You My Bucin

You My Bucin
43. Hari libur


__ADS_3

Libur sekolah sudah tiba, namun bukan berarti dia akan diam seharian di dalam kamar sambil memakan kripik kentang. Hari libur adalah waktu yang pas untuk mencari uang tambahan untuk uang sekolahnya.


Hidup seakan tidak berlaku adil padanya, Tuhan selalu memberikan kesedihan tanpa memberinya bahagia. Dia iri pada Alya, gadis itu mendapatkan apa yang diinginkannya. Keluarga, harta, cinta, sahabat, semuanya dia punya, itu adalah alasan mengapa dia sangat membenci gadis itu. Dia terlalu sempurna.


"Gak usah terlalu dipikirin, orang kayak kita ini memang harus kuat."


Dia menatap seorang cowok yang sedang mengelap meja, dia tersenyum setidaknya dia bukan satu-satunya orang yang harus bertahan hidup di dunia yang kejam ini.


"Iya, gue gak mikirin apa-apa kok," balasnya.


"Gue tau lo capek kerja kayak gini, lo mau cari kerjaan lain gak Mel?"


Gadis itu menggeleng. "Gue gak mau, tapi kalo pindah bareng lo sih gakpapa."


Pletak.


Cowok itu menyentil kening Melya.


"Aww, sakit tau Ga! Tega banget lo sama gue," rutuknya.


"Lagian lo main gombal-gombal aja, gue nanya serius juga. Percuma lo ngegombalin gue, gak bakalan baper juga!" ujar cowok itu, Angga namanya.


Melya berkacak pinggang. "Lah, lagian gue gak mau punya cowok modelan kayak lo, udah pelit, tukang kentut pula!"


"Gak usah buka-buka kartu elah, lo baperan amat jadi orang. Jangan-jangan lo beneran lagi suka sama gue, duh jangan deh Mel, gue udah suka sama orang lain soalnya."


Angga beralih ke meja berikutnya, dengan telaten dia menyemprotkan air lalu mengelap mejanya sampai bersih, begitupun dengan Melya.


Keduanya memang sudah lama menjadi rekan kerja, mungkin hampir 2 tahunan. Sejak duduk di bangku smp keduanya memang sudah bekerja, namun hanya bekerja saat hari libur sekolah saja. Untungnya pemilik cafe ini baik sekali mau mempekerjakan dua anak yang masih sekolah.


Selain mempertahankan beasiswa, mereka juga harus menabung uang takutnya suatu saat beasiswa mereka dicabut, dan saat waktu itu tiba mereka berharap uang tabungan mereka cukup untuk membayar uang sekolah.


Melya menegakkan tubuhnya lantas menatap Angga dengan tatapan remeh. "Gue tau lo suka sama si Resta kan? Duh mana mungkin dia mau sama cowok pelit kayak lo."


"Heh nenek lampir! Gini-gini gue royal ya sama orang yang gue sayang," ujar Angga tak terima jika dirinya disebut pelit.


"Gak percaya gue,"


Angga menatap Melya kesal. "Yaudah sini lo gue sayang, biar lo tahu seberapa royal gue sama pacar."

__ADS_1


Gadis itu terdiam, entah mengapa jantungnya berdegup kencang. Sialan memang, perasaan itu tumbuh begitu saja tanpa aba-aba, padahal Melya tahu kalau Angga sudah menyukai orang lain.


Dia sudah berusaha untuk mengubah perasaannya pada Angga, namun semakin hari perasaan itu tumbuh begitu saja tanpa berkurang sedikitpun.


"Hayoh, ngelamun mulu lo!"


Melya tersentak dengan tepukan dibahunya, dia mengusap dadanya pelan. "Astaga Angga! Gimana kalo gue tiba-tiba mati gara-gara lo kagetin."


Angga mengedikkan bahunya. "Bagus dong, nanti gue bisa dapet mie sekardus kalo lo mati."


"Iya, dapet mie plus gua gentayangin!"


"Aww, mau dong digentayangin,"


Melya berdecak kesal, berurusan dengan Angga hanya akan membuat perasaannya bertambah, lebih baik dia melakukan pekerjaan yang lain.


"Oy! Mau kemana lo?" tanya Angga ketika melihat temannya yang berjalan meninggalkannya.


"Mau nyuci picing!" balas Melya dengan sedikit berteriak.


Angga mendengus kesal dengan sikap Melya yang seakan menghindarinya.


Tringg.


Angga tersenyum melihatnya. "Gue suka sama lo Aulia."


...*****...


Alya tersenyum setelah memotret sahabatnya. Hari ini dia dan Resta memutuskan untuk berpiknik di danau, tidak lupa Ilham dan Gery juga ikut, itu semua karena permintaan Alya.


Gadis itu meminta untuk double date padahal Resta dan Gery belum resmi jadian, tapi ya namanya Alya semua yang diinginkannya pasti harus terlaksana, maka berakhirlah mereka disini.


"Wah gue cakep banget, post ig ah!" Resta mengutak-atik ponselnya hingga sebuah kiriman baru muncul dengan caption 'Happy holiday'.


"Jiakh, langsung di post dong," celetuk Alya yang sedang membuka beranda instagramnya.


"Karena bagus jadi gue upload, udah lama gak post soalnya."


Kedua gadis itu asik berbincang sedangkan kedua cowok yang terpaksa ikut hanya terdiam didekat motor sambil cemberut.

__ADS_1


"Gini amat jadi kang ojeg," ujar Gery sambil menopang dagunya.


Ilham menepuk punggung Gery prihatin. "Terima nasib bro."


"Lah, lo juga sama nyet jadi tukang ojeg!"


"Gue bukan tukang ojeg, tapi calon suami Alya."


Gery menggeleng pelan, dia masih tidak percaya dengan perubahan sikap sahabatnya yang dengan waktu singkat jadi manusia bucin yang tiada tandingannya.


"Wah anjir udah ada yang like dong, njir si Angga lagi yang like!" Alya memekik, suaranya begitu nyaring bahkan sampai terdengar oleh kedua cowok itu.


Ilham menaikan alisnya, "Angga? Bukannya dia anak beasiswa itu ya?" tanyanya memastikan.


Gery merogoh sakunya mengambil ponsel, dia segera melihat postingan terbaru Resta, disana tertera nama akun Angga yang sudah menyukai postingan gadis itu. Dia meremas ponselnya dan kegiatan itu diperhatikan oleh Ilham.


"Lo kesel? Si Angga cuma ngelike postingan doang, bukan deketin si Resta," ujar Ilham yang paham betul dengan perasaan sahabatnya.


"Gue kenal dia, dan lo gak tau apa-apa Ham,"


"Lebay lo, lagian siapa yang mau sama si Resta, dia galaknya nauzubillah! Mending si Alya cewek gue, beuh imut kiyowo."


"Iya, iya terserah lo!"


Gery lelah mengobrol dengan orang yang sudah bucin, karena ujung-ujungnya pasti akan membanggakan pasangannya sendiri, bukannya memberi solusi.


Beralih kembali dengan dua gadis yang berbincang ria, Alya kini sedang menggoda sahabatnya.


"Cie langsung dilike sama cowok dong hihiww!"


Resta mendelik tajam, "Diem lo kampret! Gak usah bikin gue malu."


"Ternyata sahabat gue bukan cuma dikagumi sama Gery, ternyata sama Angga juga toh,"


"Dia cuma like postingan gue, bukan nyatain cinta!"


"Yakali gercep amat baru juga upload,"


"Hak dia lah, hp punya dia, jari punya dia, kok ribet."

__ADS_1


Alya mengulum senyum lantaran melihat wajah sahabatnya yang memerah. "Udah deh, gue restuin lo sama Angga kok, ganteng juga dia, baik lagi." Gadis itu mengubah arah pandangannya pada kedua cowok yang sedang menatapnya datar. "Daripada lo sama si Gery, dia kan mantan playboy."


Resta mengikuti arah pandang Alya, dia menatap Gery sendu. "Dia emang playboy, tapi gue sayang Al ."


__ADS_2