorang pria tua tiba-tiba saja melayang, mengedarkan seluruh energi Qi miliknya, untuk menetralisir kekuatan yang keluar dari tubuh para praktisi yang saat ini sepertinya masih enggan untuk berhenti saling menyerang.


Dia berusaha untuk tetap fokus pada rencana awal, meskipun saat ini ratusan praktisi saling berhadapan, mengarahkan kekuatan mereka masing-masing untuk menunjukkan dominasi atas kekuasaan diri.


"Apa yang kalian dapatkan dengan cara bertarung? Hutan buangan bukanlah hutan biasa, kita harus bekerja sama agar bisa mendapatkan harta langit yang baru saja terjatuh itu! Bahkan saat ini kaki kita masih belum memasuki hutan, namun kalian telah berperang satu sama lain, seolah merasa jika kalian adalah yang terbaik." ucap pria tua itu melanjutkan ucapannya.


Akhirnya para praktisi segera menyelesaikan pertarungan mereka, dan kembali berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Sedangkan pria tua itu hanya bisa menggelengkan kepala, melihat keegoisan dari setiap orang yang saat ini melangkahkan kakinya menuju hutan buangan.


Saat memasuki hutan buangan, para praktisi merasakan tekanan besar yang menimbulkan kekhawatiran dan kegelisahan. Sepanjang hidup mereka, ranah kultivasi adalah alasan utama kesombongan, tetapi kini segalanya berubah drastis.


Hutan buangan menjadi ujian terberat yang menghadang, menghilangkan kemampuan mereka untuk mengeluarkan energi Qi yang selama ini menjadi kekuatan mereka.


Ketika kaki mereka melangkah dengan hati-hati ke dalam kegelapan hutan yang menyeramkan, pikiran mereka dipenuhi dengan keraguan. Mereka merasa kehilangan arah, karena alasan yang selama ini menjadi pondasi kesombongan mereka kini tidak lagi berlaku.


Kecerdasan dan pengetahuan yang mereka kumpulkan selama bertahun-tahun dalam berkultivasi tidak berarti apa-apa di tengah hutan ini.


Para praktisi merasakan kelemahan fisik mereka dengan jelas. Tanpa kemampuan untuk mengeluarkan energi Qi, mereka hanya bisa mengandalkan kekuatan tubuh mereka sendiri.


Setiap langkah terasa berat, seperti mengangkat beban yang tak terbayangkan sebelumnya. Tubuh yang mereka kira kuat dan tak terkalahkan sekarang terasa rapuh dan rentan.


Di tengah tekanan yang mengepung, para praktisi mulai merasakan frustasi, mereka harus bergantung pada ketahanan fisik dan daya tahan mental yang telah mereka tanamkan selama bertahun-tahun kultivasi. Setiap langkah yang ditempuh benar-benar melatih mereka untuk mengendalikan keinginan dan ego mereka yang dulu begitu tinggi.

__ADS_1


"Sial! Apa-apaan ini!" salah seorang praktisi terlihat mengusak rambutnya dengan kasar, sambil sesekali menghembuskan nafas berat. Tekanan besar yang diterimanya, membuat dia kesulitan untuk melangkah.


__ADS_2