Xu Yuan

Xu Yuan
Chapter 16


__ADS_3

***


Di tempat lain saat ini Xu Yuan telah mulai bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanannya, setelah dia merasa yakin, bahwa saat ini tubuhnya telah kembali dalam kondisi yang prima. Namun sebelum itu dia berniat untuk berpamitan kepada Gui Yixuan dan juga Wei Yang, sebagai orang yang pernah berjasa dalam hidup Xu Yuan.


Gui Yixuan masih belum menyadari kedatangan pemuda itu, dia masih tetap sibuk dengan berbagai macam tanaman herbal yang tengah dipanennya. Akhir-akhir ini banyak sekali orang-orang yang terkena penyakit mendadak, mereka bahkan tidak bertahan lebih dari 3 hari, sehingga Gui Yixuan berusaha untuk mencari obat terbaik untuk penyembuhan.


"Saudara Gui, apakah aku mengganggumu?" tanya Xu Yuan.


Gui Yixuan segera melirik ke arah tamunya, kemudian melengkungkan senyuman tipis, dia menjawab dengan sangat tenang, "Kau tidak perlu khawatir saudara Xu, katakan apa yang kau butuhkan?"


Xu Yuan hanya menggelengkan kepalanya, saat ini dia hanya ingin berpamitan untuk melanjutkan kembali perjalanannya menuju benua tengah, agar bisa segera meningkatkan kemampuan dan juga ranah kultivasinya.


Gui Yixuan segera menyimpan semua tanaman herbal yang telah dipetiknya dalam sebuah keranjang, kemudian mendudukkan diri di samping Xu Yuan yang saat ini terlihat menatap jauh ke depan.


"Apa yang kau pikirkan, saudara Xu?" tanya Gui Yixuan menyadari jika saat ini pemuda yang ada di hadapannya seolah tengah memikul beban yang sangat berat.


"Aku harus segera melanjutkan perjalanan menuju benua tengah, lagi pula saat ini keadaanku sudah benar-benar pulih. Terima kasih banyak karena telah menyelamatkan hidupku tepat waktu." ucap Xu Yuan dengan tulus.

__ADS_1


Gui Yixuan hanya tersenyum tipis mendengar ucapan terima kasih yang diucapkan oleh Xu Yuan.


"Itu sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang tabib. Aku tidak akan pernah melarangmu untuk melanjutkan perjalanan. Namun apa kau yakin, saudara Xu? Benua tengah terlalu jauh dari tempat kita saat ini, kau tidak akan pernah tahu apa yang akan kau temui saat berada di dalam perjalanan nanti."


Xu Yuan menganggukan kepalanya, dia sangat mengerti dengan kekhawatiran Gui Yixuan, walau bagaimanapun saat ini dirinya hanyalah seorang praktisi tingkat pemurnian Qi. Bisa saja dalam perjalanan nanti dia bertemu dengan orang-orang yang memiliki kekuatan di atas dirinya, sehingga Xu Yuan harus lebih berhati-hati lagi.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan ku, saudara Gui. Aku berjanji padamu akan lebih berhati-hati mulai saat ini dan menghindari para praktisi yang memiliki kekuatan lebih tinggi, agar tidak bersinggungan dengan mereka. Pengalaman dalam pertempuran di hari kemarin, membuatku mengerti bahwa terkadang kita harus menjauh dari sebuah permasalahan." jawab Xu Yuan.


Gui Yixuan tiba-tiba saja mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya, beberapa botol porselen yang telah diisi berbagai macam pil tingkat tiga saat ini muncul di hadapan Xu Yuan, dengan santainya pemuda itu langsung memberikan pil-pil terbaik buatannya, sehingga membuat Xu Yuan hampir saja pingsan karenanya.


Bagaimana bisa Gui Yixuan memberikan pil-pil yang berharga itu padanya? Bahkan jika dijual di luaran bisa saja membuat kehidupan Gui Yixuan berubah, pil-pil buatannya adalah yang terbaik dengan kualitas sempurna, sehingga siapapun yang mendapatkan pil itu pasti akan langsung merasakan efek yang sangat luar biasa.


Xu Yuan benar-benar sangat terharu mendengar ucapan pemuda itu, dia tak menyangka masih ada orang baik seperti Gui Yixuan yang telah menyelamatkan hidupnya, bahkan tanpa meminta imbalan apapun dan saat dia berpamitan, bahkan pemuda itu masih memberikan hadiah berupa pil-pil yang sangat berharga untuknya.


"Aku tidak akan pernah melupakanmu, saudara Gui. Suatu hari nanti saat aku kembali, orang pertama yang akan aku kunjungi adalah kau. Terima kasih banyak untuk semua kebaikanmu terhadapku selama ini, semoga suatu saat nanti aku bisa membalasnya." ucap Xu Yuan.


Dia pun segera memasukkan semua botol-botol porselen itu ke dalam cincin penyimpanannya. Lalu Wei Yang muncul dari kejauhan, gadis itu saat ini menenteng dua ekor kelinci yang sangat gemuk, sepertinya dia baru saja berburu saat berada di hutan.

__ADS_1


"Saudara Xu..! Kakak! Lihatlah! Aku menemukan dua ekor kelinci yang sangat gemuk di hutan, malam ini kita akan berpesta dan makan besar, aku akan memasaknya agar kita bisa segera menikmati makanan yang lezat." ucap gadis itu sambil melangkahkan kakinya ke arah dapur.


Xu Yuan tak kuasa untuk mengecewakan gadis kecil itu, sehingga akhirnya dia pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya esok hari, agar bisa menikmati makanan yang dimasak oleh Wei Yang terlebih dahulu.


Dalam keheningan, aroma yang memikat perlahan menguar. Aroma itu adalah harumnya kelinci panggang buatan Wei Yang, yang dengan keahlian luar biasa membangkitkan keinginan tak terbendung untuk mencicipinya.


Seperti malaikat memasuki pintu tersembunyi, aroma yang menggoda itu menjalar melalui celah-celah gubuk yang rekat. Tanpa kata-kata, ia menghadirkan gambaran di benak Xu Yuan dan Gui Yixuan tentang makanan lezat yang mereka inginkan. Aroma itu menari-nari di udara, membelai indera penciuman mereka dengan sentuhan manis dan gurih yang menyapu rongga hidung mereka.


Kelinci panggang buatan Wei Yang memiliki kualitas yang tak tertandingi. Daging yang empuk dan merah muda terbungkus dalam lapisan garing dan renyah yang melambungkan harumnya ke angkasa. Rempah-rempah pilihan yang digunakan oleh Wei Yang memberikan sentuhan istimewa, menambah kekayaan cita rasa yang memukau.


Ketika aroma itu menyeruak, lantunan harumnya memenuhi ruangan, menghipnotis Xu Yuan dan Gui Yixuan dengan janji kenikmatan yang tak terbantahkan.


Dalam sekejap, keadaan perut mereka yang awalnya tenang berubah menjadi gemuruh lapar yang tak tertahankan. Lambat laun, air liur mulai mengalir, dan perut mereka berkeras untuk memenuhi hasrat yang timbul dari aroma kelinci panggang itu. Kepekaan mereka terhadap kelezatan makanan melampaui batas kemampuan mereka untuk menahan godaan.


Sementara mereka saling bertatap mata, dipenuhi dengan kehausan yang sama, keputusan mereka sudah jelas. Mereka merindukan kenikmatan kelinci panggang buatan Wei Yang dengan setiap serat jiwanya. Aroma itu, dengan cara ajaibnya telah menghadirkan keserakahan yang tak terelakkan dan membiarkan Xu Yuan dan Gui Yixuan terhanyut dalam mimpi-mimpi rasa yang melambung tinggi.


Tak ada kata-kata yang diperlukan. Mereka tahu apa yang harus dilakukan. Dengan langkah terburu-buru, Xu Yuan dan Gui Yixuan melangkah keluar dari gubuk itu, tergoda oleh aroma kelinci panggang yang tak terbantahkan. Mereka mengikuti jejak harum itu, berharap untuk menyatukan rasa dengan kelezatan yang luar biasa.

__ADS_1


Sekarang, tak ada lagi keadaan perut kosong, karena aroma kelinci panggang buatan Wei Yang menguar hingga ke dalam gubuk dan telah mengubah lapar menjadi hasrat yang membara.


__ADS_2