Xu Yuan

Xu Yuan
Episode 42


__ADS_3

Ratusan murid sekte Pedang Salju akhirnya merebahkan diri di atas rerumputan yang lembut. Nafas mereka terengah-engah, tubuh terasa berat akibat pengurasan tenaga yang dilakukan dalam pertempuran tersebut. Namun, semangat mereka tetap tegar dan tak pudar, karena mereka tahu betapa pentingnya mengambil istirahat yang cukup untuk pulih.


Pemandangan itu menjadi indah, seolah-olah langit memberi selimut tenang yang membalut tubuh-tubuh yang lelah. Mereka saling mendukung satu sama lain, menunjukkan rasa persaudaraan dan ikatan kuat yang terjalin di antara mereka. Terdengar hembusan napas panjang dan seruan kecil ketika sebagian dari mereka mulai mengeluarkan pil penyembuh yang membantu mengembalikan vitalitas tubuh mereka.


Begitu banyak perjuangan yang mereka lalui dan pertarungan melawan Best Spirit Ular tingkat 7 adalah tantangan paling berat yang mereka hadapi. Namun, mereka tidak menyesalinya, karena mereka tahu bahwa hanya dengan menghadapi kesulitan inilah mereka dapat tumbuh dan menjadi lebih kuat.


Di bawah sinar matahari yang lembut, dengan alam yang memberi hembusan kesegaran, tubuh-tubuh mereka mulai menstabilkan kembali nafas. Sorotan mata mereka penuh tekad dan keteguhan hati, mereka tak sabar untuk segera kembali berlatih dan meningkatkan kemampuan.


Di antara rerumputan yang menopang tubuh-tubuh mereka yang lelah, ada semangat yang berkobar-kobar. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka belum berakhir, dan banyak lagi tantangan yang menanti di depan. Namun, dengan keyakinan dan persahabatan, mereka siap menghadapinya dengan kepala tegak dan hati penuh semangat.


Para praktisi dengan takjub memandang murid-murid dari sekte Pedang Salju yang telah berhasil menghalau serangan dari Beast Spirit Ular tingkat 7. Kekaguman mereka tak terbendung ketika melihat ratusan murid itu berjuang dengan gigih, walaupun tubuh mereka dipenuhi oleh luka-luka akibat pertarungan yang sengit.


Mereka mengagumi betapa semangat dan tekad yang dimiliki oleh para murid tersebut begitu luar biasa. Meskipun terlihat kelelahan, mereka tidak menyerah dan tetap bertahan dengan kuat. Pil penyembuh yang mereka pergunakan bukanlah jaminan kesembuhan instan, namun takdir untuk menjadi semakin kuat menyala di hati mereka dengan cemerlang.


Setiap gerakan mereka dipenuhi oleh kekuatan yang melampaui batas-batas fisik, seolah-olah mereka telah menemukan kekuatan dalam-dalam dari dalam diri mereka yang sebelumnya tidak tergali. Keberanian yang mereka tunjukkan dalam menghadapi ancaman Beast Spirit yang menakutkan membuat hati para praktisi tergetar.

__ADS_1


Para praktisi juga tak bisa menahan decak kagum melihat kekompakan dan kerjasama yang ditunjukkan oleh para murid ini. Mereka saling melindungi satu sama lain, mengorbankan diri demi keselamatan teman-teman mereka. Semangat persaudaraan dan rasa tanggung jawab yang tinggi menguatkan mereka dalam momen penuh tantangan tersebut.


Tak hanya itu, kekaguman juga muncul ketika mereka menyaksikan bagaimana para murid tersebut berusaha mencari celah dan strategi untuk mengatasi Beast Spirit yang berada di tingkat kekuatan yang begitu tinggi. Mereka berpikir dan bergerak dengan cepat, menunjukkan kecerdasan taktis yang mengesankan.


Sekte Pedang Salju sungguhlah beruntung memiliki murid-murid yang memiliki semangat juang dan keteguhan hati seperti ini. Kekaguman para praktisi bukan hanya untuk keberanian mereka dalam menghadapi bahaya, tetapi juga untuk semangat mereka dalam terus berkembang dan menjadi lebih kuat.


Mereka percaya bahwa dengan semangat dan tekad yang dimiliki, para murid ini akan menjadi penerus yang hebat dan membawa kejayaan bagi sekte Pedang Salju.


Sementara di sisi lain tetua Fang terlihat semakin besar kepala, saat ini dia telah berhasil menunjukkan di hadapan semua orang, bagaimana kemampuan yang dimiliki oleh murid-murid dari sekte Padang Salju. Saat para praktisi mundur dalam menghadapi serangan yang diberikan oleh beast spirit ular tingkat 7, murid-murid dari sekte pedang salju terus melaju dengan kecepatan tinggi, mereka berusaha untuk memberikan serangan telak kepada ular itu.


"Sepertinya kemampuan yang kalian miliki tidak sebanding dengan murid-murid dari sekte pedang salju! Bahkan mereka memiliki keinginan untuk mempertahankan hidup dan berusaha menyerang beast spirit ular itu, sedangkan kalian bersembunyi, bagaikan seorang pecundang." ucap tetua Fang dengan sangat sarkas.


"Ciih! sepertinya pria tua ini telah melupakan kesombongannya tadi, bahkan dia sendiri yang mengatakan bahwa muridnya bisa mengatasi beast spirit ular itu tanpa harus melibatkan kami, para praktisi. Namun sekarang lihatlah! Dia malah semakin sombong. Apakah kau benar-benar merasa bahwa dirimu terlalu tinggi di hadapan semua orang? Bahkan jika dibandingkan denganmu, tetua pertama dari Lembah iblis jauh lebih kuat dan memiliki kemampuan yang luar biasa." ucap salah seorang praktisi sambil melirik seorang pria tua berpakaian hitam, yang saat ini tengah menyandarkan tubuhnya pada sebuah batang pohon.


"Jika kau memang sekuat itu, kenapa tidak kau ajak saja seluruh murid-muridmu untuk memisahkan diri dari kami? Kau tak perlu berbagi apapun, bahkan bisa memiliki seluruh harta langit yang kau dapatkan nanti," ucap salah seorang praktisi yang menggunakan jubah berwarna hijau pucat, sambil melirik menunjukkan seringaian yang sangat mengerikan.

__ADS_1


Mendengar ucapan pria itu, tentu saja tetua Fang semakin kesal. Awalnya dia ingin menunjukkan dominasi dihadapan seluruh praktisi yang berkumpul, namun kata-katanya malah kembali berbalik padanya.


Semua orang saat ini seolah tengah menunjukkan permusuhan terhadap tetua ketiga dari sekte pedang salju itu, apalagi setelah mereka mendengar bagaimana kesombongan yang dimiliki oleh pria itu, yang merasa dirinya jauh lebih kuat dan lebih baik dibandingkan para praktisi yang lainnya.


"Ciih! kalian semua pasti akan menyesal!" ucap tetua Fang sambil menatap tajam para praktisi yang saat ini berdiri di hadapannya.


Tak lama kemudian, dia pun segera memanggil murid-muridnya untuk melanjutkan perjalanan, dia tidak membutuhkan para praktisi lemah, baginya dirinya sendiri bersama kedua ratus orang murid yang dibawanya pasti akan sanggup menghadapi segala macam rintangan, yang mungkin saja akan muncul di depan.


"Ayo pergi!" ajak tetua Fang.


Ke 200 orang murid itu menganggukan kepala, mereka segera bangkit dan mengikuti langkah tetua mereka, untuk melanjutkan kembali perjalanan menjelajahi hutan buangan, sekaligus mencari keberadaan harta langit yang telah jatuh di tempat itu.


Sementara para praktisi yang ditinggalkan saat ini terlihat saling berpandangan, mereka tak mengerti dengan ucapan yang keluar dari mulut salah seorang tetua dari sekte tombak abadi.


"Tetua Ming.." salah seorang praktisi itu memanggil pria berpakaian hijau pucat.

__ADS_1


"Hahaha... Kalian tenang saja! Biarkan mereka berjalan terlebih dahulu dan menyingkirkan semua rintangan yang ada di depan. Setelah itu kita hanya harus mengikutinya, dan jika mereka telah mendapatkan harta langit yang tersembunyi di tempat ini, kita hanya harus merampoknya saja. Aku yakin mereka pasti akan kelelahan, setelah mengalami berbagai macam pertarungan, sehingga tidak sulit bagi kita semua untuk menyerang secara bersama-sama." ucap pria berpakaian hijau pucat, yang ternyata merupakan seorang tetua dari sekte tombak abadi.


"Hahaha..."


__ADS_2