You My Bucin

You My Bucin
29. Kembali ke rumah


__ADS_3

Matanya mengerjap lantas melihat jam dinding yang masih menunjukkan pukul 12 malam. Terpaksa dia bangun untuk melegakan dahaganya, meskipun matanya masih terasa berat.


"Ah, pake abis segala," kesalnya ketika melihat gelas kosong dinakas.


Dengan perlahan dia melangkah menuju dapur untuk mengisi gelasnya kemudian dia berjalan kembali ke kamarnya. Namun langkahnya terhenti ketika mendengar jeritan dari dalam kamar ibunya, matanya yang sedikit tertutup kini terbuka lebar dia langsung masuk kedalam tanpa mengetuk pintu.


"IBU!!" Dia berteriak melihat ibunya yang duduk dengan tangan penuh darah.


Matanya berkaca-kaca melihat sayatan yang begitu banyak ditangan kiri ibunya, entah apa yang difikirkan ibunya sampai ingin mengakhiri hidupnya.


"Ibu kenapa bisa begini? ibu ayok aku obat-"


"PERGI!! ARGGHH!!! KAMU ANAK PEMBAWA SIAL!!"


Deg


Dadanya terasa sesak, baru kali ini ibunya membentak dengan perkataan yang begitu kasar.


"Bu, Alya salah apa?"


"Salah saya karena melahirkan kamu!!"


Isakan keluar dari gadis berusia 10 tahun itu, tangannya bergetar membuat gelas yang dia pegang jatuh begitu saja membuat pecahan kaca berhamburan dilantai.


"K-kenapa Ibu bilang kayak gitu?" tanya Alya.


Ibunya mencengkram tangan kanan Alya dengan kuat lalu menjawab, "karena kamu tidak akan pernah bisa jadi pewaris Alya!!"


Dia meringis menahan sakit di pergelangan tangannya, jujur dia tidak paham dengan apa yang dimaksud ibunya, dia bahkan tidak pernah terfikir untuk menempati kursi CEO ayahnya karena menurutnya itu pekerjaan yang sangat berat.


"Aku gak mau jadi pewaris Bu, aku cuma mau hidup bahagia sama Ayah dan Ibu, itu aja."


Wanita cantik berumur 30an itu terkekeh lalu mengambil pecahan kaca yang tergeletak didekatnya. Perlahan dia menyayat tangan putrinya membuat darah segar mengalir mengotori baju tidurnya.


"Awww, sakit Bu!!"


"DIAM!! INI HUKUMAN UNTUK KAMU!!"


"IBUU! SAKITTT."


Brakkk


Pintu terbuka, seorang pria berlari ke arah mereka, dia langsung membawa tubuh Alya kepelukannya.


"Kamu sudah gila hah? kamu ingin mencelakai anakmu sendiri?" sentak Aryan.


"Aku gila juga gara-gara kamu!"


Aryan tidak mengindahkan perkataan istrinya, dia segera menelpon Vian agar segera kerumahnya untuk mengobati Alya dan juga Nirma. Matanya berkaca-kaca melihat Alya yang pingsan dengan darah yang masih mengalir, Nirmala memang sudah gila!


Malam itu adalah malam yang paling mengerikan seumur hidup Alya, tangannya yang dibalut perban begitu sakit dan perih, dia menjadi trauma ketika melihat darah. Setelah kejadian itu Aryan membawa ibunya ke psikolog dan Aryan juga menenangkan Alya agar gadis itu tidak takut pada ibu kandungnya.


"Ibu semalam cuma kerasukan, itu bukan Ibu yang sebenarnya, jadi kamu jangan takut sama Ibu ya," ujar Aryan.

__ADS_1


"Emangnya hantu itu ada?"


Aryan mengusap rambut Alya lembut sambil tersenyum. "Ada dong."


"Kok bisa ibu kerasukan?"


"Iya bisa Al, kan mereka gak kelihatan jadi kita gak bisa ngehindar kalo mereka mau masuk ketubuh kita."


Alya hanya mengangguk dan menganggap bahwa kejadian itu bukan atas kesadaran ibunya, tapi makhluk halus.


Konyol, tapi memang begitu adanya. Alya yang masih bocah percaya saja dengan ucapan orang dewasa.


Tepukan dipunggungnya membuat Alya tersadar, dia menatap sang pelaku dengan tajam.


"Bisa gak sih lo jangan bikin gue darah tinggi!"


Devan mengedikkan bahunya. "Nih sampah lo! berat tau!" Cowok itu memberikan barang-barang Alya yang dibawanya dari dalam kosan Devan.


Siang ini Alya kembali ke rumahnya, ini semua atas paksaan Aryan tentunya. Mau tidak mau dia menurut dari pada ayahnya itu sakit-sakitan terus dan meninggal kemudian Devan yang memimpin perusahaan diusia muda dan terjadilah kekacauan lantas perusahaannya bangkrut dan Alya jadi jatuh miskin. Tidak mungkin Alya membiarkan hal itu terjadi.


"Itu bukan sampah ya, itu barang berharga gue!" kesal Alya.


"Yaudah nih bawa sendiri, ngapain juga lo ngelamun sambil liatin kamar nyokap lo," ujar Devan.


"Loh kok ngatur, rumah-rumah gue, mata-mata gue kok ribet!"


"Masalahnya lo udah kayak patung pancoran disini ngalangin jalan!"


Adik kakak itu berkacak pinggang sambil menatap tajam satu sama lain.


Dengan berat hati cowok itu menenteng tas dan koper milik adik tirinya, untung saja Devan ini anak penurut jika saja Alya yang disuruh seperti ini sudah pasti dia akan berdebat dengan Aryan sampai matahari tenggelam.


Aryan mengusap kepala putrinya penuh kasih sayang, dia berharap hari-hari berikutnya hatinya akan lebih tenang karena melihat putri tersayangnya berada dirumah setiap hari, dan ia juga berharap Alya bisa menerima kehadiran Dinda pelan-pelan seiring berjalannya waktu.


"Kamu mau makan atau mau mandi dan ganti baju dulu?" tanyanya lembut.


"Alya mau makan dikamar aja Yah," jawabnya.


"Kenapa? padahal Bunda kamu udah nunggu dibawah, dia masakin makanan kesukaan Alya loh, semur jengkol."


Alya ingin menolak, tapi mendengar semur jengkol perutnya jadi meronta-ronta segera ingin melahap makanan itu dengan nasi hangat, sudah lama dia tidak memakan masakan itu. Bodo amat dengan kebenciannya pada Dinda, baginya mengisi perut nomor satu.


"Ayo Yah!"


...*****...


Setelah memanjakan perutnya dan melakukan kewajibannya sebagai umat muslim, Alya membaringkan tubuhnya dikasur empuk yang selama ini dia rindukan. Untung saja Vian, Resta maupun Gery tidak memberitahu apa-apa pada keluarganya tentang Alya yang pingsan dan masuk rumah sakit.


Jika saja mereka tahu, pasti Alya akan disuguhkan dengan beribu pertanyaan dan pengobatan, ya meskipun Aryan sebelumnya itu cuek pada Alya tapi dia tahu ayahnya itu selalu mengkhawatirkannya dan sayang padanya, walaupun tidak sesayang pada ibu tirinya.


Tetap saja pasti akan sangat merepotkan baginya jika Aryan tahu tentang kondisi putrinya saat ini.


Tringg.

__ADS_1


Sebuah pesan masuk membuat Alya segera mengambil ponselnya yang ditaruh dinakas, dia menggigit bibir bawahnya setelah melihat siapa pengirim pesan itu.


Iyung sayang❤


Alya, lo gakpapa? Gery bilang semalem lo masuk rumah sakit. Sorry gue gak bisa jenguk lo.


13:04


^^^Me:^^^


^^^Gakpapa kok Iyung, Alya seneng kalo Iyung khawatir^^^


^^^😍❤^^^


^^^13:04^^^


Iyung sayang❤


Gue gak khawatir, takutnya lo mati terus gentayangin gue!


13:05


^^^Me:^^^


^^^Ihhh, Iyung jahat banget sama Alya🥲🥺^^^


^^^13:05^^^


Iyung sayang❤


Gue takut lo ganggu idup gue, pas hidup aja ngintilin gue apalagi kalo lo udah jadi hantu.


13:05


^^^Me:^^^


^^^Itu kan tandanya Alya sayang sama Ilham🙃❤^^^


^^^13:05^^^


^^^Makanya ngintilin terus😍❤^^^


^^^13:05^^^


Ilham tidak membalas pesannya, membuat Alya kesal sendiri. Dilain tempat, Ilham sedang salting sambil tersenyum karena melihat balasan Alya dengan menggunakan emoticon love. Rasanya dia juga ingin membalas pesan cewek itu dengan hal yang serupa namun....


Iyung sayang❤


Najis!


13:10


Alay!!

__ADS_1


13:10


__ADS_2